MEDIA MENGAJAR
UNTUK SD KELAS VI
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Menyikapi Perbedaan Pendapat
Menemukan Titik Kesamaan (Kalimah Sawa’) untuk Mewujudkan Persatuan dan Kerukunan
Menerima dan Menghargai Perbedaan Pendapat
Pentingnya Pendapat yang Logis
Pada bab ini, kita akan mempelajari…
3
2
1
Semua orang memiliki kebebasan berpendapat. Meskipun demikian, pendapat yang diutarakan harus diperhatikan dan dipertanggungjawabkan. Pendapat yang disampaikan juga harus logis. Apakah maksudnya? Yuk, simak materi berikut!
Pentingnya Pendapat yang Logis
1
Pentingnya Pendapat yang Logis
Kebebasan Berpendapat
Menyampaikan pendapat merupakan hak setiap orang.
Dalam undang-undang Negara Indonesia, setiap warga berhak untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab.
Pentingnya Pendapat yang Logis
Pendapat yang Logis
Pendapat harus disampaikan dengan logis.
Pendapat yang logis berarti sesuai dengan logika, benar menurut penalaran, dan masuk akal. Pendapat yang logis juga harus berdasarkan fakta dan kebenaran yang ada.
Menerima dan Menghargai Perbedaan Pendapat
2
Menerima dan Menghargai Perbedaan Pendapat
Menerima Pendapat
Perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa terjadi. Perbedaan pendapat hendaknya diselesaikan secara adil dan bijaksana, seperti dengan melakukan musyawarah.
Perbedaan pendapat yang tidak terselesaikan dengan baik dapat berujung pada permusuhan dan perpecahan.
2
1
3
4
Sikap menghargai pendapat adalah sebagai berikut
Tidak mengejek atau meghina pendapat orang lain
Mendengarkan orang lain yang sedang berbicara dan tidak memotong pembicaraannya
Hindari menganggap pendapat diri sendiri yang paling benar dan menyalahkan pendapat orang lain
Melaksanakan hasil diskusi atau musyawarah dengan lapang dada meskipun berbeda dengan pendapat yang dimiliki
Menemukan Kalimah Sawa’ untuk Mewujudkan Persatuan dan Kerukunan
3
Menemukan Kalimah Sawa’
Apa itu Kalimah Sawa’ ?
Pada setiap perbedaan, pasti terdapat satu titik kesamaan atau kalimah sawa’.
Kalimah sawa’ berarti suatu titik kesamaan di tengah perbedaan untuk menghindari perselisihan serta mewujudkan persatuan dan kerukunan.
Allah Swt. berfirman dalam Q.S. Ali ‘Imran/3:64:
Artinya:
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, marilah (kita) menuju pada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, (yakni) kita tidak menyembah selain Allah, kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan-tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling, katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim.” (Q.S. Ali ‘Imran/3: 64)
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Q.S. Ali ‘Imran/3: 64 berisi arahan bagi umat Islam untuk mencari titik persamaan saat berinteraksi dengan umat beragama lainnya.
Pada ayat tersebut, titik kesamaan terletak pada kesamaan ajaran tauhid dalam kitab Taurat, Injil, dan Al-Qur’an.
Menemukan Kalimah Sawa’
Di Indonesia sendiri, keragaman masyarakatnya meliputi etnis, suku, budaya, dan agama. Adapun kalimah sawa’ masyarakat Indonesia tertera pada Pancasila, tepatnya Sila Pertama.
Menemukan Kalimah Sawa’
Pelajaran Selesai!
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