1 of 38

Seminar Hari Kartini & Hari Pendidikan Nasional

Auditorium UMK, 15 Mei 2025

Anita Rahmawati

“Peran Kemandirian untuk Perempuan”

2 of 38

Kondisi Pendidikan Perempuan di Indonesia

Kemajuan signifikan:

Angka partisipasi sekolah perempuan di tingkat dasar hingga menengah terus meningkat.

Perempuan kini lebih banyak memasuki perguruan tinggi, bahkan di bidang-bidang yang dulu didominasi laki-laki (sains, teknologi, teknik, dan matematika – STEM).

Namun, masih ada kesenjangan:

Di beberapa daerah tertinggal, perempuan masih mengalami keterbatasan akses pendidikan.

Perkawinan anak masih tinggi, yang menyebabkan banyak perempuan putus sekolah.

Kondisi Terkini Perempuan di Indonesia

Apersepsi

Kemandirian Ekonomi dan Peran di Dunia Kerja

Peningkatan peran ekonomi:

Jumlah perempuan yang menjadi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) sangat besar—sekitar 60% UMKM dikelola oleh perempuan.

Banyak perempuan yang berperan ganda: sebagai ibu rumah tangga sekaligus pencari nafkah.

Kendala yang dihadapi:

Masih ada kesenjangan upah antara perempuan dan laki-laki.

Stereotip gender di tempat kerja—misalnya perempuan dianggap kurang layak memimpin.

Beban ganda (pekerjaan domestik dan publik) yang belum terbagi adil.

Perempuan dan Teknologi

Era digital membuka peluang besar:

Perempuan kini dapat belajar dan berwirausaha secara online.

Banyak perempuan menjadi influencer, konten kreator, pelatih online, dan pebisnis digital.

Tantangan baru:

Kekerasan berbasis gender online (cyber harassment) masih tinggi.

Rendahnya literasi digital dan keamanan data di kalangan perempuan di daerah.

3 of 38

Telaah

Statistik Pendidikan Perempuan :

- Perempuan yang kuliah: 14,08% vs laki-laki 12,69% (BPS 2024)

- Penyelesaian SMA/sederajat: perempuan 69,54%, laki-laki 64,14% (GoodStats)

Kesenjangan di Wilayah Tertinggal :

- Perempuan pedesaan kuliah: hanya 6%

- Faktor penghambat: ekonomi, budaya, perkawinan anak

Kemandirian Ekonomi Perempuan :

- 60% UMKM dikelola perempuan

- Tantangan: kesenjangan upah, stereotip gender, beban ganda

Semnas Kartini & Pend

4 of 38

Anita Rahmawati

Apersepsi

Semnas Kartini & Pend

5 of 38

Apersepsi

Semnas Kartini & Pend

6 of 38

Apersepsi

Semnas Kartini & Pend

7 of 38

Kemandirian Perempuan - Kemandirian Ekonomi

Kemandirian perempuan adalah kondisi tidak bergantung pada orang lain. Ini mencakup kemandirian finansial, emosional, dan sosial.

Perempuan yang mandiri mampu memenuhi kebutuhan, kemampuan mengambil keputusan secara mandiri, berdaya, serta berkontribusi aktif dalam masyarakat.

Semnas Kartini & Pend

Peran Kemandirian dan Pentingnya untuk Perempuan

Kesetaraan Gender

Mendorong perempuan berpartisipasi aktif di berbagai bidang.

Kebebasan Memilih dan Kendali

Menentukan jalan hidup tanpa tekanan dari luar, Meningkatkan kepercayaan diri

dan pengambilan keputusan.

Perlindungan Diri & Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga

Menyediakan sumber daya di saat kesulitan menghadang &

kebutuhan keluarga

Pemberdayaan / Meningkatkan Posisi Perempuan dalam Masyarakat

Memungkinkan untuk lebih memengaruhi arah pembangunan dan kebijakan.

