Seminar Hari Kartini & Hari Pendidikan Nasional
Auditorium UMK, 15 Mei 2025
Anita Rahmawati
“Peran Kemandirian untuk Perempuan”
Kondisi Pendidikan Perempuan di Indonesia
Kemajuan signifikan:
Angka partisipasi sekolah perempuan di tingkat dasar hingga menengah terus meningkat.
Perempuan kini lebih banyak memasuki perguruan tinggi, bahkan di bidang-bidang yang dulu didominasi laki-laki (sains, teknologi, teknik, dan matematika – STEM).
Namun, masih ada kesenjangan:
Di beberapa daerah tertinggal, perempuan masih mengalami keterbatasan akses pendidikan.
Perkawinan anak masih tinggi, yang menyebabkan banyak perempuan putus sekolah.
Kondisi Terkini Perempuan di Indonesia
Apersepsi
Kemandirian Ekonomi dan Peran di Dunia Kerja
Peningkatan peran ekonomi:
Jumlah perempuan yang menjadi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) sangat besar—sekitar 60% UMKM dikelola oleh perempuan.
Banyak perempuan yang berperan ganda: sebagai ibu rumah tangga sekaligus pencari nafkah.
Kendala yang dihadapi:
Masih ada kesenjangan upah antara perempuan dan laki-laki.
Stereotip gender di tempat kerja—misalnya perempuan dianggap kurang layak memimpin.
Beban ganda (pekerjaan domestik dan publik) yang belum terbagi adil.
Perempuan dan Teknologi
Era digital membuka peluang besar:
Perempuan kini dapat belajar dan berwirausaha secara online.
Banyak perempuan menjadi influencer, konten kreator, pelatih online, dan pebisnis digital.
Tantangan baru:
Kekerasan berbasis gender online (cyber harassment) masih tinggi.
Rendahnya literasi digital dan keamanan data di kalangan perempuan di daerah.
Telaah
Statistik Pendidikan Perempuan :
- Perempuan yang kuliah: 14,08% vs laki-laki 12,69% (BPS 2024)
- Penyelesaian SMA/sederajat: perempuan 69,54%, laki-laki 64,14% (GoodStats)
Kesenjangan di Wilayah Tertinggal :
- Perempuan pedesaan kuliah: hanya 6%
- Faktor penghambat: ekonomi, budaya, perkawinan anak
Kemandirian Ekonomi Perempuan :
- 60% UMKM dikelola perempuan
- Tantangan: kesenjangan upah, stereotip gender, beban ganda
Semnas Kartini & Pend
Anita Rahmawati
Apersepsi
Semnas Kartini & Pend
Apersepsi
Semnas Kartini & Pend
Apersepsi
Semnas Kartini & Pend
Kemandirian Perempuan - Kemandirian Ekonomi
Kemandirian perempuan adalah kondisi tidak bergantung pada orang lain. Ini mencakup kemandirian finansial, emosional, dan sosial.
Perempuan yang mandiri mampu memenuhi kebutuhan, kemampuan mengambil keputusan secara mandiri, berdaya, serta berkontribusi aktif dalam masyarakat.
Semnas Kartini & Pend
Peran Kemandirian dan Pentingnya untuk Perempuan
Kesetaraan Gender
Mendorong perempuan berpartisipasi aktif di berbagai bidang.
Kebebasan Memilih dan Kendali
Menentukan jalan hidup tanpa tekanan dari luar, Meningkatkan kepercayaan diri
dan pengambilan keputusan.
Perlindungan Diri & Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga
Menyediakan sumber daya di saat kesulitan menghadang &
kebutuhan keluarga
Pemberdayaan / Meningkatkan Posisi Perempuan dalam Masyarakat
Memungkinkan untuk lebih memengaruhi arah pembangunan dan kebijakan.
1
Aspek-aspek Kemandirian Ekonomi bagi Perempuan
Semnas Kartini & Pend
Akses terhadap Pekerjaan dan Penghasilan :�Pencapaian kemandirian ekonomi melalui akses terhadap pekerjaan yang adil dan setara. Dalam beberapa kasus, perempuan memanfaatkan pekerjaan formal di sektor publik atau swasta. Di sisi lain, banyak perempuan juga menjalankan usaha mikro atau kewirausahaan untuk menciptakan sumber pendapatan sendiri.
