1 of 16

BAB 5KEUNIKAN GERAK TARI TRADISIONAL

2 of 16

A. Keunikan Gerak Tari Tradisional

  • Motif gerak merupakan salah satu keunikan pada tari. Motif gerak dapat dilihat pada gerak tangan, gerak kaki, gerak kepala, atau gerak anggota tubuh lainnya. Pada keunikan gerak kaki seperti tari berasal dari Papua. Kaki bergerak secara ritmis dan dinamis. Tari daerah Sulawesi Selatan seperti Pagelu memiliki ciri gerak dengan kaki yang tertahan pada lantai. Keunikan gerak pada mata dapat dijumpai pada tari Bali dengan gerakan bola mata ke kanan kek kiri secara cepat. Ekspresi tari terwakili pada gerakan mata ini.
  • Keunikan motif gerak pada jari-jari tangan dapat dijumpai pada tari Gendhing Sriwijaya. Lentikan jari-jari tangan merupakan kekuatan tarian ini. Pada tari Minang juga dapat dijumpai pada gerakan tangan yang kuat, terkadang mengalun tetapi terkadang patah-patah. Motif gerak Minang banyak dipengaruhi oleh motif gerak pencak silat. Keunikan gerak pada tangan juga dapat ditemukan pada tari Jawa gaya Surakarta maupun Yogyakarta. Bentuk-bentuk jari tangan mencirikan karakter tari misalnya karakter gagah atau halus. Keunikan pada gerak jari tangan juga dijumpai pada tarian Dayak melalui bulu-bulu burung enggang yang diselipkan pada jari-jari tangan. Keunikan gerak juga dapat dilihat dari ragam. Ragam gerak merupakan kumpulan dari beberapa motif. Pada ragam ”meniti batang” pada tari melayu misalnya, ada koordinasi antara motif gerak kaki, tangan, dan juga badan.

3 of 16

B. Jenis Penyajian Tari Tradisi

  • Pertunjukan tari tradisi secara penyajian dapat dibedakan menjadi tari tunggal, tari berpasangan, tari berkelompok, dramatari, dan tari bertema.
  • Tari tunggal adalah tarian yang memang dibawakan hanya oleh satu orang saja. Contoh tari tradisi tunggal misalnya tari Topeng Ronggeng dari Betawi.
  • Tari berpasangan adalah tarian yang dilakukan oleh dua orang, baik laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, atau laki-laki dengan perempuan.
  • Prinsip pada tari berpasangan antara lain; 1) adanya gerakan saling mengisi; 2) adanya gerakan saling interaksi; dan 3) merupakan kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan
  • Dalam penyajian. Contoh tari tradisi berpasangan yang dilakukan antara dua orang seperti tari Payung dari Sumatra Barat yang diciptakan oleh Huriah Adam.

4 of 16

  • Tarian berkelompok adalah tarian yang dilakukan oleh laki-laki, perempuan, atau campuran antara laki-laki dengan perempuan.
  • Tarian berkelompok ini sering dijumpai pada panggung-panggung pertunjukan. Contoh tari berkelompok misalnya tari Cente Manis dari Betawi, Burung Enggang dari Kalimantan, Tifa dari Papau, Yosim Pancer dari Papau, dan tari Belibis dari Bali. Dramatari merupakan bentuk penyajian tari yang memiliki desain dramatik.

5 of 16

  • Ada dua desain dramatik yaitu kerucut tunggal dan kerucut ganda.
  • Desain dramatik kerucut tunggal artinya dalam satu pertunjukan tari hanya ada titik klimaks kemudian menurun.
  • Pada desain kerucut ganda pada pertunjukan terdapat beberapa klimaks sebelum akhirnya turun. Contoh paling terkenal adalah cerita Matah Ati yang bersumber pada gerak tari gaya Mangkunegaran.
  • Dramatari ini merupakan bentuk tradisi yang bersumber pada tari tradisi Jawa Tengah.
  • Pada peragaan dramatari selain menguasai secara aspek gerak juga aspek ekspresi.
  • Untuk mendukung cerita harus mampu menterjemahkan naskah menjadi gerak tari.
  • Kemampuan menyanyi juga diperlukan untuk tokoh-tokoh tertentu, karena dialog biasanya dilakukan dengan cara menyanyi.

6 of 16

  • Jika pementasan drama lebih menekankan pada aspek dialog dan juga monolog maka pada dramatari aspek penting adalah bahasa gerak.
  • Penari harus mampu menyampaikan makna melalui gerak tari dan ekspresi.
  • Tari bertema dapat dijumpai hampir disemua jenis penyajian tari, baik tari tunggal, tari berpasangan, tari berkelompok maupun tari bercerita.
  • Tema pada tari merupakan ide yang kemudian diwujudkan dalam bentuk judul tari dan pada akhirnya diekspresikan melalui gerak.
  • Penyajian tari tradisi baik dalam bentuk tunggal, berpasangan, berkelompok maupun drama tari memerlukan unsur pendukung tari antara lain tata rias dan tata busana.
  • Tata rias dan tata busana memiliki peran penting pada pementasan untuk mendukung karakter tari yang hendak disampaikan.
  • Pada drama tari unsur pendukung tari dalam bentuk tata rias dan tata busana memiliki peran penting karena dapat menunjukkan tokoh dan karakter dapat divisualisasikan.