1

8 of 38

Aspek-aspek Kemandirian Ekonomi bagi Perempuan

Semnas Kartini & Pend

Akses terhadap Pekerjaan dan Penghasilan :�Pencapaian kemandirian ekonomi melalui akses terhadap pekerjaan yang adil dan setara. Dalam beberapa kasus, perempuan memanfaatkan pekerjaan formal di sektor publik atau swasta. Di sisi lain, banyak perempuan juga menjalankan usaha mikro atau kewirausahaan untuk menciptakan sumber pendapatan sendiri.

Pengelolaan Keuangan yang Bijak :

Kemampuan dalam mengelola keuangan dengan bijaksana, meliputi perencanaan anggaran, tabungan, dan investasi untuk masa depan. Ketika perempuan dapat mengelola keuangannya dengan baik, mereka tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga merencanakan masa depan yang lebih aman secara finansial.

Pemanfaatan Teknologi dan Digitalisasi :

Dapat menciptakan peluang ekonomi baru. Misalnya, melalui e-commerce, freelance, atau pengembangan aplikasi digital, perempuan dapat membuka pintu menuju pekerjaan yang lebih fleksibel, berdaya saing, dan menghasilkan pendapatan.

Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan

Akses ke pendidikan yang relevan dengan keterampilan kerja atau kewirausahaan adalah kunci untuk membuka peluang ekonomi bagi perempuan. Program pelatihan yang mengajarkan keterampilan teknis seperti desain grafis, pemasaran digital, atau manajemen usaha dapat memberikan perempuan alat untuk menciptakan dan mengelola bisnis mereka sendiri.

9 of 38

Manfaat Kemandirian Finansial

Memenuhi Kebutuhan Dasar

Sandang, pangan, dan papan terpenuhi tanpa bergantung.

Investasi Masa Depan

Pendidikan, kesehatan, dan pensiun terjamin.

Menciptakan Peluang Usaha

Lapangan kerja baru dan kemandirian ekonomi.

Kurangi Kekerasan Ekonomi

Mengurangi risiko ketergantungan dalam rumah tangga.

Semnas Kartini & Pend

10 of 38

Tantangan dan Langkah Mendorong Kemandirian

Tantangan

  • Akses pendidikan, modal dan teknologi terbatas
  • Norma budaya patriarkal kuat (social & budaya)
  • Minim pelatihan keterampilan perempuan dewas
  • Beban Kerja Ganda

Langkah Nyata

  • Pendidikan setara dan ramah gender
  • Pelatihan keterampilan dan digital
  • Dukungan keluarga dan kebijakan afirmatif

(pelatihan keterampilan, peningkatan akses pembiayaan

untuk wirausaha perempuan, dan peraturan yang mendukung

kesetaraan gender di tempat kerja

  • Penyediaan layanan pendukung

(layanan ramah perempuan, fasiliitas penitipan anak,

cuti melahirkan, dll)

Semnas Kartini & Pend

11 of 38

Statistik Kemandirian Ekonomi Perempuan di Indonesia

  • Jumlah Pernikahan Menurun: Pada tahun 2023, jumlah pernikahan di Indonesia tercatat sebanyak 1.577.255, menurun sekitar 128.000 dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini sebagian disebabkan oleh meningkatnya jumlah perempuan mandiri yang kesulitan menemukan pasangan pria mapan. Indopolitika.com+4Radar Kediri+4Instagram+4
  • Kesenjangan Upah Gender: Rata-rata perempuan di seluruh dunia hanya memperoleh sekitar 77% dari penghasilan laki-laki untuk pekerjaan yang sama. Hal ini menyebabkan kesenjangan ekonomi bagi perempuan, menghambat mereka untuk mandiri secara utuh, bahkan meningkatkan risiko kemiskinan di kemudian hari. Amnesty Indonesia
  • Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan: Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan di Indonesia menunjukkan tren positif, mencapai 53,41% pada tahun 2022, meningkat dari 51,80% pada tahun 2018. Meskipun demikian, kesenjangan dengan TPAK laki-laki yang mencapai 83,87% masih signifikan. Repository UIN Jakarta+1Raden Intan Repository+1

