1 of 19

HIPOTESIS PENELITIAN�Pertemuan ke-11

MATA KULIAH STATISTIK SOSIAL EKONOMI PERTANIAN

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN PETERNAKAN

UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA LAMPUNG

Oleh : Eny Ivan’s, S.P., M.Sc.

2 of 19

TUJUAN PEMBELAJARAN

  • Memahami konsep hipotesis
  • Memahami macam-macam permasalahan dan hipotesis penelitian
  • Memahami pengertian hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis nol (H0)
  • Memahami kesalahan dalam menguji hipotesis
  • Memahami jenis pengujian hipotesis

3 of 19

Konsep Hipotesis

  • Hipotesis berasal dari kata Yunani, yaitu hupo (sementara) dan theis (pernyataan atau teori). Karena hipotesis merupakan pernyataan sementara yg masih lemah kebenarannya, maka perlu diuji kebenarannya.
  • Hipotesis : dugaan terhadap hubungan antara dua variabel atau lebih
  • Hipotesis penelitian adalah hipotesis kerja (Hipotesis Alternatif Ha atau H1) yaitu hipotesis yg dirumuskan untuk menjawab permasalahan dengan menggunakan teori-teori yg ada hubungannya (relevan) dengan masalah penelitian dan belum berdasarkan fakta serta dukungan data yg nyata di lapangan
  • Hipotesis Alternatif (Ha) dirumuskan dengan kalimat positif
  • Selain hipotesis alternatif, terdapat juga hipotesis nol (H0). Hipotesis nol adalah pernyataan tidak adanya hubungan, pengaruh atau perbedaan antara parameter dengan statistik dan dirumuskan dalam kalimat negatif
  • Tidak semua penelitian harus memiliki hipotesis, melainkan setiap penelitian harus dirumuskan masalahnya. Hipotesis dinyatakan berdasarkan masalah yg dirumuskan, dengan demikian rumusan masalah dpt terjawab dan hipotesis dapat diuji kebenarannya.

4 of 19

MACAM-MACAM PERMASALAHAN PENELITIAN

  • Permasalahan yang bersifat deskriptif
    • yaitu permasalahan yg tidak membandingkan dan menghubungkan dengan variabel lain, hanya menggambarkan variabel saja
    • contoh: seberapa banyak hasil panen udang windu di Kabupaten Sidoarjo?
  • Permasalahan bersifat komparatif
    • yaitu permasalahan yg menggambarkan perbedaan karakteristik dari dua variabel atau lebih
    • contoh: adakah perbedaan produktivitas kerja karyawan bagian produksi dan pemasaran di PTPN VII di Provinsi Lampung?
  • Permasalahan bersifat asosiatif
    • yaitu permasalahan yg menghubungkan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih
    • ada tiga jenis hubungan menurut sifatnya yaitu :
      • Hubungan simetris
        • hubungan yg bersifat kebersamaan antara dua variabel atau lebih
        • contoh : adakah hubungan antara postur tubuh seseorang dengan gaya kepemimpinan?
      • Hubungan sebab akibat (kausal)
        • hubungan yg bersifat mempengaruhi antara dua variabel atau lebih
        • contoh : seberapa besar pengaruh pupuk terhadap hasil panen padi?
      • Hubungan interaktif
        • hubungan antara dua variabel atau lebih yg bersifat saling mempengaruhi
        • contoh : adakah hubungan antara pemberian intensif dengan efektivitas kerja?

5 of 19

Pengertian Hipotesis Alternatif (Ha) & Hipotesis Nol (H0)

  1. Hipotesis Alternatif (Ha)
    • Hipotesis alternatif diberi simbol (Ha) disebut juga hipotesis penelitian atau hipotesis kerja (H1), pihak peneliti tidak menguji (Ha) sebab (Ha) adalah lawan (H0). Hipotesis alternatif (Ha) hanya mengekspresikan keyakinan peneliti tentang ukuran-ukuran populasi
  2. Hipotesis Nol (H0)
    • Pada pengujian statistik, kita selalu menggunakan dua hipotesis yaitu hipotesis nihil atau nol dan hipotesis alternatif
    • Hipotesis nol dengan simbol (H0) inilah sebenarnya yg diuji secara statistik dan merupakan pernyataan tentang parameter yg bertentangan dg keyakinan peneliti.
    • H0 sementara waktu dipertahankan benar-benar hingga pengujian statistik mendapatkan bukti yg menentang atau mendukungnya.
    • Apabila dari pengujian statistik diperoleh keputusan yg mendukung atau setuju dengan (H0), maka dapat dikatakan bahwa (H0) DITERIMA.
    • Sebaliknya, jika diperoleh keputusan yg membelot atau bertentangan dg keputusan (H0) maka dapat disimpulkan bahwa (H0) DITOLAK.

