1 of 37

BAB

10

BUDI DAYA IKAN KONSUMSI

PRAKARYA

Sumber: shutterstock.com

PRAKARYA

2 of 37

SARANA DAN PERALATAN BUDI DAYA IKAN KONSUMSI

A

Wadah budi daya adalah tempat untuk memelihara ikan.

  • Budi daya ikan konsumsi bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat, memenuhi kebutuhan akan konsumsi ikan, dan sebagai sarana untuk menyalurkan hobi atau kegemaran memelihara ikan.
  • Untuk menunjang keberhasilan budi daya ikan konsumsi diperlukan sarana dan peralatan yang mendukung, salah satunya wadah.

PRAKARYA

3 of 37

Kolam

1

Jenis-jenis kolam untuk budi daya ikan berdasarkan bahannya

a.

Kolam yang keseluruhan bagiannya terbuat dari tanah.

b.

Kolam yang dindingnya terbuat dari tembok dan dasarnya dari tanah.

c.

Kolam yang keseluruhannya terbuat dari beton.

PRAKARYA

4 of 37

Jenis-jenis kolam untuk budi daya ikan berdasarkan tujuannya

a.

Kolam pemeliharaan induk/kolam pemijahan

b.

Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan

c.

Kolam pembesaran

PRAKARYA

5 of 37

Jenis-jenis kolam untuk budi daya ikan berdasarkan sumber airnya

a.

Kolam tadah hujan

b.

Kolam mata air

c.

Kolam pengairan setengah teknis

d.

Kolam pengairan teknis

PRAKARYA

6 of 37

Jenis-jenis kolam untuk budi daya ikan berdasarkan aliran airnya

a.

Kolam air tergenang

b.

Kolam air mengalir

PRAKARYA

7 of 37

Bak

2

  • Bak merupakan wadah yang biasanya terbuat dari plastik atau terpal, serat, dan beton.
  • Jenis-jenis bak yang sering digunakan, yaitu bak pemijahan, bak penetasan, bak pemeliharaan, dan bak pemberokan.
  • Bak digunakan untuk budi daya ikan konsumsi pada lahan yang sempit dan praktis.

PRAKARYA

8 of 37

Akuarium

3

Syarat-syarat penggunaan wadah akuarium untuk budi daya ikan konsumsi

a.

Memerlukan perlengkapan tambahan, seperti aerator, kabel listrik, dan pipa PVC yang diletakkan secara tersembunyi.

b.

Diletakkan di tempat yang serasi dengan ruangan.

c.

Buatlah dasar akuarium agar terlihat alami.

PRAKARYA

9 of 37

Keramba

4

  • Keramba merupakan jenis wadah budi daya ikan di perairan yang luas.
  • Jenis-jenis keramba yang biasa digunakan adalah jaring apung, jaring tancap, dan keramba yang terbuat dari bambu.

PRAKARYA

10 of 37

TAHAPAN BUDI DAYA IKAN KONSUMSI

B

Tahapan Perencanaan

1

a.

Menentukan jenis ikan konsumsi.

b.

Menentukan dan mempersiapkan wadah yang digunakan.

c.

Menyiapkan sarana dan peralatan.

d.

Menentukan jadwal kegiatan budi daya.

PRAKARYA

11 of 37

Tahapan Persiapan

2

a.

Benih

b.

Pakan ikan

c.

Obat-obatan

d.

Vitamin

e.

Timbangan

f.

Penggaris

g.

Baskom

h.

Seser

PRAKARYA

12 of 37

Tahapan Pelaksanaan

3

a.

Memilih indukan

b.

Pemijahan

c.

Pembibitan

d.

Pembesaran

e.

Pemberian pakan

f.

Pemeliharaan

g.

Pemanenan dan pemasaran

PRAKARYA

13 of 37

PEMELIHARAAN BUDI DAYA IKAN KONSUMSI

C

  • Budi daya ikan konsumsi yang telah ditempuh masyarakat dilakukan melalui pengembangan budi daya ikan secara instensif.
  • Contohnya, memilih lokasi pemeliharaan, menyediakan sarana dan peralatan yang digunakan, menyiapkan media yang dibutuhkan, melakukan pembibitan, dan memilih induk yang unggul.