Pengelolaan Keuangan yang Bijak :
Kemampuan dalam mengelola keuangan dengan bijaksana, meliputi perencanaan anggaran, tabungan, dan investasi untuk masa depan. Ketika perempuan dapat mengelola keuangannya dengan baik, mereka tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga merencanakan masa depan yang lebih aman secara finansial.
Pemanfaatan Teknologi dan Digitalisasi :
Dapat menciptakan peluang ekonomi baru. Misalnya, melalui e-commerce, freelance, atau pengembangan aplikasi digital, perempuan dapat membuka pintu menuju pekerjaan yang lebih fleksibel, berdaya saing, dan menghasilkan pendapatan.
Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan
Akses ke pendidikan yang relevan dengan keterampilan kerja atau kewirausahaan adalah kunci untuk membuka peluang ekonomi bagi perempuan. Program pelatihan yang mengajarkan keterampilan teknis seperti desain grafis, pemasaran digital, atau manajemen usaha dapat memberikan perempuan alat untuk menciptakan dan mengelola bisnis mereka sendiri.
Manfaat Kemandirian Finansial
Memenuhi Kebutuhan Dasar
Sandang, pangan, dan papan terpenuhi tanpa bergantung.
Investasi Masa Depan
Pendidikan, kesehatan, dan pensiun terjamin.
Menciptakan Peluang Usaha
Lapangan kerja baru dan kemandirian ekonomi.
Kurangi Kekerasan Ekonomi
Mengurangi risiko ketergantungan dalam rumah tangga.
Semnas Kartini & Pend
Tantangan dan Langkah Mendorong Kemandirian
Tantangan
Langkah Nyata
(pelatihan keterampilan, peningkatan akses pembiayaan
untuk wirausaha perempuan, dan peraturan yang mendukung
kesetaraan gender di tempat kerja
(layanan ramah perempuan, fasiliitas penitipan anak,
cuti melahirkan, dll)
Semnas Kartini & Pend
Statistik Kemandirian Ekonomi Perempuan di Indonesia
Dampak Kemandirian Ekonomi Perempuan
Kemampuan Mengambil Keputusan
Perempuan mandiri berani menentukan arah hidupnya.
Termasuk pendidikan, pekerjaan, pernikahan, dan keluarga.
2
Pengambilan Keputusan sebagai Pilar Kemandirian Perempuan
Kemampuan untuk mengambil keputusan secara mandiri dalam berbagai aspek kehidupan—pendidikan, pekerjaan, pernikahan, dan keluarga—adalah landasan utama bagi perempuan untuk mencapai kemandirian. Keputusan-keputusan ini tidak hanya memengaruhi kualitas hidup perempuan itu sendiri, tetapi juga berkontribusi pada perubahan sosial yang lebih luas, di mana perempuan dapat berperan lebih aktif dan setara di berbagai sektor kehidupan.
Ketika perempuan memiliki kebebasan untuk memilih dan mengambil keputusan yang terbaik bagi diri mereka, mereka tidak hanya memperkuat posisi mereka dalam keluarga dan masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi generasi mendatang untuk hidup dalam masyarakat yang lebih adil dan setara.
Statistik dan Data Pendukung
1. Pendidikan
2. Pekerjaan
3. Pernikahan
4. Keluarga
Ketahanan Menghadapi Tantangan
Kemandirian membentuk karakter tangguh dan tahan banting.
Berani bertahan dalam situasi sulit dan tekanan sosial.
Semnas Kartini & Pend
3
Semnas Kartini & Pend
Ketahanan dalam Menghadapi Tantangan Buah dari Kemandirian Perempuan
Kemampuan untuk tetap tegar dan adaptif dalam menghadapi berbagai tekanan dan tantangan hidup. Dalam konteks sosial, ekonomi, maupun budaya, perempuan yang mandiri menunjukkan karakter tangguh, resilien, dan mampu mengelola krisis secara konstruktif.
Ketahanan dalam menghadapi tantangan bukan hanya kemampuan bertahan, tetapi juga kemampuan tumbuh dan melampaui rintangan. Kemandirian membentuk perempuan menjadi pribadi yang tangguh, solutif, dan adaptif, sekaligus menjadi agen perubahan dalam keluarga dan masyarakat. Ini adalah pondasi penting menuju kesetaraan dan pembangunan berkelanjutan.
