1 of 35

MODUL AJAR

2 of 35

MATERI

  • Konsep Modul Ajar
  • Komponen Modul Ajar
  • Prinsip Penyusunan Modul Ajar
  • Prosedur Penyusunan Modul Ajar

3 of 35

  • Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis dan menarik.
  • Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran.
  • Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis perkembangan jangka panjang.
  • Guru perlu memahami konsep mengenai modul ajar agar proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna.

KONSEP MODUL AJAR

4 of 35

KOMPONEN MODUL AJAR

  • Guru dalam satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan modul ajar sesuai dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik.
  • Modul ajar dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunan.
  • Komponen modul ajar dalam panduan

dibutuhkan untuk kelengkapan persiapan pembelajaran.

  • Komponen modul ajar bisa ditambahkan sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan

5 of 35

Informasi tentang modul ajar yang dikembangkan terdiri dari:

  • Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya Modul Ajar.
  • Jenjang sekolah (SD/SMP/SMA)
  • Kelas
  • Alokasi waktu (penentuan alokasi waktu yang digunakan adalah alokasi waktu sesuai dengan jam pelajaran yang berlaku di unit kerja masing-masing)

KOMPONEN MODUL AJAR

1. INFORMASI INTI

A. IDENTITAS SEKOLAH

6 of 35

Kompetensi awal adalah pengetahuan dan/atau keterampilan yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu. Kompetensi awal merupakan ukuran seberapa dalam modul ajar dirancang.

KOMPONEN MODUL AJAR

1. INFORMASI INTI

B. KOMPETENSI AWAL

7 of 35

Merupakan tujuan akhir dari suatu kegiatan pembelajaran yang berkaitan erat dengan pembentukan karakter peserta didik. Profil Pelajar Pancasila (PPP) dapat tercermin dalam konten dan/atau metode pembelajaran.

Di dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila tidak perlu mencantumkan seluruhnya, namun dapat memilih Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran dalam modul ajar.

KOMPONEN MODUL AJAR

1. INFORMASI INTI

B. KOMPETENSI AWAL

8 of 35

Enam dimensi Profil Pelajar Pancasila saling berkaitan dan terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran melalui (terlihat dengan jelas di dalam):

  • materi/isi pelajaran,
  • pedagogi, dan/atau
  • kegiatan projek atau
  • asesmen

Setiap modul ajar memuat satu atau beberapa unsur dimensi Profil Pelajar Pancasila yang telah ditetapkan.

KOMPONEN MODUL AJAR

1. INFORMASI INTI

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

9 of 35

Merupakan fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Sarana merujuk pada alat dan bahan yang digunakan, sementara prasarana di dalamnya termasuk materi dan sumber bahan ajar lain yang relevan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Ketersediaan materi disarankan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik baik dengan keterbatasan atau kelebihan. Teknologi, termasuk sarana dan prasarana yang penting untuk diperhatikan, dan juga dimanfaatkan agar pembelajaran lebih dalam dan bermakna.

KOMPONEN MODUL AJAR

1. INFORMASI INTI

D. SARANA DAN PRASARANA

10 of 35

Peserta didik yang menjadi target yaitu;

  • Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
  • Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.
  • Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

KOMPONEN MODUL AJAR

1. INFORMASI INTI

E. TARGET PESERTA DIDIK

11 of 35

Merupakan model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.

1. INFORMASI INTI

KOMPONEN MODUL AJAR

F. MODEL PEMBELAJARAN

12 of 35

Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal penting dari pembelajaran dan harus bisa diuji dengan berbagai bentuk asesmen sebagai bentuk dari unjuk pemahaman.

Tujuan pembelajaran menentukan kegiatan belajar, sumber daya yang digunakan, kesesuaian dengan

keberagaman murid, dan metode asesmen yang digunakan.

Tujuan pembelajaran bisa dari berbagai bentuk: pengetahuan yang berupa fakta dan informasi, dan juga prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran dan penalaran keterampilan, dan kolaboratif dan strategi komunikasi.

