1 of 18

Manajemen Strategik

Oleh: Umi Arifah, S.Pd.I., M.M.

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

2 of 18

Pelembagaan Strategi

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

3 of 18

PELEMBAGAAN STRATEGI

Operasionalisasi strategi harus dilembagakan agar berbagai upaya menerapkan strategi yang telah ditetapkan yaitu:

  1. Tidak merupakan pencerminan dari pandangan atau preferensi seorang atau sekelompok manajer tertentu seperti manajemen puncak yang sangat mungkin mengibarkan panji pribadi dalam memimpin perusahaan.
  2. Tidak diwarnai oleh interpretasi yang subjektif dari para manajer operasional.
  3. Pelembagaan strategi sangat penting dalam menumbuhkan pemahaman yang seragam di kalangan para pelaksana kegiatan operasional.

4 of 18

Struktur Organisasi dan Pelembagaan Strategi

1. Prinsip-Prinsip Dasar Organisasi

  1. Kejelasan tujuan
  2. Kejelasan misi
  3. Fungsionalisasi
  4. Kejelasan aktivitas
  5. Keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab
  6. Pendelegasian wewenang
  7. Pembagian pekerjaan
  8. Kesatuan arah
  9. Kesatuan komando
  10. Rentang kendali
  11. Sentralisasi versus desentralisasi
  12. Departementalisasi

5 of 18

2. Tipologi Struktur Organisasi

Tiga komponen yang harus dipertimbangkan dalam memilih struktur organisasi yaitu:

  1. Kompleksitas berbagai aktivitas yang harus dilakukan.
  2. Tingkat formalisasi yang berlaku.
  3. Penerapan konsep sentralisasi versus desentralisasi dalam pengambilan keputusan.

6 of 18

Lima tipe struktur organisasi

  1. Organisasi Lini
  2. Organisasi Lini dan Staf
  3. Organisasi Fungsional
  4. Organisasi Matriks
  5. Organisasi Kepanitiaan atau adhocracy

7 of 18

a. Organisasi Lini

Tipe organisasi ini merupakan tipe yang paling sederhana dan paling banyak digunakan apabila:

  1. Organisasi masih kecil
  2. Jumlah karyawan masih sedikit
  3. Produk yang dihasilkan perusahaan masih sederhana
  4. Pengetahuan dan keterampilan yang dituntut untuk dimiliki para karyawan belum bersifat spesialistik
  5. Teknologi yang diterapkan mungkin belum terlalu canggih
  6. Manajemen masih dimungkinkan melakukan kontak langsung dengan para karyawannya
  7. Biasanya pemilikkan perusahaan tidak dipisahkan dari manajemen

8 of 18

b. Organisasi Lini dan Staf

Makin besar suatu organisasi ciri-cirinya kebalikan dari organisasi lini. Dan perbedaan lainnya adanya deliniasi yang tegas dan jelas antara satuan-satuan kerja yang bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas pokok dengan satuan-satuan kerja yang tanggung jawab ialah menyelenggarakan berbagai tugas penunjang.

9 of 18

c. Organisasi Fungsional

Tipe ini merupakan variasi dari organisasi lini dan staf. Dalam struktur yang sifatnya fungsional, satuan-satuan kerja yang diciptakan dan digunakan terlihat berbagai bidang fungsional dalam organisasi seperti bidang produksi, bidang pemasaran, bidang penelitian dan pengembangan, bidang keuangan, bidang akuntansi, bidang logistik, bidang sumber daya manusia dan bidang perkantoran.

10 of 18

d. Organisasi Matriks

Jika suatu organisasi menggunakan struktur matriks, yang terjadi adalah secara sadar diciptakan dua jalur kewenangan karena dalam organisasi matriks fungsi dan produk digabungkan.

11 of 18

e. Organisasi Kepanitiaan atau Struktur Ad Hock

Dengan penerapan prinsip ini tidak ada satu kegiatan yang tidak jelas induknya dan juga tidak ada satu kegiatan yang berinduk ke lebih dari satu satuan kerja.

Organisasi ad hock ciri-cirinya:

  1. Tingkat diferensiasi horisontal yang tinggi karena para anggotanya berasal dari berbagai satuan kerja (tenaga profesional).
  2. Tingkat diferensiasi vertikal yang rendah karena dalam panitia tidak terdapat hierarki birokrasi yang berlapis-lapis.
  3. Tingkat formalisasi yang rendah karena dalam pelaksanaan tugasnya tidak terlalu diikat oleh beraneka ragam ketentuan normatif dan formal.
  4. Desentralisasi dalam pengambilan keputusan.
  5. Fleksibilitas yang besar dalam penyelesaian tugas.

