1 of 24

LISTRIK ARUS SEARAH�

2 of 24

Kompetensi Dasar

Menganalisis teorema rangkaian listrik arus searah

Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat memahami teorema rangkaian listrik arus searah

Siswa dapat Memecahkan teorema rangkaian listrik arus searah

Siswa dapat Menyimpulkan teorema rangkaian listrik arus searah

3 of 24

Pengertian Listrik Arus Searah

Dalam fisika biasanya arus searah dikenal dengan listrik direct current (DC). Pengertian listrik DC berhubungan banget dengan konsep pergerakan elektron. Listrik kan berasal dari pergerakan elektron dari muatan negatif ke positif.

Pergerakan ini jadi dasar listrik DC karena aliran elektron pada listrik DC bergerak dari tegangan tinggi ke tegangan rendah.

4 of 24

Aliran arus

listrik searah :

Sinyal

listrik searah :

5 of 24

Dengan perkembangan teknologi elektronika saat ini, listrik arus searah (DC) dapat dihasilkan dengan cara merubah Arus bolak-balik (AC) menjadi Arus Searah (DC) dengan menggunakan suatu alat yang disebut Power Supply atau Adaptor.

Sebagai dasar dari rangkaian Power Supply adalah sebuah komponen diode yang dapat berfungsi sebagai penyearah, artinya adalah dapat merubah dan menyearahkan arus bolak-balik (AC) menjadi Arus Searah (DC).

6 of 24

7 of 24

Transformator (Transformer/Trafo)

Transformator atau disingkat dengan Trafo yang digunakan untuk DC Power supply adalah Transformer jenis Step-down yang berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik sesuai dengan kebutuhan komponen Elektronika yang terdapat pada rangkaian adaptor (DC Power Supply). Transformator bekerja berdasarkan prinsip Induksi elektromagnetik yang terdiri dari 2 bagian utama yang berbentuk lilitan yaitu lilitan Primer dan lilitan Sekunder. Lilitan Primer merupakan Input dari pada Transformator sedangkan Output-nya adalah pada lilitan sekunder. Meskipun tegangan telah diturunkan, Output dari Transformator masih berbentuk arus bolak-balik (arus AC) yang harus diproses selanjutnya.

8 of 24

9 of 24

10 of 24

Rectifier (Penyearah Gelombang)

Rectifier atau penyearah gelombang adalah rangkaian Elektronika dalam Power Supply (catu daya) yang berfungsi untuk mengubah gelombang AC menjadi gelombang DC setelah tegangannya diturunkan oleh Transformator Step down. Rangkaian Rectifier biasanya terdiri dari komponen Dioda. Terdapat 2 jenis rangkaian Rectifier dalam Power Supply yaitu “Half Wave Rectifier” yang hanya terdiri dari 1 komponen Dioda dan “Full Wave Rectifier” yang terdiri dari 2 atau 4 komponen dioda.

11 of 24

Animasi cara kerja Rectifier (Penyearah Gelombang)

12 of 24

Filter (Penyaring)

Dalam rangkaian Power supply (Adaptor), Filter digunakan untuk meratakan sinyal arus yang keluar dari Rectifier. Filter ini biasanya terdiri dari komponen Kapasitor (Kondensator) yang berjenis Elektrolit atau ELCO (Electrolyte Capacitor).

13 of 24

Voltage Regulator (Pengatur Tegangan)

Untuk menghasilkan Tegangan dan Arus DC (arus searah) yang tetap dan stabil, diperlukan Voltage Regulator yang berfungsi untuk mengatur tegangan sehingga tegangan Output tidak dipengaruhi oleh suhu, arus beban dan juga tegangan input yang berasal Output Filter. Voltage Regulator pada umumnya terdiri dari Dioda Zener, Transistor atau IC (Integrated Circuit).

Pada DC Power Supply yang canggih, biasanya Voltage Regulator juga dilengkapi dengan Short Circuit Protection (perlindungan atas hubung singkat), Current Limiting (Pembatas Arus) ataupun Over Voltage Protection (perlindungan atas kelebihan tegangan).

14 of 24

15 of 24

Gejala-Gejala Kelistrikan

Dalam memahami gejala kelistrikan yang terjadi dalam listrik DC, kamu harus ngerti ini beberapa hukum yang berhubungan dengan listrik DC yaitu hukum ohm, hukum faraday, hukum oersted, dan hukum kirchoff I dan II. 

16 of 24

  1. Hukum Ohm

Hukum pertama yang berhubungan dengan gejala kelistrikan pada listrik DC adalah hukum ohm. Hukum ohm ngejelasin kalo suatu rangkaian listrik bakalan memiliki nilai kuat arus yang berbanding lurus dengan tegangan pada ujung rangkaian dan berbanding terbalik dengan hambatan sehingga hukum ohm punya rumus seperti di bawah ini.

V= I . R

Keterangan:

  • V adalah tegangan suatu rangkaian (volt)
  • I adalah kuat arus yang melalui rangkaian listrik (ampere)
  • R adalah hambatan yang ada di dalam rangkaian listrik (ohm)

17 of 24

Rumus hokum Ohm :

18 of 24

2. Hukum Faraday

Hukum kedua yang terjadi pada listrik DC adalah hukum faraday. Hukum faraday ngejelasin kalo ada dua muatan yang berbeda bakalan terjadi medan listrik yang mana garis gayanya bakalan ngarah dari muatan positif ke muatan negatif. Garis gaya listrik berbeda dengan arah gerak elektron karena arahnya masuk ke muatan negatif dan keluar dari muatan positif.

19 of 24

3. Hukum Oersted

Hukum ketiga yang terjadi pada listrik DC adalah hukum oersted. Hukum Oersted ngejelasin hubungan medan magnet dengan kawat yang diberi arus yang mana kalo ada kawat penghantar lalu dialiri oleh arus listrik maka bakalan ada medan magnet. Arah medan magnet ini bakalan dipengaruhi oleh arah arus dan arah kawat penghantar.

20 of 24

4. Hukum Kirchoff I dan II

Hukum keempat yang berhubungan dengan gejala listrik DC adalah hukum kirchoff I dan II. Hukum kirchoff ini ngejelasin arus listrik dan tegangan yang mengalir pada suatu rangkaian listrik. Suatu rangkaian yang dialiri sebuah arus bakalan punya nilai yang sama antara arus yang masuk dengan arus yang keluar

21 of 24

22 of 24

Rangkaian Listrik Arus Searah

23 of 24

24 of 24

Terima Kasih