1 of 23

Menelusuri Peradaban Awal Manusia di Indonesia

Asal Usul Nenek Monyang Bangsa Indonesia

2 of 23

Proses Perkembangan Bumi

Arkaekum

      • 2,5 milyar tahun yang lalu

Paleozoikum

      • 500-245 juta tahun yang lalu

Mesozoikum

      • 245-65 juta tahun yang lalu

Neozoikum

      • 60 juta tahun yang lalu

3 of 23

ZAMAN ARKEOKUM

Zaman tertua, diperkirakan terjadi 545–4.500 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini, bumi masih berbentuk bola pijar panas, belum stabil, dan tidak memungkinkan adanya kehidupan

4 of 23

ZAMAN PALEOZOIKUM

periode geologis yang berlangsung sekitar 541 juta hingga 251,9 juta tahun yang lalu. Zaman ini juga dikenal sebagai zaman primer atau zaman kehidupan tua. Nama Paleozoikum berasal dari bahasa Yunani, palaios, yang berarti tua dan zoe yang berarti hidup. 

Berikut adalah beberapa ciri-ciri zaman Paleozoikum: 

  • Bumi masih belum stabil 
  • Terjadi ledakan keanekaragaman hayati di awal Kambrium 
  • Berbagai kelompok hewan laut dan tanaman darat berkembang di Ordovisium dan Silur 
  • Amfibi, reptil, dan kelompok organisme lainnya mengalami evolusi dan diversifikasi di periode Devon, Karbon, dan Perm 
  • Akhir zaman Paleozoikum ditandai oleh Kepunahan Permian, kepunahan massal terbesar dalam sejarah Bumi 

Beberapa peninggalan dari zaman Paleozoikum adalah:

  • Fosil hewan laut, hewan arthropoda, dan reptil
  • Sabuk pegunungan Appalachian di bagian timur Amerika Utara
  • Pegunungan Hercynian di Inggris

5 of 23

ZAMAN MESOZOIKUM

Zaman Mesozoikum adalah zaman purba pertengahan yang berlangsung sekitar 252,2 juta hingga 66 juta tahun yang lalu. Zaman ini juga dikenal sebagai zaman reptil, zaman sekunder, atau zaman hidup pertengahan. 

Ciri-ciri zaman Mesozoikum, antara lain: 

  • Iklimnya hangat dan kering 
  • Bumi didominasi oleh reptil besar seperti dinosaurus dan Atlantosaurus 
  • Munculnya hewan mamalia, burung purba, dan tumbuhan berbunga 
  • Perpecahan bertahap superbenua Pangaea ke daratan terpisah 
  • Benua pangea bergerak ke utara dan membentuk gurun 

Zaman Mesozoikum dimulai setelah berakhirnya Era Paleozoikum dan berakhir pada awal Era Kenozoikum. Nama Mesozoikum berasal dari istilah Yunani mesozoic yang berarti "kehidupan tengah"

6 of 23

ZAMAN NEOZOIKUM

    • TERSIER

Berlangsung sekitar 60 juta tahun. Ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyususi seperti jenis primata, seperti kera.

    • KUARTER

Dibagi menjadi 2 zaman

    • Plestosen ditandai dengan adanya manusia purba.
    • Holosen ditandai dengan adanya manusia jenis Homo Sapiens yang memiliki ciri-ciri seperti manusia zaman sekarang

Zaman Neozoikum adalah era dalam sejarah bumi yang berlangsung sekitar 60 juta tahun yang lalu hingga saat ini. Kata Neozoikum berasal dari bahasa Yunani, yaitu kainos yang berarti baru dan zoe yang berarti kehidupan. 