Semnas Kartini & Pend
Data dan Fakta Pendukung
1. Perempuan sebagai Pelaku UMKM
Pada tahun 2022, sekitar 64,5% Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dimiliki dan dikelola oleh perempuan. UMKM ini memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, yaitu 61% dari Produk Domestik Bruto (PDB), 60% dari total investasi, dan 97% penyerapan tenaga kerja.
2. Resiliensi Perempuan dalam Menghadapi Pandemi COVID-19
Komnas Perempuan mencatat bahwa perempuan menunjukkan daya lenting (resiliensi) yang tinggi dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. Mereka mampu beradaptasi, meredam dampak, dan membangun jejaring sesama perempuan untuk saling mendukung. Perempuan juga berperan sebagai tulang punggung pelayanan kesehatan, dengan 70% tenaga kesehatan di dunia adalah perempuan. Komnas Perempuan
3. Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Resiliensi Perempuan
Penelitian oleh Riska Rahmananda menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan keluarga dengan resiliensi perempuan pada kehamilan pertama. Korelasi antara dukungan keluarga dengan resiliensi sebesar r=0,528 (p<0,05), dengan sumbangan efektif sebesar 27,8%. ETD UGM
4. Peran Religiusitas dalam Meningkatkan Resiliensi
Studi oleh Farhana Ainaya Qalbi menemukan bahwa religiusitas memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat resiliensi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga, sebesar 72,5%. Religiusitas juga dikaitkan dengan peningkatan efikasi diri dan optimisme individu. ETD UGM
5. Perempuan dalam Sektor Informal
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa proporsi pekerja perempuan di sektor informal meningkat dari 61,9% pada tahun 2018 menjadi 64,25% pada tahun 2023. Meskipun sektor ini minim perlindungan dan kesejahteraan, perempuan memilihnya karena fleksibilitas jam kerja, menunjukkan kemampuan adaptasi dan ketahanan dalam menghadapi tantangan ekonomi. GoodStats
Partisipasi dalam Pembangunan
Perempuan mandiri berperan aktif dalam sosial dan politik.
Menguatkan pembangunan komunitas dan masyarakat luas.
Semnas Kartini & Pend
4
Makna Partisipasi dalam Pembangunan :
Partisipasi dalam pembangunan berarti keterlibatan aktif masyarakat, termasuk perempuan, dalam:
Pentingnya Partisipasi Perempuan :
Contoh Nyata Partisipasi Perempuan Mandiri
Data Pendukung
Menjadi Teladan dan Agen Perubahan
Perempuan mandiri menginspirasi generasi muda.
Mendorong anak perempuan meraih cita-cita mereka.
Semnas Kartini & Pend
5
Semnas Kartini & Pend
Makna Perempuan Mandiri sebagai Teladan
Perempuan mandiri yang mampu mengambil keputusan sendiri, mandiri secara finansial, dan aktif dalam ruang public memiliki potensi kuat untuk:
Contoh inspiratif: Najwa Shihab (jurnalis), Tri Rismaharini (wali kota & menteri), Nadiem Makarim mendorong kepemimpinan perempuan dalam kebijakan pendidikan, atau para guru perempuan di pedalaman Indonesia yang mendidik di tengah keterbatasan.
Semnas Kartini & Pend
Perempuan mandiri bukan hanya simbol keberhasilan pribadi, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial.
�Dengan menjadi teladan, mereka:
Semnas Kartini & Pend
Data Pendukung
1. Peran Model Perempuan dalam Pendidikan
2. Mentor dan Role Model Komunitas
3. Partisipasi Perempuan dalam STEM di Asia Pasifik
Semnas Kartini & Pend
Peran Perempuan Mandiri dalam Konteks Kekinian
1. Transformasi Digital dan Kewirausahaan
2. Kepemimpinan dalam Komunitas
3. Advokasi dan Kebijakan Publik
Perempuan mandiri berperan sebagai teladan dan agen perubahan dengan:
Kisah Inspiratif Perempuan Mandiri
Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan dan pengusaha sukses.
Butet Manurung
Aktivis sosial yang memperjuangkan pendidikan.
Semnas Kartini & Pend
"Kalau kamu tahu sesuatu yang bisa membuat dunia lebih baik, kamu harus melakukannya—meski tidak semua orang mengerti atau mendukung."
"Perempuan tidak boleh merasa rendah diri. Jangan pernah takut pintar. Jangan pernah takut bicara. Jangan pernah takut beda pendapat. Tapi tetap gunakan dengan cara yang baik, dengan hati yang bersih."
