THAHARAH�(BERSUCI)
Pengertian Thaharah
PENTINGNYA BERSUCI
1. Syarat Sah Ritual Ibadah
مِفْتَاحُ الصَّلاةِ الطَّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ
Dari Ali bin Thalib ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kunci shalat itu adalah thaharah, yang mengharamkannya adalah takbir dan menghalalkannya adalah salam.”
(HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah)
Contoh
Wudhu sebagai syarat sah shalat
Ritual Ibadah Yang Lain
2. Disukai Allah
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang taubat dan orang-orang yang berthaharah (membersihan diri). (QS. Al-Baqarah : 222)
3. Bagian Dari Iman
الطَّهُوْرُ شَطْرُ الإِيْمَانِ
Kesucian itu bagian dari Iman (HR. Muslim)
Diagram Thaharah
Thaharah
Jenis
Hakiki
Hukmi
Najis
Hadats
Ringan
Sedang
Berat
Kecil
Besar
Percikkan
Cuci
Cuci
Wudhu
Mandi
Tayammum
Warna
Rasa
Aroma
7 air
1 Tanah
Yang ini kita tutup dulu yaaa... ☺
Najis
> Non Hewani
Pembagian Najis
(berdasarkan tingkat pensucian) :
1. Najis Ringan (Mukhafafah)
يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ اَلْجَارِيَةِ وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ اَلْغُلامِ
Dari As-Sam'i RA berkata bahwa Nabi SAW bersabda,"Air kencing bayi perempuan harus dicuci sedangkan air kencing bayi laki-laki cukup dipercikkan air saja. (HR. Abu Daud, An-Nasai dan Al-Hakim)
Bagaimana dengan ini?
Selesai menyusu
2. Najis Berat (Mughaladhah)
طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذْ وَلَغَ فِيهِ اَلْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولاهُنَّ بِالتُّرَابِ - أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ
Sucinya wadah air kalian yang diminum anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali, salah satunya dengan tanah. (HR. Muslim)
3. Pertengahan (Mutawasithoh)
كُنْتُ أَفْرُكُ الْمَنِيَّ مِنْ ثَوْبِ رَسُول اللَّهِ إِذَا كَانَ يَابِسًا
Dahulu Aku mengerik bekas mani Rasulullah SAW bila sudah mengering (HR. Muslim)
قَامَ أَعْرَابيِّ فَبَالَ فيِ المَسْجِدِ فَقَامَ إِلَيْهِ النَّاسُ لِيَقَعُوا بِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ دَعُوْهُ وَأَرِيْقُوا عَلىَ بَوْلِهِ سِجْلاً مِنْ مَاءٍ أَوْ ذَنُوبًا مِنْ مَاءٍ
Seorang Arab dusun telah masuk masjid dan kencing di dalamnya. Orang-orang berdiri untuk menindaknya namun Rasulullah SAW bersbda,”Biarkan saja dulu, siramilah di atas tempat kencingnya itu seember air”. (HR. Bukhari)
إِذَا دُبِغَ الإْهَابُ فَقَدْ طَهُرَ
Bila kulit (bangkai) telah disamak, maka telah menjadi suci (HR. Muslim)
إِذَا أَصَابَ خُفَّ أَحَدِكُمْ أَوْ نَعْلَهُ أَذًى فَلْيَدْلُكْهُمَا فِي الأَرْضِ وَلْيُصَلفِيهِمَا فَإِنَّ ذَلِكَ طَهُورٌ لَهُمَا
Bila sepatu atau sandal kalian terkena najis maka keset-kesetkan ke tanah dan shalatlah dengan memakai sendal itu. Karena hal itu sudah mensucikan (HR. Abu Daud)
أَيُّمَا أَرْضٍ جَفَّتْ فَقَدْ ذَكَتْ
Tanah yang telah mengering maka tanah itu telah suci
(HR. Az-Zaila’i)
1. Najis mukhoffafah
(najis yang ringan)
3. Najis Mutawasithoh
(najis sedang)
2. Najis Mugholladhoh (najis yang berat)
Macam-macam najis
1
Thaharah
Jenis
Hakiki
Hukmi
Najis
Hadats
Ringan
Sedang
Berat
Kecil
Besar
Percikkan
Cuci
Cuci
Wudhu
Mandi
Tayammum
Warna
Rasa
Aroma
7 air
1 Tanah
REVIEW
Yang ini kita anggap selesai yaaa... ☺
Hadats adalah keluarnya sesuatu benda dari khubul dan dubur. Untuk menghilangkan hadats seseorang haruslah berwudhu ( jika berhadats kecil ) atau dengan mandi besar (jika berhadats besar ).