6 of 19

KESALAHAN DALAM MENGUJI HIPOTESIS

  1. Apabila kita nyatakan H0 diterima, kemudian dibuktikan melalui penelitian kita menerimanya, maka kesimpulan yg dibuat adalah benar
  2. Apabila kita nyatakan H0 diterima, kemudian dibuktikan melalui penelitian ditolak, maka kesimpulan yg diambil itu merupakan kesalahan yg disebut kesalahan model I (a)
  3. Apabila H0 kita tolak, kemudian dibuktikan melalui penelitian menolaknya, maka kesimpulan yg dibuat adalah benar
  4. Apabila H0 kita tolak, kemudian dibuktikan melalui penelitian diterima, maka kesimpulan yg diambil itu merupakan kesalahan yg disebut kesalahan model II (b)

7 of 19

Hubungan antara Hipotesis, Kesimpulan dan Model Kesalahan

Kesimpulan

Keadaan Yang Sebenarnya

H0 Benar

H0 Salah

Menerima H0

Kesimpulan Benar

Kesalahan Model II (b)

Menolak H0

Kesalahan Model I (a)

Kesimpulan Benar

Contoh kasus:

Seorang investor ingin menginvestasikan modalnya di Indonesia, disebabkan karena ekonomi Indonesia yg hancur akibar krisis moneter 1998. Jika diperkirakan ada manfaat dan keuntungan dalam menanam modal, maka ia akan menanamkan modalnya, sebaliknya, jika tidak ada manfaat dan keuntungan maka ia tidak akan melakukannya.

  1. Penanaman modal sebenarnya mempunyai keuntungan kemudian investor melakukannya. Tindakan yg telah dilakukan oleh investor tersebut merupakan tindakan yg benar.
  2. Sebenarnya menanam modal itu mempunyai keuntungan tetapi investor tidak melaksanakannya. Mungkin ia menduga kurang aman tentang stabilisme nasional di Indonesia akibat kerusuhan yg terjadi atau masih trauma dalam insiden itu. Tindakan yg telah dilakukan oleh investor merupakan kesalahan, kesalahan ini disebut Kesalahan Model I (a).
  3. Penanaman modal seharusnya tidak ada keuntungan, kemudian investor tidak melakukan hal tersebut, tindakan yg telah dilakukan oleh investor tersebut merupakan tindakan yg benar.
  4. Sebenarnya penanaman modal tidak ada keuntungan, kemudian investor melakukannya. Tindakan yg telah dilakukan oleh investor itu merupakan kesalahan. Kesalahan ini disebut kesalahan Model II (b).

Tabel Model Kesalahan Ketika Membuat Kesimpulan dalam Pengujian Hipotesis

8 of 19

Tindakan Investor

Keadaan Yang Sebenarnya

H0 Benar

H0 Salah

Menanam modal

Tindakan yg benar

Kesalahan model II (b)

Tidak menanam modal

Kesalahan model I (a)

Tindakan yg benar

Tabel Tindakan Investor dalam Menanam Modal

Ketika merencanakan pengujian hopotesis, kedua model kesalahan tersebut hendaknya dibuat sekecil mungkin. Kedua model kesalahan tersebut dinyatakan dalam peluang, suatu penilaian dapat dilakukan. Peluang ini juga sekaligus merupakan besarnya risiko kesalahan yg ingin kita hadapi yakni peluang membuat kesalahan (a) dan peluang membuat kesalahan (b). Sedangkan yg sering digunakan dlm penelitian ini adalah kesalahan (a) yg sering disebut dg istilah : taraf signifikan, tingkat signifikan, taraf arti, taraf nyata, probability (p), taraf kesalahan atau taraf kekeliruan.

Taraf atau tingkat signifikan dinyatakan dlm dua atau tiga desimal atau dalam persen. Lawan dari taraf signifikan ialah taraf kepercayaan atau tingkat kepercayaan. Jika taraf signifikansi = 5% atau 1% dpt disebut juga dg taraf kepercayaan = 95% atau 99%, demikian seterusnya. Pada umumnya penelitian sosial, besarnya a tergantung pada keinginan peneliti sebelum analisis dilakukan. Arti a = 0,05 ialah diperkirakan 5 dari 100 kali penelitian berkesimpulan akan menolak hipotesis yg seharusnya diterima atau kira-kira 95% percaya bahwa kita telah membuat kesimpulan yg benar.

