1 of 23

Pelatihan Penggunaan Aplikasi SKDR bagi Petugas Surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota

Yogyakarta, 11 – 13 Januari 2021

Komunikasi dan Advokasi

Wawan Wahyudin, S.Si., Apt. MM

2 of 23

Wawan Wahyudin, S.Si., Apt. MM

Widyaiswara Madya

Koordinator Substansi Pelatihan Teknis dan Fungsional

Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto

3 of 23

Tujuan Pembelajaran

Hasil Belajar

Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta mampu memahami komunikasi dan advokasi.

Indikator Hasil Belajar

Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta dapat :

  1. Menjelaskan komunikasi dan advokasi kepada pembuat kebijakan
  2. Menjelaskan komunikasi dan advokasi kepada unit pelapor

Materi dan Sub Materi Pokok

  1. Komunikasi dan advokasi kepada pembuat kebijakan
    1. Komunikasi pada kesehatan masyarakat
    2. Advokasi pada pemangku kebijakan
  2. Komunikasi dan advokasi kepada unit pelapor

4 of 23

Apa yang dimaksud dengan Komunikasi ?

Bedanya apa dengan Advokasi ?

Mengapa penting melakukan komunikasi dan advokasi bagi petugas SKDR?

5 of 23

Komunikasi Risiko

Komunikasi

Dapat dipahami sebagai tindakan berbagi atau bertukar pikiran, ide, dan pendapat antara dua orang atau lebih. Yang paling sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, pertukaran tersebut bersifat otomatis dan berlangsung tanpa banyak pikir.

Merupakan kombinasi kemungkinan suatu peristiwa dan konsekuensinya. Risiko merupakan hasil dari interaksi antara alam dan manusia terkait bahaya bencana, kerentanan, keterpaparan, dan kapasitas

Komunikasi risiko ialah pertukaran informasi, nasihat, dan pendapat mengenai risiko serta faktor-faktor yang berkaitan dengan risiko secara real-time antara para ahli, tokoh masyarakat atau pejabat, dan orang-orang yang berisiko

Manajemen Risiko

Komunikasi Risiko

6 of 23

Tujuan

Komunikasi Risiko

Adalah menginformasikan pada masyarakat, terutama khalayak sasaran, tentang risiko Kesehatan yang dihadapi, sehingga berdasarkan informasi tersebut khalayak sasaran dapat mengambil keputusan untuk melakukan perilaku menghindari atau mengelola risiko untuk melindungi dirinya sendiri dan orang lain

Komunikasi Risiko

7 of 23

5 Prinsip Komunikasi Risiko

Mengumumkan Lebih Awal

Mendengarkan

Kepercayaan

Transparansi

Merencanakan

8 of 23

Strategi Komunikasi Risiko menghadapi krisis kesehatan

Peter F. Sandman (2012)

9 of 23

Unsur-Unsur Penting dalam Komunikasi Risiko

Lembaga yang pertama memberikan informasi akan dianggap sebagai sumber informasi utama. Tanggapan cepat menunjukkan ada sistem yang diterapkan dan tindakan yang sesuai sedang diambil

a. Ketepatan Informasi dan Kecepatan Penyampaian

Empati bisa dirasakan publik apabila si pembawa pesan dan isi pesan menunjukkan kepedulian, ketulusan, komitmen, dan dedikasi. Selain itu pesan dan si pembawa pesan harus dipercaya, jujur, dan terbuka

b. Empati dan Keterbukaan

Publik menerima, menafsirkan, dan mengevaluasi pesan sebelum mengambil tindakan

10 of 23

Cara Intervensi Perilaku : 3E

Engineering atau Rekayasa

Contoh, dalam konteks pencegahan dan pengendalian COVID-19 saat ini, rekayasa dapat berbentuk modifikasi atau pengaturan tertentu agar masyarakat tidak berkerumun, tetap menjaga jarak, atau tetap di rumah saja yaitu memberikan tanda silang di tempat duduk dan PSBB

Education

atau upaya mendidik khalayak sasaran lewat penyampaian pesan dan informasi sehingga dari tidak tahu menjadi tahu tentang adanya risiko ancaman bahaya. 🡪 Misalnya, Edukasi tentang pentingnya vaksinasi COVID-19

Enforcement

atau Penegakan Disiplin dan/atau Hukuman

Contoh, apabila ada individu atau sekelompok masyarakat yang tidak patuh menjalankan protokol kesehatan, dapat dikenai sanksi (denda atau hukuman sosial).

11 of 23

Langkah-Langkah Perencanaan Strategi Komunikasi

Analisis Situasi Komrisk

Analisis Stakeholder

Identifikasi Khalayak Sasaran

Tujuan Komunikasi Risiko

Pesan Kunci

Lakukan analisis situasi untuk aspek komunikasi dalam penanganan risiko krisis kesehatan

Lakukan analisis dan pemetaan siapa saja yang terlibat dan memiliki kepentingan terhadap pengelolaan komunikasi risiko.

Tentukan tujuan komunikasi secara rinci, terukur, tepat sasaran, dan sesuai konteks berdasarkan batasan waktu tertentu

Kembangkan pesan-pesan utama untuk diingat dan dilaksanakan oleh khalayak sasaran agar tujuan tercapai

Identifikasi khalayak sasaran yang perlu dituju sesuai prioritas masalah dan tujuan yang telah ditetapkan.

12 of 23

Lanjutan…

Lakukan pelatihan dan pengembangan kapasitas komunikasi risiko bagi tenaga pelaksana komunikasi.

Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas

Rencanakan monitoring dan evaluasi sejak awal perencanaan agar program berjalan efekt

Monitoring dan Evaluasi

Tentukan pendekatan komunikasi risiko yang tepat sesuai tujuan, khalayak sasaran, dan pesan yang ingin disampaikan.

Stategi Komunikasi Risiko

Tentukan saluran komunikasi sesuai dengan tujuan, strategi, khalayak sasaran, jenis pesan, alat komunikasi yang relevan dan tersedia, mitra pelaksana, serta anggaran yang tersedia.

Saluran Komunikasi

13 of 23

Advokasi pada Pemangku Kebijakan

adalah usaha untuk mempengaruhi para penentu kebijakan atau pengambil keputusan untuk membuat kebijakan publik yang bermanfaat untuk peningkatan kesehatan masyarakat

Advokasi Kesehatan

14 of 23

Tujuan

Advokasi Kesehatan

Bentuk Dukungan

  1. Komitmen Politis
  2. Dukungan Kebijakan
  3. Penerimaan Sosial
  4. Dukungan System

Tujuan Utama Advokasi adalah

Untuk mendorong dikeluarkannya kebijakan-kebijakan publik oleh pejabat publik sehingga dapat mendukung dan menguntungkan kesehatan

15 of 23

Unsur Advokasi Kesehatan

Penetapan tujuan advokasi kesehatan.

Pengembangan dan penyampaian pesan advokasi kesehatan

Pemanfaatan data dan riset untuk advokasi kesehatan

Membangun koalisi

Identifikasi sasaran advokasi kesehatan

Membuat presentasi yang persuasif

Penggalangan dana untuk advokasi kesehatan.

Pemantauan dan penilaian upaya advokasi kesehatan

16 of 23

Pengembangan Media Advokasi Kesehatan

START

Media advokasi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk menyampaikan pesan atau isu kesehatan melalui berbagai jenis saluran komunikasi kepada sasaran advokasi dengan tujuan agar para pejabat publik meningkat pengetahuannya dan kepeduliannya yang pada akhirnya bertindak memberikan dukungan dalam bentuk kebijakan publik atau sumberdaya untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan yang ada

🡪 film, filler, dll

Media untuk meningkatkan kesadaran

film, filler/spot televisi, dialog/talk show di media TV, radio spot, media tradisional, iklan koran, artikel, billboard, spanduk, umbul- umbul, dll.

Media untuk meningkatkan citra atau image (komunikasi massa)

🡪 factsheet, slide presentasi, poster, leaflet, selebaran, buku, majalah, koran, buletin, dll.

Media untuk meningkatkan pengetahuan

17 of 23

Komunikasi dengan Unit Pelapor

Dapat diartikan sebagai penerimaan pesan oleh komunikan atau reciever sesuai dengan pesan yang dikirim oleh sender atau komunikator, kemudian reciever atau komunikan memberikan respon yang positif sesual dengan yang diharapkan.

Komunikasi yang Efektif

Kejelasan (clarity):

Ketepatan (accuracy)

Konteks (contex)

Alur (flow)

Budaya (culture)

18 of 23

Strategi Membangun Komunikasi Efektif

Ketahui Mitra Bicara (Audience)

Ketahui Tujuan

Perhatikan Konteks

Pelajari Kultur

Pahami Bahasa

19 of 23

Efektivitas Komunikasi

Komunikasi dapat dikatakan efektif apabila :

Pesan diterima dan dimengerti sebagaimana yang dimaksud oleh si pengirim

Tidak ada hambatan untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menindak lanjuti pesan yang dikirim

Pesan disetujui oleh penerima dan ditindak lanjuti dengan perbuatan yang dikehendaki oleh pengirim

01

02

03

(Agus M. Hardjana, Komunikasi Intrapersonal & Interpersonal)

20 of 23

Tips Mengembangkan Pesan Kunci :

1. Buat daftar tiga hal/isu kesehatan yang benar-benar perlu diketahui, dipertimbangkan, dan dipikirkan publik. Ketiga hal tersebut akan menjadi pesan kunci

3. Batasi informasi teknis dan data dalam pesan utama. Gunakan informasi teknis untuk meyakinkan atau membantu menjelaskan tindakan yang perlu dilakukan

  • Ringkas : cobalah untuk menghindari jargon dan akronim.
  • Aktif : gunakan kalimat aktif di setiap kalimat.
  • Positif : bicarakan tentang apa yang dapat dilakukan, bukan apa yang tidak dapat di lakukan.
  • Singkat : satu kalimat yang mudah diingat, dan mudah diucapkan.
  • Spesifik : membahas tantangan dan ditujukan pada khalayak sasaran tertentu.

2. Pastikan pesan utamanya

5. Ingat bahwa pesan harus dapat meningkatkan kepercayaan dan menyentuh.

4. Perbarui pesan seiring perkembangan situasi bencana atau jika perhatian publik berubah

21 of 23

Penugasan “Pesan Kunci”

Petunjuk Tugas :

  1. Peserta dibagi kelompok berdasarkan kabupaten / kota
  2. Kelompok menentukan masalah kesehatan berdasarkan data dari SKDR
  3. Kelompok mendiskusikan pesan kunci sesuai dengan form
  4. Pada saat berdiskusi akan di break out room selama 15 menit
  5. Hasil nya dipresentasikan selama 5 menit

22 of 23

23 of 23

THANK YOU

Insert the Subtitle of Your Presentation