1 of 44

JATI DIRI

NAHDLATUL ULAMA

2 of 44

JATI DIRI NAHDLATUL ULAMA

  • 1. PENDAHULUAN
  • 2. NU HADIR UNTUK SEMUA
  • 3. KHITTAH NAHDLATUL ULAMA
  • 4. MABADI KHAIRA UMMAH
  • 5. PENDIDIKAN DAN DAKWAH
  • 6. POLITIK NAHDLATUL ULAMA
  • 7. KHATIMAH

3 of 44

Sikap NU dalam menghadapi perubahan dan pergeseran yang terjadi sekarang ini

  1. Dewasa
  2. Cerdas
  3. Arif
  4. Berani

4 of 44

Memelihara (menjaga) hal lama yang masih baik dan mengambil hal baru yang lebih baik

5 of 44

Perubahan dan Pergeseran yang terjadi

1. Mendasar dan struktural

2. Kerapkali tidak memiliki preseden di masa lalu

3. Sukar diprediksi

4. Berlangsung cepat

5. Berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, globalisasi komunikasi dan informasi

6 of 44

NU HADIR UNTUK SEMUA

7 of 44

Mukaddimah Al Qanun Asasi NU�(KH. Hasyim Asy’ari)

Marilah anda semua dan segenap pengikut anda dari golongan fakir miskin, hartawan, rakyat jelata dan orang-orang kuat berbondong-bondong masuk Jam’iyyah Nahdlatul Ulama

8 of 44

Masuklah dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun, bersatu dan dengan ikatan jiwa raga

NU adalah jam’iyyah yang lurus bersifat memperbaiki dan menyantuni

9 of 44

NU manis terasa dimulut orang-orang yang baik dan nyengkal (bahasa Jawa) di tenggorokan orang-orang yang tidak baik

10 of 44

Kelahiran NU terdorong oleh bangkitnya kesadaran umat Islam untuk melepaskan diri dari keterbelakangan dan penjajahan dengan segala problemanya

11 of 44

Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, sejak kelahirannya NU telah memantapkan tekadnya untuk senantiasa terikat dengan kesepakatan-kesepakatan nasional yang mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

12 of 44

Faktor-faktor yang melatarbelakangi berdirinya NU

  • 1. Memurnikan ajaran Islam ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah
  • 2. Mengusir penjajah
  • 3. Mempersatukan umat Islam
  • 4. Ikut bertangung jawab terhadap perkembangan dunia Islam

13 of 44

NU bukan organisasi partai politik dan secara organisatoris tidak terikat dengan partai politik dan organisasi kemasyarakatan manapun.

NU adalah Jam’iyyah Diniyyah Islamiyah yang independen, tidak menjadi bagian dari organisasi lain dan bebas menentukan sikap dan langkahnya sendiri

14 of 44

NU hadir lebih karena terdorong untuk menyediakan tempat bagi semua ( NU is a place for all), bukan untuk kelompok kepentingan tertentu, bukan pula untuk dirinya sendiri

15 of 44

Pertanyaan

  • Kelas Bahasa
  • 1. Apa makna ihsan dalam kalimat ikhsan harus tercermin pada cara berfikir, bersikap dan berperilaku ? (Fathurahman)
  • 2. Apa makna NU meneguhkan struktur, kultur, sistem dan mekanisme organisasi sebagai Jam’iyyah Diniyyah Islamiyah ? (Erni)
  • 3. Mengapa NU dikatakan hadir untuk semua ? (Anna)
  • 4. Apakah arti kata islah, maslahah dan rahmah (hal.12) ? (Selamet)
  • 5. Apakah makna NU mempunyai fungsi universal yang suci, fitri dan hanif ? (Umi)
  • 6. Apakah yang dimaksud dengan munculnya gejala ekstrimitas paham keagamaan yang menafikan tradisi dan haluan bermadzhab dalam fiqh ? (Izza)

16 of 44

Pertanyaan

  • Kelas IPS 5
  • 1. Apakah makna NU mempunyai fungsi universal yang suci, fitri dan hanif ? (Syairi)
  • 2. Apa motivasi berdirinya NU ? (Faizah)

17 of 44

Pertanyaan

  • Kelas IPS 1
  • 1. Apakah yang dimaksud dengan NU sebagai organisasi yang independen ? (Anik)
  • 2. Apakah yang dimaksud NU membanugn suasana islah, maslahah dan rahmah ? (Anik)
  • 3. Apakah yang menjadi motivasi agar keberadaan NU untuk semua ? (Ami)
  • 4. Salah satu kiprah dan dinamika orientasi NU adalah rahmatan lil ‘alamin. Apakah maksud pernyataan tersebut ? (Ulya)
  • 5. Apa makna NU meneguhkan struktur, kultur, sistem dan mekanisme organisasi sebagai Jam’iyyah Diniyyah Islamiyah ? (Susi)

