Pelatihan Penggunaan Aplikasi SKDR bagi Petugas Surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota
Yogyakarta, 11 – 13 Januari 2021
Komunikasi dan Advokasi
Wawan Wahyudin, S.Si., Apt. MM
Wawan Wahyudin, S.Si., Apt. MM
Widyaiswara Madya
Koordinator Substansi Pelatihan Teknis dan Fungsional
Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto
Tujuan Pembelajaran
Hasil Belajar
Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta mampu memahami komunikasi dan advokasi.
Indikator Hasil Belajar
Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta dapat :
Materi dan Sub Materi Pokok
Apa yang dimaksud dengan Komunikasi ?
Bedanya apa dengan Advokasi ?
Mengapa penting melakukan komunikasi dan advokasi bagi petugas SKDR?
Komunikasi Risiko
Komunikasi
Dapat dipahami sebagai tindakan berbagi atau bertukar pikiran, ide, dan pendapat antara dua orang atau lebih. Yang paling sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, pertukaran tersebut bersifat otomatis dan berlangsung tanpa banyak pikir.
Merupakan kombinasi kemungkinan suatu peristiwa dan konsekuensinya. Risiko merupakan hasil dari interaksi antara alam dan manusia terkait bahaya bencana, kerentanan, keterpaparan, dan kapasitas
Komunikasi risiko ialah pertukaran informasi, nasihat, dan pendapat mengenai risiko serta faktor-faktor yang berkaitan dengan risiko secara real-time antara para ahli, tokoh masyarakat atau pejabat, dan orang-orang yang berisiko
Manajemen Risiko
Komunikasi Risiko
Tujuan
Komunikasi Risiko
Adalah menginformasikan pada masyarakat, terutama khalayak sasaran, tentang risiko Kesehatan yang dihadapi, sehingga berdasarkan informasi tersebut khalayak sasaran dapat mengambil keputusan untuk melakukan perilaku menghindari atau mengelola risiko untuk melindungi dirinya sendiri dan orang lain
Komunikasi Risiko
5 Prinsip Komunikasi Risiko
Mengumumkan Lebih Awal
Mendengarkan
Kepercayaan
Transparansi
Merencanakan
Strategi Komunikasi Risiko menghadapi krisis kesehatan
Peter F. Sandman (2012)
Unsur-Unsur Penting dalam Komunikasi Risiko
Lembaga yang pertama memberikan informasi akan dianggap sebagai sumber informasi utama. Tanggapan cepat menunjukkan ada sistem yang diterapkan dan tindakan yang sesuai sedang diambil
a. Ketepatan Informasi dan Kecepatan Penyampaian
Empati bisa dirasakan publik apabila si pembawa pesan dan isi pesan menunjukkan kepedulian, ketulusan, komitmen, dan dedikasi. Selain itu pesan dan si pembawa pesan harus dipercaya, jujur, dan terbuka
b. Empati dan Keterbukaan
Publik menerima, menafsirkan, dan mengevaluasi pesan sebelum mengambil tindakan
Cara Intervensi Perilaku : 3E
Engineering atau Rekayasa
Contoh, dalam konteks pencegahan dan pengendalian COVID-19 saat ini, rekayasa dapat berbentuk modifikasi atau pengaturan tertentu agar masyarakat tidak berkerumun, tetap menjaga jarak, atau tetap di rumah saja yaitu memberikan tanda silang di tempat duduk dan PSBB
Education
atau upaya mendidik khalayak sasaran lewat penyampaian pesan dan informasi sehingga dari tidak tahu menjadi tahu tentang adanya risiko ancaman bahaya. 🡪 Misalnya, Edukasi tentang pentingnya vaksinasi COVID-19
Enforcement
atau Penegakan Disiplin dan/atau Hukuman
Contoh, apabila ada individu atau sekelompok masyarakat yang tidak patuh menjalankan protokol kesehatan, dapat dikenai sanksi (denda atau hukuman sosial).
Langkah-Langkah Perencanaan Strategi Komunikasi
Analisis Situasi Komrisk
Analisis Stakeholder
Identifikasi Khalayak Sasaran
Tujuan Komunikasi Risiko
Pesan Kunci
Lakukan analisis situasi untuk aspek komunikasi dalam penanganan risiko krisis kesehatan
Lakukan analisis dan pemetaan siapa saja yang terlibat dan memiliki kepentingan terhadap pengelolaan komunikasi risiko.
Tentukan tujuan komunikasi secara rinci, terukur, tepat sasaran, dan sesuai konteks berdasarkan batasan waktu tertentu
Kembangkan pesan-pesan utama untuk diingat dan dilaksanakan oleh khalayak sasaran agar tujuan tercapai
Identifikasi khalayak sasaran yang perlu dituju sesuai prioritas masalah dan tujuan yang telah ditetapkan.
