JATI DIRI
NAHDLATUL ULAMA
JATI DIRI NAHDLATUL ULAMA
�Sikap NU dalam menghadapi perubahan dan pergeseran yang terjadi sekarang ini
Memelihara (menjaga) hal lama yang masih baik dan mengambil hal baru yang lebih baik
Perubahan dan Pergeseran yang terjadi
1. Mendasar dan struktural
2. Kerapkali tidak memiliki preseden di masa lalu
3. Sukar diprediksi
4. Berlangsung cepat
5. Berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, globalisasi komunikasi dan informasi
NU HADIR UNTUK SEMUA
Mukaddimah Al Qanun Asasi NU�(KH. Hasyim Asy’ari)
Marilah anda semua dan segenap pengikut anda dari golongan fakir miskin, hartawan, rakyat jelata dan orang-orang kuat berbondong-bondong masuk Jam’iyyah Nahdlatul Ulama
Masuklah dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun, bersatu dan dengan ikatan jiwa raga
NU adalah jam’iyyah yang lurus bersifat memperbaiki dan menyantuni
NU manis terasa dimulut orang-orang yang baik dan nyengkal (bahasa Jawa) di tenggorokan orang-orang yang tidak baik
Kelahiran NU terdorong oleh bangkitnya kesadaran umat Islam untuk melepaskan diri dari keterbelakangan dan penjajahan dengan segala problemanya
Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, sejak kelahirannya NU telah memantapkan tekadnya untuk senantiasa terikat dengan kesepakatan-kesepakatan nasional yang mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
Faktor-faktor yang melatarbelakangi berdirinya NU
NU bukan organisasi partai politik dan secara organisatoris tidak terikat dengan partai politik dan organisasi kemasyarakatan manapun.
NU adalah Jam’iyyah Diniyyah Islamiyah yang independen, tidak menjadi bagian dari organisasi lain dan bebas menentukan sikap dan langkahnya sendiri
NU hadir lebih karena terdorong untuk menyediakan tempat bagi semua ( NU is a place for all), bukan untuk kelompok kepentingan tertentu, bukan pula untuk dirinya sendiri
Pertanyaan
Pertanyaan
Pertanyaan
Pertanyaan
��
9 ETIKA
POLITIK
NAHDLATUL ULAMA
1
Berpolitik mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
2
Berpolitik yang berwawasan kebangsaan dan menuju integritas bangsa dengan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan
3
Berpolitik dengan mengembangkan nilai-nilai kemerdekaan yang hakiki dan demokratis, menyadari hak, kewajiban dan tanggung jawab untuk mencapai kemaslahatan bersama
4
Berpolitik harus dilakukan dengan moral, etika dan budaya sesuai dengan nilai-nilai sila Pancasila
5
Berpolitik harus dilakukan dengan kejujuran nurani dan moral agama
6
Berpolitik dilakukan untuk memperkokoh konsensus-konsensus nasional dan dilaksanakan sesuai dengan akhlakul karimah sebagai pengamalan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah
Konsensus Nasional
7
Berpolitik dengan dalih apapun
tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bersama dan memecah belah persatuan
8
Perbedaan pandangan harus tetap berjalan dalam suasana persaudaraan dan saling menghargai
9
Berpolitik menuntut adanya komunikasi kemasyarakatan timbal balik dalam pembangunan nasional
Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)
Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)
Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)
Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)
Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)
etika? (Hidayah)
Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)
Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)
Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)
Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)