1 of 11

Komponen-Komponen

dan Tahapan Pengembangan Profesi Keguruan

2 of 11

Pengertian Pengembangan Profesi Guru

Pengembangan profesi guru adalah upaya meningkatkan kompetensi guru secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman.

3 of 11

Meningkatkan kompetensi dan kinerja guru

01

Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

02

Meningkatkan kualitas pendidikan

03

Membentuk guru yang profesional

04

Tujuan Pengembangan Profesi Guru

4 of 11

1. Pengembangan diri

2. Publikasi ilmiah

Komponen Pengembangan Profesi Guru

Terdapat beberapa komponen utama:

3. Karya inovatif

5 of 11

1. Pengembangan Diri

01

Mengikuti pelatihan/seminar/workshop

Pelatihan: kegiatan untuk meningkatkan keterampilan tertentu (misalnya penggunaan media pembelajaran digital)

Seminar: kegiatan ilmiah untuk menambah wawasan dan pengetahuan terbaru

Workshop: kegiatan praktik langsung untuk menghasilkan suatu produk (misalnya modul ajar atau media ajar)

02

Kegiatan MGMP / KKG

03

Diklat dan kursus

Tujuan: meningkatkan kompetensi pedagogik & profesional

Komponen Pengembangan Profesi Guru

MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dan KKG (Kelompok Kerja Guru) merupakan wadah profesional bagi guru untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran melalui kegiatan bersama.

Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) adalah kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan secara resmi oleh pemerintah atau lembaga pendidikan untuk meningkatkan kompetensi guru secara sistematis.

Kursus adalah kegiatan pelatihan yang lebih spesifik dan praktis, biasanya berfokus pada keterampilan tertentu yang dibutuhkan guru.

6 of 11

2. Publikasi Ilmiah

Publikasi Ilmiah

Menulis jurnal ilmiah

Membuat artikel pendidikan

Presentasi dalam seminar

Penelitian tindakan kelas (PTK)

Komponen Pengembangan Profesi Guru

7 of 11

3. Karya Inovatif

01

02

03

04

Membuat media pembelajaran

Mengembangkan metode pembelajaran baru

Menciptakan alat peraga

Inovasi teknologi pembelajaran

Komponen Pengembangan Profesi Guru

8 of 11

Tahap pra-jabatan merupakan tahap awal dalam pengembangan profesi guru sebelum seseorang benar-benar menjadi guru di sekolah.�Pada tahap ini, calon guru dipersiapkan melalui pendidikan formal dan pelatihan untuk memiliki kompetensi dasar sebagai pendidik

1. Pendidikan di LPTK (kampus keguruan)

2. Pembekalan kompetensi dasar

3. Praktik pengalaman lapangan (PPL)

Tahap Pra-Jabatan

01

Tahapan Pengembangan Profesi Guru

Tahap induksi adalah tahap awal ketika seorang guru mulai bekerja secara resmi di sekolah setelah menyelesaikan pendidikan pra-jabatan. Pada tahap ini, guru pemula melakukan penyesuaian terhadap lingkungan kerja serta mulai menerapkan kompetensi yang telah dipelajari.

1. Masa awal menjadi guru

2. Adaptasi dengan lingkungan sekolah

3. Dibimbing oleh guru senior

4. Evaluasi kinerja awal

Tahap Induksi

02

Tahap pengembangan berkelanjutan adalah tahap lanjutan dalam profesi guru yang dilakukan secara terus-menerus sepanjang karier. Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kualitas pembelajaran agar guru mampu mengikuti perkembangan zaman.

1. Pelatihan dan workshop

2. Penelitian dan inovasi

3. Pengembangan karier

4. Sertifikasi guru

Tahap Pengembangan Berkelanjutan

03

9 of 11

  • Infographic Style

Akses terhadap pelatihan

Perkembangan teknologi

Motivasi guru

Dukungan sekolah

Kebijakan pemerintah

Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Profesi

10 of 11

Tantangan Pengembangan Profesi Guru

Perubahan kurikulum

Kurangnya fasilitas

Kurangnya motivasi

Tidak semua guru memiliki motivasi tinggi untuk mengikuti pengembangan profesi.

Faktor penyebab bisa berupa ketidakpastian penghargaan, kurangnya dukungan, atau kelelahan.

Dampak: Partisipasi guru dalam pengembangan profesional rendah.

Keterbatasan waktu

Beban kerja tinggi

Guru sering menghadapi jadwal mengajar yang padat dan banyak tugas tambahan, seperti administrasi, supervisi, atau kegiatan ekstrakurikuler.

Dampak: Waktu dan energi tersita, sehingga sulit fokus pada pengembangan profesi.

Guru memiliki banyak tugas rutin, mulai dari mengajar, menyiapkan materi, hingga administrasi.

Waktu untuk mengikuti pelatihan, seminar, atau kegiatan pengembangan diri sering terbatas.

Dampak: Pengembangan profesional menjadi terhambat

Tidak semua sekolah menyediakan fasilitas memadai untuk pengembangan guru, seperti ruang workshop, laboratorium, atau akses internet.

Dampak: Guru sulit mengembangkan kompetensi, terutama dalam teknologi pembelajaran.

  • Kurikulum di Indonesia sering mengalami revisi atau pembaruan, misalnya adaptasi kebijakan pendidikan baru.
  • Guru harus menyesuaikan metode mengajar, materi, dan evaluasi secara cepat.
  • Dampak: Memerlukan penyesuaian dan pelatihan tambahan yang kadang tidak mudah dijalani.

11 of 11

TERIMA KASIH