1 of 58

Disajikan oleh:

Zainul Arief

PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN

BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SURABAYA

2 of 58

Deskripsi

Mata diklat ini membekali peserta pelatihan tentang kewirausahaan dalam hal konsep/ karakteristik kewirausahaan dan mengidentifikasi potensi kewirausahaan sekolah; Kemitraan sekolah dengan Dunia Usaha/Dunia Industri(DU/DI), sekolah lain atau dengan lembaga/organisasi lain.

3 of 58

Tujuan Pembelajaran

1. menjelaskan konsep kewirausahaan;

2. menganalisis potensi kewirausahaan di madrasah;

3. menyusun rencana pengembangan program kewirausahaan di madrasah ;

4. menjelaskan konsep kemitraan madrasah ;

5. menganalisis prinsip-prinsip kemitraan ;

6. menyusun rencana kerjasama /mou kemitraan

4 of 58

Apa saja kompetensi Kepala Madrasah itu?

5 of 58

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

5

1. Menanam dan menumbuhkan karakter kewirausahaan di sekolah/madrasah,

2. Menganalisis potensi sekolah/madrasah yang dapat dikembangkan dalam kewirausahaan

3. Mengembangkan proyek kewirausahaan melalui kemitraan sekolah/madrasah dengan sekolah/madrasah lain atau dengan lembaga/organisasi lain

6 of 58

Tujuan Pengembangan Kewirausahaan di Madrasah

  1. Mendorong budaya kompetitif, kreatif, inovatif dan kemauan mengambil risiko
  2. Mengembangkan kemampuan warga madrasah dalam menangkap peluang bagi implementasi program
  3. Menumbuhkan sensivitas warga madrasah dalam memanfaatkan sumber daya untuk mendapatkan keuntungan finansial
  4. Mengembangkan unit kegiatan kewirausahaan yang efektif, efisien & bermanfaat bagi kemajuan madrasah yang sekaligus memberikan pengalaman belajar kepada siswa.

7 of 58

URGENSI MATERI BAGI PESERTA

Materi kewirausahaan (sekolah/madrasah)�berbasis kreativitas & inovasi ini berguna untuk mempersiapkan “madrasah mandiri”.�Setelah pelatihan: �Implementasi kebijakan atau keputusan Kepala Madrasah dapat dikembangkan secara kreatif & inovatif untuk mendukung penanaman jiwa kewirausahaan bagi semua warga madrasah

8 of 58

Kompetensi Dasar Kewirausahaan�Kepala Madrasah

  • Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan madrasah (berpikir kreatif & bertindak inovatif)
  • Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif
  • Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan TUPOKSI sebagai pemimpin satuan pendidikan
  • Pantang menyerah & selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi madrasah
  • Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa madrasah sebagai sumber belajar siswa

9 of 58

Singkatan KEWIRAUSAHAAN

  • K - reatif
  • E - nerjik
  • W - awasan luas
  • I - novatif
  • R - encana bisnis
  • A - gresif
  • U - let
  • S - upel
  • A - ntusias
  • H - emat
  • A - sa
  • A - mbisi
  • N - egosiasi

10 of 58

TARGET KOMPETENSI

Setelah menyelesaikan pembelajaran ini, peserta diklat diharapkan dapat menganalisis, menumbuhkan dan mengembangkan karakteristik kewirausahaan di sekolah/madrasah sesuai standar kompetensi kepala sekolah/madrasah yang tertuang dalam Permendiknas No 13 Tahun 2007, serta mampu membangun kemitraan usaha sekolah/madrasah dengan para pemangku kepentingan terkait

11 of 58

Dimensi Kompetensi Kewirausahaan Berdasarkan Permendiknas No. 13 Tahun 2007

12 of 58

Fungsi Kreativitas, Inovasi dan Jiwa Kewirausahaan �di Madrasah

  • Dengan terobosan kreatif kepala madrasah dapat mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki untuk merubah tantangan menjadi peluang untuk memajukan madrasah.
  • Kepala Madrasah yang berjiwa entrepreneur akan dapat mendorong perubahan yang inovatif terhadap dinamika kegiatan sekolah sehingga sekolah tersebut dapat maju berkembang , mandiri, dan bermutu.
  • Pengembangan kewirausahaan bagi tenaga pendidik adalah sangat penting agar mampu menanamkan ciri-ciri dan jiwa kewirausahaan pada peserta didik (sebagai bekal life skill), sehingga dapat melahirkan calon-calon wirausahawan yang handal tangguh dan mandiri

