Menelusuri Peradaban Awal Manusia di Indonesia
Asal Usul Nenek Monyang Bangsa Indonesia
Proses Perkembangan Bumi
Arkaekum
Paleozoikum
Mesozoikum
Neozoikum
ZAMAN ARKEOKUM
Zaman tertua, diperkirakan terjadi 545–4.500 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini, bumi masih berbentuk bola pijar panas, belum stabil, dan tidak memungkinkan adanya kehidupan
ZAMAN PALEOZOIKUM
periode geologis yang berlangsung sekitar 541 juta hingga 251,9 juta tahun yang lalu. Zaman ini juga dikenal sebagai zaman primer atau zaman kehidupan tua. Nama Paleozoikum berasal dari bahasa Yunani, palaios, yang berarti tua dan zoe yang berarti hidup.
Berikut adalah beberapa ciri-ciri zaman Paleozoikum:
Beberapa peninggalan dari zaman Paleozoikum adalah:
ZAMAN MESOZOIKUM
Zaman Mesozoikum adalah zaman purba pertengahan yang berlangsung sekitar 252,2 juta hingga 66 juta tahun yang lalu. Zaman ini juga dikenal sebagai zaman reptil, zaman sekunder, atau zaman hidup pertengahan.
Ciri-ciri zaman Mesozoikum, antara lain:
Zaman Mesozoikum dimulai setelah berakhirnya Era Paleozoikum dan berakhir pada awal Era Kenozoikum. Nama Mesozoikum berasal dari istilah Yunani mesozoic yang berarti "kehidupan tengah"
ZAMAN NEOZOIKUM
Berlangsung sekitar 60 juta tahun. Ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyususi seperti jenis primata, seperti kera.
Dibagi menjadi 2 zaman
Zaman Neozoikum adalah era dalam sejarah bumi yang berlangsung sekitar 60 juta tahun yang lalu hingga saat ini. Kata Neozoikum berasal dari bahasa Yunani, yaitu kainos yang berarti baru dan zoe yang berarti kehidupan.
Zaman Neozoikum merupakan era yang penuh dengan dinamika dan evolusi, ditandai dengan:
tinggal
Zaman Neozoikum dibagi menjadi dua periode, yaitu:
Teori evolusi darwin
Charles Robert Darwin
(12 Februari 1809 - 19 April 1882)
EVOLUSI
SELEKSI ALAM
Teori Evolusi Manusia Purba
Teori evolusi manusia purba adalah teori yang menyatakan bahwa manusia berevolusi dari nenek moyang yang mirip kera melalui proses perubahan bertahap yang berlangsung selama jutaan tahun. Bukti ilmiah yang mendukung teori ini didasarkan pada ciri-ciri fisik dan perilaku manusia.
Beberapa ciri manusia purba yang berkembang selama proses evolusi, antara lain:
Kemampuan berjalan dengan dua kaki
Otak yang besar dan kompleks
Kemampuan untuk membuat dan menggunakan alat
Kemampuan bahasa
Ekspresi simbolis yang rumit, seperti seni dan keanekaragaman budaya
Teori evolusi manusia purba diajukan oleh Charles Darwin dan didasarkan pada seleksi alam dan perubahan genetik yang terjadi dari generasi ke generasi.
Australophitecus
Pithecanthropus
Homo
homo-neanderthalensis
Homo-Sapiens
Jenis Manusia Purba di Indonesia
Meganthropus
Pithecantropus
Homo
ARTINYA MANUSIA
manusia kera yang berjalan tegak
manusia raksasa
Meganthropus
Ciri
Pithecantropus
Ciri
Homo
Ciri
Asal Usul dan Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Proto Melayu
Deutero Melayu
Papua Melanesoid
Proto Melayu
Deutro Melayu
ARCA PERUNGGU
NEKARA PERUNGGU
PERHIASAN PERUNGGU
BEJANA PERUNGGU
KAPAK CORONG PERUNGGU
HASIL KEBUDAYAAN DONGSON DI INDONESIA
Melanesoid
Ras Melanesoid merupakan ras yang tersebar di wilayah timur Indonesia dan termasuk ke dalam sub-ras dari ras Negroid. Sebab, pada umumnya pengelompokan ras hanya 3 yang diketahui, yaitu ras Mongoloid, Negroid, dan Kaukasoid.�Ras Melanesoid berasal dari Yunani "melano" artinya hitam dan imbuhan "soid" artinya penampilan. Disimpulkan bahwa, ras melanesoid adalah kelompok atau golongan manusia yang berpenampilan hitam�
TEORI ASAL USUL NENEK MONYANG BANGSA INDONESIA
Ada beberapa teori yang menjelaskan asal usul nenek moyang bangsa Indonesia, di antaranya:
Teori ini menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Indonesia sendiri. Teori ini didukung oleh beberapa ahli, seperti Muhammad Yamin
Teori Yunan
Teori ini menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari wilayah Yunan di Tiongkok. Teori ini menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia meninggalkan Yunan karena bencana alam dan serangan suku bangsa lain.
Teori ini menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Afrika. Teori ini didasarkan pada penelitian DNA mitokondria gen perempuan dan laki-laki.
Teori ini menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari kepulauan Famosa atau wilayah Taiwan. Teori ini didukung oleh Harry Truman Simanjuntak.
MANUSIA PURBA INDONESIA
Berikut beberapa jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia:
Penelitian manusia purba di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19. Fosil manusia purba di Indonesia banyak ditemukan di Pulau Jawa, terutama di Sangiran, Jawa Tengah. Sekitar 60 persen fosil manusia purba dunia ditemukan di Indonesia.
Berikut ini delapan jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia, yaitu:
Pithecanthropus Erectus.
Pithecanthropus Mojokertensis.
Pithecanthropus Soloensis.
Meganthropus Paleojavanicus.
Homo Soloensis.
Homo Wajakensis.
Homo Floresiensis.
Homo Sapiens.