Mengukur�Dengan�Menggunakan Alat Ukur
Sistem Pengukuran
Klasifikasi Pengukuran
penggunaan alat ukur tersebut juga akan dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya :
Bagian yang termasuk pada klasifikasi pengukuran panjang adalah;
Untuk mengukur panjang dapat digunakan beberapa alat ukur, seperti: mistar baja, meteran gulung, jangka sorong, jangka kaki, jangka bengkok, pengukur ketinggian, dan alat ukur lainnya. Alat ukur ini termasuk pada pengukuran langsung. Dimana hasil pengukurannya dapat dibaca langsung pada alat ukur tersebut. Semua alat ukur tersebut hanya dibedakan oleh kapasitas alat ukur dan bentuk benda yang akan diukur.
Penggaris panjang 6 inchi, 12 inchi, 30 milimeter
Meteran guilung dengan panjang 5 meter
Jangka Sorong (Vernier Caliper)
Mengukur Berat (Neraca)
Termometer
Pengukur kerataan (Straiht gauge) digunakan Dial Indicator untuk mengukur perbedaan ketinggian/set up mesin dan juga dapat digunakan untuk mengukur kerataan.
Mengukur Sudut
Sistem pengukuran yang digunakan khususnya dalam bidang teknik adalah sistem matrik dan ada juga yang menggunakan sistem imperial (pembagaian dalam satuan Inggeris) khususnya pengukuran panjang, berat,dan temperatur. Dasar dari unit pengukuran dalam bidang keteknikan adalah:
Besaran | metrik | imperial |
Panjang
Temperatur
Berat | meter (m)
Celcius (oC)
kilogram (kg) | feet
Fahtenheit pound |
Panjang��Mengukur panjang suatu benda merupakan pengukuran yang dimulai dengan menarik garis dari sutu titik ke titik ke dua dengan lurus atau dapat dikatakan suatu garis lurus. Jika pengukuran yang dilakukan terhadap garis tengah lingkaran atau diameter pada adasarnya adalah menarik garis lurus dari sisi pertama ke sisi yang lain
Dalam sistem matrik unit yang sering digunakan dalam ilmu teknik dalam mengukur panjang adaah milimeter (mm ). Dimana 1000 mmsama dengan I m
1000 mm = 1 m
Jika pengukuran yang sangat panjang satuan yang digunakan adalah kilometer. Dimana 1000 meter sama dengan satu kilometer.
1000 m = 1 km
Pada sistem Imperial, feet merupakan satauan yang digunakan untuk mengukur panjang dalam bengkel (workshop) dan sebagian industri pemesinan. Pengukuran panjang yang ukuran pendek digunakan satuan inchi (in atau “)
12” = 1 ft
Satuan lain yang digunakan dalam pengukuran panjang dalam sistim imperial adalah yard (yd) dan mile
3 ft = 1 yd
5280 ft = 1 mil
Satuan yang digunakan dalam satuan metrik dan imperial dapat dihitung dengan sistim konversi faktor. Beberapa bengkel (workshop) teknik untuk memudahkan dalam menerjemahkan/pembacaan ukuran digunakan tabel konversi.
hasil konversi untuk metrik digunakan dua angka di belakang koma sedangkan untuk imperial digunakan 3 angka di belakang koma.
Untuk konversi milimeter ke inchi, I in = 25,4 mm
Konversi 10 mm ke inchi.
10 mm : 25,4 = 0,394”
Konversi 44,45 mm ke dalam satuan inchi,
44,45 mm : 25,4 = 1,75”
Konversi 2” ke mm
2” X 25,4 = 50,8 mm
Macam-macam Alat Ukur dan Penggunaannya� �1) Mistar Baja� �Mistar baja adalah alat ukur yang terbuat dari baja tahan karat. Permukaan dan bagian sisinya rata dan halus, di atasnya terdapat guratan-guratan ukuran, ada yang dalam satuan inchi, sentimeter dan ada pula yang gabungan inchi dan sentimeter/milimeter.
- mengukur lebar
- mengukur tebal serta,
- memeriksa kerataan suatu permukaan benda kerja.