13 of 58

14 of 58

14

1. Konsep Kewirausahaan

2. Kewirausahaan dalam hal mengidentifikasi potensi sekolah/madrasah

3. Kemitraan sekolah dengan sekolah/madrasah lain dan

lembaga/organisasi lain

RUANG LINGKUP

15 of 58

PENDAHULUAN

(15’)

  • Latar belakang
  • Kompetensi yang diharapkan
  • Ruang lingkup materi
  • Langkah pembelajaran

KP 1. Konsep Kewirausahaan (45’)

KP 1. Potensi Madrasah (90’)

KP 2. Kemitraan madrasah (105’)

Penutup (15’)

  • Refleksi (10’)
  • Tindak Lanjut (5’)
  • Brainstorming (15’)
  • Diskusi studi kasus dan presentasi (75’)
  • Simpulan/Konfirmasi (15’)

  • Mengamati Tokoh Wirausaha (10’)
  • Menyaksikan film Inspirasi Ruang Guru .com (15’)
  • Diskusi dan Konfirmasi (20’)
  • Brainstorming (15’)
  • Diskusi studi kasus dan presentasi (60’)
  • Simpulan/Konfirmasi (15’)

PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN

16 of 58

  • KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

A. KONSEP KEWIRAUSAHAAN

17 of 58

  1. Menjelaskan Konsep Kewirausahaan
  2. Menganalisis Potensi Sekolah/ Madrasah Yang Dapat Dikembangkan Dalam Kewirausahaan

Indikator Pencapaian Tujuan

18 of 58

KONSEP KEWIRAUSAHAAN

  • Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatif untuk mewujudkan nilai tambah (Overton, 2002).
  • Kreatif berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya.
  • Inovatif berarti memperbaiki/memodifikasi/ mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Nilai tambah berarti memiliki nilai lebih dari sebelumnya.

19 of 58

Agar Kepala Sekolah/Madrasah memiliki jiwa inovatif, kerja keras, memiliki motivasi kuat, pantang menyerah, dan kreatif dalam mencari solusi terbaik, sehingga mampu mengembangkan dan meningkatkan mutu pengelolaan pendidikan di sekolah/madrasah.

TUJUAN PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN

20 of 58

Video Anak Muda Kreatif, mencipta Aplikasi ruang guru.com

21 of 58

TUGAS

Identifikasi Nilai-nilai Kewirausahaan

Nilai-nilai karaktek apa saja yang ada pada kedua anak muda pada Video” Kisah Inspiratif Ruang Guru.com”. Klik https://www.youtube.com/watch?v=6Ym4XpQ82iQ

22 of 58

NILAI KARAKTER YANG DITANAMKAN

  • Religiusitas, pada sub nilai percaya diri dan persahabatan
  • Kemandirian, pada sub nilai kerja keras, tidak mudah menyerah, kreatif dan inovatif
  • Integritas, pada sub nilai jujur dan komitmen

22

23 of 58

Contoh�Kepala Sekolah Entrepreneur

Sekolah di desa dengan prestasi nasional & dunia

24 of 58

  1. Evaluasi diri tentang tingkat kepemilikan jiwa kewirausahaan
  2. Melalui “belajar”.
  3. Melalui membaca, magang, kursus, dialog/belajar dengan wirausahawan sukses, pengamatan langsung di lapangan, dan mencoba berusaha
  4. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala sekolah/madrasah,
  5. Memiliki naluri kewirausahaan sebagai sumber belajar siswa,
  6. Menjadi teladan bagi guru dan siswa di sekolah/madrasahnya, khususnya mengenai kompetensi kewirausahaan

CARA MENGEMBANGKAN

JIWA KEWIRAUSAHAAN

25 of 58

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

KEWIRAUSAHAAN DALAM HAL MENGIDENTIFIKASI POTENSI SEKOLAH:

IDENTIFIKASI POTENSI SEKOLAH/MADRASAH

Indikator Pencapaian Tujuan

  1. Menganalisis Potensi Sekolah/ Madrasah Yang Dapat Dikembangkan Dalam Kewirausahaan

26 of 58

CURAH PENDAPAT

Jelaskan potensi apa saja yang bisa dikembangkan di Madrasah Saudara!

