1 of 16

ISU-ISU SEPUTAR TESTING

Pertemuan - 3

2 of 16

Sistem itu Buggy

  • Hal ini disebabkan oleh:
  • Sistem pengembangan yang kurang baik dan terencana
  • Sistem pelayanan yang kurang baik dan terencana.
  • Analisis, disainer dan programer tidak tahu bagaimana membangun suatu kualitas kedalam sistem yang ada.
  • Tester tidak banyak terpengaruh oleh definisi dari kebutuhan, development atau proses pelayanan

3 of 16

Testing ditampilkan dengan gambaran yang menakutkan

  • Tak dapat dipungkiri bahwa testing itu mahal dan membutuhkan aktifitas waktu yang besar, dan hal itu benar-benar menakutkan. Apalagi kesalahan yang terjadi (seperti penentuan atribut pengukuran yang salah) dapat menjadi senjata makan tuan, dimana aktifitas testing yang telah dilakukan akan menjadi suatu hal yang percuma dan malah membuat situasi semakin membingungkan.

4 of 16

Batas waktu menjadi hambatan bagi testing

  • Manajemen menginginkan produk diluncurkan secepat mungkin (As Soon- As Possible).
  • Banyak cara dan hal yang harus dilakukan dalam testing dalam waktu yang singkat.
  • Batas waktu kadang-kadang tidak realistis, dan tekanan antara meluncurkan produk dengan cepat dibandingkan dengan membuat produk yang benar .
  • Testing kadang-kadang terlalu sedikit, terlambat dan tidak terencana.

5 of 16

Testing bukan organisasi dan ilmu

  • Tidak ada satupun orang yang yakin apa itu testing, siapa yang bertanggung jawab, dan kapan harus melakukan testing, sebagaimana telah dibahas sebelumnya testing merupakan suatu hal yang subyektif dan relatif, bahkan hanya untuk definisi dari testing tiap praktisi mempunyai pendapatnya sendiri-sendiri.
  • Testing dalam pelaksanaan dan pengembangannya sangat tergantung pada kreatifitas dan pengalaman tiap individu.
  • Setiap pendekatan testing adalah baru dan unik.
  • Tidak adanya kejelasan bagaimana mengakses keefektifan dari testing dan sumber daya yang berkualitas, dan bagaimana menghitung waktu dan sumber daya yang dibutuhkan oleh testing.

6 of 16

Manajemen pendukung untuk testing kurang dari ideal

  • Tak banyak pihak manajemen yang menaruh perhatian lebih pada testing, malah kebanyakan dari mereka memandang testing hanya dengan sebelah mata. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan pentingnya testing bagi terciptanya software yang berkualitas, atau bahkan tidak sadar akan kualitas.

7 of 16

Testing tidak ditampilkan sebagai suatu karir yang menjanjikan���

  • Kebanyakan fungsi testing akan melekat pada fungsi pengembangan (development) dengan programmer sebagai pelakunya, dan karena itu seringkali sosok testing disamakan dengan debugging.

8 of 16

Teknologi Baru ataupun lama menyulitkan situasi

  • Perkembangan teknologi komputasi yang demikian cepatnya, baik dari hardware, software maupun jaringan, menambah kesulitan dalam menstabilkan konsep-konsep testing baik secara teoritis maupun praktis.
  • Dengan makin cepatnya perubahan akibat perkembangan teknologi komputasi, sangat sulit untuk melakukan pemahaman yang detil terhadap teknologi dari aplikasi yang digunakan, ditambah dengan kecenderungan dari vendor software (microsoft misalnya) yang menerapkan strategi versioning terhadap produk yang diluncurkannya ke pasaran.
  • Keberadaan teknologi lama yang masih dimiliki dan digunakan oleh klien, sering menimbulkan masalah baru yang tak ditemukan saat testing dilakukan dilingkungan pengembang.

9 of 16

Kemampuan Testing

  • Operability: semakin baik software bekerja, akan membuat software dites lebih efisien.
  • Observability: apa yang anda lihat adalah apa yang anda tes
  • Controllability: dengan semakin baik kita dapat mengendalikan software, semakin banyak testing dapat diotomatisasi dan dioptimalisasi.
  • Decomposability: dengan pengendalian batasan testing, kita dapat lebih cepat dalam mengisolasi masalah dan melakukan testing ulang yang lebih baik.
  • Simplicity: semakin sedikit yang dites, semakin cepat kita melakukannya.
  • Stability: semakin sedikit perubahan, semakin sedikit masalah/gangguan testing.
  • Understandability: semakin banyak informasi yang kita miliki, kita akan dapat melakukan test lebih baik.

10 of 16

  • Sistem mempunyai bug baru (bug menambahkan biaya tak langsung pada proses testing, dengan adanya analisa dan pelaporan

11 of 16

Faktor kualitas secara umum

  • Faktor-faktor kualitas software secara umum dapat dibedakan menjadi tiga faktor, yaitu fungsionalitas, rekayasa, dan adaptabilitas. Ketiga faktor utama ini juga disebut sebagai dimensi dari ruang lingkup kualitas software.

12 of 16

Fungsionalitas (kualitas luar)

  • Kebenaran (correctness)
  • Reliabilitas (reliability)
  • Kegunaan (usability)
  • Integritas (integrity)

13 of 16

Rekayasa (kualitas dalam)

  • Efisiensi (Efficiency)
  • Testabilitas (Testabiity)
  • Dokumentasi (Documentation)
  • Struktur (Structure)

14 of 16

Adaptabilitas (kualitas kedepan)

  • Fleksibilitas (Flexibility)
  • Reusabilitas (Reusability)
  • Maintainabilitas (Maintainability)

15 of 16

  • Oleh karena itu, testing yang bagus harus dapat mengukur semua faktor-faktor yang berhubungan, yang tentunya tiap factor komponen akan mempunyai tingkat kepentingan berbeda-beda antar satu aplikasi dengan aplikasi yang lain.
  • Jadi, agar testing dapat sepenuhnya efektif, maka harus dijalankan untuk melakukan pengukuran tiap faktor yang berhubungan dan juga menjadikan kualitas menjadi nyata dan terlihat.

16 of 16

SELESAI