1 of 88

THAHARAH�(BERSUCI)

2 of 88

Pengertian Thaharah

  • Thaharah (طَهَارَةٌ) berasal dari bahasa Arab yang artinya bersih, kebersihan, atau bersuci.
  • Menurut istilah adalah membersihkan diri, pakaian, tempat, dan benda-benda lain dari najis dan hadats menurut cara-cara yang ditentukan oleh syariat Islam.
  • Kegiatan bersuci dapat dilakukan dengan berwudhu, tayammum, istinja’ (cebok), mandi, dan bersuci membersihkan badan, pakaian, dan tempat.

3 of 88

PENTINGNYA BERSUCI

1. Syarat Sah Ritual Ibadah

مِفْتَاحُ الصَّلاةِ الطَّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ 

Dari Ali bin Thalib ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kunci shalat itu adalah thaharah, yang mengharamkannya adalah takbir dan menghalalkannya adalah salam.”

(HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah)

4 of 88

Contoh

Wudhu sebagai syarat sah shalat

5 of 88

Ritual Ibadah Yang Lain

    • Shalat
    • Masuk Masjid
    • Memegang Mushaf
    • Melafadzkan Al-Quran
    • Tawaf (mengelilingi Ka’bah saat haji)
    • Sa’i (berlari-lari kecil saat haji)
    • Khutbah Jumat

6 of 88

2. Disukai Allah

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang taubat dan orang-orang yang berthaharah (membersihan diri). (QS. Al-Baqarah : 222)

7 of 88

3. Bagian Dari Iman

الطَّهُوْرُ شَطْرُ الإِيْمَانِ

Kesucian itu bagian dari Iman (HR. Muslim)

8 of 88

Diagram Thaharah

9 of 88

Thaharah

Jenis

Hakiki

Hukmi

Najis

Hadats

Ringan

Sedang

Berat

Kecil

Besar

Percikkan

Cuci

Cuci

Wudhu

Mandi

Tayammum

Warna

Rasa

Aroma

7 air

1 Tanah

Yang ini kita tutup dulu yaaa... ☺

10 of 88

Najis

> Non Hewani

11 of 88

  • Dalam Islam Terkena Najis Bukan Dosa
    • Syariat Yahudi
      • mengharuskan memotong anggota badan yang terkena najis
      • Merobek pakaian yang kena najis
      • Karena kena najis = dosa
    • Syariat Islam : boleh kena najis
  • Ibadah ritual mensyaratkan suci dari najis
  • Najis harus dihilangkan sebelum ibadah

12 of 88

  • Benda Najis
    • Disucikan dengan :
      • Istihalah (perubahan wujud)
      • Dibagh (penyamakan kulit bangkai)
  • Benda Suci Terkena Najis
    • Disucikan dengan
      • Pencucian
      • Penyiraman
      • Pengeringan (samak kulit)
      • Pengerikan
      • Kesetkan ke Tanah

13 of 88

14 of 88

Pembagian Najis

(berdasarkan tingkat pensucian) :

      • Ringan (Mukhafafah)
      • Pertengahan (Mutawasithoh)
      • Berat (Mughaladhah)

15 of 88

1. Najis Ringan (Mukhafafah)

  • Mengapa Ringan?
    • Karena untuk mensucikannya cukup ringan
    • Cukup dipercikkan air
    • Meski masih ada najis sudah dianggap suci

  • Dalil

يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ اَلْجَارِيَةِ وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ اَلْغُلامِ

Dari As-Sam'i RA berkata bahwa Nabi SAW bersabda,"Air kencing bayi perempuan harus dicuci sedangkan air kencing bayi laki-laki cukup dipercikkan air saja. (HR. Abu Daud, An-Nasai dan Al-Hakim)

16 of 88

Bagaimana dengan ini?