Di samping mistar baja (steelrule) dapat dipergunakan untuk mengukur dan menentukan batas-batas ukuran juga biasa dipergunakan sebagal pertolongan menarik garis pada waktu menggambar pada permukaan benda pekerjaan. Setiap menarik. Garis hanya dilakukan satu kali, lihat Gambar 10:
Meteran Lipat� �Meteran lipat ini biasanya terbuat dari bahan aluminium atau baja. Dilihat dari segi konstruksinya sebelumnya merupakan gabungan dan mistar baja dengan sambungan engsel pada setiap ujungnya. Mengingat kemungkinan ausnya engsel dan ketidaktirusan garis pengukuran sewaktu melakukan pengukuran, maka meteran lipat tidak akan memberikan hasil yang Iebih baik dibandingkan dengan pengukuran mistar baja biasa.
Mal ukur ini dibuat dan pelat baja yang Iebih tipis dari ada mistar baja. Sifatnya lemas/lentur sehingga dapat digunakan untuk mengukur bagian-bagian yang cembung dan menyudut seperti: mengukur panjang, keliling bidang Iengkung (bundar). Sepanjang mistar ini terdapat ukuran-ukuran satuan inchi dan metrik.
Jangka Bengkok� �Guna jangka bengkok digunakan untuk mengukur tebal, lebar, panjang dan garis tengah benda bulat secara kasar. Alat ini terbuat dari baja perkakas dengan ujungnya dikeraskan. Bentuknya ada yang dilengkapi dengan mur penyetel dan ada pula yang tidak. Panjang kakinya, dalam�inchi, merupakan ukuran jangka bengkok.
Jangka kaki digunakan antara lain untuk mengukur diameter lubang dan jarak sesuatu celah. Bentuk kakinya menghadap keluar dan panjang kakinya itulah ukuran jangka kaki dalam inchi. Hasil pengukuran yang diperoleh adalah ukuran kasar.
Disebabkan ke dua kakinya itu mengeper bila menyentuh bidangbidang yang diukur, maka kita perlu banyak berlatih menggunakan jangka ini untuk memperhalus perasaan jari-jari. Dengan jari-jari yang tidak perasa kesalahan ukur mudah terjadi.
Pengukur Sudut�Pengukur Sudut terdiri dari mistar baja dan rumah yang terbuat dan� �besi tuang. Pada rumah ini terdapat garis-garis ukur yang menunjukkan besar sudut dalam derajat, dan bagian ini dapat diputar setelah dikendorkan baut pengikatnya, demikian pula mistarnya dapat dipasang dan dilepas dan rumahnya.� � �Fungsi Pengukur Sudut� �- Memeriksa mengukur sudut.� �- Menarik garis.� �- Memeriksa kerataan permukaan.
1. Busur baja (Steel Engineer Protractor)
Busur baja dapat digunakan untuk mengukur sudut Iangsung pada skala ukurannya, tetapi hanya dapat mengukur sampai I (satu) derajat, oleh karenanya biasa digunakan untuk memperkirakan harga sudut secara kasar.
Busur bilah (Universal Bevel Protractor)� �Busur bilah Iebih teliti dari busur baja dan dapat mengukur sampai ketelitian 5 defisi/.menit. Beberapa jenis alat ini dilengkapi dengan bilah bantu yang dimaksudkan untuk memudahkan pengukuran sudut puncak yang tumpul.
1. Bilah utama
2. Petat dasar
3. Kunci bilah
4. Kunci piringan
5. Skala utama
6. Skala nonius (kiri dan kanan)
7. Piringan dasar
Jangka Sorong (Vernier Caliper)� �Jangka Sorong (Vernier Caliper) atau mistar sorong adalah mistar yang digunakan untuk:�mengukur dimensi luar dan suatu benda dengan pertolongan rahang ukurnya. Pengukuran dimensi luar tersebut antara lain:�- panjang,� �- lebar,� �- tebal, dan� �- diameter luar
1. Kapasitas 150 mm ketelitian 0.05 mm
2. Kapasitas 200 mm ketelitian 0.02 mm
3. Bahkan ada yang berkapasitas sampai 1000 mm
Mikrometer
Mikrometer adalah suatu alat ukur yang mempunyai ketelitian tinggi, digunakan pada pengerjaan-pengerjaan yang mempunyai ketepatan dan keakuratan yang tinggi. Melihat dari konstruksinya, mikrometer berfungsi untuk megukur dimensi luar dari suatu benda kerja seperti tebal, diameter dan panjang benda kerja.