12 of 38

Dampak Kemandirian Ekonomi Perempuan

  • Peningkatan Ketahanan Ekonomi Keluarga: Perempuan pelaku usaha mikro berperan penting dalam ekonomi keluarga, namun masih menghadapi hambatan struktural dan sosial. Dukungan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan perempuan dalam ekonomi. ResearchGate

  • Pengurangan Ketimpangan Pendapatan: Tingkat pendidikan dan kesehatan perempuan dapat berkontribusi untuk mengurangi ketimpangan pendapatan. Pemberdayaan perempuan melalui peningkatan akses pendidikan dan kesehatan dapat membantu menurunkan ketimpangan pendapatan di Indonesia. ETD UGM

13 of 38

Kemampuan Mengambil Keputusan

Perempuan mandiri berani menentukan arah hidupnya.

Termasuk pendidikan, pekerjaan, pernikahan, dan keluarga.

2

14 of 38

Pengambilan Keputusan sebagai Pilar Kemandirian Perempuan

Kemampuan untuk mengambil keputusan secara mandiri dalam berbagai aspek kehidupan—pendidikan, pekerjaan, pernikahan, dan keluarga—adalah landasan utama bagi perempuan untuk mencapai kemandirian. Keputusan-keputusan ini tidak hanya memengaruhi kualitas hidup perempuan itu sendiri, tetapi juga berkontribusi pada perubahan sosial yang lebih luas, di mana perempuan dapat berperan lebih aktif dan setara di berbagai sektor kehidupan.

Ketika perempuan memiliki kebebasan untuk memilih dan mengambil keputusan yang terbaik bagi diri mereka, mereka tidak hanya memperkuat posisi mereka dalam keluarga dan masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi generasi mendatang untuk hidup dalam masyarakat yang lebih adil dan setara.

15 of 38

Statistik dan Data Pendukung

1. Pendidikan

  • Peningkatan Akses Pendidikan Perempuan: Jumlah mahasiswa perempuan di Indonesia lebih banyak dibandingkan laki-laki, dengan sekitar 3,25 juta perempuan dibandingkan 3,09 juta laki-laki pada Maret 2024. NU Online
  • Peran Guru Perempuan: Sekitar 70% dari seluruh guru di Indonesia adalah perempuan, menunjukkan bahwa perempuan berperan besar dalam mendidik dan membangun karakter generasi penerus bangsa. Indonesia.go.id

2. Pekerjaan

  • Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan: Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan di Indonesia pada Februari 2023 adalah 54,42%. Satu Data Batam
  • Proporsi Perempuan di Posisi Manajerial: Pada tahun 2022, proporsi perempuan di Indonesia yang menduduki posisi manajerial mencapai 32,26%, meningkat dari 22,32% pada tahun 2015. Universitas Indonesia

3. Pernikahan

  • Penurunan Angka Pernikahan: Dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah perkawinan di Indonesia turun sebesar 28,63%. Salah satu faktor utama yang berperan dalam tren ini adalah meningkatnya kemandirian perempuan, baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun sosial. KOMPASIANA

4. Keluarga

  • Peran Perempuan dalam Pengambilan Keputusan Keluarga: Perempuan yang memiliki akses pendidikan dan pelatihan keterampilan yang memadai dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengambilan keputusan keluarga, terutama dalam aspek ekonomi dan pendidikan anak. ResearchGate

16 of 38

17 of 38

18 of 38

19 of 38

20 of 38

Ketahanan Menghadapi Tantangan

Kemandirian membentuk karakter tangguh dan tahan banting.

Berani bertahan dalam situasi sulit dan tekanan sosial.

