1 of 10

PEMODELAN DAN SIMULASI

Oleh Tubagus Alver Alifiady Kartawijaya(1903015138)

2 of 10

DEFINISI SIMULASI

  • Simulasi merupakan sebuah program dari computer yang memiliki fungsi untuk menirukan operasi, proses, dan menirukan perilaku sistem di dumia nyata.
  • Simulasi menjadi sebuah alat yang digunakan untuk pelatihan (training), analisis perilaku sistem (behaviour), dan hiburan (game).
  • Juga sering digunakan oleh manajemen untuk mempelajari dan menganalisis perilaku kerja sistem dan proses.

3 of 10

LANJUTAN…

  • Simulasi digunakan untuk segala proses pada sistem dengan menggunakan metode dari matematika diskrit, probabilitas dan statistic, persamaan diferensial dan integral, fisika dasar, ekonomi, sosial, struktur data dan algoritma, dan lainnya.
  • Mengembangkan sebuah model simulasi dan mengevaluasi model, biasanya dengan menggunakan komputer, untuk mengestimasi karakteristik yang diharapkan dari model tersebut.
  • Namun simulasi tidak digunakan jika asumsi model yang sederhana, sehingga metode matematika dapat digunakan untuk mendapatkan jawaban eksak (solusi analitik).

4 of 10

KONDISI YANG MEMBUTUHKAN SIMULASI

  • Mempelajari interaksi internal (sub)-sistem yang kompleks.
  • Mengamati sifat model dan hasil keluaran akibat perubahan lingkuangan luar atau variabel internal.
  • Meningkatkan kinerja sistem melalui pembangunan/pembentukan model.
  • Eksperimen desain dan aturan baru sebelum diimplementasikan.
  • Memahami dan memverifikasi solusi analitik.
  • Mengidentifikasi dan menetapkan persyaratan-persyaratan.
  • Alat bantu pelatihan dan pembelajaran dengan biaya lebih rendah.
  • Visualisasi operasi melalui anuimasi.
  • Masalahnya sulit, memakan waktu, atau tidak mungkin diselesaikan melalui metode analitik atau numerik konvensional.

5 of 10

KONDISI TIDAK MEMERLUKAN SIMULASI

  • Jika masalah dapat diselesaikan dengan metode sederhana.
  • Jika masalah dapat diselesaikan secara analitik.
  • Jika eksperimen langsung lebih mudah dilakukan.
  • Jika biaya Simulasi dianggap terlalu mahal.
  • Jika sumber daya atau waktu tidak tersedia.
  • Jika tidak ada data yang tersedia.
  • Jika verifikasi dan validasi tidak dapat dilakukan.
  • Jika daya melebihi kapasitas (overestimated).
  • Jika sistem terlalu kompleks atau tidak dapat didefinisikan.

6 of 10

DEFINISI MODEL

  • Model adalah representasi dari suatu objek, benda, atau ide-ide dalam bentuk yang disederhanakan, bukan dari sistem itu sendiri.
  • Model-model tidak harus memiliki seluruh atribut, mereka disederhanakan, dikontrol, digeneralisasi, atau diidealkan.
  • Model berisi informasi-informasi tentang suatu sistem yang dibuat dengan tujuan untuk mempelajari sistem yang sebenarnya.
  • Tujuan dari studi pemodelan adalah menentukan informasi-informasi yang dianggap penting untuk dikumpulkan, sehingga tidak ada model yang unik.

7 of 10

  • Untuk sebuah model yang akan digunakan, seluruh sifat-sifat relevantnya harus ditetapkan dalam suatu cara yang praktis, dinyatakan dalam suatu set deksripsi terbatas yang masuk akal (reasonably).
  • Sebuah model harus divalidasi. Setelah divalidasi, sebuah model dapat digunakan untuk menyelidiki dan memprediksi perilaku-perilaku (sifat) sistem, atau menjawab ”whatif questions” untuk mempertajam pemahaman, pelatihan, prediksi, dan evaluasi alternatif.

8 of 10

TAHAPAN PEMBANGUNAN MODEL

Proses iteratif yang mengandung tiga langkah utama:

  • Observasi sistim riil dan interaksi komponen dan pengumpulan data
    • Jika pengembang model tidak atau belum mengetahui cara kerja sistem yang akan dimodel simulasikan maka pengembang perlu meminta bantuan seorang ahli (pakar) dibidang sistem yang bersangkutan, operator, teknisi, atau engineers.
    • Pemahaman sistem dapat berupa kata-kata, atau diagram konteks (context diagram) yang menjelaskan hubungan antara sistem dengan lingkungannya.
  • Konstruksi model konseptual
    • Apabila pengembang sudah mengetahui cara kerja sistem yang bersangkutan, maka tahap berikutnya adalah memformulasikan model matematika dari sistem.
  • Penerjemahan model operasional ke bentuk yang dikenal oleh computer
    • Dengan tahapan mengembangkan model matematika untuk simulasi. Membuat program (software) komputer. Menguji, memverifikasi dan memvalidasi keluaran simulasi. Dan mengeksekusi program simulasi untuk tujuan tertentu.

9 of 10

MODEL DAN SISTEM

  • Model yang akan dipelajari selanjutnya adalah diskrit, dinamik, dan stokastik, dan disebut model simulasi (sistem) peristiwa diskrit (discreteevent).
  • Sistem nyata (realitas) adalah sistem yang sedang berlangsung dakam kehidupan, sustem yang dijadikan titik perhatian dan dipermasalahkan.
  • Dengan demikian pemodelan adalah proses membangun atau membentuk sebuah model dari suatu sistem nyata dalam bahasa formal tertentu.

10 of 10

THANK YOU