Hadats
Hadats Kecil
Hadats Besar
1. Haid, 2. Nifas, 3. Wiladah,
4. Jima’ 5. Keluar mani bagi laki – laki ( baik disengaja atau tidak )
1. Keluar sesuatu dari dua jalan ( kubul dan dubur ) atau salah satu dari keduanya,
baik berupa angin atau berupa benda, baik itu benda najis atau suci, baik yang keluar itu biasa keluar atau tidak biasa seperti darah dan lain sebagainya
2. Pada slide berikutnya …
1
dinyatakan hadats kecil atau batal wudhunya jika:
2). Hilangnya akal sebab gila, mabuk, tidur (kecuali tidurnya dalam keadaan duduk tetap yang tertutup pintu keluarnya angin / kentut )
3). Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan (sama-sama dewasa ) yang hukan muhrim
4). Menyentuh kubul atau dubur dengan telapak tangan baik sengaja maupun tidak sengaja, baik milik sendiri maupun milik orang lain, baik anak kecil maupun orang dewasa.
Adapun cara menghilangkan / mensucikan hadast kecil tersebut adalah dengan cara berwudhu atau tayamum.
najis
2
Najis adalah segala sesuatu yang dipandang kotor oleh syarak ( Hukum Islam). Najis yang mengenai badan atau pakaian hendaknya segera dibersihkan. Jika tidak segera dibersihkan akan menimbulkan efek samping yang tidak baik, misalnya kotor, bau, penyakit dan tidak enak dipandang.
Mari simak tayangan video berikut
Wudhu
Rukun wudhu
Rukun | Hanafi | Maliki | Syafi’i | Hambali |
1. Niat | x | Ya | ya | ya |
2. Membasuh wajah | Ya | ya | ya | Ya |
3. Membasuh tangan | ya | ya | ya | Ya |
4. Mengusap kepala | Ya | ya | ya | Ya |
5. Membasuh kaki | ya | ya | ya | Ya |
6. Tertib | X | X | ya | Ya |
7. Muwalat (tdk terputus) | X | Ya | x | Ya |
8. Ad-dalk (menggosok tangan ke anggota wudu) | X | ya | X | X |
Jumlah | 4 | 8 | 6 | 7 |
Sunnah-sunnah Wudhu
Batalnya Wudhu
Wudhu menurut bahasa artinya bersih, sedangkan menurut syara’: wudhu adalah membasuh anggota badan tertentu dengan air dan dengan syarat-syarat tertentu.
Rukun Wudhu
Syarat-syarat Wudhu
1. Beragama islam
2. Mumayiz
3. Berhadas kecil
4. Memakai air yang suci dan mensucikan
5. Tidak ada yang menghalanginya sampainya air ke kulit
wudhu
2
Tayammum
Apa itu Tayammum ?
فَلَمْ تَجِدُواْ مَاء فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُواْ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ
kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik, sapulah wajahmu dan tanganmu. (QS. An-Nisa : 43)
جُعِلَتْ الأَرْضُ كُلُّهَا ليِ وَلأِمَّتِي مَسْجِدًا وَطَهُورًا ، فَأَيْنَمَا أَدْرَكَتْ رَجُلاً مِنْ أُمَّتِي الصَّلاَةُ فَعِنْدَهُ مَسْجِدُهُ وَعِندَهُ طَهُوْرُهُ
Dari Abi Umamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Telah dijadikan tanah seluruhnya untukkku dan ummatku sebagai masjid dan pensuci. Dimanapun shalat menemukan seseorang dari umatku, maka dia punya masjid dan media untuk bersci. (HR. Ahmad 5 : 248)
أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ وَجُعِلَتْ لِي اَلأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ أَدْرَكَتْهُ اَلصَّلاةُ فَلْيُصَلِّ
Aku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang nabi sebelumku : Aku ditolong dengan dimasukkan rasa takut sebulan sebelumnya, dijadikan tanah sebagai masjid dan media bersuci, sehingga dimanapun waktu shalat menemukan seseorang, dia bisa melakukannya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Kapan Dibolehkan Tayammum?