Selesai menyusu

17 of 88

2. Najis Berat (Mughaladhah)

  • Mengapa Berat?
    • Mensucikannya tidak cukup hilang warna, rasa dan aroma
    • Harus dengan ritual khusus : 7 air + 1 tanah
  • Dalil

طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذْ وَلَغَ فِيهِ اَلْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولاهُنَّ بِالتُّرَابِ - أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Sucinya wadah air kalian yang diminum anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali, salah satunya dengan tanah. (HR. Muslim)

  • Contoh : Babi - Anjing

18 of 88

19 of 88

3. Pertengahan (Mutawasithoh)

  • Batasan : Selain Najis Ringan dan Berat
  • Contoh :
    • Darah
    • Nanah
    • Muntah
    • Keluar dari Kemaluan Depan Belakang
      • Padat : kotoran, batu ginjal, dll
      • Cair : kencing, mazi, wadi, darah, dll
      • Gas/kentut
    • Bangkai
      • Disembelih tidak syar’i
      • Mati : tercekik, tertanduk, tenggelam, terantuk batu
      • Potongan tubuh hewan hidup

20 of 88

  • Pensucian : Dihilangkan Secara Fisik :
    • Warna
    • Rasa
    • Aroma
  • Metode :
    • Pencucian
    • Penyiraman
    • Penambahan Air
    • Pengeringan (samak kulit)
    • Pengerikan
    • Pengelapan (gosok)
    • Kesetkan ke Tanah
    • Istihalah (Perubahan Wujud)

21 of 88

  • Dikerok
    • Aisyah mengerok (mengerik) bekas mani Rasulullah SAW dengan kukunya

كُنْتُ أَفْرُكُ الْمَنِيَّ مِنْ ثَوْبِ رَسُول اللَّهِ إِذَا كَانَ يَابِسًا

Dahulu Aku mengerik bekas mani Rasulullah SAW bila sudah mengering (HR. Muslim)

22 of 88

  • Penyiraman

قَامَ أَعْرَابيِّ فَبَالَ فيِ المَسْجِدِ فَقَامَ إِلَيْهِ النَّاسُ لِيَقَعُوا بِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ دَعُوْهُ وَأَرِيْقُوا عَلىَ بَوْلِهِ سِجْلاً مِنْ مَاءٍ أَوْ ذَنُوبًا مِنْ مَاءٍ

Seorang Arab dusun telah masuk masjid dan kencing di dalamnya. Orang-orang berdiri untuk menindaknya namun Rasulullah SAW bersbda,”Biarkan saja dulu, siramilah di atas tempat kencingnya itu seember air”. (HR. Bukhari)

23 of 88

  • Penambahan Air
    • Bila air di suatu tempat terkena najis, disucikan dengan menambahkan air
    • Contoh :
    • Sumur yang terkena najis,

24 of 88

  • Penyamakan

إِذَا دُبِغَ الإْهَابُ فَقَدْ طَهُرَ

Bila kulit (bangkai) telah disamak, maka telah menjadi suci (HR. Muslim)

  • Hanafi Syafii : suci
  • Maliki Hambali : tidak suci

25 of 88

  • Istihalah (perubahan wujud): (hanafi)
    • Khamar
      • Anggur – saribuah – fermentasi - khamar - cuka
    • Babi
      • Babi – dibakar : arang – garam
    • Manusia
      • Mani – alaqah (segumpal darah) – mudhghah (segumpal daging) – janin - bayi

26 of 88

  • Diusap dengan kain
    • Pendapat Hanafi
      • Para shahabat Nabi SAW shalat dengan menyelipkan pedang di pinggang mereka
      • Pedang itu bekas membunuh orang kafir dalam jihad
      • Pedang mereka tidak dicuci tetapi hanya diusap dengan kain
      • Khusus berlaku pada benda yang licin seperti pedang atau kaca

27 of 88

  • Dikesetkan ke Tanah

إِذَا أَصَابَ خُفَّ أَحَدِكُمْ أَوْ نَعْلَهُ أَذًى فَلْيَدْلُكْهُمَا فِي الأَرْضِ وَلْيُصَلفِيهِمَا فَإِنَّ ذَلِكَ طَهُورٌ لَهُمَا

Bila sepatu atau sandal kalian terkena najis maka keset-kesetkan ke tanah dan shalatlah dengan memakai sendal itu. Karena hal itu sudah mensucikan (HR. Abu Daud)

28 of 88

  • Dijemur Hingga Kering
    • Tanah yang terkena najis bila terjemur hingga kering sampai hilang warna dan aroma najis, menjadi suci

أَيُّمَا أَرْضٍ جَفَّتْ فَقَدْ ذَكَتْ

Tanah yang telah mengering maka tanah itu telah suci

(HR. Az-Zaila’i)

  • Hanafi : suci
  • Maliki Syafi’i Hambali : tidak suci kecuali disiram dulu

29 of 88

1. Najis mukhoffafah

(najis yang ringan)

3. Najis Mutawasithoh

(najis sedang)