2. KOMPONEN INTI

KOMPONEN MODUL AJAR

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

13 of 35

Pemahaman bermakna adalah informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh setelah mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh kalimat pemahaman bermakna:

  • Manusia berorganisasi untuk memecahkan masalah dan mencapai suatu tujuan.
  • Makhluk hidup beradaptasi dengan perubahan habitat.

KOMPONEN MODUL AJAR

2. KOMPONEN INTI

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

14 of 35

Pertanyaan pemantik dibuat oleh guru untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis dalam diri peserta didik. Pertanyaan pemantik memandu siswa untuk memperoleh pemahaman bermakna sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Contohnya pada pembelajaran menulis cerpen, guru dapat mendorong pertanyaan pemantik sebagai berikut:

  • Apa yang membuat sebuah cerpen menarik untuk dibaca?
  • Jika kamu diminta untuk membuat akhir cerita yang berbeda, apa yang akan kamu usulkan?

KOMPONEN MODUL AJAR

2. KOMPONEN INTI

C. PERTANYAAN PEMATIK

15 of 35

Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam bentuk langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dituangkan secara konkret, disertakan opsi/pembelajaran alternatif dan langkah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa.

Langkah kegiatan pembelajaran ditulis secara berurutan sesuai dengan durasi waktu yang direncanakan, meliputi tiga tahap, yakni pendahuluan, inti, dan penutup berbasis metode pembelajaran aktif.

KOMPONEN MODUL AJAR

2. KOMPONEN INTI

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

16 of 35

Asesmen digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran di akhir kegiatan. Kriteria pencapaian harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Jenis asesmen:

  • Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik)
  • Asesmen selama proses pembelajaran (formatif)
  • Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif).

2. KOMPONEN INTI

KOMPONEN MODUL AJAR

E. ASESMEN

17 of 35

Bentuk asesmen yang bisa dilakukan:

  • Sikap (Profil Pelajar Pancasila) dapat berupa: observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan anekdotal.
  • Performa (presentasi, drama, pameran hasil karya, jurnal, dsb.)
  • Tertulis (tes objektif: essay, pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah).

KOMPONEN MODUL AJAR

2. KOMPONEN INTI

E. ASESMEN

18 of 35

Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang. Saat merancang kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai diferensiasi contohnya lembar belajar/kegiatan yang berbeda dengan kelas.

KOMPONEN MODUL AJAR

2. KOMPONEN INTI

F. PENGAYAAN DAN REMEDIAL

19 of 35

Lembar kerja siswa ini ditujukan untuk peserta didik (bukan guru) dan dapat diperbanyak sesuai kebutuhan untuk diberikan kepada peserta didik termasuk peserta didik nonreguler.

Bahan bacaan guru dan peserta didik digunakan sebagai pemantik sebelum kegiatan dimulai atau untuk memperdalam pemahaman materi pada saat atau akhir kegiatan pembelajaran.

KOMPONEN MODUL AJAR

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

B. BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK

3. LAMPIRAN

20 of 35

Daftar pustaka adalah sumber-sumber referensi yang digunakan dalam pengembangan modul ajar. Referensi yang dimaksud adalah semua sumber belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran, situs internet, lingkungan sekitar, narasumber, dsb.)

Glosarium merupakan kumpulan istilah-istilah dalam suatu bidang secara alfabetikal yang dilengkapi dengan definisi dan artinya. Glosarium diperlukan untuk kata atau istilah yang memerlukan penjelasan lebih mendalam.

D. DAFTAR PUSTAKA

KOMPONEN MODUL AJAR

C. GLOSARIUM

D. DAFTAR PUSTAKA

3. LAMPIRAN

21 of 35

Contoh Cuplikan Modul Ajar MA untuk Kelas 3 Matematika 12 JP

Aktivitas 4 (Kinerja)

Menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan luas suatu gambar benda dengan menghitung jumlah bujur sangkar berukuran 1 cm2 yang menutup bidang datar

Aktivitas 5 (Sumatif 2 : Proyek)

Menggambar denah rumah dengan menyertakan ukuran panjang dengan satuan baku dan luas (dengan menghitung jumlah bujur sangkar) pada kertas isometrik.

