1 of 27

HARGA POKOK PESANAN�(JOB ORDER COSTING)

SDMIndonesia.com

2 of 27

Terminologi Biaya

    • Objek biaya (cost object) adalah sesuatu yang menjadi ukuran biaya yang diinginkan
    • Biaya langsung dari objek biaya adalah biaya yang dapat ditelusuri ke objek biaya itu secara mudah.
    • Biaya tidak langsung dari objek biaya adalah biaya yang tidak dapat dilacak dengan cara yang mudah.
    • Pool biaya (cost pool) adalah pengelompokan item biaya tidak langsung perorangan
    • Dasar alokasi biaya (cost allocation base) adalah cara sistematis untuk menghubungkan biaya tidak langsung atau kelompok biaya tidak langsung ke objek biaya

SDMIndonesia.com

3 of 27

Sistem Biaya

  • Dalam sistem harga pokok pesanan (job costing system), objek biaya adalah unit atau beberapa unit dari produk atau layanan yang berbeda yang kita sebut pekerjaan. Setiap pekerjaan umumnya menggunakan jumlah sumber daya yang berbeda.
  • Dalam sistem harga pokok proses (process costing system) objek biaya adalah massa dari unit produk atau jasa yang identik atau serupa. Dalam jenis sistem ini, kita membagi total biaya untuk memproduksi produk atau jasa yang identik atau serupa dengan jumlah total unit yang dihasilkan untuk mendapatkan biaya per unit.

SDMIndonesia.com

4 of 27

Ilustrasi Sistem Biaya

SDMIndonesia.com

5 of 27

Pendekatan Biaya

  • Alokasi Biaya Aktual:
    • Biaya tidak langsung berdasarkan tingkat biaya tidak langsung aktual yang sering terjadi pada konsumsi aktivitas aktual.
  • Alokasi Biaya Normal:
    • Biaya tidak langsung berdasarkan tingkat biaya tidak langsung yang dianggarkan pada aktivitas konsumsi aktual.
  • Kedua metode tersebut mengalokasikan biaya langsung ke objek biaya dengan cara yang sama: dengan menggunakan tarif langsung aktual yang aktual dari perkiraan konsumsi aktual.

SDMIndonesia.com

6 of 27

Ringkasan Pendekatan Biaya

SDMIndonesia.com

7 of 27

7 Langkah Harga Pokok Pesanan (Job Costing)

  1. Identifikasi pekerjaan yang merupakan objek biaya yang dipilih.
  2. Identifikasi biaya langsung pekerjaan.
  3. Pilih basis alokasi biaya yang akan digunakan untuk mengalokasikan biaya tidak langsung ke pekerjaan.
  4. Identifikasi biaya tidak langsung yang terkait dengan setiap basis alokasi biaya. (Tentukan pool biaya yang sesuai yang diperlukan)

SDMIndonesia.com

8 of 27

7 Langkah Harga Pokok Pesanan (Job Costing)

  1. Hitung Tarif per Unit dari setiap basis alokasi biaya yang digunakan untuk mengalokasikan biaya tidak langsung ke pekerjaan (biaya normal, jadi gunakan nilai yang dianggarkan)

  • Hitung biaya tidak langsung yang dialokasikan untuk pekerjaan itu

Tarif alokasi dianggarkan x Aktivitas aktual untuk pekerjaan

SDMIndonesia.com

Tarif Overhead yang Dianggarkan

=

Biaya Overhead Manufaktur yang Dianggarkan

Dasar alokasi yang dianggarkan

Budgeted Allocation Rate x Actual Base Activity For the Job

9 of 27

7 Langkah Harga Pokok Pesanan (Job Costing)

  1. Hitung total biaya pekerjaan dengan menambahkan semua biaya langsung dan tidak langsung.

SDMIndonesia.com

Biaya Manufaktur Langsung

Bahan Baku Langsung xxxx

Tenaga Kerja Langsung xxxx xxxx

Overhead pabrik (Biaya tidak langsung) xxxx

Total Biaya Manufaktur Pekerjaan XYZ xxxx

10 of 27

Membandingkan Biaya Aktual

Biaya aktual dan biaya normal melacak biaya langsung ke pekerjaan dengan cara yang sama karena dokumen sumber mengidentifikasi jumlah aktual dan tingkat aktual bahan langsung dan tenaga kerja manufaktur langsung untuk pekerjaan saat pekerjaan sedang dilakukan.

Satu-satunya perbedaan antara penetapan biaya dengan penetapan biaya normal dan penetapan biaya aktual adalah bahwa biaya normal menggunakan tingkat biaya tidak langsung yang dianggarkan dimana biaya sebenarnya menggunakan tingkat biaya tidak langsung aktual yang dihitung setiap tahun di akhir tahun.

SDMIndonesia.com

11 of 27

Gambaran Harga Pokok Pesanan

SDMIndonesia.com

12 of 27

Arus Biaya Harga Pokok Pesanan

SDMIndonesia.com

13 of 27

Entri Jurnal

  • Entri jurnal dibuat pada setiap tahap proses produksi.
  • Tujuannya agar sistem akuntansi mencerminkan keadaan sebenarnya dari bisnis, persediaan, dan proses produksinya.