Semnas Kartini & Pend
Inspirasi Kemandirian Perempuan
Sri Mulyani menunjukkan bahwa kemandirian perempuan tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga berani bersuara, berpikir kritis, dan mengambil keputusan besar. Ia dikenal vokal dalam memberantas korupsi dan memperbaiki tata kelola keuangan negara.
Nilai Kemandirian :
Pendidikan sebagai fondasi kemandirian: Ia tidak hanya menempuh pendidikan tinggi, tapi juga menjadi inspirasi bahwa perempuan bisa unggul dalam bidang yang didominasi laki-laki.
Keberanian menghadapi tekanan: Dalam jabatannya, Sri Mulyani kerap menghadapi tantangan politik dan tekanan, namun tetap berdiri teguh demi integritas dan prinsip.
Kepedulian terhadap perempuan lain: Ia aktif mendorong kebijakan fiskal yang responsif gender, termasuk anggaran untuk pendidikan dan kesehatan perempuan.
Data dukung :
Semnas Kartini & Pend
Perempuan yang Mandiri, Tangguh, dan Berani Berbeda
Butet meninggalkan kenyamanan sebagai akademisi di kota untuk hidup di hutan bersama masyarakat adat. Ia menghadapi:
1. Lingkungan ekstrem (tanpa listrik, sinyal, atau fasilitas kesehatan)
2. Penolakan awal dari warga lokal, karena dianggap orang luar,Bahkan ancaman dari pihak-pihak yang terganggu oleh keberadaannya.
Tetapi, ia bertahan. Ia membuktikan bahwa perempuan bisa mengambil peran di ruang-ruang yang jarang disentuh, dan tidak harus menunggu izin siapa pun untuk berkarya demi kebaikan.
Nilai-Nilai Kemandirian yang Diusung Butet Manurung: Mandiri secara pemikiran: Berani menciptakan pendekatan baru di luar sistem konvensional.Mandiri secara emosional: Tangguh dalam menghadapi kesulitan, jauh dari zona nyaman.Mandiri secara sosial: Tidak bergantung pada sistem formal, tapi mampu membangun jaringan perubahan dari akar rumput.
Semnas Kartini & Pend
Semnas Kartini & Pend
PATI | KUDUS | JEPARA |
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3AKB) Kabupaten Pati DinsosP3AKB aktif melibatkan organisasi perempuan dalam program pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta perkawinan anak dengan sosialisasi dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat | GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Tokoh : Mawar Hartopo Program : Pemberdayaan perempuan & keluarga (penurunan stunting, program kehamilan sehat, pelatihan kepemimpinan perempuan, lomba BKB HI mawar merah desa kramat yang masuk nominasi juara lomba tingkat Prov. Jateng. | Jaladara Collectiva Mengusung semangat Kartini di setiap kegiatannya. Komunitas seniman, pelukis, pendidik, dan jurnalis. Program : Pameran seni rupa perempuan, peluncuran zine “Olahrasa” (karya sastra & seni rupa perempuan), kolaborasi dengan kelas inspirasi Jepara. |
Gabungan Aktivis Perempuan Merdeka Kabupaten Pati Komunitas ini terdiri dari berbagai elemen perempuan, termasuk kelompok wanita tani dan penggerak desa. Mereka aktif dalam kegiatan sosial dan politik, seperti mendeklarasikan dukungan kepada calon gubernur Jawa Tengah. | Komunitas Everglow – Basket untuk Perempuan Kudus Awalnya anggota perempuan saja, tetpai kemudian membuka unuk semua gender Anggota aktif sekitar 100 dan mengadakan pelatihan serta pertandingan persahabatan | Kartini's Up Berdiri 2019, berfokus pada kampanye kesetaraan gender dan isu-isu perempuan di Jepara. Komunitas ini terdiri dari sekitar 25 anggota, termasuk perempuan, laki-laki, dan berbagai gender lainnya. Mereka aktif menjaring anak muda dan komunitas untuk berkolaborasi dalam mengangkat isu-isu perempuan di Jepara |
Komunitas Penggerak Literasi Litbar Komunitas literasi yang fokus pada anak-anak dan perempuan. Kegiatan membaca dan menulis untuk mengurangi ketergantungan anak pada gadget. Salah satu pencapaiannya adalah menerbitkan buku cerita hasil karya anak-anak. | Kelompok Wanita Tani (KWT) – Pemberdayaan Perempuan di Pertanian memanfaatkan pekarangan rumah untuk pertanian. | Penggerak Perempuan Desa Tokoh : Nyai Hj. A’izzah (Umik Zah) Katerlibatan dalam kegiatan social & keagamaan yang mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan desa |