Semnas Kartini & Pend

3

21 of 38

Semnas Kartini & Pend

Ketahanan dalam Menghadapi Tantangan Buah dari Kemandirian Perempuan

Kemampuan untuk tetap tegar dan adaptif dalam menghadapi berbagai tekanan dan tantangan hidup. Dalam konteks sosial, ekonomi, maupun budaya, perempuan yang mandiri menunjukkan karakter tangguh, resilien, dan mampu mengelola krisis secara konstruktif.

Ketahanan dalam menghadapi tantangan bukan hanya kemampuan bertahan, tetapi juga kemampuan tumbuh dan melampaui rintangan. Kemandirian membentuk perempuan menjadi pribadi yang tangguh, solutif, dan adaptif, sekaligus menjadi agen perubahan dalam keluarga dan masyarakat. Ini adalah pondasi penting menuju kesetaraan dan pembangunan berkelanjutan.

22 of 38

Semnas Kartini & Pend

Data dan Fakta Pendukung

1. Perempuan sebagai Pelaku UMKM

Pada tahun 2022, sekitar 64,5% Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dimiliki dan dikelola oleh perempuan. UMKM ini memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, yaitu 61% dari Produk Domestik Bruto (PDB), 60% dari total investasi, dan 97% penyerapan tenaga kerja.

2. Resiliensi Perempuan dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

Komnas Perempuan mencatat bahwa perempuan menunjukkan daya lenting (resiliensi) yang tinggi dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. Mereka mampu beradaptasi, meredam dampak, dan membangun jejaring sesama perempuan untuk saling mendukung. Perempuan juga berperan sebagai tulang punggung pelayanan kesehatan, dengan 70% tenaga kesehatan di dunia adalah perempuan. Komnas Perempuan

3. Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Resiliensi Perempuan

Penelitian oleh Riska Rahmananda menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan keluarga dengan resiliensi perempuan pada kehamilan pertama. Korelasi antara dukungan keluarga dengan resiliensi sebesar r=0,528 (p<0,05), dengan sumbangan efektif sebesar 27,8%. ETD UGM

4. Peran Religiusitas dalam Meningkatkan Resiliensi

Studi oleh Farhana Ainaya Qalbi menemukan bahwa religiusitas memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat resiliensi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga, sebesar 72,5%. Religiusitas juga dikaitkan dengan peningkatan efikasi diri dan optimisme individu. ETD UGM

5. Perempuan dalam Sektor Informal

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa proporsi pekerja perempuan di sektor informal meningkat dari 61,9% pada tahun 2018 menjadi 64,25% pada tahun 2023. Meskipun sektor ini minim perlindungan dan kesejahteraan, perempuan memilihnya karena fleksibilitas jam kerja, menunjukkan kemampuan adaptasi dan ketahanan dalam menghadapi tantangan ekonomi. GoodStats

23 of 38

Partisipasi dalam Pembangunan

Perempuan mandiri berperan aktif dalam sosial dan politik.

Menguatkan pembangunan komunitas dan masyarakat luas.

Semnas Kartini & Pend

4

24 of 38

Makna Partisipasi dalam Pembangunan :

Partisipasi dalam pembangunan berarti keterlibatan aktif masyarakat, termasuk perempuan, dalam:

  • Perumusan kebijakan, baik di lembaga formal seperti pemerintah maupun non-formal seperti organisasi masyarakat sipil.
  • Pengambilan keputusan kolektif dalam komunitas (desa, RT/RW, organisasi keagamaan).
  • Pelaksanaan program sosial seperti kesehatan ibu dan anak, pendidikan non-formal, pelestarian lingkungan, dan penanggulangan bencana.

Pentingnya Partisipasi Perempuan :

  1. Perempuan mandiri lebih percaya diri untuk menyuarakan pendapat dan memperjuangkan kepentingan bersama.
  2. Mereka memiliki kapasitas berpikir kritis dan analitis, sehingga mampu mengidentifikasi persoalan komunitas dan menyusun solusi.
  3. Kemandirian finansial dan waktu membuat perempuan lebih leluasa mengikuti kegiatan organisasi, pelatihan, hingga proses advokasi publik.
  4. Mereka menginspirasi dan memberdayakan perempuan lain dalam lingkungannya.