2. Najis Mugholladhoh (najis yang berat)

Macam-macam najis

1

30 of 88

Thaharah

Jenis

Hakiki

Hukmi

Najis

Hadats

Ringan

Sedang

Berat

Kecil

Besar

Percikkan

Cuci

Cuci

Wudhu

Mandi

Tayammum

Warna

Rasa

Aroma

7 air

1 Tanah

REVIEW

Yang ini kita anggap selesai yaaa... ☺

31 of 88

Hadats adalah keluarnya sesuatu benda dari khubul dan dubur. Untuk menghilangkan hadats seseorang haruslah berwudhu ( jika berhadats kecil ) atau dengan mandi besar (jika berhadats besar ).

Hadats

Hadats Kecil

Hadats Besar

1. Haid, 2. Nifas, 3. Wiladah,

4. Jima’ 5. Keluar mani bagi laki – laki ( baik disengaja atau tidak )

1. Keluar sesuatu dari dua jalan ( kubul dan dubur ) atau salah satu dari keduanya,

baik berupa angin atau berupa benda, baik itu benda najis atau suci, baik yang keluar itu biasa keluar atau tidak biasa seperti darah dan lain sebagainya

2. Pada slide berikutnya …

1

dinyatakan hadats kecil atau batal wudhunya jika:

32 of 88

2). Hilangnya akal sebab gila, mabuk, tidur (kecuali tidurnya dalam keadaan duduk tetap yang tertutup pintu keluarnya angin / kentut )

3). Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan (sama-sama dewasa ) yang hukan muhrim

4). Menyentuh kubul atau dubur dengan telapak tangan baik sengaja maupun tidak sengaja, baik milik sendiri maupun milik orang lain, baik anak kecil maupun orang dewasa.

Adapun cara menghilangkan / mensucikan hadast kecil tersebut adalah dengan cara berwudhu atau tayamum.

najis

2

Najis adalah segala sesuatu yang dipandang kotor oleh syarak ( Hukum Islam). Najis yang mengenai badan atau pakaian hendaknya segera dibersihkan. Jika tidak segera dibersihkan akan menimbulkan efek samping yang tidak baik, misalnya kotor, bau, penyakit dan tidak enak dipandang.

33 of 88

Mari simak tayangan video berikut

34 of 88

Wudhu

35 of 88

  • Disyaratkan Wudhu
    • Shalat
    • Menyentuh Mushaf (Al-Qur’an)
    • Tawaf
    • Khutbah Jumat

36 of 88

Rukun wudhu

 Rukun

Hanafi

Maliki

Syafi’i

Hambali

1. Niat

x

Ya

ya

ya

2. Membasuh wajah

Ya

ya

ya

Ya

3. Membasuh tangan

ya

ya

ya

Ya

4. Mengusap kepala

Ya

ya

ya

Ya

5. Membasuh kaki

ya

ya

ya

Ya

6. Tertib

X

X

ya

Ya

7. Muwalat (tdk terputus)

X

Ya

x

Ya

8. Ad-dalk (menggosok tangan ke anggota wudu)

X

ya

X

X

Jumlah

4

8

6

7

37 of 88

Sunnah-sunnah Wudhu

    • Mencuci kedua tangan (di awal wudhu)
    • Basmalah
    • Kumur + Istinsyak (mencuci rongga hidung)
    • Siwak (menggosok gigi)
    • Meresapkan air ke jenggot
    • Tiga Kali (kec. Kepala)
    • Membasahi seluruh kepala
    • Membasuh telinga
    • Mendahulukan anggota kanan
    • Takhil (meratakan air di sela-sela jari)

38 of 88

Batalnya Wudhu

    • Keluar sesuatu lewat kemaluan
    • Hilang akal (Tidur, gila, mabuk, pingsan atau sejenisnya)
    • Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan
    • Menyentuh kulit lawan jenis yang bukan mahram

39 of 88

Wudhu menurut bahasa artinya bersih, sedangkan menurut syara’: wudhu adalah membasuh anggota badan tertentu dengan air dan dengan syarat-syarat tertentu.

Rukun Wudhu

    • Niat
    • Membasuh seluruh muka dengan sempurna
    • Memasuh kedua tangan sampai siku
    • Mengusap atau menyapu sebagian kepala
    • Membasuh kedua kaki hingga mata kaki
    • Tetib ( berurutan )

Syarat-syarat Wudhu

1. Beragama islam

2. Mumayiz

3. Berhadas kecil

4. Memakai air yang suci dan mensucikan

5. Tidak ada yang menghalanginya sampainya air ke kulit

wudhu

2

40 of 88

Tayammum

41 of 88

Apa itu Tayammum ?