27 of 58

TUGAS KELOMPOK (PEMBELAJARAN 2)

PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BERDASARKAN POTENSI SEKOLAH/ MADRASAH

28 of 58

Potensi sekolah/madrasah adalah kemampuan sekolah/ madrasah yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi lebih baik dengan menerapkan jiwa kewirausahaan antara lain bekerja keras, inovatif, kreatif, pantang menyerah dan dapat membaca peluang.

Salah satu upaya agar dapat mengidentifikasi potensi sekolah/madrasah, kepala sekolah/madrasah harus mampu mengenali kultur sekolah/madrasah.

PENGERTIAN POTENSI SEKOLAH/MADRASAH

29 of 58

POTENSI SEKOLAH/MADRASAH YANG� DAPAT DIKEMBANGKAN

Potensi sekolah/madrasah dikembangkan dalam upaya meningkatkan pelayanan sekolah/madrasah. Adapun lingkup potensi sekolah/madrasah yang dapat dikembangkan yaitu:

    • Pendidik dan Tenaga Kependidikan
    • Peserta Didik
    • Orang Tua/Wali Siswa dan Masyarakat
    • Sarana dan Prasarana
    • Pendanaan/Sumber Dana

30 of 58

TUGAS KELOMPOK (PEMBELAJARAN 2)�PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BERDASARKAN POTENSI SEKOLAH/ MADRASAH

Studi Kasus:

Madrasah X mempunyai jumlah guru dengan kualifikasi S2 linier 5 orang, S3 linier 1 orang, D3 sebanyak 3 orang. Terdapat beberapa guru berusia 58 tahun yang kinerjanya rendah. Hasil rata rata ujian siswa selama tiga tahun terakhir menurun. Jumlah rombel 18 kelas dengan jumlah siswa 582 siswa.

Sebenarnya banyak siswa yang berpotensi, namun tiga tahun terakhir tidak pernah menjuarai lomba tingkat Kabupaten, baik bidang akademik maupun non akademik. Status sosial orang tua siswa adalah ekonomi menengah ke atas namun jarang terlibat dalam kegiatan Madrasah.

31 of 58

Dari studi kasus tersebut:

  1. Lakukan identifikasi potensi sekolah/madrasah
  2. Dari hasil identifikasi yang sudah Saudara lakukan, dengan jiwa kewirausahaan Saudara, rencana pengembangan apa saja yang dapat dilakukan pada setiap komponen !
  3. Tuliskan hasilnya pada LK 1

32 of 58

No.

Potensi Sekolah

Komponen

Hasil Identifikasi

Pengembangan

1

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

LK 1

33 of 58

Tugas 2 (Analisis SWOT - Pengembangan Kewirausahaan Berdasarkan Potensi Sekolah/madrasah):

  • Setelah Saudara melakukan identifikasi potensi sekolah/madrasah berdasarkan studi kasus, selanjutnya buatlah suatu rancangan pengembangan kegiatan di sekolah/madrasah berdasarkan kondisi di studi kasus menggunakan format SWOT analisis yang disediakan.
  • Kerjakan dengan menggunakan LK 2 (Analisis SWOT)

34 of 58

ANALISIS SWOT

35 of 58

Setelah Saudara melakukan identifikasi potensi sekolah berdasarkan studi kasus, selanjutnya buatlah suatu rancangan pengembangan kegiatan di madrasah Saudara berdasarkan kondisi di sekolah/madrasah menggunakan LK 3 yang disediakan.

36 of 58

LK 3 (PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BERDASARKAN POTENSI MADRASAH)

No

Potensi Madrasah

Kondisi Madrasah

Jenis Kegiatan

Indikator Keberhasilan

Sasaran

Target

Waktu pencapaian target

Sumber Daya

37 of 58

RANGKUMAN

  1. Kepala sekolah/madrasah dipersyaratkan memiliki kompetensi kepemimpinan kewirausahaan, yang bercirikan inovatif, kreatif, bekerja keras, pantang menyerah, memiliki motivasi berprestasi tinggi, proaktif serta berani mengambil risiko dan memiliki kreativitas untuk selalu mencari solusi terbaik dalam pengelolaan sekolah/madrasah.