PRAKARYA

14 of 37

Lokasi Pemeliharaan Ikan Konsumsi

1

  • Kolam pemeliharaan sebaiknya berasal dari tanah liat atau lempung yang tidak berporos.
  • Tanah liat atau lempung dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang atau dinding kolam.

a. Kolam pemeliharaan

PRAKARYA

15 of 37

Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3─5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.

b. Kemiringan tanah

Ikan konsumsi dapat tumbuh normal apabila lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150─1000 mdpl.

c. Ketinggian tempat

Kualitas air yang dipakai harus bersih, tidak terlalu keruh, tidak tercemar bahan-bahan kimia yang beracun minyak dan limbah plastik.

d. Kualitas air

PRAKARYA

16 of 37

Ikan konsumsi dapat berkembang pesat di kolam, sawah, dan sungai dengan aliran air yang deras.

e. Tempat pemeliharaan

Derajat keasaman air (pH) yang baik untuk budi daya ikan konsumsi adalah antara 7─8.

f. Derajat keasaman air (pH)

Suhu air yang baik untuk pemeliharaan ikan konsumsi berkisar antar 20◦ ─25◦ C.

g. Suhu

PRAKARYA

17 of 37

Jenis-Jenis Kolam Budi Daya Ikan Konsumsi

2

Jenis-jenis kolam budi daya ikan konsumsi berdasarkan pemanfatannya

a.

Kolam pemeliharaan induk/kolam pemijahan

b.

Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan

c.

Kolam pembesaran

d.

Kolam tempat pembersihan

PRAKARYA

18 of 37

Jenis-jenis kolam berdasarkan bahan pembuatannya

a.

Kolam tradisional atau ekstensif

b.

Kolam semi intensif

c.

Kolam intensif

PRAKARYA

19 of 37

Teknik Budi Daya Ikan Konsumsi

3

a. Alat-alat

  • jala, hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk dan benih), ember, baskom, timbangan, cangkul, dan pisau.
  • Peralatan yang digunakan untuk memanen di antaranya ayakan, tempat menyimpan ikan, keramba, sirib, dan jala.

PRAKARYA

20 of 37

b. Media

  • Agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, ikan membutuhkan media yang baik, salah satunya air.
  • Kondisi air harus mengandung nutrisi untuk tumbuh dan berkembangnya fitoplankton sebagai sumber makanan bagi ikan.

c. Indukan/bibit

Ciri-ciri bibit yang berkualitas di antaranya berukuran seragam, agresif, lincah, aktif, tidak ada luka di tubuhnya, dan tidak cacat.

PRAKARYA

21 of 37

Perbedaan Induk Jantan dan Induk Betina

No.

Bagian Tubuh Ikan

Induk Jantan

Induk Betina

1.

Lubang pada urogenital

2 lubang

3 lubang

2.

Warna sirip

merah cerah

merah pucat

3.

Warna perut

lebih gelap

lebih terang

4.

Warna dagu

lebih gelap

lebih terang

PRAKARYA

22 of 37

Pembibitan

4

a.

Sistem satu kolam

b.

Sistem dua kolam

c.

Sistem empat kolam atau platform

PRAKARYA

23 of 37

Pemeliharaan Bibit

5

  • Pemeliharaan bibit ikan konsumsi dimulai setelah telur hasil pemijahan menetas.
  • Pemeliharaan bibit dilakukan pada kolam pendederan.

Pembesaran

6

Pembesaran ikan konsumsi dapat dilakukan secara polikultur meupun monokultur.

PRAKARYA

24 of 37

Pemupukan

7

Jenis pupuk yang sering digunakan adalah pupuk kandang (pupuk hijau).

Pemberian Pakan

8

  • Pakan alami: cacing, kutu air, larva, serangga siput kecil, dan sebagainya.
  • Pakan buatan: pelet, tepung ikan, dan dedak halus.

PRAKARYA

25 of 37

Pemeliharaan Kolam/Tambak

9

Jenis pupuk yang sering digunakan adalah pupuk kandang (pupuk hijau).

Jenis Hama dan Penyakit

10

  • Pakan alami: cacing, kutu air, larva, serangga siput kecil, dan sebagainya.
  • Pakan buatan: pelet, tepung ikan, dan dedak halus.

PRAKARYA

26 of 37

Jenis-Jenis Hama yang Biasa Menyerang Ikan

No.

Nama Hama

Gejala

Cara Mengatasi

1.

Katak

Jumlah telur ikan semakin berkurang

Tangkap katak dan buang telur-telurnya

2.

Ular

Jumlah ikan berkurang

Menangkap ular dan memagari kolam dengan jaring atau bambu

3.