  • Pengertian
    • Bahasa :
      • Al-Qashdu : bermaksud
    • Istilah
      • Mengangkat hadats kecil dan besar dengan menyusapkan tanah ke wajah dan tangan

42 of 88

  • Dalil
    • Quran

فَلَمْ تَجِدُواْ مَاء فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُواْ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ

kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik, sapulah wajahmu dan tanganmu. (QS. An-Nisa : 43)

43 of 88

  • Dalil
    • Hadits

جُعِلَتْ الأَرْضُ كُلُّهَا ليِ وَلأِمَّتِي مَسْجِدًا وَطَهُورًا ، فَأَيْنَمَا أَدْرَكَتْ رَجُلاً مِنْ أُمَّتِي الصَّلاَةُ فَعِنْدَهُ مَسْجِدُهُ وَعِندَهُ طَهُوْرُهُ

Dari Abi Umamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Telah dijadikan tanah seluruhnya untukkku dan ummatku sebagai masjid dan pensuci. Dimanapun shalat menemukan seseorang dari umatku, maka dia punya masjid dan media untuk bersci. (HR. Ahmad 5 : 248)

44 of 88

  • Hanya berlaku buat Muhammad SAW dan umatnya
  • Tidak pernah disyariatkan sebelumnya

أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ وَجُعِلَتْ لِي اَلأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ أَدْرَكَتْهُ اَلصَّلاةُ فَلْيُصَلِّ

Aku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang nabi sebelumku : Aku ditolong dengan dimasukkan rasa takut sebulan sebelumnya, dijadikan tanah sebagai masjid dan media bersuci, sehingga dimanapun waktu shalat menemukan seseorang, dia bisa melakukannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

45 of 88

Kapan Dibolehkan Tayammum?

    • Tidak Ada Air
    • Sakit
    • Dingin (yang sangat)
    • Air Tidak Terjangkau
    • Air Tidak Cukup

46 of 88

Cara Tayammum

    • Cara Pertama : (Hanafi – Syafi’i)
      • Tepukan 1 : wajah
      • Tepukan 2 : tangan
    • Cara Kedua (Maliki - Hambali)
      • Sekali tepuk : wajah langsung tangan

47 of 88

Debu Tayamum

48 of 88

Tayamum di Kendaraan

49 of 88

Yang Membatalkan Tayamum

    • Semua yang membatalkan wudhu
    • Ditemukan air
    • Hilangnya penghalang

3

50 of 88

Mandi Janabah (Besar)

> Non Hewani

51 of 88

Penyebab

    • Haidh
    • Nifas
    • Melahirkan
    • Jima’
    • Keluar Mani
    • Meninggal

52 of 88

Haram Dilakukan Bagi Yang Berhadas BESAR:

    • Shalat
    • Sujud Tilawah
    • Puasa
    • Tawaf
    • Sai
    • Memegang Mushaf
    • Melafadzkan Quran
    • Masuk Masjid

53 of 88

  • Shalat

لاَ تُقْبَل صَلاَةٌ بِغَيْرِ طَهُورٍ

Tidak diterima shalat tanpa thaharah (HR. Muslim)

54 of 88

  • Tawaf

الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ بِمَنْزِلَةِ الصَّلاَةِ إِلاَّ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَل فِيهِ الْمَنْطِقَ

Tawaf di sekeliling ka’bah sama dengan shalat, kecuali Allah membolehkan berbicara (HR. Tirmizy Al-Hakim )

55 of 88

  • Menyentuh Mushaf

أَنْ لاَ يَمَسَّ اَلْقُرْآنَ إِلاَّ طَاهِرٌ

Janganlah menyentuh mushaf kecuali orang yang suci dari hadats (HR. Malik)

56 of 88

  • Melafadzkan Quran

لاَ تَقْرَأ الحَائِضُ وَلاَ الجُنُبَ شَيْئًا مِنَ القُرْآنِ

Wanita yang haidh atau orang yang janabah tidak boleh membaca sepotong ayat Quran (HR. Tirmizy)

57 of 88

  • Masuk Masjid

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَقْرَبُواْ الصَّلاَةَ وَأَنتُمْ سُكَارَى حَتَّىَ تَعْلَمُواْ مَا تَقُولُونَ وَلاَ جُنُبًا إِلاَّ عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىَ تَغْتَسِلُواْ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.(QS. An-Nisa' : 43)

Tidak ku halalkan masjid bagi orang yang junub dan haidh`.