Contoh Nyata Partisipasi Perempuan Mandiri

  • Perempuan Kepala Desa atau Lurah yang memimpin program pemberdayaan ekonomi warga, sanitasi, dan pendidikan anak perempuan.
  • Aktivis komunitas yang mengadvokasi hak-hak perempuan dan anak, termasuk perlindungan dari kekerasan dan pernikahan dini.
  • Pengusaha perempuan yang menciptakan lapangan kerja di desanya dan melatih warga untuk meningkatkan keterampilan.
  • Relawan perempuan dalam program tanggap bencana, kesehatan ibu dan anak, serta literasi digital di daerah terpencil.

25 of 38

Data Pendukung

  • Keterlibatan Perempuan dalam Politik dan Pemerintahan�Menurut BPS (2023), hanya 21,63% kursi DPR RI diisi oleh perempuan. Target 30% keterwakilan masih belum tercapai, namun terus mengalami kenaikan tiap periode.�(BPS, 2023)
  • Perempuan dan Kegiatan Sosial-Komunitas�Studi UN Women (2022) menunjukkan bahwa perempuan yang mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan digitalisasi lebih aktif berpartisipasi dalam komunitas, bahkan mengambil peran sebagai mentor dan fasilitator pelatihan lokal.�(UN Women Indonesia, 2022)
  • Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak�Program Kementerian PPPA mencatat bahwa lebih dari 5.000 desa telah membentuk forum perempuan desa yang aktif menyuarakan isu stunting, pernikahan dini, dan kekerasan berbasis gender.�(KemenPPPA.go.id)

26 of 38

Menjadi Teladan dan Agen Perubahan

Perempuan mandiri menginspirasi generasi muda.

Mendorong anak perempuan meraih cita-cita mereka.

Semnas Kartini & Pend

5

27 of 38

Semnas Kartini & Pend

Makna Perempuan Mandiri sebagai Teladan

Perempuan mandiri yang mampu mengambil keputusan sendiri, mandiri secara finansial, dan aktif dalam ruang public memiliki potensi kuat untuk:

  • Menjadi role model bagi anak-anak, khususnya anak perempuan, dalam melihat bahwa kesuksesan dan kemandirian bukanlah monopoli laki-laki.
  • Mentransformasikan nilai dan harapan sosial, bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin, ilmuwan, pebisnis, dan penggerak perubahan.
  • Menghancurkan stereotip yang menempatkan perempuan hanya sebagai pelengkap dalam kehidupan keluarga atau masyarakat.

Contoh inspiratif: Najwa Shihab (jurnalis), Tri Rismaharini (wali kota & menteri), Nadiem Makarim mendorong kepemimpinan perempuan dalam kebijakan pendidikan, atau para guru perempuan di pedalaman Indonesia yang mendidik di tengah keterbatasan.

28 of 38

Semnas Kartini & Pend

Perempuan mandiri bukan hanya simbol keberhasilan pribadi, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial.

�Dengan menjadi teladan, mereka:

  • Mendorong mimpi besar pada generasi muda.
  • Membuka jalan bagi kesetaraan yang lebih luas.
  • Mengubah budaya patriarkal menjadi budaya inklusif yang menghargai keberagaman peran dan potensi.