18 of 44

Pertanyaan

  • Kelas IPS 6
  • 1. Apakah yang dimaksud prinsip-prinsip syariat menurut pemahaman Aswaja (hal.11) ? (Elok)
  • 2. Apakah yang dimaksud NU membanugn suasana islah, maslahah dan rahmah ? (Nila)
  • 3. Apakah pengertian NU hadir untuk semua ? (Achsin)
  • 4. Apakah motivasi kelahiran NU ? (Lia)
  • 5. Mengapa NU tidak terikat dengan partai politik tertentu ? (Siti)

19 of 44

��

9 ETIKA

POLITIK

NAHDLATUL ULAMA

20 of 44

1

Berpolitik mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

21 of 44

2

Berpolitik yang berwawasan kebangsaan dan menuju integritas bangsa dengan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan

22 of 44

3

Berpolitik dengan mengembangkan nilai-nilai kemerdekaan yang hakiki dan demokratis, menyadari hak, kewajiban dan tanggung jawab untuk mencapai kemaslahatan bersama

23 of 44

4

Berpolitik harus dilakukan dengan moral, etika dan budaya sesuai dengan nilai-nilai sila Pancasila

24 of 44

5

Berpolitik harus dilakukan dengan kejujuran nurani dan moral agama

25 of 44

6

Berpolitik dilakukan untuk memperkokoh konsensus-konsensus nasional dan dilaksanakan sesuai dengan akhlakul karimah sebagai pengamalan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah

26 of 44

Konsensus Nasional

  • 1. NKRI
  • 2. Pancasila
  • 3. UUD 1945
  • 4. Bhinneka Tunggal Ika

27 of 44

7

Berpolitik dengan dalih apapun

tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bersama dan memecah belah persatuan

28 of 44

8

Perbedaan pandangan harus tetap berjalan dalam suasana persaudaraan dan saling menghargai

29 of 44

9

Berpolitik menuntut adanya komunikasi kemasyarakatan timbal balik dalam pembangunan nasional

30 of 44

Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)

  • Kelas Bahasa
  • 1. Apakah yang dimaksud berpolitik dilakukan dengan konstitusional ? (Dessy)
  • 2. Bagaimana contoh berpolitik dengan memperkokoh konsensus nasional ? (Yuli)
  • 3. Bagaimana contoh cara berpolitik dengan mengembangkan nilai-nilai kemerdekaan yang hakiki dan demokratis ? (Ana)
  • 4. Bagaimana sikap seseorang dalam berpolitiksesuai dengan akhlakul karimah (Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah ?(Hilda)
  • 5. Apa yang dimaksud berpolitik harus dilakukan dengan moral (Fathur)
  • 6. Mengapa berpolitik harusmelibatkan warga negara dalam kehidupan berbangsa ? (Ana)

31 of 44

Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)

  • Kelas XII IPS. 3
  • 1. Bagaimana wawasan kebangsaan NU ? (Risti)
  • 2. Bagaimana NU ikut menjaga integritas bangsa ? (Risti)
  • 3. Mengapa berpolitik penting bagi NU ? (Cholif)
  • 4. Bagaimana cara NU ikut memperkokoh konsensus nasional ? (Cholif)
  • 5. Mengapa dalam berpolitik harus memakai etika ? (Astuti)
  • 6. Bagaimana cara berpolitik yang berwawasan kebangsaan ? (Astuti)

32 of 44

Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)

  • Kelas XII IPS 4
  • 1. Bagaimana kalau berpolitik dilakukan dengan tidak memperkokoh konsensus nasional ? Apa yang terjadi ? (Dyah)
  • 2. Bagaimana awal kinerja NU dalam berpolitik ? (Ramadlan)
  • 3. Mengapa berpolitik NU harus dilakukan dengan azas Pancasila ? (Krisna)
  • 4. Mengapa berpolitik bagi NU tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bersama ? (Angga)
  • 5. Jelaskan sikap NU dalam menghadapi perkembangan zaman, khususnya di bidang politik ! (Ramadlan)

33 of 44

  • 6. Apakah faktor yang menyebabkan NU tidak lagi berpolitik secara praktis (tidak lagi menjadi partai politik) ? (Zuli)
  • 7. Mengapa NU pada era reformasi bersedia menfasilitasi berdirinya sebuah partai politik (PKB) ? (Nasir)
  • 8. Bagaimana sikap NU dalam menghadapi persoalan-persoalan politik dewasa ini ? (Bambang)
  • 9. Apa yang menyebabkan NU tidak diragukan lagi dalam keterlibatannya di bidang politik ? (Ulya)
  • 10. Mengapa NU memberikan kebebasan kepada warganya untuk memasuki partai politik ? (Syafi’i)

34 of 44

Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)

  • Kelas XII IPA 1
  • 1. Mengapa NU tidak lagi terikat dengan organisasi politik manapun ? (Berdasarkan hasil keputusan muktamar NU ke-28) (Tri)
  • 2. Apa yang dimaksud berpolitik dalam arti terlibat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ? (Ajeng)
  • 3. Apa yang dimaksud berpolitik dengan kejujuran nurani dan moral bangsa ? (Munier)
  • 4. Bagaimana cara mengembangkan nilai-nilai kemerdekaan yang hakiki? (Fitry)
  • 5. Saya pernah mendengar bahwa mendirikan organisasi itu haram. Mengapa NU membolehkan ? (Naim)