Lanjutan…
Lakukan pelatihan dan pengembangan kapasitas komunikasi risiko bagi tenaga pelaksana komunikasi.
Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas
Rencanakan monitoring dan evaluasi sejak awal perencanaan agar program berjalan efekt
Monitoring dan Evaluasi
Tentukan pendekatan komunikasi risiko yang tepat sesuai tujuan, khalayak sasaran, dan pesan yang ingin disampaikan.
Stategi Komunikasi Risiko
Tentukan saluran komunikasi sesuai dengan tujuan, strategi, khalayak sasaran, jenis pesan, alat komunikasi yang relevan dan tersedia, mitra pelaksana, serta anggaran yang tersedia.
Saluran Komunikasi
Advokasi pada Pemangku Kebijakan
adalah usaha untuk mempengaruhi para penentu kebijakan atau pengambil keputusan untuk membuat kebijakan publik yang bermanfaat untuk peningkatan kesehatan masyarakat
Advokasi Kesehatan
Tujuan
Advokasi Kesehatan
Bentuk Dukungan
Tujuan Utama Advokasi adalah
Untuk mendorong dikeluarkannya kebijakan-kebijakan publik oleh pejabat publik sehingga dapat mendukung dan menguntungkan kesehatan
Unsur Advokasi Kesehatan
Penetapan tujuan advokasi kesehatan.
Pengembangan dan penyampaian pesan advokasi kesehatan
Pemanfaatan data dan riset untuk advokasi kesehatan
Membangun koalisi
Identifikasi sasaran advokasi kesehatan
Membuat presentasi yang persuasif
Penggalangan dana untuk advokasi kesehatan.
Pemantauan dan penilaian upaya advokasi kesehatan
Pengembangan Media Advokasi Kesehatan
START
Media advokasi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk menyampaikan pesan atau isu kesehatan melalui berbagai jenis saluran komunikasi kepada sasaran advokasi dengan tujuan agar para pejabat publik meningkat pengetahuannya dan kepeduliannya yang pada akhirnya bertindak memberikan dukungan dalam bentuk kebijakan publik atau sumberdaya untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan yang ada
🡪 film, filler, dll
Media untuk meningkatkan kesadaran
film, filler/spot televisi, dialog/talk show di media TV, radio spot, media tradisional, iklan koran, artikel, billboard, spanduk, umbul- umbul, dll.
Media untuk meningkatkan citra atau image (komunikasi massa)
🡪 factsheet, slide presentasi, poster, leaflet, selebaran, buku, majalah, koran, buletin, dll.
Media untuk meningkatkan pengetahuan
Komunikasi dengan Unit Pelapor
Dapat diartikan sebagai penerimaan pesan oleh komunikan atau reciever sesuai dengan pesan yang dikirim oleh sender atau komunikator, kemudian reciever atau komunikan memberikan respon yang positif sesual dengan yang diharapkan.
Komunikasi yang Efektif
Kejelasan (clarity):
Ketepatan (accuracy)
Konteks (contex)
Alur (flow)
Budaya (culture)
Strategi Membangun Komunikasi Efektif
Ketahui Mitra Bicara (Audience)
Ketahui Tujuan
Perhatikan Konteks
Pelajari Kultur
Pahami Bahasa
Efektivitas Komunikasi
Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila :
Pesan diterima dan dimengerti sebagaimana yang dimaksud oleh si pengirim
Tidak ada hambatan untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menindak lanjuti pesan yang dikirim
Pesan disetujui oleh penerima dan ditindak lanjuti dengan perbuatan yang dikehendaki oleh pengirim
01
02
03
(Agus M. Hardjana, Komunikasi Intrapersonal & Interpersonal)
Tips Mengembangkan Pesan Kunci :
1. Buat daftar tiga hal/isu kesehatan yang benar-benar perlu diketahui, dipertimbangkan, dan dipikirkan publik. Ketiga hal tersebut akan menjadi pesan kunci
3. Batasi informasi teknis dan data dalam pesan utama. Gunakan informasi teknis untuk meyakinkan atau membantu menjelaskan tindakan yang perlu dilakukan
2. Pastikan pesan utamanya
5. Ingat bahwa pesan harus dapat meningkatkan kepercayaan dan menyentuh.
4. Perbarui pesan seiring perkembangan situasi bencana atau jika perhatian publik berubah
Penugasan “Pesan Kunci”
Petunjuk Tugas :
THANK YOU
Insert the Subtitle of Your Presentation