FILSAFAT SENI NUSANTARA
Nama : Hanif Muhammad Bintang
NPM : 202146500941
Kelas : R3L
Filsafat
01
Arti dari kata filsafat
Filsafat
Kata Yunani, philosophia (dari philein, mencintai, atau philia, cinta; dan sophos, kearifan), yang melahirkan kata Inggris philosophy, yang biasanya diterjemahkan sebagai “cinta kearifan/kebijaksanaan”
Dalam traktat tradisional dari Yunani Kuno, Pythagoras (572-497 SM), dinyatakan sebagai orang yang pertama-tama memakai kata philosophia
Berbagai sumber menegaskan bahwa sophia mempunyai arti yang lebih luas daripada kearifan saja, seperti: kerajinan, kebenaran, pengetahuan, kebajikan, intelektual, akal sehat (commonsense).
Filasafat�Seni �Nusantara
02
Filsafat Seni Nusantara
Tidak mudah mengkonstruks filsafat seni Nusantara, yang mempunyai wilayah
sangat luas dari Sabang sampai Papua; yang mempunyai ribuan seni, baik seni
pertunjukan maupun seni rupa (Brandon, 2003; Holt, 2000; Denys, 2005). Namun, hal
itu bukan berarti tidak dapat memberikan gambaran selintas tentang filsafat seni
Nusantara. Seni Nusantara di sini dimaksud sebagai seni yang tumbuh sebelum kata
“Indonesia” ditetapkan sebagai nama kebangsaan bagi negara independen dari Hindia
Belanda pada Kongres Pemuda II (1928). Setelah kata “Indonesia” resmi dipakai, kata
“Nusantara” tidak lagi bergema seperti sebelum tahun 1928. Kata “Nusantara”
dipopulerkan kembali pada tahun 1960-an oleh kelompok band Koes Plus.
Elemen-elemen dalam filsafat
01
02
03
Ontologi
Epistemologi
Aksiologi
ONTOLOGI
Ontologi
Ontologi (ontology, Inggris ; dari akar kata Yunani, on, ontos, yang berarti : ada, keberadaan); dan logos (ilmu tentang, studi tentang).
Ontologi dimaksudkan menjadi 3 pengertian
Status
Meneliti status realitas Seni Nusantara
Jenis
Meneliti jenis realitas dimiliki hal – hal dalam seni
Menetukan
Meneliti realitas yang menentukan apa yang disebut realitas atau ilusi dalam seni Nusantara
EPISTEMOLOGI
Epistemologi
Epistemologi (episteme, pengetahuan, ilmu pengetahuan; dan logos, pengetahuan, studi)
dapat dikatakan “pengetahuan tentang pengetahuan” atau “teori pengetahuan”
Sumber pengetahuan dari seni Nusantara adalah alam raya Nusantara, baik outerbeauty dan innerbeauty. Secara empiris, alam raya Nusantara memberikan bahan dasar yang melimpah bagi inspirasi para senimannya untuk berkaya.
AKSIOLOGI
Aksiologi
Aksiologi (axiology, Inggris; dari kata Yunani, axios, layak, pantas; dan logos, pengetahuan, studi) merupakan studi dan analisis tentang nilai-nilai
Aksiologi
1. Kekudusan
(holiness)
2. Kebaikan
(goodness)
3. Kebenaran
(truth)
4. Keindahan
(beauty)
Wahana (2008:5) mengatakan bahwa, manusia tidak dapat hidup tanpa nilai.
nilai sebagai suatu sifat atau kualitas yang membuat sesuatu berharga, layak diingini atau dikehendaki.
Ada 4 jenis nilai yang melingkupi manusia, yaitu:
Aksiologi
Seni Nusantara dapat bersifat abstrak dan semesta dalam arti mengejar sesuatu cita agung yang menyangkut seluruh umat manusia, tapi juga dapat bersifat konkrit dan satu-satu dalam arti ditujukan pada individu yang tertentu dalam rangka suatu tujuan yang spesifik.
Tujuan yang spesifik ini menyangkut suatu bentuk tindakan manusia. Ada dua macam tindakan manusia,yaitu:Tindakan Universil (TU) dan Tindakan Individuil (TI)
“Semakin aku banyak membaca, semakin aku banyak berpikir; semakin aku banyak belajar, semakin aku sadar bahwa aku tak mengetahui apa pun”
― Voltaire
QUOTES
Terima�Kasih