29 of 38

Semnas Kartini & Pend

Data Pendukung

1. Peran Model Perempuan dalam Pendidikan

  • Menurut UNICEF, kehadiran kepala sekolah perempuan dapat mengubah ekspektasi orang tua terhadap anak-anak mereka dan memberikan rasa aman bagi siswi, terutama remaja perempuan. UNICEF

2. Mentor dan Role Model Komunitas

  • UNICEF juga menekankan pentingnya "role model komunitas"—perempuan dari komunitas lokal yang dekat usia dan pengalaman dengan remaja perempuan—dalam membimbing dan menginspirasi mereka untuk mengejar karier di bidang STEM. UNICEF

3. Partisipasi Perempuan dalam STEM di Asia Pasifik

  • Laporan UNDP menunjukkan bahwa di Asia Pasifik, perempuan hanya mewakili sekitar 23,9% dari peneliti di bidang STEM, lebih rendah dari rata-rata global sebesar 29,3%. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan representasi perempuan sebagai teladan di bidang ini. UNDP

30 of 38

Semnas Kartini & Pend

Peran Perempuan Mandiri dalam Konteks Kekinian

1. Transformasi Digital dan Kewirausahaan

  • Perempuan mandiri kini memanfaatkan teknologi digital untuk mendirikan bisnis online, menjadi kreator konten edukatif, dan terlibat dalam gerakan digital yang memperjuangkan isu-isu sosial.

2. Kepemimpinan dalam Komunitas

  • Perempuan yang aktif dalam komunitas lokal, seperti melalui program "Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak", menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat.

3. Advokasi dan Kebijakan Publik

  • Perempuan mandiri terlibat dalam advokasi kebijakan publik, mendorong regulasi yang ramah perempuan dan anak, serta menginisiasi inovasi sosial melalui wirausaha sosial dan inisiatif berbasis digital.

Perempuan mandiri berperan sebagai teladan dan agen perubahan dengan:

  • Menginspirasi generasi muda, terutama anak-anak perempuan, untuk meraih cita-cita dan mengejar pendidikan tinggi.
  • Mendorong partisipasi perempuan dalam bidang-bidang yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki, seperti STEM dan kepemimpinan komunitas.
  • Membangun solidaritas dan ekosistem pendukung yang memberdayakan perempuan lain melalui mentoring dan komunitas.

31 of 38

Kisah Inspiratif Perempuan Mandiri

Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan dan pengusaha sukses.

Butet Manurung

Aktivis sosial yang memperjuangkan pendidikan.

Semnas Kartini & Pend

"Kalau kamu tahu sesuatu yang bisa membuat dunia lebih baik, kamu harus melakukannya—meski tidak semua orang mengerti atau mendukung."

"Perempuan tidak boleh merasa rendah diri. Jangan pernah takut pintar. Jangan pernah takut bicara. Jangan pernah takut beda pendapat. Tapi tetap gunakan dengan cara yang baik, dengan hati yang bersih."

32 of 38

Semnas Kartini & Pend

Inspirasi Kemandirian Perempuan

Sri Mulyani menunjukkan bahwa kemandirian perempuan tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga berani bersuara, berpikir kritis, dan mengambil keputusan besar. Ia dikenal vokal dalam memberantas korupsi dan memperbaiki tata kelola keuangan negara.

Nilai Kemandirian :

Pendidikan sebagai fondasi kemandirian: Ia tidak hanya menempuh pendidikan tinggi, tapi juga menjadi inspirasi bahwa perempuan bisa unggul dalam bidang yang didominasi laki-laki.

Keberanian menghadapi tekanan: Dalam jabatannya, Sri Mulyani kerap menghadapi tantangan politik dan tekanan, namun tetap berdiri teguh demi integritas dan prinsip.

Kepedulian terhadap perempuan lain: Ia aktif mendorong kebijakan fiskal yang responsif gender, termasuk anggaran untuk pendidikan dan kesehatan perempuan.