Lingsang

Jumlah ikan berkurang

Memasang jebakan berumpun dan memagari kolam dengan jaring atau bambu

4.

Burung

Jumlah telur ikan berkurang

Memberi penghalang bambu agar sulit menerkam atau memberi rumbai-rumbai tali

PRAKARYA

27 of 37

Jenis-Jenis Penyakit yang Menyerang Ikan

No.

Nama Penyakit

Gejala

Cara Mengatasi

1.

Bebeasan (notonecta)

Bibit ikan mati karena disengat

Menuangkan minyak tanah ke permukaan air

2.

Ucrit (larva cybister)

Bibit ikan jumlahnya berkurang dan ditemukan beberapa robekan pada badan ikan

Hindari penumpukan bahan organik di sekitar kolam

PRAKARYA

28 of 37

Pemanenan

11

Perbedaan Panen Selektif dan Panen Total

No.

Panen Selektif

Panen Total

1.

Kolam biasanya tidak dikeringkan

Kolam biasanya dikeringkan

2.

Ikan yang akan dipanen dipilih dengan ukuran tertentu sesuai pesanan

Semua ikan dipanen karena hasil pembesaran

3.

Pemanenan menggunakan jaring yang di atasnya telah ditaburi umpan

Pemanenan menggunakan scopnet yang halus

PRAKARYA

29 of 37

Pascapanen

12

Cara penanganan ikan hidup dan ikan segar pascapanen

a. Penanganan ikan hidup

  • Menggunakan air bersuhu rendah, yaitu sekitar 20◦ C.
  • Pengangkutan ikan hendaknya dilakukan pada pagi atau sore hari.
  • Jumlah ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.

PRAKARYA

30 of 37

b. Penanganan ikan segar

  • Ikan diupayakan agar tidak terluka.
  • Ikan tuna dicuci bersih terlebih dahulu.
  • Wadah harus dalam keadaan bersih dan tertutup.
  • Air yang dipakai untuk pengangkutan ikan harus bersih.

PRAKARYA

31 of 37

TEKNIK BUDI DAYA IKAN KONSUMSI

D

Lokasi Budi Daya

1

  • Ikan bandeng merupakan jenis ikan yang mampu hidup di dalam kolam/yambak dengan kadar garam yang tinggi.
  • Ikan bandeng juga dapat hidup di air laut, air tawar, dan air payau.

PRAKARYA

32 of 37

Sumber Air

2

  • Air yang digunakan untuk budi daya ikan bandeng harus bersih secara fisik, kimiawi, dan biologis.
  • pH air yang cocok untuk hidup ikan bandeng adalah 7−8.
  • Kadar oksigen terlarut yang baik sekitar 3,5 ppm.

PRAKARYA

33 of 37

Persiapan Tambak

3

  • Perbaikan konstruksi tambak
  • Pengeringan tambak
  • Pengapuran dasar tambak
  • Pemupukan dan penumbuhan pakan alami

PRAKARYA

34 of 37

Benih (Nener)

4

Ciri-ciri benih yang berkualitas, yaitu berukuran seragam, gerakannya agresif dan lincah, berwarna cerah, nafsu makannya tinggi, tidak ada luka di tubuhnya, dan tidak cacat.

Penebaran Benih (Nener)

5

Penebaran benih ikan bandeng dilakukan dengan hati-hati karena ikan bandeng sangat peka terhadap perubahan lingkungan.

PRAKARYA

35 of 37

Pemeliharaan

6

Pemeliharaan ikan bandeng perlu dilakukan setelah penebaran benih meliputi pengamatan pada lahan tambak terhadap tumbuhnya ganggang.

Hama dan Penyakit

7

  • Hama merupakan makhluk hidup yang bersifat pengganggu.
  • Jenis hama yang biasanya menyerang ikan bandeng di antaranya kepiting, udang tanah, teritip, kerang-kerangan, siput, musang air, dan ular.

PRAKARYA

36 of 37

Pemanenan

8

Pemasaran

9

Ikan bandeng yang sudah dipanen harus segera dipasarkan untuk mencegah terjadinay pembusukan.

  • Pemanenan ikan bandeng dapat dilakukan setelah bandeng berusia 50 hari atau 3 bulan.
  • Metode pemanenan yang dilakukan dengan cara sistem serang.

PRAKARYA

37 of 37

Sarana Penunjang

10

Sarana penunjang budi daya ikan bandeng meliputi jaring, selang atau pipa paralon, jaring hapa, obat-obatan, pompa, dan timbangan.

PRAKARYA