7 of 16

  • Setiap tokoh memiliki keunikan dan kekhasan dari tata rias dan tata busananya. Tari-tarian di Indonesia memiliki kekayaan keunikan tata rias dan tata busana karena setiap daerah memiliki ciri masing-masing. Berdasarkan tata rias dan tata busana seseorang dapat menebak dari mana tarian itu berasal. Setiap tari memiliki tata rias dan tata busana tersendiri. Tata rias dan tata busana juga berkaitan dengan tema tari dan karakter tari yang dibawakan.
  • Tata rias dan tata busana untuk penari pria berbeda dengan penari wanita. Perbedaan ini juga untuk semua nama tari. Tata rias dan tata busana tari tradisi biasanya masih tetap berpijak pada tata rias dan tata busana tradisional. Hal ini untuk menunjukkan identitias pengembangan gerak yang dilakukan sesuai dengan daerahnya. Penonton melalui tata rias dan tata busana yang dikenakan akan mengetahui dari daerah mana gerak tari tradisi itu dikembangkan.

8 of 16

C. Berlatih Meragakan Gerak Tari Tradisi dengan Hitungan

1. Gerakan Loncat

a) Hitungan satu menepuk rebana ke samping kiri sambil berjalan.

b) Hitungan dua menepuk rebana ke samping kanan sambil berjalan.

c) Hitungan tiga, lima, dan tujuh gerakan sama dengan hitungan satu.

d) Hitungan empat, enam, dan delapan gerakan sama dengan hitungan dua.

e) Lakukan 4 x 8 hitungan.

9 of 16

2. Gerakan Tepuk Rebana di Atas Kepala

a) Hitungan satu menepuk rebana ke atas.

b) Hitungan dua menepuk rebana ke bawah.

c) Hitungan tiga, lima, dan tujuh gerakan sama dengan hitungan satu.

d) Hitungan empat, enam, dan delapan gerakan sama dengan hitungan dua.

e) Lakukan 4 x 8 hitungan.

10 of 16

D. Berlatih Meragakan Gerak Tari Tradisi dengan Iringan

1. Gerak Berjalan

a) Hitungan satu dan dua tangan kiri lurus ke depan dan tangan kanan lurus ke belakang jalan di tempat.

b) Hitungan tiga dan empat tangan kanan lurus ke depan dan tangan kiri lurus ke belakang jalan di tempat.

c) Hitungan lima dan enam gerakan sama dengan hitungan satu dan dua, dan hitungan tujuhdan delapan sama dengan hitungan tiga dan empat.

d) Lakukan sebanyak 2 x 8 hitungan.

11 of 16

2. Gerak Diagonal

a) Hitungan satu dan dua tangan kanan diangkat ke atas dan tangan kiri lurus ke bawah membentuk diagonal kaki kanan melangkah ke depan.

b) Hitungan tiga dan empat tangan kiri lurus ke atas dan tangan kanan ke bawah membentuk diagonal dan kaki kiri melangkah.

c) Hitungan lima dan enam gerakan sama dengan hitungan satu dan dua, dan hitungan tujuh dan delapan, sama dengan hitungan tiga dan empat.

d) Lakukan sebanyak 2 x 8 hitungan.

12 of 16

3. Gerak Lurus

a) Hitungan satu dan dua tangan kanan dan kiri lurus ke depan jalan di tempat.

b) Hitungan tiga dan empat tangan kiri lurus ke samping kiri dan tangan kanan lurus ke samping kanan.

c) Hitungan lima dan enam gerakan sama dengan hitungan satu dan dua, dan hitungan tujuh dan delapan sama dengan hitungan tiga dan empat.

d) Lakukan sebanyak 2 x 8 hitungan.

13 of 16

4. Gerak Bunga Mekar

a) Hitungan satu dan dua kedua tangan silang depan dada lutut ditekuk badan agak turun ke bawah.

b) Hitungan tiga dan empat kedua tangan lurus ke bawah dengan badan tegak.

c) Hitungan lima dan enam gerakan sama dengan hitungan satu dan dua

d) Hitungan tujuh dan delapan gerakan sama dengan hitungan tiga dan empat.

e) Lakukan 4 x 8 hitungan.

14 of 16

5. Gerak ke Atas

a) Hitungan satu tangan kiri diangkat ke atas dan tangan kanan lurus ke bawah kaki kanan melangkah ke depan. Hitungan kedua kaki merapat.

b) Hitungan tiga tangan kanan diangkat ke atas dan tangan kiri lurus ke bawah kaki kiri melangkah ke depan. Hitungan empat kaki merapat.

c) Hitungan lima dan enam gerakan sama dengan hitungan satu dan dua.

d) Hitungan tujuh dan delapan gerakan sama dengan hitungan tiga dan empat.

e) Lakukan sebanyak 2 x 8 hitungan.

15 of 16

6. Gerak Melompat

a) Hitungan satu dan dua kelompok 1 mengangkat kaki kanan, tangan kanan lurus ke kanan dan tangan kiri tekuk depan dada. Kelompok 2 mengangkat kaki kiri tangan kiri lurus ke arah kiri dan tangan tangan kanan ditekuk depan dada.

b) Hitungan tiga dan empat kelompok 1 melakukan gerakan kelompok 2 seperti pada hitungan satu dan dua atau bergantian.

c) Hitungan lima dan enam gerakan sama seperti hitungan satu dan dua.

d) Hitungan tujuh dan delapan gerakan sama seperti hitungan tiga dan empat.

e) Lakukan 4 x 8 hitungan.

16 of 16

7. Gerak Membuka dan Menutup Kipas

a) Hitungan satu dan dua kedua tangan menyilang didepan dada dengan ujung kipas menghadap ke samping, dengan posisi bersimpuh.

b) Hitungan tiga dan empat kedua tangan lurus ke samping dengan dengan posisi bersimpuh.

c) Hitungan lima dan enam gerakan sama dengan hitungan satu dan dua posisi kaki bersimpuh.

d) Tujuh dan delapan sama dengan hitungan tiga dan empat.

e) Lakukan sebanyak 2 x 8 hitungan.