Batasan atau kapasitas dari pengukuran pada mikrometer ini tergantung kepada seberapa besar atau seberapa panjang poros geser yang dimiliki oleh mikrometer tersebut. Biasanya kapasitas pengukuran alat ini dapat mengukur dengan teliti dalam satuan metris sampai 1/1000 mm dan dalam satuan inch dapat mengukur dengan tetiti sampai 1/2560”.
1. Landasan (anvil)
2. Poros Geser (spindel)
3. Pengunci (lock nut)
4. Tabung (sleeve)
5. Tabung Putar (thimble)
6. Racet (rechet)
7. Rangka (frame)
Dilihat dari fungsi atau kegunaannya mikrometer terdiri dari beberapa macam antara lain;
1) Mikrometer luar (Out Side micrometer).
Fungsinya adalah untuk mengukur diameter luar, lebar, tebal dan benda kerja.
2) Mikrometer dalam (In Side Micrometer).
Fungsinya adalah untuk mengukur diameter dalam suatu benda kerja.
3) Mikrometer kedalaman (Depth Micrometer)
Fungsinya adalah untuk mengukur kedalaman alur atau kedalaman diameter benda kerja.
4) Mikrometer ulir (Thread Micrometer).
Fungsinya adalah untuk mengukur diameter ulir.
5) Mikrometer roda gigi (Gear Micrometer).
Fungsinya adalah untuk mengukur ketebalan dan diameter roda gigi.
Pengukur Tinggi (Vernier High Gauge)
Pengukur Tinggi (High Gauge) adalah suatu alat digunakan untuk mengukur ketinggian atau memeriksa ukuran tinggi benda kerja dan sekaligus dapat difungsikan sebagai penanda atau pelukis pada bagian benda yang diukur atau garis gambar. Alat ini merupakan alat khusus hanya digunakan untuk mengukur ketinggian suatu benda yang kemampuannya lebih teliti dan akurat jika dibandingkan dengan pengukur tinggi dengan menggunakan mistar, meter gulung. Hanya saja alat ini mempunyai kemampuan ukur terbatas.
Batang pengukur tinggi dilengkapi dengan pembagian ukuran terkecil sampal 1 mm dan 1/20”. Begitu pula sorong pembagi mempunyai pembagian terkecil sampai 0,01 mm dan 0.001”. Sorong pembagi dapat disetel naik-turun menurut ukuran tinggi yang diperlukan.
Tingkat Ketelitian Alat Ukur�Menentukan Tingkat Ketelitian Alat Ukur� �Tingkatan ketelitian alat ukur akan sangat ditentukan oleh skala yang ada pada alat ukur itu dan perbandingan antara benda ukur dengan yang diukur sama/mendekati harga.� �
Sifat-sifat alat ukur:
1. Kemudahan baca (readibility)
Hasil pengukuran memberikan langkah kemudahan dalam ketika dibaca.
2. Rantai kalibrasi/mampu usut (traceability)
Alat ukur harus dapat dan mempunyai alat ukur standar yang dipakai untuk mengkalibrasi.
3. Kepekaan (sensivity)
Disamping mampu mengukur, alat ukur itu juga harus dapat membedakan perubahan kecil dari benda ukur. Kepekaan dari suatu alat ukur ditentukan oleh mekanisme pengubah dan harganya dapat diiketahui dengan cara membuat grafik antara harga yang diukur dengan pembacaan skala.
4. Kestabilan nol (zero stability)
Jika alat ukur kembali pada posisi semula maka harus dapat kembali pada posisi nol.
Pembacaan Hasil Pengukuran.
Aplikasi Pengukuran
Berdasarkan sifatnya alat ukur ukur itu dapat dibagi:
Alat Ukur Sederhana