Tujuan pembelajaran

  • Mengukur panjang dengan satuan baku (mm, cm, dan m) serta mengukur keliling bidang datar dengan menambahkan semua rusuknya.
  • Mengukur luas dengan menghitung jumlah bujur sangkar berukuran 1 cm2 yang menutup bidang datar

Aktivitas 1 (Kinerja)

Mengukur panjang dengan satuan baku (mm, cm, dan m) pada objek yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari

Aktivitas 2 (Tes)

Menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan panjang dengan satuan baku (mm, cm, dan m)

Aktivitas 3 (Kinerja)

Menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan keliling segiempat, segitiga, dan segibanyak dengan menambahkan panjang rusuk-rusuk bidang

Profil Pelajar Pancasila:

  • Bernalar kritis
  • Mandiri

Asesmen Sumatif

Menggambar denah rumah dengan menyertakan ukuran panjang dengan satuan baku dan luas (dengan menghitung jumlah bujur sangkar) pada kertas isometrik.

52

Diskusi dan kegiatan berkelompok dibagi berdasarkan kelompok dengan kesiapan yang berbeda, sehingga pembelajaran sesuai dengan tingkat kesiapan peserta didik.

Kegiatan observasi sekitar, diskusi dengan pertanyaan pemantik adalah pembelajaran yang membangun elemen bernalar kritis dan juga mandiri dengan melibatkan peserta didik dalam diskusi dan pemilihan bentuk untuk tugas asesmen sumatif.

Contoh penerapan penyesuaian pembelajaran dan pengembangan PPP

Asesmen Diagnostik:

Tes :

  • Operasi hitung (Penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian)
  • Konversi satuan (meter ke centimeter, cm ke milimeter)

Untuk mengidentifikasi kemampuan berhitung dan pemahaman hubungan antar satuan panjang.

22 of 35

Contoh Cuplikan Modul Ajar

Apa yang terjadi apabila tidak ada air?

Apa sajakah fungsi air bagi makhluk hidup di muka bumi?

Bagaimana proses terjadinya daur air?

Bagaimana cara memperoleh air bersih?

Apa masalah yang terjadi tentang air?

Bagaimana menunjukan pemahaman tentang pengaruh siklus air?

Aktivitas 1: Diskusi fungsi air untuk manusia.

Formatif asesmen

Aktivitas 2: Curah pendapat tentang fungsi air.

Formatif asesmen

Aktivitas 3: Eksperimen daur air.

Aktivitas 4: Praktek penyaringan air bersih.

Aktivitas 5: Riset kelompok tentang air bersih.

Formatif asesmen

Aktivitas 6: Pameran dan Presentasi pemahaman.

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mengidentifikasi urutan siklus air.

Peserta didik mendeskripsikan pengaruh siklus air dalam kehidupan sehari-hari.

Asesmen sumatif:

Menunjukkan pemahaman mengenai pengaruh siklus air dalam presentasi dan pameran karya.

Indikator asesmen sumatif:

Memberikan gambaran informasi detail dan akurat, relevan, dan berhubungan dengan topik.

Presentasi berisi pesan yang jelas dipahami audiens.

MA untuk Kelas 4

IPAS 35 JP

Profil Pelajar Pancasila:

  • Bernalar kritis
  • Mandiri

Asesmen Diagnostik:

Menjawab tiga pertanyaan tentang siklus air.

Urutan Kegiatan

Tautan MA IPAS Kelas 4 Siklus Air

53

Asesmen sumatif memberikan pilihan dalam membuat produk presentasi, bisa dengan menulis laporan ilmiah, membuat rekaman sandiwara radio, rekaman siaran atau poster/ infografis. Dalam eksperimen daur air, guru memberikan pilihan menantang sesuai dengan tingkat kesiapan peserta didik, dengan tiga kegiatan eksperimen yang berbeda.