Zaman Neozoikum merupakan era yang penuh dengan dinamika dan evolusi, ditandai dengan:

  • Kepunahan dinosaurus dan reptil raksasa
  • Kemunculan mamalia sebagai penguasa baru bumi
  • Perkembangan pesat mamalia dan munculnya keragaman spesies
  • Munculnya primata, termasuk manusia
  • Perkiraan munculnya manusia purba
  • Kondisi bumi yang sudah mulai stabil dan terbentuk untuk dijadikan tempat

tinggal 

Zaman Neozoikum dibagi menjadi dua periode, yaitu:

7 of 23

Teori evolusi darwin

Charles Robert Darwin

(12 Februari 1809 - 19 April 1882)

EVOLUSI

SELEKSI ALAM

8 of 23

9 of 23

Teori Evolusi Manusia Purba

Teori evolusi manusia purba adalah teori yang menyatakan bahwa manusia berevolusi dari nenek moyang yang mirip kera melalui proses perubahan bertahap yang berlangsung selama jutaan tahun. Bukti ilmiah yang mendukung teori ini didasarkan pada ciri-ciri fisik dan perilaku manusia. 

Beberapa ciri manusia purba yang berkembang selama proses evolusi, antara lain:

Kemampuan berjalan dengan dua kaki

Otak yang besar dan kompleks

Kemampuan untuk membuat dan menggunakan alat

Kemampuan bahasa

Ekspresi simbolis yang rumit, seperti seni dan keanekaragaman budaya 

Teori evolusi manusia purba diajukan oleh Charles Darwin dan didasarkan pada seleksi alam dan perubahan genetik yang terjadi dari generasi ke generasi

10 of 23

Australophitecus

Pithecanthropus

Homo

homo-neanderthalensis

Homo-Sapiens

    • Tahapan pertama jenis Australophitecus.
    • Tahapan kedua jenis Pithecanthropus.
    • Pithecanthropus punah, berevolusi menjadi jenis Homo.
    • Homo diketahui telah berevolusi menjadi dua tahapan yaitu Homo neanderthalensis dan Homo Sapiens

11 of 23

Jenis Manusia Purba di Indonesia

Meganthropus

Pithecantropus

Homo

ARTINYA MANUSIA

manusia kera yang berjalan tegak

manusia raksasa

12 of 23

Meganthropus

Ciri

    • Memiliki tulang rahang yang kuat
    • Tidak punya dagu
    • Memiliki otot kunyah yang kuat
    • Tulang pipi tebal
    • Tulang kening menonjol
    • Memiliki tonjolan di kepala belakang
    • Memakan jenis tumbuhan

13 of 23

Pithecantropus

Ciri

    • Badan tegap, tetapi tidak seperti Meganthropus;
    • Tinggi badan antara 165 cm – 180 cm;
    • Tulang rahang dan geraham kuat serta bagian kening menonjol;
    • Wajah tidak mempunyai dagu;
    • Volume otak belum ssempurna, yaitu 750-1.300 cc;
    • Tulang atap tengkorak tebal dan berbentuk lonjong;
    • Alat pengunyah dan otot tengkorak mengecil;
    • Hidup diperkirakan 1 – 25 juta tahun yang lalu;

14 of 23

Homo

Ciri

    • Badan yang pendek
    • Leher yang memanjang dan lengan yang panjang
    • Volume otak sekitar 1350 cc
    • Tinggi tubuh 130-210 cm
    • Otak lebih berkembang dari pada Meganthropus dan pithecanthropus.
    • Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut.
    • Tonjolang kening sudah berkurang dan sudah berdagu.
    • Mempunyai ciri-ciri ras Mongoloid dan Austramelanosoid.

