1 of 10

HORMATILAH AYAHMU & IBUMU

Efesus 6 : 1 – 3 & Keluaran 20 : 12

2 of 10

6:1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

3 of 10

"Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu."

4 of 10

Kasih ibu sepanjang jalan,�kasih anak sepanjang gala

Peribahasa ini menunjukkan perbandingan, jalan itu panjang, gala itu pendek. Banyaknya kasih yang diberikan orangtua pada anaknya disetarakan dengan jalan yang panjang entah dimana ujungnya, sementara kasih anak seperti gala, yang begitu pendek dan terbatas.

5 of 10

Orang tua (baik ayah maupun ibu) cenderung mencurahkan kasihnya yang begitu banyak dan besar pada anaknya, mereka mengasihi anak tanpa syarat, dan pengorbanannya pada anak sejak anak itu lahir tidak terhitung.

Sebaliknya, anak-anak sendiri, seringkali sangat membatasi kasihnya pada orang tua, jarang sekali ada anak yang mau berkorban bagi orangtuanya. Anak sering hitung – hitungan dalam memberi kasih pada orang tua.

6 of 10

I. HORMAT & TAAT KEPADA ORANG TUA

Mendegar nasihat dari orangtua, harus dihayati dan dilakukan. Perintah bahwa anak-anak wajib menaati orangtuanya adalah penyataan khusus dari Allah. Hukum itu berlaku di setiap masyarakat, terlebih bagi orang Kristen. Seorang anak wajib menaati orangtuanya tak usah dipersoalkan, karena menaati orangtua adalah tuntutan akal sehat; kewajiban anak untuk menaati dan menghormati orangtua. Buat kita yang merasa sudah besar, mengikuti perkataan atau perintah orang tua itu bisa menjadi sesuatu yang cukup sulit. Kita sudah bisa menilai mana baik atau buruknya sesuatu. Apalagi dengan jiwa yang masih muda, kita cenderung suka mencoba sesuatu yang baru.

Sebagai orang tua, terkadang mereka masih khawatir dan memperlakukan kita sebagai anak-anak. Sementara kita merasa sudah bisa mengurusi urusan sendiri. Namun ingat, kalau orang tua itu punya pengalaman yang jauh lebih banyak daripada kita.

Mereka sudah merasakan pahit, manis, getirnya kehidupan. Karena kasihnya yang besar buat kita, orang tua ingin yang terbaik buat kita. Sehingga jangan heran kalau orang tua bersikap protektif kepada kita. Kita mungkin bisa tahu lebih banyak daripada orang tua, tetapi mereka punya hikmat dan kebijaksanaan.

Amsal 4:1-4, “Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.”

7 of 10

II. MENGASIHI ORANG TUA

Pemberitaan sekarang ini banyak menceritakan soal bagaimana seorang anak tega memperlakukan orang tuanya dengan buruk. Ada orang tua yang diusir, atau malah ada anak yang tega membunuh orang tuanya. Padahal, Allah sendiri yang berkata kalau kita harus menghormati orang tua, agar kita bisa mendapatkan ‘hadiah’ itu.

Mungkin kita merasa tidak pernah melakukan kekerasan pada orang tua, tetapi mari kita coba mengingat kembali, pernahkah kita menyakiti orang tua dengan ucapan kita? Ibu atau ayah mungkin sekarang ini sudah sakit-sakitan atau pikun.

Dalam Imamat 20:9, “Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati; ia telah mengutuki ayahnya atau ibunya, maka darahnya tertimpa kepadanya sendiri.

Prioritas kita sekarang bisa bermacam-macam. Tetapi, semua itu tidak terlepas dari karir yang bagus dengan pendapatan yang bagus juga. Karena kita sudah mencurahkan yang kita punya buat mengejar materi, tanpa sadar kita jadi merasa kalau orang tua juga membutuhkan materi semata

Tidak salah bila kita membelikan orang tua materi berupa rumah, mobil, atau barang berharga lainnya. Namun ingatlah selalu, kalau orang tua juga perlu waktu kita. Siapa kita sekarang ini, nggak terlepas dari mereka yang mau berjuang keras buat kita.

Sesekali, kunjungilah orang tua. atau kalau memang belum memungkinkan, sering-sering meneleponnya. Orang tua pasti senang bila anaknya mengasihinya.

