Sejarah Terbentuknya AIK dan Pengertiannya
Al-Islam dan Kemuhammadiyahan
Pengertian AIK
Sejarah Terbentuknya AIK
Tujuan AIK
AIK I – Al-Islam�Fokus pada pemahaman dasar-dasar Islam, meliputi akidah, ibadah, akhlak, serta sumber ajaran Islam (Al-Qur’an dan Hadis).
AIK II – Kemuhammadiyahan�Membahas sejarah, ideologi, tujuan, dan perjuangan Persyarikatan Muhammadiyah, termasuk tokoh, organisasi otonom, serta amal usaha.
AIK III – Integrasi Islam dan Ilmu Pengetahuan�Menekankan pada hubungan Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, dan peradaban modern.
AIK IV – Etika Profesi dan Dakwah Islam�Mendorong penerapan nilai Islam dalam bidang keahlian/profesi masing-masing, serta bagaimana berdakwah sesuai tantangan zaman.
📌 Pembagian ini umum dipakai di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).�Sedangkan di tingkat sekolah/madrasah Muhammadiyah, AIK biasanya dikemas dalam mata pelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA).
👉AIK adalah ruh pendidikan Muhammadiyah
👉Lahir dari semangat tajdid KH. Ahmad Dahlan sejak 1912
👉Menjadi ciri khas pembelajaran di sekolah & perguruan tinggi Muhammadiyah
👉Mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai Islam & Kemuhammadiyahan
Islam Sebagai Way of Life
Mata Kuliah AIK I
Pendidikan Agama
Universitas Muhammadiyah Karanganyar
01
Makna Islam
02
Ruang lingkup agama Islam
03
Karakteristik agama Islam
04
Keunggulan Islam
di atas agama lainnya
05
Islam as the way of life
1
Kata “Islam” adalah masdar (infinitif) dari kata aslama-yuslimu-islâman. Akar katanya adalah s-l-m. Dari akar kata ini, diturunkan berbagai kata lain, seperti kata Islâm, muslim, salâm, salâmah, dll.
2
Akar kata s-l-m, mempunyai tiga makna dasar. Pertama, pembebasan. Kedua, kepatuhan. Ketiga, damai.
3
Pertama, pembebasan. Kalimat salima min al-balâ’ (terbebas/selamat dari mara bahaya). Salima min al-maradh (bebas/sembuh dari penyakit). Aslama berarti akhlasa ad-dîna lillâh (memurnikan kepatuhan hanya kepada Allah/bebas dari perbuatan menyekutukan Allah.
4
Kedua, kepatuhan/ketundukan. Dalam Qur’an 2:112, man aslama wajhahu (tunduk dan mematuhi perintah Allah). Imam At-Thabari, Islâm adalah istislâm (tunduk). Dinamakan Muslim karena ketundukan kepada perintah Allah SWT.
Etimologi “Islam”
Ketiga, damai. Sâlama al-’aduww (berdamai dengan musuh). As-salâmu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakâtuh (semoga kamu mendapat kedamaian, rahmat dan berkah dari Allah).
Wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya untuk disampaikan kepada segenap umat manusia; sepanjang masa dan setiap persada
Satu sistem keyakinan dan tata ketentuan Ilahi yang mengatur segala peri-kehidupan dan penghidupan asasi manusia dalam berbagai hubungan: baik hubungan manusia dengan Tuhan, maupun hubungan manusia dengan sesama manusia ataupun dengan alam sekitar (nabati, hewani, dll)
Bertujuan: keridhaan Allah (mardhatillah), kebahagiaan dunia dan akhirat (al-Falah), rahmat bagi segenap alam (rahmatan lil’alamin).
Pada garis besarnya terdiri atas Aqidah, Syari’ah (Ibadah dan Muammalah), dan Akhlak.
Bersumberkan kitab suci, yaitu kodifikasi wahyu Allah SWT (Al-Qur’an) yang ditafsirkan oleh Sunnah Rasulullah SAW.
Definisi Islam dalam Terminologi
Sumber: Endang Saifuddin Anshari, (1978). Kuliah Al-Islam. Jakarta: Rajawali.
1
Islam sebagai lawan dari syirik (Al-An’am:14)
Islam Menurut Al-Qur’an
2
Islam sebagai lawan dari kufur (Ali-Imran:80)
3
Islam sama artinya dengan Ikhlas (An-Nisa’:125)
4
Islam bermakna tunduk dan patuh kepada Allah SWT (Az-Zumar:54)
MATERI KE-2
Ruang Lingkup Ajaran Islam
A. Aqidah (Keimanan)
�(QS. Al-Baqarah: 285)
“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin...”
B. Syariah (Ibadah & Muamalah)
Aturan praktis dalam kehidupan sehari-hari:
(QS. Adz-Dzāriyāt: 56)
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(HR. Bukhari-Muslim)
“Islam dibangun atas lima perkara: bersyahadat, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji.”
C. Akhlak (Etika & Moral)
�(QS. Al-Qalam: 4)
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.”
(HR. Ahmad)
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Ciri Ruang Lingkup Ajaran Islam
�(QS. Al-Baqarah: 208)
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh).”