15 of 23

Asal Usul dan Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Proto Melayu

Deutero Melayu

Papua Melanesoid

16 of 23

Proto Melayu

    • Membawa peradaban batu
    • Rambut lurus
    • Kulit kecoklatan
    • Bermata sipit
    • Bertempat tinggal dipantai Sumatera Utara, Kalimantan Barat dan Sulawesi Barat
    • Percampuran ras Proto Melayu dan penduduk asli menghasilkan suku Batak, Dayak. Toraja, Alas dan Gayo

17 of 23

Deutro Melayu

    • Membawa peradaban Dongson
    • Peradaban Deutro Melayu dapat dijumpai di Malaka, Sumatera, Kalimantan, Filipina, Sulawesi, Jawa dan Nusa Tenggara Timur
    • Ras Deutro Melayu sulit dibedakan dengan Proto Melayu akibat percampuran ras
    • Ras Deutro Melayu meliputi seluruh penduduk Indonesia kecuali orang Papua (Melanesoid)

18 of 23

ARCA PERUNGGU

NEKARA PERUNGGU

PERHIASAN PERUNGGU

BEJANA PERUNGGU

KAPAK CORONG PERUNGGU

HASIL KEBUDAYAAN DONGSON DI INDONESIA

19 of 23

Melanesoid

    • Tersebar di lautan pasifik, Papua Barat, Ambon, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur
    • Kedatangan Melanesoid di Nusantara yaitu pada 70.000 SM

Ras Melanesoid merupakan ras yang tersebar di wilayah timur Indonesia dan termasuk ke dalam sub-ras dari ras Negroid. Sebab, pada umumnya pengelompokan ras hanya 3 yang diketahui, yaitu ras Mongoloid, Negroid, dan Kaukasoid.�Ras Melanesoid berasal dari Yunani "melano" artinya hitam dan imbuhan "soid" artinya penampilan. Disimpulkan bahwa, ras melanesoid adalah kelompok atau golongan manusia yang berpenampilan hitam

20 of 23

TEORI ASAL USUL NENEK MONYANG BANGSA INDONESIA

Ada beberapa teori yang menjelaskan asal usul nenek moyang bangsa Indonesia, di antaranya: 

  • Teori Nusantara

Teori ini menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Indonesia sendiri. Teori ini didukung oleh beberapa ahli, seperti Muhammad Yamin

Teori Yunan

Teori ini menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari wilayah Yunan di Tiongkok. Teori ini menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia meninggalkan Yunan karena bencana alam dan serangan suku bangsa lain. 

  • Teori Out of Africa

Teori ini menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Afrika. Teori ini didasarkan pada penelitian DNA mitokondria gen perempuan dan laki-laki. 

  • Teori Out of Taiwan

Teori ini menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari kepulauan Famosa atau wilayah Taiwan. Teori ini didukung oleh Harry Truman Simanjuntak.

21 of 23

MANUSIA PURBA INDONESIA

Berikut beberapa jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia: 

  • Meganthropus Paleojavanicus: Manusia purba tertua di Indonesia yang ditemukan di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah pada tahun 1936-1941. 
  • Pithecanthropus Mojokertensis: Ditemukan di Perning, Mojokerto, Jawa Timur pada tahun 1936. 
  • Pithecanthropus Erectus: Ditemukan di Desa Trinil, Jawa Tengah pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois. 
  • Pithecanthropus Soloensis: Ditemukan di Desa Ngandong, Jawa Tengah oleh GHR von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth. 
  • Homo Wajakensis: Ditemukan di Desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur pada tahun 1889 oleh Van Rietschoten. 
  • Homo Floresiensis: Ditemukan di Gua Liang Bua Flore oleh Peter Brown dan Mike J Morwood pada September 2003. 

Penelitian manusia purba di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19. Fosil manusia purba di Indonesia banyak ditemukan di Pulau Jawa, terutama di Sangiran, Jawa Tengah. Sekitar 60 persen fosil manusia purba dunia ditemukan di Indonesia. 

22 of 23

Berikut ini delapan jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia, yaitu:

Pithecanthropus Erectus.

Pithecanthropus Mojokertensis.

Pithecanthropus Soloensis.

Meganthropus Paleojavanicus.

Homo Soloensis.

Homo Wajakensis.

Homo Floresiensis.

Homo Sapiens.

23 of 23