Data dukung :

  1. Reformasi Birokrasi di Kementerian Keuangan (2005–2010, 2016–sekarang)
  2. Kasus Century dan Pengunduran Diri dari Kabinet (2010)
  3. Penerapan e-Budgeting dan Sistem Keuangan Negara Terintegrasi
  4. Prestasi dan Pengakuan Internasional
  5. Anggaran Responsif Gender dan Tata Kelola yang Inklusif

33 of 38

Semnas Kartini & Pend

Perempuan yang Mandiri, Tangguh, dan Berani Berbeda

Butet meninggalkan kenyamanan sebagai akademisi di kota untuk hidup di hutan bersama masyarakat adat. Ia menghadapi:

1. Lingkungan ekstrem (tanpa listrik, sinyal, atau fasilitas kesehatan)

2. Penolakan awal dari warga lokal, karena dianggap orang luar,Bahkan ancaman dari pihak-pihak yang terganggu oleh keberadaannya.

Tetapi, ia bertahan. Ia membuktikan bahwa perempuan bisa mengambil peran di ruang-ruang yang jarang disentuh, dan tidak harus menunggu izin siapa pun untuk berkarya demi kebaikan.

Nilai-Nilai Kemandirian yang Diusung Butet Manurung: Mandiri secara pemikiran: Berani menciptakan pendekatan baru di luar sistem konvensional.Mandiri secara emosional: Tangguh dalam menghadapi kesulitan, jauh dari zona nyaman.Mandiri secara sosial: Tidak bergantung pada sistem formal, tapi mampu membangun jaringan perubahan dari akar rumput.

34 of 38

Semnas Kartini & Pend

35 of 38

Semnas Kartini & Pend

PATI

KUDUS

JEPARA

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3AKB) Kabupaten Pati

DinsosP3AKB aktif melibatkan organisasi perempuan dalam program pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta perkawinan anak dengan sosialisasi dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat

GOW (Gabungan Organisasi Wanita)

Tokoh : Mawar Hartopo

Program : Pemberdayaan perempuan & keluarga (penurunan stunting, program kehamilan sehat, pelatihan kepemimpinan perempuan, lomba BKB HI mawar merah desa kramat yang masuk nominasi juara lomba tingkat Prov. Jateng.

Jaladara Collectiva

Mengusung semangat Kartini di setiap kegiatannya. Komunitas seniman, pelukis, pendidik, dan jurnalis.

Program : Pameran seni rupa perempuan, peluncuran zine “Olahrasa” (karya sastra & seni rupa perempuan), kolaborasi dengan kelas inspirasi Jepara.

Gabungan Aktivis Perempuan Merdeka Kabupaten Pati

Komunitas ini terdiri dari berbagai elemen perempuan, termasuk kelompok wanita tani dan penggerak desa. Mereka aktif dalam kegiatan sosial dan politik, seperti mendeklarasikan dukungan kepada calon gubernur Jawa Tengah.

Komunitas Everglow – Basket untuk Perempuan Kudus

Awalnya anggota perempuan saja, tetpai kemudian membuka unuk semua gender

Anggota aktif sekitar 100 dan mengadakan pelatihan serta pertandingan persahabatan

Kartini's Up

Berdiri 2019, berfokus pada kampanye kesetaraan gender dan isu-isu perempuan di Jepara. Komunitas ini terdiri dari sekitar 25 anggota, termasuk perempuan, laki-laki, dan berbagai gender lainnya. Mereka aktif menjaring anak muda dan komunitas untuk berkolaborasi dalam mengangkat isu-isu perempuan di Jepara

Komunitas Penggerak Literasi Litbar

Komunitas literasi yang fokus pada anak-anak dan perempuan. Kegiatan membaca dan menulis untuk mengurangi ketergantungan anak pada gadget. Salah satu pencapaiannya adalah menerbitkan buku cerita hasil karya anak-anak.

Kelompok Wanita Tani (KWT) – Pemberdayaan Perempuan di Pertanian

memanfaatkan pekarangan rumah untuk pertanian.

Penggerak Perempuan Desa

Tokoh : Nyai Hj. A’izzah (Umik Zah)

Katerlibatan dalam kegiatan social & keagamaan yang mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan desa

KOMUNITAS PENGGERAK PEREMPUAN

36 of 38

Semnas Kartini & Pend

PATI

KUDUS

JEPARA

Lintal Muna – Ketua Majelis Tabligh PWA Jawa Tengah

Lintal Muna, berasal dari Pati, menjabat sebagai Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah. Ia menerima penghargaan sebagai Wanita Penggerak Gender atas kontribusinya dalam pemberdayaan perempuan.

