1 of 10

Berbagai Macam Problem Psikologis di Masyarakat

Amuntai

02/04/2026

Hardiyanti Rahmah, M.Psi., Psikolog

Sebagai Upaya untuk Mengenal dan Mencegah Dampak Buruk pada Mental Perempuan dan Anak yg menjadi Korban

2 of 10

Apa itu Problem Psikologis?

Masalah psikologis adalah kondisi gangguan mental yang mempengaruhi pola pikir, emosi, perasaan, dan perilaku seseorang, sehingga mengganggu fungsi sehari-hari dan interaksi sosial. Ini mencakup spektrum luas dari stres ringan, depresi, kecemasan, hingga gangguan parah seperti skizofrenia.

Problem psikologis (gangguan mental) merupakan kondisi klinis yang ditandai dengan gangguan pola pikir, perasaan, dan perilaku yang tidak wajar (abnormal).

Masalah ini menyebabkan tekanan batin (distres) dan disfungsi dalam kehidupan sehari-hari (pekerjaan, sosial, pribadi).

3 of 10

Gejala Umum Problem Psikologis

Ciri-ciri :

Perubahan suasana hati (mood) yang drastis, kecemasan berlebihan, ketakutan, sulit berkonsentrasi, dan penarikan diri dari lingkungan sosial.

Contoh Gangguan:

Gangguan kecemasan, depresi (gangguan mood), gangguan psikotik, skizofrenia, gangguan makan, obsesif-kompulsif (OCD), dan gangguan kepribadian.

Penyebab:

Faktor traumatis, ketidakseimbangan kimia otak, faktor genetik, dan stres lingkungan.

Dampak:

Mempengaruhi cara berpikir, merasakan, dan bertindak, serta bisa memicu gangguan fisik (psikosomatis).

4 of 10

Kelompok yg rentan mengalami Problem Psikologis

Perempuan dan Anak/Remaja

Perempuan: Secara biologis dan sosial, wanita lebih rentan terhadap gangguan mood seperti depresi dan gangguan kecemasan, karena punya kepekaan emosional yang lebih tinggi dibanding laki-laki

Anak/Remaja : Anak adalah kelompok yang sangat rentan karena sangat mudah dipengaruhi dan tidak memiliki daya untuk membela diri saat mendapat kekerasan

5 of 10

Faktor Risiko pada Perempuan:

  • Perubahan Hormon: Siklus menstruasi, kehamilan, persalinan (depresi perinatal), dan menopause dapat mempengaruhi suasana hati.

  • Beban Sosial/Ekonomi: Peran ganda (rumah tangga & bekerja), ketidaksetaraan gender, serta kurangnya dukungan sosial meningkatkan risiko.

  • Pengalaman Kekerasan: Kekerasan berbasis gender dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

6 of 10

Faktor Risiko pada Anak & Remaja:

Kekerasan & Penelantaran: Kekerasan fisik, emosional, seksual, dan penelantaran berisiko menyebabkan gangguan mental hingga dewasa.

Kesehatan Mental Remaja: 1 dari 7 remaja usia 10-19 tahun mengalami gangguan mental, dengan kecemasan dan depresi sebagai kondisi yang paling umum.

Tekanan Sosial: Ekspektasi tinggi, perbandingan sosial, dan media sosial dapat meningkatkan kecemasan.

7 of 10

Hasil Riset:

Menurut penelitian Homewood Health United Kingdom, 47 persen perempuan berisiko tinggi mengalami gangguan mental dibanding dengan 36 persen pria. Perempuan hampir dua kali lebih mungkin didiagnosis depresi dibandingkan dengan pria.

Perempuan seringkali menghadapi banyak faktor pemicu masalah kesehatan mental. Dalam ranah domestik, perempuan lebih banyak terlibat dalam pengasuhan anak dibandingkan pria. Begitu pula dengan peran perempuan yang sering mengambil tanggung jawab jika ada keluarga yang mengalami kecacatan atau lanjut usia.

Perempuan yang memiliki tanggung jawab lebih umumnya akan mudah mengalami kecemasan dan depresi. Kedua, perempuan cenderung hidup dalam kemiskinan dibandingkan dengan pria. Fakta tersebut menimbulkan rasa tidak aman serta terisolasi.

Faktor lainnya adalah kenyataan bahwa kasus kekerasan maupun pelecehan seksual hampir selalu terjadi pada perempuan dan anak-anak. Perempuan yang mengalami pengalaman traumatis lebih rentan terkena PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) dan dampak mental jangka panjang.

8 of 10

Situasi lain tidak yang menguntungkan bagi perempuan adalah tuntutan lingkungan, khususnya beauty standard. Penelitian menunjukkan bahwa hampir 80 persen perempuan pernah mengalami gangguan makan akibat stres maupun keinginan untuk diet. Hal tersebut dapat memicu eating disorder hingga masalah mental lain.

Lingkungan yang diskriminatif dan tidak ramah juga mampu memengaruhi kesehatan mental. Masih banyak stigma pada perempuan seperti perempuan yang bekerja hingga larut malam atau memakai pakaian berbeda sering menjadi sasaran stigma.

9 of 10

Kesimpulan

Upaya penguatan keluarga, pola asuh yang sehat, serta pendampingan psikologis awal sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan mental yang lebih serius pada kelompok rentan ini.

Melalui kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, perempuan dan anak-anak diharapkan mendapat perlindungan, bukan menjadi objek penelantaran, kekerasan bahkan dilecehkan. Supaya setiap kelompok di masyarakat bisa bertumbuh bersama menjadi pribadi positif yang memiliki tujuan, optimisme, kepercayaan diri, pemikiran positif, serta penghargaan tinggi pada diri sendiri.

10 of 10

Terima Kasih atas Perhatiannya

SEMOGA BERMANFAAT