Contoh penerapan penyesuaian pembelajaran dan pengembangan PPP

23 of 35

24 of 35

Pendekatan melalui tahap perkembangan ini memperhitungkan:

  • Karakteristik, kompetensi dan minat peserta didik di setiap fase.
  • Perbedaan tingkat pemahaman, dan variasi jarak (gap) antar tingkat kompetensi yang bisa terjadi di setiap fase.
  • Melihat dari sudut pandang pelajar, bahwa setiap peserta didik itu unik.
  • Bahwa belajar harus berimbang antara intelektual, sosial, dan personal dan semua hal tersebut adalah penting dan saling berhubungan.
  • Tingkat kematangan setiap peserta didik tergantung dari tahap perkembangan yang dilalui oleh seorang peserta didik, dan merupakan dampak dari pengalaman sebelumnya.

PRINSIP PENGEMBANGAN MODUL AJAR

25 of 35

EMPAT KRITERIA MODUL AJAR

1. ESENSIAL

2. MENARIK, BERMAKNA, MENANTANG

3. RELEVAN DAN KONTEKSTUAL

4. BERKESINAMBUNGAN

26 of 35

Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui pengalaman belajar dan lintas disiplin.

Menumbuhkan minat untuk belajar dan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar.

Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, sehingga tidak terlalu kompleks, namun juga tidak terlalu mudah untuk tahap usianya.

PRINSIP PENGEMBANGAN MODUL AJAR

ESENSIAL

MENARIK, BERMAKNA MENANTANG

27 of 35

Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, dan sesuai dengan konteks di waktu dan tempat peserta didik berada.

Keterkaitan alur kegiatan pembelajaran sesuai dengan fase belajar peserta didik.

PRINSIP PENGEMBANGAN MODUL AJAR

RELEVAN DAN KONTEKSTUAL

BERKESINAMBUNGAN

28 of 35

29 of 35

  1. Mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan peserta didik dapat dilakukan melalui asesmen diagnostik terhadap kondisi, dan kebutuhan peserta didik (latar belakang sosial, budaya, kemampuan serta tingkat ekonomi masyarakat sekitar peserta didik dan sarpras sekolah, kemampuan dan kreativitas guru)
  2. Mengidentifikasi dan menentukan dimensi profil pelajar Pancasila yang akan dicapai dan dikembangkan dalam proses pembelajaran.

PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL AJAR

30 of 35

3. Menentukan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang akan dikembangkan menjadi modul ajar. Guru dapat memilih ATP hasil pengembangan sekolah atau mengacu pada contoh ATP yang tersedia.

4. Menyusun modul ajar berdasarkan komponen yang ditentukan. Guru dapat menentukan komponen yang esensial sesuai kebutuhan pembelajaran.

31 of 35

5. Pelaksanaan pembelajaran: Melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan modul ajar yang telah disusun. Guru dapat memulai kegiatan dari pertanyaan pematik, analisis studi kasus, diskusi, asesmen, dan variasi lain.

6. Evaluasi dan tindak lanjut: setelah melakukan pembelajaran, guru mengevaluasi keefektivan modul ajar yang digunakan.

32 of 35

Sebutkan langkah-langkah dalam menyusun Modul Ajar dengan bahasa Anda sendiri?

33 of 35

PENUTUP ATP & MA

  • Materi ini bersifat pedoman atau petunjuk praktis bagi guru, sekolah, atau stakeholder dalam mengembangkan ATP dan Modul Ajar.
  • Guru, sekolah, atau stakeholder dapat menggunakan referensi lain yang sesuai dengan kondisi dan lingkungan peserta didik.
  • Pada panduan ini lebih menekankan pada konsep, prinsip, dan prosedur dalam mengembangkan ATP dan Modul Ajar.
  • Materi atau bahan ajar, guru dapat mengembangkan sendiri sesuai dengan kondisi sosial, budaya, kemampuan peserta didik, serta tingkat ekonomi masyarakat sekitar.

Hal yang perlu diingat!

34 of 35

SAMPAI JUMPA DI MATERI SELANJUTNYA!

35 of 35