8 of 10

III. MERAWAT & MENJAGA ORANG TUA DIMASA TUA

Yoh 19 : 26 – 27 “Ketika Yesus melihat ibuNya dan murid yang dikasihi-Nya disampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya “Ibu, inilah anakmu!” Kemudian katanya kepada murid – murid-Nya: “Inilah ibumu” Dan sejak itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Adalah tanggung jawab seorang anak untuk merawat orangtuanya di masa tua mereka, atau kalau mereka belum tua tapi lemah tak berdaya karena sakit. Seperti Tuhan Yesus menitipkan ibunya kepada murid-Nya yaitu Yohanes.  Tuhan Yesus tidak membiarkan ibunya seorang diri memasuki masa tuanya, sekalipun Ia sendiri harus mati demi menebus dosa manusia.

Merawat & menjaga orang tua di masa tua mereka adalah suatu kewajiban yang harus kita lakukan sebagai anak.

Di Singapore, ada seorang konglomerat yang memasuki masa pensiunnya, memberikan warisan kepada anak dan mantunya. Karena dipikirnya ia sudah tua, dan tidak perlu apa-apa selain istirahat dengan tenang di rumah, maka ia memindahkan seluruh hartanya secara tertulis, sah, atas nama anaknya. Siapa sangka, suatu ketika anaknya mengusir sang ayah yang sudah tua keluar dari rumah. Maka sang ayah hidup sebagai gelandangan di pinggir jalan kota Singapore. Sampai suatu kali, ada seorang pria, mantan rekan bisnis mengenali pria tua itu, dan melaporkan kejadian itu kepada perdana menteri Singapore. Perdana menteri tersebut sangat marah mendengar ada kejadian tersebut, maka atas perintahnya, seluruh surat pemindahan harta itu dibatalkan, dan bapak tua itu dikembalikan ke rumahnya. Perdana menteri sampai mengeluarkan peraturan dilarang menyerahkan harta pada anak sebelum pemberi warisan benar-benar mati. Saya tidak terlalu ingat apa hukuman yang diberikan kepada anak yang mengusir ortunya tersebut.  Tapi anak tersebut, yang menelantarkan orangtuanya, benar-benar bersikap tidak menghormati ortu. Mungkin tidak semua peristiwa menelantarkan ortu seperti cerita tadi.  Tapi berapa banyak anak yang benar-benar mau memelihara ortu-nya ketika mereka sakit? Ketika mereka renta? Penghormatan terakhir kita bukan pada saat orang tua kita berada di peti mati.  Penghormatan terakhir kita adalah pada saat mereka masih hidup, tidak berdaya, namun bisa merasakan kita berjuang merawat mereka, mengasihi mereka.

9 of 10

Orang tua kita pernah bekerja keras buat menghidupi kita, anaknya. Kini, ketika mereka sudah tidak lagi mampu karena sudah berumur, maka giliran kita yang mengurusi mereka. Mereka mengurusi kita dengan penuh kasih, sampai akhirnya bisa seperti sekarang ini.

Bukankah sudah sangat pantas kalau kita perlu merawat orang tua dengan baik? Mereka sudah tidak bisa bekerja, tetapi mereka sudah memberikan yang terbaik buat kita sebagai anak-anaknya. Alkitab mengatakan kalau menghormati orang tua bisa membuat kita panjang umur (Kel 20:12). Dengan umur yang panjang tersebut, kita jadi bisa melihat keturunan seperti anak-cucu, bahkan cicit-cicit kita kelak.

10 of 10

KESIMPULAN

Hai Anakku,

Bila tidak jelas ucapanku, jangan lah engkau menertawakanku.

Seperti itu juga ketika engkau masih kecil, engkau tidak mengerti berbicara, kuajari engkau berbicara dan engkau meniru ucapanku sehingga dirimu bisa berbicara dengan baik.

Ketika lepas kancing bajuku, bantulah aku untuk merapikannya, jangan lah engkau menertawakanku.

Seperti itu juga ketika engkau masih kecil, Kupakaikan bajumu, kusisir rambutmu, dan kuberikan bedak dimuka dan tubuhmu.

Ketika aku sedang haus, apakah engkau tidak akan mengambilkan minum untukku?

Seperti itu juga ketika engkau masih kecil, ketika dirimu haus selalu ku ucapkan “Mamah/Papah tidak haus kok, minumlah ini untukmu”, ketika dirimu lapar selalu ku ucapkan “Mamah/Papah tidak lapar kok, makanlah ini untukmu”.

Itulah yang ku lakukan Ketika dirimu masih kecil. Dan Ketika aku sekarang sudah tua, apakah semua itu tidak bisa engkau lakukan untukku?