Tanggap darurat pada reaksi alergi dan �anafilaksis di klinik gigi
drg. Karolina BR Kaban, SpBMM,subsp.TMF.TMJ (K)
drg. Karolina BR Kaban, SpBMM, subsp. TMF-TMJ (K)
2
DARURAT MEDIS/
GAWAT DARURAT
muncul penyakit/kondisi patologis
ALERGI
3
Respon abnormal atau reaksi hipersensitifitas
dari sistem imun terhadap agen yang masuk ke tubuh
khas : pembentukan antibodi immunoglobulin E (IgE) terhadap alergen
Melawan antigen 🡪 degranulasi sel mast dan pelepasan histamin dan mediator inglamasi lainnya
inflamasi alergi dalam beberapa menit
merugikan: 6%-10% dari reaksi obat
resiko saat diberi obat : 1-3 %
reaksi obat yang fatal : 0,01-0,1%
penyebab paling umum urtikaria
REAKSI HIPERSENSITIVITAS� = immunopatologi
reaksi anafilaksis (paling berbahaya)
4
self antigen
autoimun
reaksi
hipersensitivitas
Klasifikasi reaksi alergi
yang lebih dikenal sebagai alergi tipe lambat.
5
ALERGI OBAT-OBATAN
6
asma
urtikaria
paling sering
lesi superfisial pada kulit
angioedema
dapat menyebar secara cepat dalam beberapa jam
menyebabkan pembengkakan merah (erimatosa)
dan biasanya gatal
ciri khas
dapat berlangsung berhari-hari
munculnya dan menghilangnya lesi baru secara konntinu
ETIOLOGI
7
Tipe B.
TIPE REAKSI ATOPIC
�
8
9
GAMBARAN KLINIS REAKSI ALERGI OBAT
:
Manifestasi klinis yang beragam
Melibatkan organ tunggal atau multi organ
Stratifikasi pemilihan dan risiko pengobatan
10
Urtikaria dan angioedema | Eritema multiformis | Oral Lichenoid Reaction (OLR) |
| Tipe lambat (tipe4) Bibir dan mukosa oral Dapat berkembang menyeluruh Mengancam jiwa = steven Johnson syndrome (SJS) = toxicepidermal Necrolysis (TEN) Krusta berwarna merah kehitaman, kekuningan, ulserasi dan erosi Disertai perdarahan spontan Bersifat akut dengan rasa sakit dan tidak nyaman Sering disertai adanya lesi target pada kulit Bersifat self-limiting disease Hilang dalam beberapa minggu Ringan : analgesic topical atau sistemik untuk simptomatisnya dan sekaligus terapi suportif Kasus yang lebih berat : kortikosteroid baik topical atau sistemik. |
makanan – obat-obatan, bahan tumpatan (amalgam, GIC serta komposit)
|
11
Sumber: Kamala, Ashok dan Annigeri, 2011
Gambaran Klinis Eritema Multiformis
Sumber: Boras, dkk., 2015
Oral Lichenoid Reaction (OLR)
Sumber: Marya, dkk., 2012
fixed drug eruption
Tatalaksana sebelum alergi
Anamnesa :
12
Tatalaksana setelah terjadi alergi
13
14
TATA LAKSANA ALERGI
Sumber : Becker, 2012
ALERGI BAHAN KEDOKTERAN GIGI
15
paladium klorida : 7,4%
2-hidroksietil metrakrilat : 5,8%
SYOK ANAFILAKTIK
16
Angka kejadian
17
gambaran klinis suatu reaksi anafilaksis
18
kulit
urtikaria (paling sering)
oedem muka, tangan dan kaki
GI
mual dan muntah
perut kramp
diare
sirkUlasi
tekanan darah menurun
bradikardi
syok
respirasi
gejala asma
oedem laring
obstruksi napas atas gejala obstruksi napas merupakan pebunuh utama
diikutioleh hipotensi hebat
TATA LAKSANA SYOK ANAFILAKTIK
reaksi hipersensitivitas (dekontaminasi) : jika memungkinkan
terdapat nafas tambahan, sianosis, pucat atau kehilangan kesadaran
segera injeksi IM adrenalin 0,3- 0,5 ml dari larutan 1:1000
tidak ada perubahan : ulangi setelah 5 menit
kesalahan umum penyebab mortalitas :
keterlambatan intubasi dan keterlambatan pemberian epinephrine.
19
20
sumber : Gabbott, dkk, 20122
Algoritma tatalaksana syok anafilaktik untuk dokter gigi
tugas utama dokter gigi :
injeksi adrenalin sesuai dengan indikasi
drug of choice : SYOK ANAFILAKSIS
ADRENALIN
21
bronkhodilator kuat
vasokontriktor pembuluh darah dan
initropik yang kuat
histamin bloker melalui peningkatan
produksi cyclic AMP
PENANGANAN SYOK ANAFILAKSIS
22
1. penegakan
diagnosis
2 protokol.
mungkin (medikasi terapeutik/diagnostik)
mental status,kulit pasien dan berat badan.
3. konsul
segera
medis berpengalaman
KESIMPULAN
23
�
24