SDMIndonesia.com

14 of 27

Entri Jurnal

  • Semua biaya produk terakumulasi dalam akun kontrol barang dalam proses.
    • Bahan langsung yang digunakan
    • Tenaga kerja langsung yang terjadi
    • Overhead pabrik dialokasikan atau dibebankan
  • Biaya tidak langsung aktual (overhead) diakumulasikan di akun pengendalian overhead.

SDMIndonesia.com

15 of 27

Entri Jurnal

1. Pembelian barang (langsung & tidak langsung) secara kredit :

    • Bahan baku XX

Utang XX

2. Penggunaan bahan langsung dan tidak langsung (Overhead) ke dalam produksi :

    • Barang dalam proses XX

Overhead pabrik XX

Bahan Baku XX

SDMIndonesia.com

16 of 27

Entri Jurnal

3. Pembayaran gaji (langsung dan tidak langsung)

    • Barang dalam proses (langsung) XX

Overhead pabrik (tidak langsung) XX

Kas XX

4. Biaya overhead manufaktur lainnya yang terjadi selama periode tersebut :

    • Overhead pabrik XX

Kas XX

Akumulasi penyusutan XX

SDMIndonesia.com

17 of 27

Entri Jurnal

5. Alokasi biaya tidak langsung (overhead) ke akun barang dalam proses didasarkan pada tingkat overhead yang telah ditentukan sebelumnya.

    • Barang dalam proses XX

Overhead pabrik XX

Catatan: Biaya overhead aktual tidak pernah diposkan langsung ke dalam barang dalam proses.

6. Produk selesai dan dipindahkan dari produksi (Barang dalam proses) ke Barang jadi (dalam persiapan untuk dijual).

    • Barang jadi XX

Barang dalam proses XX

SDMIndonesia.com

18 of 27

Entri Jurnal

7. Biaya terkait dipindahkan ke akun biaya (biaya).

    • Harga Pokok Penjualan XX

Barang jadi XX

Catatan: Selisih antara jumlah penjualan dan harga pokok penjualan merupakan marjin kotor (profit) pada transaksi khusus ini.

SDMIndonesia.com

19 of 27

Entri Jurnal

8. Ketika biaya pemasaran atau biaya layanan pelanggan terjadi, akun pengeluaran yang sesuai meningkat dan Kontrol Kas menurun (atau Kontrol Hutang Usaha akan meningkat, jika barang / jasa dibeli)

    • Biaya Pemasaran XX
    • Biaya layanan pelanggan XX

Kas XX

9. Produk dijual ke pelanggan secara kredit.

Piutang XX

Penjualan XX

SDMIndonesia.com

20 of 27

Ilustrasi Buku Besar Biaya Pesanan

SDMIndonesia.com

21 of 27

Ilustrasi Buku Besar Pembantu Biaya Pesanan

SDMIndonesia.com

22 of 27

Akuntansi Overhead

Ingatlah bahwa dua akun overhead yang berbeda digunakan dalam entri jurnal sebelumnya :

    • Pengendali overhead manufaktur didebet untuk biaya overhead aktual yang terjadi.
    • Biaya overhead pabrik dikreditkan untuk biaya overhead yang dianggarkan (dianggarkan) yang diterapkan pada produksi melalui akun proses kerja.

SDMIndonesia.com

23 of 27

Akuntansi Overhead

Biaya aktual hampir tidak akan sama dengan biaya yang dianggarkan. Dengan demikian, ada situasi ketidakseimbangan antara dua akun di atas.

    • Jika Pengendali Overhead > Overhead dibebankan, ini disebut Overhead dibebankan terlalu rendah (Underapplied Overhead)
    • Jika Pengendali Overhead < Overhead dibebankan, ini disebut Overhead dibebankan terlalu tinggi (Overallocated Overhead)

Perbedaan ini akan dieliminasi pada proses entri penyesuaian akhir periode, dengan menggunakan salah satu dari tiga metode yang mungkin.

SDMIndonesia.com

24 of 27

Metode Penyesuaian Overhead Over/Underapplied

  • Pendekatan tingkat alokasi yang disesuaikan (adjusted allocation rate approach) yaitu semua alokasi dihitung ulang dengan tingkat alokasi sebenarnya dan sebenarnya.
  • Pendekatan prorata (proration approach) yaitu perbedaan dialokasikan antara harga pokok penjualan, proses kerja, dan barang jadi berdasarkan ukuran relatifnya.
  • Pendekatan write-off (write-off approach) yaitu perbedaannya hanya dituliskan dengan harga pokok penjualan.

SDMIndonesia.com

25 of 27

Memilih Diantara Pendekatan

Ketika manajemen memutuskan antara pendekatan, mereka harus mempertimbangkan hal berikut :

    • Tujuan penyesuaian
    • Ukuran jumlah yang over- atau underallocated
    • Apakah varians itu over- atau underallocated

Pilihan metode harus didasarkan pada isu-isu seperti materialitas, konsistensi, dan praktik industri.

SDMIndonesia.com

26 of 27

Job Costing Pada Sektor Jasa

  • Job costing sering dikaitkan dengan sektor manufaktur namun juga sangat berguna dalam organisasi jasa seperti bengkel mobil, biro iklan, rumah sakit dan firma akuntansi.
  • Di sebuah kantor akuntan, misalnya, manajemen mungkin ingin menentukan biaya untuk setiap audit. Dalam hal ini, setiap audit akan menjadi pekerjaan dan biaya akan ditelusuri atau dialokasikan dengan tepat untuk itu.

SDMIndonesia.com

27 of 27

SDMIndonesia.com