Implementasi Ruang Lingkup Islam dalam Kehidupan
Karakteristik Agama Islam
1
2
3
4
5
6
Rabbaniyyah
Insaniyyah
Syumul
Wasathiyyah
Ketetapan Prinsip dan Fleksibelitas
Fikih Islam
Ajaran-ajaran Islam bersumber langsung dari Allah SWT, bukan dari manusia atau hasil pemikiran manusia
ajaran Islam sangat sesuai dengan fitrah (sifat dasar) dan kebutuhan manusia, baik secara individu maupun sosial, jasmani maupun rohani, serta di dunia dan akhirat
ajaran Islam yang komprehensif dan mencakup semua aspek kehidupan manusia, mulai dari urusan duniawi hingga akhirat
sikap mengambil jalan tengah (tawassuth) antara ekstremisme dan kelalaian
elastis dan mudah dalam syariat Islam, seperti yang tertera dalam Al-Qur'an tentang dibolehkannya haram dalam kondisi terpaksa
mengatur segala aspek kehidupan manusia secara adil, sesuai fitrah, dan mampu menghadapi perubahan zaman
Keunggulan Islam Di Atas Agama Lainnya
Islam bukan Muhammadanisme (Al-Isra’:88; Hud:13-14; Yunus:38; Al-Baqarah:23-24)
Islam sebagai agama samawi terakhir (AL-Maidah:3)
Sifat Islam sebagai agama rahmatan lil’alamiin (Al-Anbiya’:107)
Kitab suci (Al-Qur’an) yang otentik/murni (Al-Hijr:9)
Kristen mengambil nama panggilan dari nama Nabinya, Jesus Kristus. Budhisme dari nama pendirinya Gautama Budha. Zoroastrianisme dari pendirinya Zoroaster (Zaratustra). Sedangkan Judaisme (Yahudi) dari nama suku bangsa Yudah (Yudea) tempat kelahirannya.
–Abdul A’la Maududi--
I’jaz ‘Ilmi, I’jaz Bayani, I’jaz Tasyri’i, I’jaz al-Faniy at-Tashawwuri
ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا ۚ
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”
MATERI KE-3
Hakikat Manusia dalam Pandangan Islam
Manusia sebagai Makhluk Allah
Allah menciptakan manusia dari tanah dan meniupkan ruh ciptaan-Nya.�
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ مِن سُلَـٰلَة مِّن طِين ١٢ ثُمَّ جَعَلۡنَـٰهُ نُطۡفَةٗ فِي قَرَارٖ مَّكِينٖ ١٣ ثُمَّ خَلَقۡنَا ٱلنُّطۡفَةَ عَلَقَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡعَلَقَةَ مُضۡغَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡمُضۡغَةَ عِظَـٰمٗا فَكَسَوۡنَا ٱلۡعِظَـٰمَ لَحۡمٗا ثُمَّ أَنشَأۡنَـٰهُ خَلۡقًا ءَاخَرَ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحۡسَنُ ٱلۡخَـٰلِقِينَ ١٤�(QS. Al-Mu’minun: 12-14)
Artinya: "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah... kemudian Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik."
Manusia sebagai Khalifah di Bumi
Allah menjadikan manusia sebagai wakil (khalifah) di bumi untuk memakmurkan dan menjaga keseimbangan alam.�Dalil:
وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَـٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِل فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ
�(QS. Al-Baqarah: 30)
Artinya: "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi..."
Manusia sebagai Makhluk Rohani dan Jasmani
Manusia tidak hanya terdiri dari tubuh fisik, tetapi juga memiliki jiwa dan ruh.
ثُمَّ سَوَّىٰهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِۦۖ
(QS. As-Sajdah: 9)
Artinya: "Kemudian Dia menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Nya..."
Manusia sebagai Makhluk Berakhlak dan Beribadah
Tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah.
وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ
(QS. Adz-Dzariyat: 56)
Artinya: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
Kedudukan Manusia dalam Islam
لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ
(QS. At-Tin: 4)
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."
Tujuan Hidup Manusia Menurut Islam
Hadis:�Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ�(HR. Ahmad)
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."
Tahap Penciptaan Manusia Pertama (Nabi Adam)
a. Dari Tanah (Ṭīn)
📖 Dalil Al-Qur’an:
﴿ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ ﴾�(QS. Āli ‘Imrān [3]: 59)�Artinya: “Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: ‘Jadilah!’ maka jadilah ia.”
b. Dari Tanah Liat Kering
﴿ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ ﴾�(QS. Ar-Raḥmān [55]: 14)�Artinya: “Dia menciptakan manusia dari tanah liat kering seperti tembikar.”
c. Peniupan Ruh
﴿ فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ ﴾�(QS. Ṣād [38]: 72)�Artinya: “Maka apabila Aku telah menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”
Tahap Penciptaan Keturunan Manusia
﴿ وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ * ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ * ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ ﴾�(QS. Al-Mu’minūn [23]: 12-14)
Artinya: “Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Lalu air mani itu Kami jadikan segumpal darah (‘alaqah), lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging (mudhghah), lalu segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik.”
Hakikat Kejadian Manusia
Potensi Manusia dalam Pandangan Islam
Implementasi Potensi dalam Kehidupan
TERIMA KASIH