KOMUNITAS PENGGERAK PEREMPUAN
Semnas Kartini & Pend
PATI | KUDUS | JEPARA |
Lintal Muna – Ketua Majelis Tabligh PWA Jawa Tengah Lintal Muna, berasal dari Pati, menjabat sebagai Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah. Ia menerima penghargaan sebagai Wanita Penggerak Gender atas kontribusinya dalam pemberdayaan perempuan. | Program Krenova – Pemberdayaan Perempuan Melalui Industri Kreatif pemberdayaan perempuan rawan sosial ekonomi di Desa Jepang. Program ini fokus pada pengembangan industri kreatif anyaman bambu, memberikan pelatihan dan pendampingan kepada perempuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi mereka. | Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Jepara Pemberdayaan ekonomi perempuan melalui kewirausahaan. Program : Pelatihan & seminar, kolaborasi dengan pemerintah & kepolisian dalam pemberdayaan perempuan termasuk mendukung istri korban kecelakaan, pengelolaan toko oleh-oleh UMKM di dermaga penyeberangan Karimunjawa. |
Yayasan Bakti Acarya Pertiwi Berlokasi di Kecamatan Trangkil, yayasan ini terdaftar dalam Program Organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan. Mereka fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan perempuan melalui pelatihan dan pendampingan. | GenBI Komisariat IAIN Kudus – Prestasi Mahasiswa Perempuan mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia, aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan akademik. Pada Mei 2025, mereka berhasil meraih gelar Juara Umum dalam sebuah kompetisi | TP PKK Kabupaten Jepara Tim Penggerak PKK Jepara berperan penting dalam mendukung visi Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius. Mereka aktif dalam mengatasi masalah sosial dan meningkatkan kualitas keluarga melalui berbagai program pemberdayaan perempuan |
Gunarti – Aktivis Lingkungan Kendeng Gunarti adalah sosok perempuan dari Desa Sukolilo yang dikenal karena perjuangannya menolak pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng. Ia menjadi simbol perlawanan perempuan terhadap kerusakan lingkungan. | Program Pemerintah Kab. Kudus melalui Bapermas, Perempuan & KB Program : Pelatihan aneka Usaha (tataboga & menjahit, hibah sarpras usaha) Pembinaan lembaga & ormas pedesaan (pokja adat istiadat pembinaan kepada lembaga adat. | DP3AP2KB Kabupaten Jepara Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jepara memiliki berbagai program strategis untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Mereka juga aktif dalam kegiatan seperti AKSARA 3.0 untuk meningkatkan kreativitas masyarakat |
KOMUNITAS PENGGERAK PEREMPUAN
Kesimpulan dan Aksi Bersama
Kemandirian adalah hak dan kunci pemberdayaan perempuan.
Pendidikan adalah jalan menuju kemandirian sejati.
Bersama kita ciptakan ekosistem mendukung perempuan mandiri.
Perempuan berdaya, Indonesia maju!
Semnas Kartini & Pend
"Perempuan yang cerdas bukan hanya mengubah hidupnya, tapi juga mengubah masyarakatnya."
Closing Statement
Semnas Kartini & Pend
Kemandirian perempuan bukan hanya tentang berdiri di atas kaki sendiri, tetapi juga tentang berpikir kritis, mengambil keputusan, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Kita telah mendengar kisah-kisah inspiratif, dari Kartini hingga tokoh masa kini seperti Sri Mulyani, yang membuktikan bahwa perempuan Indonesia mampu menjadi pemimpin, pendidik, inovator, dan agen perubahan.
Semoga seminar ini menjadi awal, bukan akhir-awal dari kesadaran, keberanian, dan langkah nyata untuk terus memberdayakan perempuan melalui pendidikan dan kesempatan yang setara.
Jadilah perempuan Indonesia yang mampu memimpin, mandiri secara pemikiran dan ekonomi, serta berperan penting dalam pembangunan bangsa. Kuncinya ada pada keberanian untuk belajar, tekun, dan memiliki prinsip hidup yang kuat.