35 of 44

  • 6. Bagaimana cara mempersatukan perbedaan pandangan dalam politik warga NU ? (Salym)
  • 7. Mengapa Pancasila dikatakan sebagai suatu prinsip yang fundamental ? (Maulana)
  • 8. Bagaimana sikap NU dalam berpolitik ? (Ulyn)
  • 9. Bagaimana NU merespon perkembangan politik di era reformasi ? (Arba’atul)
  • 10. Mengapa berpolitik tidak boleh dilakukan dengan dalih apapun ? (Us C)

36 of 44

Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)

  • Kelas XII IPS 2
  • 1. Bagaimana cara NU mengatasi perbedaan aspirasi politik warganya ? (Supriyadi)
  • 2. Bagaimana cara mengembangkan nilai-nilai politik? (Nela)
  • 3. Mengapa dalam NU berpolitik harus menggunakan

etika? (Hidayah)

  • 4. Mengapa perbedaan pandangan dalam politik harus disikapi dalam suasana persaudaraan ? (Hidayah)
  • 5. Bagaimana cara berpolitik NU dengan memperkokoh konsensus nasional ? (Tutik)

37 of 44

  • 6. Apa tujuan NU berpolitik ? (Diah)
  • 7. Apa pengertian quality politics ? (Laili)
  • 8. Bagaimana NU merespon perkembangan politik di era reformasi ? (Musyarofah)

38 of 44

Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)

  • Kelas XII IPA 2
  • 1. Bagaimana mengatasi perbedaan pandangan di antara aspirasi-aspirasi warga NU ? (Fitri)
  • 2. Bagaimana cara menerapkan pedoman berpolitik sesuai dengan ajaran Aswaja dalam kehidupan masyarakat ? (Lido)
  • 3. NU pernah menjadi partai politik. Apa fungsi partai politik bagi NU saat itu ? (Arif)
  • 4. NU memberikan kebebasan berpolitik bagi warganya. Apakah maksud memberikan kebebasan dalam hal ini ? (Ula)
  • 5. Bagaimana cara NU memperkokoh konsensus nasional ? (Ula)

39 of 44

Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)

  • Kelas XII IPS 5
  • 1. Apa yang dimaksud berpolitik bagi NU harus ada komunikasi kemasyarakatan timbal balik ? (Riris)
  • 2. Apakah tujuan NU mendeklarasikan sebuah partai politik pada era reformasi ? (Bambang)
  • 3. Mengapa berpolitik bagi NU tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bersama dan memecah belah persatuan ? (Faizah)
  • 4. Bagaimana NU menumbuhkan sikap hidup yang demokratis, konstitusional dalam memecahkan setiap masalah yang dihadapi oleh NU ? (Syairi)
  • 5. Mengapa berpolitik bagi NU dilakukan untuk memperkokoh konsensus nasional ? (Lina)
  • 6. Mengapa berpolitik bagi NU harus dilakukan dengan etika, moral dan budaya ? (Kiki)

40 of 44

Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)

  • Kelas XII IPS 1
  • 1. Bagaimana berpolitik bagi NU harus dilakukan untuk memperkokoh konsensus- konsensus nasional ? (Ni’mah)
  • 2. NU tidak menggabungkan diri secara organisatoris dalam organisasi sosial politik. Apakah yang dimaksud secara organisatoris ? (Siti)
  • 3. NU merupakan suatu kekuatan yang integral. Apakah yang dimaksud integral ? (Susi)
  • 4. Bagaimana cara NU menyelesaikan perbedaan pandangan dalam politik secara internal ? (Ni’mah)
  • 5. Apakah maksud NU menfasilitasi pendeklarasian sebuah partai politik ? (Ulya)
  • 6. Bagaimana NU mengembangkan budaya politik yang sehat ? (Ami)

41 of 44

Pertanyaan�(Bab. Etika Politik NU)

  • Kelas XII IPS 6
  • 1. Apakah pedoman politik bagi NU ? (Kholida)
  • 2. Apakah yang dimaksud dengan mengembangkan nilai- nilai kemerdekaan yang hakiki dan demokratis ? (Yuliani)
  • 3. Bagaimana etika politik NU yang didasarkan pada nilai- nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah ? (Synta)
  • 4. Apakah yang dilakukan NU untuk memperkokoh konsensus-konsensus nasional ? (Sapto)
  • 5. Apakah maksud berpolitik yang berwawasan kebangsaan menjaga integrasi bangsa ? (Achsin)
  • 6. Mengapa berpolitik tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bersama ? (Heni)
  • 7. Apakah yang dimakud politisi sejati dan negarawan ? (Tito)

42 of 44

  • 7.

43 of 44

44 of 44