9 of 19

JENIS PENGUJIAN HIPOTESIS

  • Hipotesis direksional
  • Hipotesis nondireksional

10 of 19

HIPOTESIS DIREKSIONAL

    • Hipotesis langsung. Sedangkan pengujian hipotesis direksional terdiri atas dua uji, yaitu uji pihak kiri dan uji pihak kanan.
      • Uji pihak kiri
        • Hipotesis bersifat deskriptif
        • Hipotesis bersifat komparatif
        • Hipotesis bersifat asosiatif
      • Uji pihak kanan
        • Hipotesis bersifat deskriptif
        • Hipotesis bersifat komparatif
        • Hipotesis bersifat asosiatif

 

11 of 19

Uji Pihak Kiri

  • Apabila ada rumusan hipotesis pasangan Ha dinyatakan dengan bunyi kalimat : paling tinggi, paling banyak, paling besar, maksimum, dsb berarti tandanya lebih kecil (<).
  • Sebaliknya, H0 harus dinyatakan dengan bunyi kalimat: paling rendah, paling sedikit, paling kecil, minimum, dsb berarti tandanya lebih besar atau sama dengan (≥)
  • Dalam kasus ini pengujiannya menggunakan uji satu pihak (one tailed test) yaitu uji pihak kiri.

12 of 19

Hipotesis bersifat deskriptif

  • Motivasi kerja pegawai di perusahaan kopi paling tinggi 40% dari nilai ideal.
    • Hipotesis (Ha & H0) diuraikan dalam kalimat:
      • Ha: motivasi kerja karyawan di perusahaan kopi paling tinggi 40% dari nilai ideal
      • H0: motivasi kerja pegawai di perusahaan kopi paling rendah atau sama dengan 40% dari nilai ideal
    • Hipotesis (Ha & H0) dalam model statistik:
      • Ha : p < 40%
      • H0 : p ≥ 40%

Hipotesis bersifat komparatif

  •  

13 of 19

Hipotesis bersifat asosiatif

  • Seorang pengawas SMA ingin mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar di sekolah negeri. Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar paling tinggi 60%.
    • Hipotesis (Ha & H0) diuraikan dalam kalimat:
      • Ha : Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar paling tinggi 60%
      • H0 : Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar paling rendah atau sama dengan 60%
    • Hipotesis (Ha & H0) dalam model statistik:
      • Ha : p < 40%
      • H0 : p ≥ 40%

14 of 19

Uji Pihak Kanan

  • Apabila ada rumusan hipotesis pasangan Ha dinyatakan dengan bunyi kalimat : paling rendah, paling sedikit, paling kecil, minimum, dsb berarti tandanya lebih besar atau sama dengan (>)
  • Sebaliknya, H0 harus dinyatakan dengan bunyi kalimat: paling tinggi, paling banyak, paling besar, maksimum, dsb berarti tandanya lebih kecil (≤)
  • Dalam kasus ini pengujiannya menggunakan uji satu pihak (one tailed test) yaitu uji pihak kanan.

15 of 19

Hipotesis bersifat deskriptif

  • Disiplin kerja karyawan di perusahaan kopi paling rendah 70% dari nilai ideal.
    • Hipotesis (Ha & H0) diuraikan dalam kalimat:
      • Ha: Disiplin kerja karyawan di perusahaan kopi paling rendah 70% dari nilai ideal
      • H0: Disiplin kerja karyawan di perusahaan kopi paling tinggi atau sama dengan 70% dari nilai ideal
    • Hipotesis (Ha & H0) dalam model statistik:
      • Ha : p > 70%
      • H0 : p ≤ 70%

Hipotesis bersifat komparatif

  •  

16 of 19

HIPOTESIS NONDIREKSIONAL

    • Disebut hipotesis tidak langsung, yaitu hipotesis yang tidak menunjukkan arah tertentu. Jika rumusan Ha berbunyi kalimat : tidak sama dengan (≠), maka sebaliknya H0 berbunyi kalimat : sama dengan (=).
    • Pengujian ini menggunakan uji dua pihak (two tailed test)
    • Ada 3 jenis hipotesis non-direksional:
      • Hipotesis bersifat deskriptif
      • Hipotesis bersifat komparatif
      • Hipotesis bersifat asosiatif

17 of 19

Hipotesis Bersifat Deskriptif

  •  

Hipotesis Bersifat Komparatif

  •  

18 of 19

Hipotesis Bersifat Asosiatif

  • Seorang ahli gizi menyatakan bahwa ada hubungan antara status sosial dengan tingkat gizi keluarga di Kecamatan Purbolinggo.
    • Hipotesis (Ha & H0) dalam uraian kalimat:
      • Ha: ada hubungan antara status sosial dengan tingakat gizi keluarga di Kecamatan Purbolinggo
      • H0: Tidak ada hubungan antara status sosial dengan tingkat gizi keluarga di Kecamatan Purbolinggo
    • Hipotesis dalam model statistik
      • Ha : p ≠ 0
      • H0 : p = 0
  •  

19 of 19

TERIMAKASIH