38 of 58

LANJUTAN, …

  1. Kepala sekolah/madrasah yang bermental wirausaha memiliki kemampuan mengembangkan potensi sekolah/madrasah dengan sumber daya yang terbatas melalui cara-cara yang tidak biasa dan mampu menjalin kemitraan dengan lembaga lain.
  2. Kepala sekolah/madrasah akan selalu mengembangkan kreativitas dan menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah.

39 of 58

KEMITRAAN SEKOLAH/MARASAH

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3

40 of 58

Mengembangkan proyek kewirausahaan melalui kemitraan sekolah/madrasah dengan madrasah lain atau dengan lembaga/organisasi lain

Tujuan Pembelajaran

41 of 58

  1. Menjelaskan konsep kemitraan sekolah/madrasah
  2. Menerapkan prosedur pelaksanaan kemitraan sekolah/madrasah

Indikator Pencapaian Tujuan

42 of 58

KONSEP KEMITRAAN SEKOLAH/MADRASAH

Kemitraan antara sekolah/madrasah, keluarga dan masyarakat, merupakan perilaku hubungan yang bersifat erat antara dua pihak atau lebih dimana masing-masing pihak saling membantu untuk mencapai tujuan bersama.

43 of 58

TUJUAN KEMITRAAN SEKOLAH/MADRASAH

  1. Mendapatkan informasi terkini
  2. Memperoleh bantuan peralatan, tenaga ahli, dan tenaga sukarela
  3. Mendapat kesempatan berbagi pengalaman
  4. Melaksanakan proyek bersama
  5. Mendapatkan beasiswa
  6. Meningkatkan kreativitas

44 of 58

PRINSIP KEMITRAAN SEKOLAH/MADRASAH

  1. Tidak bertentangan dengan peraturan perundangan, sesuai dengan regulasi yang diberlakukan
  2. Partisipasi, memiliki kesempatan yang sama untuk menyatakan pendapat, dan dalam mengambil memutuskan
  3. Percaya, saling mempercayai dan dapat dipercaya untuk membina kerjasama
  4. Akseptasi, saling menerima dengan apa adanya dalam kesetaraan, masing-masing memiliki fungsinya sendiri-sendiri;
  5. Komunikasi, masing-masing pihak harus mau dan mampu mengkomunikasikan dirinya serta rencana kerjanya sehingga dapat dikoordinasikan dan disinergikan
  6. Partnership, berdasarkan kesepakatan, tidak merendahkan satu dengan yang lain, tetapi sama-masa bersinergi untuk meningkatkan mutu sekolah/madrasah

45 of 58

BENTUK KEMITRAAN SEKOLAH/MADRASAH

  1. Kemitraan formal
  2. Kemitraan informal
  3. Kemitraan formal dan Informal
  4. Kemitraan formal bilateral atau multi lateral

46 of 58

TAHAPAN PROSEDUR PELAKSANAAN �KEMITRAAN SEKOLAH/MADRASAH

    • Proses analisis kebutuhan
    • Analisis partnership
    • Perencanaan
    • Presentasi

Tahap 1

    • Proses persetujuan
    • Perundingan
    • Penandatanganan MoU

Tahap 2

    • Proses pelaksanaan kerjasama
    • Pelaporan
    • Monitoring dan evaluasi

Tahap 3

47 of 58

TUGAS LK 4 Kemitraan

  • Amati tayangan video tentang pelaksanaan program kemitraan di suatu sekolah berikut ini.

  • Berdasarkan hasil pengamatan Saudara tuliskan pada lembar kerja dengan menggunakan format yang terdapat pada LK-03 di bawah ini.

48 of 58

Amati Video Kemitraan

49 of 58

KEMITRAAN MELALUI KEGIATAAN TEACHING FACTORY

50 of 58

LK-4 TAHAPAN PROSES PELAKSANAAN KEMITRAAN DI MADRASAH

Nama Madrasah : ……………………………..

Nama Kepala Madrasah : ……………………………..

Bentuk Kerjasama : ……………………………..

Bidang Kerjasama : ……………………………..

