PEMERIKSAAN SISTEM AC
Dalam pemeriksaan sistem AC ada beberapa hal yang bisa kita lakukan yaitu :
Pemeriksaan Tekanan
Tekanan Rendah
Terjadinya tekanan rendah pada sistem ketika proses evaporasi terjadi dan zat pendingin terjadi perubahan dari uap cair menjadi gas peristiwa ini terjadi pada komponen evaporator ke kompresor isap (Bagian A)
Tekanan Tinggi
Terjadinya tekanan tinggi pada sistem ketika proses terjadi tekan pad kompresor dan zat pendingin terjadi perubahan dari gas menjadi cair peristiwa ini terjadi pada komponen kompresor tekan ke kondensor ke drayer sampai ke katup ekspansi (Bagian B)
Pemeriksaan Tekanan
TEKANAN SISTEM PADA KONDISI NORMAL
Putaran mesin ≥ 2000 rpm
Sistem AC yang bekerja normal saluran hisap kompresor, zat pendingin harus berupa gas dengan tekanan 1,5 – 2 bar (21 – 29 psi).
Pada saluran tekan kompresor zat pendingin masih berbentuk gas dengan tekanan 14,5 – 2 bar (200 – 213 psi).
Besar tekanan ini juga berlaku sampai zat pendingin masuk ke katup ekspansi.
Zat pendingin berubah bentuk dari gas menjadi cair karena didinginkan oleh kondensor.
Tekanan zat pendingin diturunkan oleh katub ekspansi, dalam evaporator zat pendingin mengambil panas di sekelilingnya, berubah bentuk menjadi gas dan kembali ke saluran hisap (5) Kompresor. Proses berulang terus seperti semula
TEKANAN SISTEM PADA KONDISI TIDAK NORMAL
Kedua manometer menunjukkan tekanan yang rendah dari semestinya
1. Tekanan yang kurang pada saluran tekan dan saluran hisap kompresor menunjukkan zat pendingin yang beredar dalam sistem volumenya sudah berkurang. Kekurangan zat pendingin yang sudah diisi penuh disebabkan kebocoran pada sistem, akibatnya sistem AC bekerja tidak efisien (AC kurang dingin).
2. Bila tekanan tinggi diukur setelah saringan, hal ini bisa menunjukkan saringan sudah kotor.
TEKANAN SISTEM PADA KONDISI TIDAK NORMAL
Kedua manometer menunjukkan tekanan yang lebih besar
1. Pengisian zat pendingin terlalu banyak.Tekanan pada bagian tekanan tinggi akan naik, volume zat pendingin yang disemprotkan katup ekspansi akan lebih besar, menyebabkan saluran tekanan rendah naik pula tekanannya.
2. Pendingin kondensor yang kurang baik, menyebabkan temperatur evaporator menjadi naik, dan tekanan pipa kontrol katup ekspansi akan naik juga mengakibatkan katup ekspansi akan selalu membuka. Tekanan kedua bagian saluran tekanan tinggi & rendah akan naik
TEKANAN SISTEM PADA KONDISI TIDAK NORMAL
3. Bila manometer menunjukkan tekanan yang lebih besar lagi pada kedua saluran, hal ini berarti ada uap air yang beredar dalam sistem.
4. Pengisian zat pendingin yang terlalu banyak harus dihindari, karena sistem AC bekerja lebih berat dan terasa kurang dingin.
TEKANAN SISTEM PADA KONDISI TIDAK NORMAL
Manomater tekanan rendah lebih tinggi dan manometer tekanan tinggi lebih rendah
1. Kebocoran pada bagian – bagian yang berge-sekan dari kompresor seperti katup – katup cincin torak, menyebabkan kompresor tidak bekerja dengan baik.
2. Langkah tekan kompresor tidak menghasilkan tekanan yang lebih tinggi dan temperatur eva-porator naik, katup expansi akan selalu terbuka.
3. Katup – katup kompresor yang rusak akan menyebabkan zat pendinginan yang ditekan akan mengalami kebocoran kebagian saluran hisap, akibatnya saluran hisap tekanannya akan lebih naik/tinggi dan bagian saluran tekanan, tekanannya akan turun/rendah.
Pemeriksaan Temperatur
a. Mengukur temperatur udara dalam saluran evaporator
Temperatur udara luar (ºC) | Temperatur udara dalam saluran evaporator (ºC) |
15 20 26 32 37 | 4 – 6 4 – 6 4 – 7 5 – 8 7 – 10 |
Tabel perbandingan temperatur udara luar dan temperatur udara dalam saluran evaporator di bawah ini, dapat dijadikan pedoman untuk tes temperatur
Pemeriksaan Temperatur
b. Mengukur temperatur ruangan AC & kelembaban udara
Jika terlihat adanya tetesan air (kondensasi) di sekitar pipa – pipa evaporator hal ini dikarenakan
Prosentase kelembaban udara relatif yang lebih besar dapat diturunkan oleh sistem AC, karena udara yang basah/lembab akan dikeringkan oleh evaporator,
b. Mengukur temperatur ruangan AC & kelembaban udara�
Dengan Higrometer kita dapat mengukur kelembaban udara dalam ruangan AC, kelembaban udara yang ideal adalah 45 –50% dengan temperatur ruangan 20 - 22ºC.
Bila kelembaban udara luar tidak jauh berbeda dengan kelembaban udara dalam ruangan AC, hal ini berarti evaporator terlalu basah & kotor.
Gejala ini juga terasa AC kurang dingin.
�TES KEBOCORAN�
Mengetes kebocoran zat pendingin pada sistem dapat dilakukan dengan macam – macam cara, secara sederhana dapat dilakukan dengan memeriksa sambungan – sambungan instalasi pipa memakai busa sabun, atau dengan kompor nyala api sipiritus.
Gambar di sebelah memperlihatkan alat detektor elektronik yang dapat mencari kebocoran freon dari sistem.