(HR. Bukhari)  

58 of 88

RUKUN MANDI :

    • Niat
    • Meratakan Air

59 of 88

Sunnah Mandi�

    • Mencuci tangan
    • Membersihkan kemaluan (depan belakang)
    • Menghilangkan najis
    • Wudhu
    • Mendahulukan kanan

M

60 of 88

Mandi Sunnah

    • Shalat Jumat
    • Shalat Ied (Fitri dan Adha)
    • Shalat Gerhana
    • Sesudah memandikan mayat
    • Sadar dari pingsan, gila, mabuk
    • Haji / Umrah

61 of 88

Haidh

62 of 88

Tiga Darah Wanita :

    • Haidh
      • Darah yang keluar karena sehat (setiap bulan)
    • Wiladah
      • Darah yang keluar saat melahirkan
    • Nifas
      • Darah yang keluar setelah melahirkan
    • Istihadhah
      • Selain haidh dan nifas

63 of 88

  • Masa Haidh
    • Minimal
      • Sekejap : Maliki (kecuali iddah/istibra : 1 hari)
      • 1 hari 1 malam : Syafi’i Hambali
      • 3 hari 3 malam : Hanafi
    • Maksimal
      • 10 hari : Hanafi
      • 15 hari : Syafi’i Hambali

64 of 88

  • Usia Wanita Haidh
    • Mulai
      • Usia 9 tahun
    • Berakhir
      • Usia 50 tahun : Hanafi
      • Usia 70 tahun : Maliki
      • Sampai tidak haidh

65 of 88

  • Masa Suci
    • Minimal
      • 13 hari (Hambali)
      • 15 hari (Jumhur)
    • Maksimal
      • Tak Terhingga

66 of 88

  • Haram Dilakukan
    • Shalat
    • Sujud Tilawah
    • Puasa
    • Tawaf
    • Sai
    • Memegang Mushaf
    • Melafadzkan Quran
    • Masuk Masjid
    • Bersetubuh
    • Diceraikan

67 of 88

  • Iddah Wanita Dicerai (3 Quru`)
    • 3 kali haidh

    • 3 kali suci

Masa Suci 1

Haidh

Masa Suci 2

Haidh

Masa Suci 3

Masa Suci 1

Haidh

Masa Suci 2

Haidh

Masa Suci 3

Haidh

Masa Suci 4

1

2

3

1

2

3

68 of 88

Nifas

69 of 88

  • Nifas
    • Darah yang keluar saat melahirkan dan sesudahnya
  • Masa Nifas
    • Minimal
      • Sekejap
    • Maksimal
      • 40 hari : Hanafi Hambali
      • 60 hari : Syafi’i

70 of 88

    • Pengertian Istihadhah
    • Keluar darah di luar haidh atau nifas
    • Contoh :
      • Sebelum usia haidh (9 tahun)
      • Setelah lewat usia haidh (50-70 tahun)
      • Setelah masa haidh (13-15 hari)
      • Sebelum melahirkan – keguguran bukan bayi
      • Setelah lewat masa nifas (40-60 hari)

71 of 88

  • Hukum
    • Batal wudhu
    • Berwudhu tiap shalat
    • Menyumbat darah
    • Hadats Kecil bukan hadats besar
      • Tidak wajib mandi janabah
      • Tetap wajib shalat puasa
      • Tidak berlaku larangan spt haidh & nifas

72 of 88

ALAT UNTUK BERSUCI

AIR

BATU

DEBU (TANAH)

  1. Air Mutlak yaitu air yang suci dan dapat dipergunakan untuk bersuci serta belum berubah keadaanya seperi : air sumur, air sumber, air hujan, air laut, air embun, air sungai, dan air salju.
  2. Air Musta`mal yaitu air suci tetapi tidak dapat dipergunakan untuk bersuci karena telah dipergunakan untuk bersuci sebelumnya.

c. Air Musammas yaitu air suci tetapi makruh digunakan untuk bersuci , seperti air yang

terkena panan matahari; karena dapat mengakibatkan penyakit kulit

d. Air Mutanajis yitu air yang terkena najis. Air ini tidak dapat dipergunakan untuk bersuci jika telah berubah salah satu sifatnya ( bau, rasa, atau warnanya )

 

MACAM-MACAM AIR

5

73 of 88

  • Air yang suci dan mensucikan serta tidak makruh bila digunakan dinamakan AIR MUTLAK. Maksudnya adalah bahwa air itu selain suci, juga dapat digunakan untuk bersuci.