 

Tahap

 

Kegiatan

Hasil Pengamatan Video

Deskripsi Hasil Pengamatan Video

Alternatif Solusi

Ada

Tidak

I

Proses analisis kebutuhan

 

 

 

 

Analisis partnership

 

 

 

 

Perencanaan

 

 

 

 

Presentasi

 

 

 

 

II

Proses Persetujuan

 

 

 

 

Perundingan

 

 

 

 

Penandatanganan MoU

 

 

 

 

III

Proses Pelaksanaan kerjasama

 

 

 

 

Pelaporan

 

 

 

 

Monitoring dan evaluasi

 

 

 

 

51 of 58

TUGAS LK 5 KEMITRAAN

Penyusunan Naskah Kerjasama Sekolah/Madrasah dengan Sekolah/Lembaga Lain

  • Beberapa Program Kemitraan sekolah/madrasah seperti: menerima siswa belajar di lingkungan masyarakat, meminjamkan alat praktik sekolah, menyediakan sarana belajar sekolah/madrasah, bersedia menjadi donatur untuk pengembangan sekolah/madrasah, mengajukan usul untuk perbaikan pendidikan, menjadi partner dalam mengembangkan sekolah, kontribusi masyarakat, partisipasi masyarakat dalam pembelajaran, upaya pemberdayaan masyarakat, dan sebagainya.

52 of 58

�Pilihlah satu program, kemudian buatlah draf naskah kerjasama (MoU) program kemitraan madrasah yang meliputi komponen-komponen sebagai berikut:�

No.

Komponen

No.

Komponen

1

Identitas kerjasama

7

Pasal-pasal perjanjian kerjasama

2

Program kerjasama

8

Tanggung jawab dan kewajiban

3

Latar belakang kerjasama

9

Prosedur kerjasama

4

Maksud dan tujuan kerja sama

10

Prosedur penyelesaian masalah

5

Tempat dan waktu kerja sama

11

Ketentuan lain

6

Lingkup kerjasama

12

Tanda tangan kedua belah pihak

53 of 58

RANGKUMAN

  1. Kemitraan adalah hubungan kooperatif antara orang atau kelompok orang yang sepakat untuk berbagi tanggung jawab untuk mencapai tujuan tertentu yang sudah ditetapkan.
  2. Prinsip dari kemitraan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah/madrasah, yaitu tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, partisipasi, percaya, akseptasi, komunikasi, partnership berdasarkan kesepakatan.

54 of 58

RANGKUMAN

  1. Prosedur pelaksanaan kemitraan antar lembaga secara umum dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:
    • Tahap 1 : pada tahap ini dibagi menjadi 4 tahap yaitu proses analisis kebutuhan, analisis partnership, perencanaan, dan presentasi.
    • Tahap 2 : tahap ini terdiri dari 3 bagian yaitu proses persetujuan, perundingan, dan penandatanganan MoU.
    • Tahap 3 : tahap ini terdiri dari 3 bagian yaitu proses pelaksanaan kerjasama, pelaporan, monitoring dan evaluasi

55 of 58

PENGUATAN

Untuk lebih memperdalam pemahaman Saudara terkait materi pengembangan kewirausahaan, Saudara dapat mencermati bahan bacaan yang disertakan sebagai bahan pengayaan meliputi:

  1. Pengembangan Model Pembelajaran Kewirausahaan, Bahan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Rayon 11 (DIY dan Jawa Tengah) Sekolah Menengah Atas (SMA/MA dan SMK/MAK).

56 of 58

PENGUATAN

  1. Buku Panduan Guru Kewirausahaan Sosial Berbasis Sekolah, Britishcouncil.
  2. Pengembangan Pendidikan Kewirausahaan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kepala Pusat Kurikulum.
  3. Model Pengembangan Kewirausahaan (Enterpreneurship) Di Sekolah Melalui Strategi Berbasis Sekolah Wirausaha.
  4. Panduan Pengintegrasian Berbagai Nilai dan Materi ke dalam Mata Pelajaran, Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

57 of 58

REFLEKSI DAN TINDAK LANJUT

  1. Apakah yang sudah Saudara ketahui/kuasai berkaitan dengan kegiatan pembelajaran ini?
  2. Apakah yang belum Saudara ketahui/kuasai berkaitan dengan kegiatan pembelajaran ini?
  3. Apakah pengaruh dan manfaat yang Saudara peroleh setelah mempelajari topik pembelajaran ini?
  4. Nilai-nilai karakter apa sajakah yang telah Saudara terapkan dalam kegiatan pembelajaran pada bahan ajar ini?
  5. Apa yang akan Saudara lakukan untuk memperdalam materi yang belum dipahami?
  6. Hal penting apa yang akan Saudara terapkan di sekolah terkait dengan materi pembelajaran yang telah Saudara pelajari?

58 of 58

58