Program Krenova – Pemberdayaan Perempuan Melalui Industri Kreatif

pemberdayaan perempuan rawan sosial ekonomi di Desa Jepang. Program ini fokus pada pengembangan industri kreatif anyaman bambu, memberikan pelatihan dan pendampingan kepada perempuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi mereka.

Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Jepara

Pemberdayaan ekonomi perempuan melalui kewirausahaan.

Program : Pelatihan & seminar, kolaborasi dengan pemerintah & kepolisian dalam pemberdayaan perempuan termasuk mendukung istri korban kecelakaan, pengelolaan toko oleh-oleh UMKM di dermaga penyeberangan Karimunjawa.

Yayasan Bakti Acarya Pertiwi

Berlokasi di Kecamatan Trangkil, yayasan ini terdaftar dalam Program Organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan. Mereka fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan perempuan melalui pelatihan dan pendampingan.

GenBI Komisariat IAIN Kudus – Prestasi Mahasiswa Perempuan

mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia, aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan akademik. Pada Mei 2025, mereka berhasil meraih gelar Juara Umum dalam sebuah kompetisi

TP PKK Kabupaten Jepara

Tim Penggerak PKK Jepara berperan penting dalam mendukung visi Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius. Mereka aktif dalam mengatasi masalah sosial dan meningkatkan kualitas keluarga melalui berbagai program pemberdayaan perempuan

Gunarti – Aktivis Lingkungan Kendeng

Gunarti adalah sosok perempuan dari Desa Sukolilo yang dikenal karena perjuangannya menolak pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng. Ia menjadi simbol perlawanan perempuan terhadap kerusakan lingkungan.

Program Pemerintah Kab. Kudus melalui Bapermas, Perempuan & KB

Program :

Pelatihan aneka Usaha (tataboga & menjahit, hibah sarpras usaha)

Pembinaan lembaga & ormas pedesaan (pokja adat istiadat pembinaan kepada lembaga adat.

DP3AP2KB Kabupaten Jepara

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jepara memiliki berbagai program strategis untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Mereka juga aktif dalam kegiatan seperti AKSARA 3.0 untuk meningkatkan kreativitas masyarakat

KOMUNITAS PENGGERAK PEREMPUAN

37 of 38

Kesimpulan dan Aksi Bersama

Kemandirian adalah hak dan kunci pemberdayaan perempuan.

Pendidikan adalah jalan menuju kemandirian sejati.

Bersama kita ciptakan ekosistem mendukung perempuan mandiri.

Perempuan berdaya, Indonesia maju!

Semnas Kartini & Pend

"Perempuan yang cerdas bukan hanya mengubah hidupnya, tapi juga mengubah masyarakatnya."

38 of 38

Closing Statement

Semnas Kartini & Pend

Kemandirian perempuan bukan hanya tentang berdiri di atas kaki sendiri, tetapi juga tentang berpikir kritis, mengambil keputusan, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Kita telah mendengar kisah-kisah inspiratif, dari Kartini hingga tokoh masa kini seperti Sri Mulyani, yang membuktikan bahwa perempuan Indonesia mampu menjadi pemimpin, pendidik, inovator, dan agen perubahan.

Semoga seminar ini menjadi awal, bukan akhir-awal dari kesadaran, keberanian, dan langkah nyata untuk terus memberdayakan perempuan melalui pendidikan dan kesempatan yang setara.

Jadilah perempuan Indonesia yang mampu memimpin, mandiri secara pemikiran dan ekonomi, serta berperan penting dalam pembangunan bangsa. Kuncinya ada pada keberanian untuk belajar, tekun, dan memiliki prinsip hidup yang kuat.