1 of 23

TES DAYA EXPLOSIF�(POWER)

JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SILIWANGI

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

2 of 23

KONSEP

kemampuan otot untuk mengerahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat

(Harsono, 2018)

POWER

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

3 of 23

JENIS TES

Standing Long Jump Test

Single Leg Triple Hop Test

Vertical/Sergeant Jump Test

Two Hand Medicine Ball Put / Chest Pass Test

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Forward Overhead Medicine Ball Throw Test

Backward Overhead Medicine Ball Throw Test

Rotating Medicine Ball Throw Test

4 of 23

TUJUAN

PERLENGKAPAN

PETUGAS

untuk mengetahui daya ledak (power) otot tungkai atau kekuuatan elastis otot tungkai

Area yang rata dan halus tetapi tidak licin, Pita pengukur (meteran), Formulir tes+Pulpen

1 orang pembantu lapangan,

1 orang pencatat

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Standing Long Jump Test

5 of 23

PELAKSANAAN

Berdiri di belakang garis start/batas, dengan posisi kedua kaki dibuka selebar bahu

Saat siap, atlet menekuk lutut dan mencondongkan badan kedepan

Ayunkan kedua lengan ke belakang, lompat ke depan sejauh-jauhnya dengan kedua kaki.

Catat jarak terdekat dari garis start/batas sampai tumit atau bagian tubuh terdekat dengan start

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Lakukan tes tersebut sebanyak 3 kali

Standing Long Jump Test

6 of 23

PENILAIAN

NORMA STANDING LONG JUMP TEST

(Usia 16 – 19 tahun)

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Jenis Kelamin

Sangat Baik

Baik

Sedang

Kurang

Buruk

Laki-Laki

>2.01m

2.00-1.86m

1.85-1.76m

1.75-1.65m

<1.65m

Perempuan

>1.66m

1.65-1.56m

1.55-1.46m

1.45-1.35m

<1.35m

7 of 23

TUJUAN

PERLENGKAPAN

PETUGAS

untuk mengetahui kekuatan elastis atau daya ledak otot tungkai

Dinding, Serbuk kapur, Pita pengukur atau menggunakan papan, Formulir Tes + Pulpen

1 orang pembantu lapangan,

1 orang pencatat

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Vertical/Sergeant Jump Test

8 of 23

PELAKSANAAN

Berdiri disamping dinding, dengan jari-jari tangan sudah dibubuhi serbuk kapur

Saat siap, atlet meraih dinding setinggi-tingginya tanpa jinjit, petugas mencatatnya

Saat akan meloncat, lutut ditekuk, tangan lurus kebelakang, kemudian loncat ke atas.

Loncatan lakukan setinggi-tingginya, sampai menepuk dinding hingga berbekas serbuk kapur

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Catat hasil loncatan sampai 3 kali repetisi

Vertical/Sergeant Jump Test

9 of 23

PENILAIAN

NORMA VERTICAL/SERGEANT JUMP TEST

(Usia 16 – 19 tahun)

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Jenis Kelamin

Sangat Baik

Baik

Sedang

Kurang

Buruk

Laki-Laki

>65cm

50-65cm

40-49cm

30-39cm

<30cm

Perempuan

>58cm

47-58cm

36-46cm

26-35cm

<26cm

10 of 23

TUJUAN

PERLENGKAPAN

PETUGAS

untuk megnukur daya ledak otot tungkai pada satu kaki secara horizontal

Lantai yang rata dan tidak licin, Pita pengukur, Formulir Tes + Pulpen

1 orang pembantu lapangan,

1 orang pencatat

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Single Leg Triple Hop Test

11 of 23

PELAKSANAAN

Berdiri di belakang garis start, angkat satu kaki bebas

Saat siap, atlet melompat ke depan dengan satu kaki sebanyak 3 kali berturut-turut

Petugas mencatat jarak jari garis start sampai tumit, lakukan dengan tungkai yang lain

Pengulangan diberikan sampai 3 kali setiap tungkainya, diselingi istirahat 30 – 60 detik

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Catat hasil lompatan terjauh setiap tungkai dari 3 kali repetisi

Single Leg Triple Hop Test

12 of 23

PENILAIAN

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Menurut Fukuda (2019)

Rerata Laki-Laki > 600 cm (Baik)

Rerata Perempuan > 500 cm (Baik)

Index Perbedaan:

(Jarak Tungkai Tidak Dominan/ Jarak Tungkai Dominan) x 100

13 of 23

TUJUAN

PERLENGKAPAN

PETUGAS

untuk mengetahui daya ledak otot lengan dan bahu

Bola Medicine (3 Kg Pa, 2 Kg Pi), area yang rata, Pita Pengukur, Formulir tes & Pulpen

1 orang pembantu lapangan,

1 orang pencatat

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Two Hand Medicine Ball Put / Chest Pass Test

14 of 23

PELAKSANAAN

Atlet bisa melakukan sambil posisi berdiri, berlutut, duduk di kursi atau di lantai

Saat siap, atlet memegang boal medicine di depan dada dab posisi badan tegak

Bola didorong sekuat mungkin menggunakan tenaga lengan, tanpa bantuan anggota badan lain

Sudut lemparan membentuk ±450

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Catat hasil lemparan sampai 3 kali repetisi, dan ambil yang terjauh

Two Hand Medicine Ball Put / Chest Pass Test

15 of 23

PENILAIAN

NORMA MEDICINE CHESST PASS TEST

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Jenis Kelamin

Tinggi

Sedang

Rendah

Laki-Laki

> 440

370 – 440

< 370

Perempuan

> 300

250 – 300

< 250

16 of 23

TUJUAN

PERLENGKAPAN

PETUGAS

untuk mengetahui power tubuh bagian atas atau mengukur power total tubuh bagian atas

Bola Medicine (5 Kg, 3 Kg, 2 Kg), area yang rata, Pita Pengukur, Formulir tes & Pulpen

1 orang pembantu lapangan,

1 orang pencatat

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Forward Overhead Medicine Ball Throw Test

17 of 23

PELAKSANAAN

Atlet berdiri dibelakang garis batassambil memegang bola medicine

Saat siap, bola yang dipegang mulai diletakkan ke atas belakang kepala, tanpa lentingan badan

Melemparkan sejauh mungkin ke depan dengan sudut lemparan membentuk ±450

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Catat hasil lemparan sampai 3 kali repetisi, dan skor diambil yang terjauh

Forward Overhead Medicine Ball Throw Test

18 of 23

TUJUAN

PERLENGKAPAN

PETUGAS

untuk mengetahui power lengan atau mengukur power total tubuh bagian atas

Bola Medicine (5 Kg, 3 Kg, 2 Kg), area yang rata, Pita Pengukur, Formulir tes & Pulpen

1 orang pembantu lapangan,

1 orang pencatat

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Backward Overhead Medicine Ball Throw Test

19 of 23

PELAKSANAAN

Atlet berdiri di depan garis batas sambil memegang bola medicine di depan dada

Saat siap, atlet mengayunkan bola medicine sampai diantara lutut

Atlet membalikkan badan segera dan langsung melemparkan bola ke atas kepala sekuat mungkin

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Bola bergerak menjauh kebelakang badan

Backward Overhead Medicine Ball Throw Test

Catat hasil lemparan sampai 2 kali kesempatan, dan skor diambil yang terjauh

20 of 23

TUJUAN

PERLENGKAPAN

PETUGAS

untuk mengukur power tubuh bagian atas saat gerakan mengayun dari samping

Bola Medicine (5 Kg, 3 Kg, 2 Kg), area yang rata, Pita Pengukur, Formulir tes & Pulpen

1 orang pembantu lapangan,

1 orang pencatat

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Rotating Medicine Ball Throw Test

21 of 23

PELAKSANAAN

Atlet berdiri menyamping di belakang garis batas sambil memegang bola medicine

Saat siap, atlet mengayunkan bola medicine ke samping dengan memutar pinggul

Posisi bola saat di Tarik tidak boleh lebih rendah dari lutut

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

Sudut lemparan ±450

Rotating Medicine Ball Throw Test

Catat hasil lemparan sampai 2 kali kesempatan setiap arah, dan skor diambil yang terjauh

22 of 23

Jenis Kelamin

Posisi

Tinggi

Sedang

Rendah

Dewasa

Laki-Laki

Forehand

> 1200

750 – 1200

< 750

Backhand

> 1150

700 – 1150

< 700

Perempuan

Forehand

> 920

600 – 920

< 600

Backhand

> 900

550 – 900

< 550

Junior (10 – 16 tahun)

Laki-Laki

Forehand

> 1300

850 – 1300

< 850

Backhand

> 1300

800 – 1300

< 800

Perempuan

Forehand

> 1000

600 – 1000

< 600

Backhand

> 950

550 – 950

< 550

NORMA PEMAIN TENNIIS

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA

23 of 23

TERIMAKASIH

SEMOGA BERMANFAAT

TES, PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM OLAHRAGA