MEDIA MENGAJAR
UNTUK SD/MI KELAS IV
Pendidikan Pancasila
TOKOH PERUMUS DAN NILAI-NILAI PANCASILA
BAB 1
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Sumber: www.shutterstock.com
A. Tokoh Perumus Pancasila
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang dirumuskan sebelum Indonesia merdeka, yaitu pada sidang BPUPK (Badan Penyelidikan Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan).
BPUPK, dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. Organisasi ini dibentuk oleh Jepang pada 1 Maret 1945. BPUPK diketuai Radjiman Wedyodiningrat, dibantu oleh Raden Pandji Soeroso (mewakili Indonesia) dan Ichibangase Yoshio (mewakili Jepang).
Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Ketua BPUPK
BPUPK memiliki 62 orang anggota, ditambah 7 orang Jepang yang tidak memiliki hak suara.
Tugas BPUPK adalah melakukan penyelidikan tentang usaha-usaha mencapai Indonesia merdeka.
Pada sidang pertama BPUPK, terdapat tiga tokoh yang menyampaikan gagasan dasar negara, yaitu Mohammad Yamin, Soepomo, dan Sukarno.
Sidang pertama BPUPK.
Sumber: www.commons.wikimedia.org
Berikut adalah gagasan dasar negara yang disampaikan oleh ketiga tokoh tersebut.
Mohammad Yamin menyampaikan gagasannya pada 29 Mei 1945.
Soepomo menyampaikan gagasannya pada
31 Mei 1945.
Sukarno menyampaikan gagasannya pada 1 Juni 1945.
Ketika BPUPK mengalami masa istirahat, dibentuklah Panitia Sembilan untuk mengolah usulan dasar negara Republik Indonesia.
Ketua : Sukarno
Wakil Ketua: Mohammad Hatta
Anggota : Ahmad Soebardjo
Wachid Hasyim
Abikoesno Tjokrosoejoso
Agus Salim
Mohammad Yamin
Abdul Kahar Muzakir
A. A. Maramis
Berikut susunan anggota Panitia Sembilan.
Piagam Jakarta
Panitia Sembilan menghasilkan rancangan
dasar negara yang disebut
Piagam Jakarta.
Rancangan tersebut dimatangkan dengan mengubah bunyi rancangan nomor 1 menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Kemudian, dibentuklah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Pada 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila.
Sumber: www.commons.wikimedia.org
Suasana sidang PPKI.
B. Nilai-Nilai pada Pancasila dan Penerapannya
Setiap simbol sila Pancasila mencerminkan nilai-nilai sesuai bunyi sila tersebut, antara lain nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
Pancasila merupakan pedoman hidup bangsa Indonesia. oleh karena itu, kita sebaiknya menerapkan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan Pancasila di Lingkungan Rumah
Menerapkan sila-sila Pancasila di rumah dapat membuat hubungan kita dengan keluarga dan tetangga berjalan harmonis.
Sila Pertama-Nilai Ketuhanan
Berikut contoh penerapan sila pertama Pancasila di rumah.
Beribadah sesuai agama masing-masing.
Sila Kedua-Nilai Kemanusiaan
Berikut contoh penerapan sila kedua Pancasila di rumah.
Menghibur teman yang sedang bersedih merupakan salah satu nilai kemanusiaan.
Sila Ketiga-Nilai Persatuan
Berikut contoh penerapan sila ketiga Pancasila di rumah.
Bermain dengan semua teman tanpa memandang perbedaan suku bangsanya.
Sila Keempat-Nilai Kerakyatan
Berikut contoh penerapan sila keempat Pancasila di rumah.
Menghormati tetangga yang berpendapat saat bermusyawarah.
Sila Kelima-Nilai Keadilan
Berikut contoh penerapan sila kelima Pancasila di rumah.
Menolong tetangga yang terjatuh dari sepeda adalah penerapan sila kelima.
Penerapan Pancasila di Lingkungan Sekolah
Sila Pertama-Nilai Ketuhanan
Kita harus menerapkan sila-sila Pancasila dengan warga sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah.
Berikut contoh penerapan sila pertama Pancasila di sekolah.
berjualan.
Membeli makanan dari pedagang tanpa membeda-bedakan.
Sila Kedua-Nilai Kemanusiaan
Berikut contoh penerapan sila kedua Pancasila di sekolah.
Ikut menyumbang untuk membantu warga sekitar sekolah yang terkena musibah.
Sila Ketiga-Nilai Persatuan
Berikut contoh penerapan sila ketiga Pancasila di sekolah.
Kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah meningkatkan rasa persatuan.
Sila Keempat-Nilai Kerakyatan
Contoh penerapan sila keempat Pancasila dalam kehidupan dengan masyarakat di sekitar sekolah, misalnya mendiskusikan penggalangan dana untuk warga di sekitar sekolah yang tertimpa musibah dengan teman-teman.
Hasil keputusan diskusi pun harus dapat kita terima dan laksanakan dengan ikhlas dan lapang dada.
Diskusi adalah bentuk dari musyawarah.
Sila Kelima-Nilai Keadilan
Berikut contoh penerapan sila kelima Pancasila di sekolah.
Misalnya, tidak membuat kegaduhan saat pulang sekolah.
Berlaku sopan saat melewati permukiman di sekitar sekolah.
Penerapan Pancasila di Lingkungan Masyarakat
Sila Pertama-Nilai Ketuhanan
Negara Indonesia dibagi menjadi beberapa wilayah administrasi. Tempat tinggal kita terletak di wilayah kecamatan, kelurahan, atau desa tertentu. Berikut penerapan sila-sila Pancasila di lingkup wilayah tersebut.
Berikut contoh penerapan sila pertama Pancasila di masyarakat.
Sila Kedua-Nilai Kemanusiaan
Berikut contoh penerapan sila kedua Pancasila di masyarakat.
Sumber: www.commons.wikimedia.org
Menjaga kebersihan lingkungan adalah salah satu cara menghargai petugas kebersihan.
Sila Ketiga-Nilai Persatuan
Berikut contoh penerapan sila ketiga Pancasila di masyarakat.
Ikut serta dalam kegiatan penghijauan di kelurahan atau desa.
Sila Keempat-Nilai Kerakyatan
Berikut contoh penerapan sila keempat Pancasila di rumah.
Sumber: www.shutterstock.com
Sila Kelima-Nilai Keadilan
Berikut contoh penerapan sila kelima Pancasila di masyarakat.
Membayar pajak daerah merupakan bentuk keseimbangan pelaksanaan hak dan kewajiban.
Sumber: www.shutterstock.com