1

74 of 88

Air Mutlak

  • 1. Air Langit. Maksudnya adalah air yang berasal dari langit yaitu air hujan. Air hujan ini dapat digunakan untuk bersuci.
  • 2. Air Laut. Air ini juga dapat digunakan untuk bersuci.
  • 3. Air Bengawan/Danau.
  • 4. Air Sumur.
  • 5. Air Sumber. Air yang berasal dari mata air.
  • 6. Air Salju.
  • 7. Air Embun.

75 of 88

76 of 88

  • Air yang suci namun tidak mensucikan. Yaitu air yang terkena panas matahari (musyammas) dan air yang suci namun tidak mensucikan yaitu air yang telah digunakan (musta’mal), air yang telah berubah karena sebab barang yang menyampuri air dari perkara yang suci.

2

77 of 88

Musta’mal dalam syafiiyah

  • Air sedikit yang telah digunakan untuk mengangkat hadats dalam fardhu taharah dari hadats. Air itu menjadi musta`mal apabila jumlahnya sedikit yang diciduk dengan niat untuk wudhu` atau mandi meski untuk untuk mencuci tangan yang merupakan bagian dari sunnah wudhu`.
  • Namun bila niatnya hanya untuk menciduknya yang tidak berkaitan dengan wudhu`, maka belum lagi dianggap musta`mal.

78 of 88

  • Air Mutanajis. Yaitu air yang tercampur dengan barang najis dan jumlah air yang ada kurang dari 2 kulah.

3

79 of 88

AIR 2 KULLAH

  • Para ulama kontemporer mencoba mengukur dengan besaran zaman sekarang. Dan ternyata dalam ukuran masa kini kira-kira sejumlah 270 liter. (Wahbah az-Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu.)

80 of 88

81 of 88

82 of 88

LEMBAR TUGAS

  1. Apa pengertian thaharah?
  2. Sebutkan macam-macam hadats beserta contohnya!
  3. Sebutkan macam-macam najis beserta contohnya!
  4. Bagaimana cara mensucikan hadats?
  5. Bagaimana cara mensucikan najis?

83 of 88

  1. Thaharah berasal dari bahasa Arab yang artinya bersih, kebersihan, atau bersuci.

Menurut istilah syara’, adalah membersihkan diri, pakaian, tempat, dan benda-benda lain dari najis dan hadats menurut cara-cara yang ditentukan oleh syariat Islam.

2. Hadats kecil. Ex : Bersentuhan antara kulit laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim, serta sama-sama telah baligh.

Hadats besar. Ex : Berhubungan suami-istri.

84 of 88

LEMBAR JAWABAN

  1. Najis Berat (Mughaladzah). Ex : Segala hal yang bersumber dari tubuh anjing dan babi.

Najis Sedang (Mutawassithah). Ex : Darah, kotoran hewan, muntah

a. Hukmiyah (di yakini ada najis, tapi tidak ada wujud, bau, dan rasa). Ex : Kencing yang sudah kering

b. Ainiyah (najis yang masih ada wujudnya).

Najis Ringan (Mukhaffafah). Ex : Air kencing bayi laki-laki yang hanya makan ASI.

85 of 88

LEMBAR JAWABAN

  1. Wudhu, mandi janabat, atau boleh diganti tayammum bila berhalangan menggunakan air.

  • Mencuci dan membasuhnya dengan air yang suci sebanyak 7x. Dan salah satu basuhannya menggunakan air yang bercampur dengan tanah. (Mughaladzah)

86 of 88

LEMBAR JAWABAN

  1. Disiram dengan air suci yang mengalir tanpa harus hilang warna, bau dan rasanya karena tidak nyata.

(Mutawasitha Hukmiyah)

Di siram dengan air yang mengalir sampai hilang warna, wujud, dan baunya. (Mutawasitha Ainiyah)

Memercikkan air pada benda yang terkena najis.

(Mukhaffafah)

87 of 88

Referensi

  • Kampussyariah.com
  • Fiqh Sunnah Sayyid sabiq
  • Arsip Pribadi

88 of 88

Segala puji bagi Allah Swt