Cara Tayammum
Debu Tayamum
Tayamum di Kendaraan
Yang Membatalkan Tayamum
3
Mandi Janabah (Besar)
> Non Hewani
Penyebab
Haram Dilakukan Bagi Yang Berhadas BESAR:
لاَ تُقْبَل صَلاَةٌ بِغَيْرِ طَهُورٍ
Tidak diterima shalat tanpa thaharah (HR. Muslim)
الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ بِمَنْزِلَةِ الصَّلاَةِ إِلاَّ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَل فِيهِ الْمَنْطِقَ
Tawaf di sekeliling ka’bah sama dengan shalat, kecuali Allah membolehkan berbicara (HR. Tirmizy Al-Hakim )
أَنْ لاَ يَمَسَّ اَلْقُرْآنَ إِلاَّ طَاهِرٌ
Janganlah menyentuh mushaf kecuali orang yang suci dari hadats (HR. Malik)
لاَ تَقْرَأ الحَائِضُ وَلاَ الجُنُبَ شَيْئًا مِنَ القُرْآنِ
Wanita yang haidh atau orang yang janabah tidak boleh membaca sepotong ayat Quran (HR. Tirmizy)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَقْرَبُواْ الصَّلاَةَ وَأَنتُمْ سُكَارَى حَتَّىَ تَعْلَمُواْ مَا تَقُولُونَ وَلاَ جُنُبًا إِلاَّ عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىَ تَغْتَسِلُواْ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.(QS. An-Nisa' : 43)
Tidak ku halalkan masjid bagi orang yang junub dan haidh`.
(HR. Bukhari)
RUKUN MANDI :
Sunnah Mandi�
M
Mandi Sunnah
Haidh
Tiga Darah Wanita :
Masa Suci 1
Haidh
Masa Suci 2
Haidh
Masa Suci 3
Masa Suci 1
Haidh
Masa Suci 2
Haidh
Masa Suci 3
Haidh
Masa Suci 4
1
2
3
1
2
3
Nifas
ALAT UNTUK BERSUCI
AIR
BATU
DEBU (TANAH)
c. Air Musammas yaitu air suci tetapi makruh digunakan untuk bersuci , seperti air yang
terkena panan matahari; karena dapat mengakibatkan penyakit kulit
d. Air Mutanajis yitu air yang terkena najis. Air ini tidak dapat dipergunakan untuk bersuci jika telah berubah salah satu sifatnya ( bau, rasa, atau warnanya )
MACAM-MACAM AIR
5
1
Air Mutlak
2
Musta’mal dalam syafiiyah
3
AIR 2 KULLAH
LEMBAR TUGAS
Menurut istilah syara’, adalah membersihkan diri, pakaian, tempat, dan benda-benda lain dari najis dan hadats menurut cara-cara yang ditentukan oleh syariat Islam.
2. Hadats kecil. Ex : Bersentuhan antara kulit laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim, serta sama-sama telah baligh.
Hadats besar. Ex : Berhubungan suami-istri.
LEMBAR JAWABAN
Najis Sedang (Mutawassithah). Ex : Darah, kotoran hewan, muntah
a. Hukmiyah (di yakini ada najis, tapi tidak ada wujud, bau, dan rasa). Ex : Kencing yang sudah kering
b. Ainiyah (najis yang masih ada wujudnya).
Najis Ringan (Mukhaffafah). Ex : Air kencing bayi laki-laki yang hanya makan ASI.
LEMBAR JAWABAN
LEMBAR JAWABAN
(Mutawasitha Hukmiyah)
Di siram dengan air yang mengalir sampai hilang warna, wujud, dan baunya. (Mutawasitha Ainiyah)
Memercikkan air pada benda yang terkena najis.
(Mukhaffafah)
Referensi
Segala puji bagi Allah Swt