12 of 18

Peranan Kepemimpinan dalam Pelembagaan Strategi

Berbagai peranan para anggota kelompok pimpinan antara lain:

  1. Peranan yang sifatnya interpersonal yang terwujud dalam: (a) keberadaannya sebagai simbol organisasi dalam hal melaksanakan berbagai kegiatan sosial, seremonial dan legal di dalam dan luar organisasi; (b) aktivitasnya sebagai penghubung dengan berbagai pihak yang berkepentingan.
  2. Peranan yang sifatnya informasional dengan: (a) memantau berbagai informasi yang diterima oleh organisasi; (b) menyalurkan berbagai informasi yang diterimanya ke berbagai pihak.
  3. Peranan sebagai pengambil keputusan. Empat wujud peranan ini yaitu: (a) kewirausahaan; (b) Pemimpin mengatasi berbagai gangguang; (c) penentu alokasi sarana, prasarana dan daya; (d) perundingan dengan pihak luar dengan wewenang mengikat organisasi.

13 of 18

Orang yang menduduki jabatan manajerial perlu:

  1. Memahami pentingnya ciri-ciri kepemimpinan yang efektif, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi, semakin dituntut memiliki keterampilan manajerial, daripada keterampilan teknis.
  2. Memiliki pengetahuan yang luas dan menggunakan pendekatan multidisipliner.
  3. Memiliki wawasan yang luas.
  4. Kemampuan membedakan berbagai jenis kegiatan yang pada umumnya dapat dikategorikan pada kegiatan yang sifatnya strategik, taktis, teknis, fungsional dan operasional.
  5. Memahami pentingnya keseimbangan antara orientasi tugas dan orientasi manusia dalam mengelola organisasi dan mengimplementasikan strategi.
  6. Memiliki kemampuan membaca situasi organisasional secara tepat sehingga mampu menyesuaikan gaya dan perilaku manajerialnya dalam memimpin organisasi tergantung pada situasi dan kondisi organisasi.

14 of 18

PERANAN KULTUR ORGANISASI

  1. Mendorong para anggotanya mengidentifikasikan diri dengan organisasi sebagai keseluruhan.
  2. Mendorong tumbuhnya semangat kerja tim dan bukan penonjolan kemampuan individual.
  3. Menekankan keterkaitan antara hasil yang dicapai dengan manusia dalam organisasi yang harkat dan martabatnya diakui dan dihargai.
  4. Menumbuh suburkan pendekatan kesisteman dalam mengelola organisasi ditekankan pentingnya interaksi, interrelasi yang serasi dan interdependensi antara satuan-satuan kerja yang terdapat dalam organisasi.
  5. Dengan kultur organisasi terlihat bentuk dan sifat pengendalian yang digunakan oleh manajemen puncak untuk mengarahkan dan mengawasi tindak tanduk para bawahannya melalui berbagai ketentuan dan peraturan yang sifatnya normatif.

15 of 18

PERANAN KULTUR ORGANISASI

  1. Mencerminkan filsafat manajemen tentang pengambilan risiko oleh para bawahannya.
  2. Kultur organisasi tergambar dengan jelas pandangan manajemen tentang sistem imbalan dan penghargaan yang berlaku.
  3. Dalam kultur organisasi harus tergambar pandangan manajemen tentang penyelesaian konflik secara fungsional.
  4. Kultur yang baik dan kuat harus didasarkan pada nilai-nilai moral dan etika dalam arti bahwa dalam mengelola organisasi, baik tujuan maupun cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut harus bisa dipertanggung-jawabkan secara moral dan etika.
  5. Dalam kultur organisasi perlu ditekankan bahwa organisasi merupakan suatu sistem yang terbuka yang berarti bahwa di satu pihak ada sistem nilai yang perlu dilestarikan.

16 of 18

Pengaruh Kultur Organisasi pada Kehidupan Organisasional

Kultur merupakan kekuatan mempermudah dan memperlancar proses komunikasi, mendorong berlangsungnya proses pengambilan keputusan yang efektif, memperlancar jalannya pengawasan, menumbusuburkan semangat kerja sama dan memperbesar komitmen kepada organisasi.

Lima aspek agar kultur menjadi kekuatan bagi organisasi yaitu:

  1. Kerja Sama
  2. Pengambilan Keputusan
  3. Pengawasan
  4. Komunikasi
  5. Komitmen

17 of 18

Konektivitas Strategi dengan Kultur

Kultur organisasi dapat menjadi kekuatan yang ampuh apabila kultur tersebut konsisten dengan strategi organisasi dan menjadi pendorong yang tangguh bagi terjadinya implementasi yang efektif.

Kultur memberi arahan tentang :

  1. Perilaku yang bagaimana yang seyogyanya ditampilkan oleh para anggota organisasi.
  2. Apa yang harus mereka lakukan.
  3. Skala prioritas yang bagaimana yang perlu ditetapkan.

18 of 18

Pemeliharaan Hubungan antara Strategi dan Kultur

Salah satu tugas penting dalam implementasi strategi adalah mengupayakan terwujudnya kesesuaian antara perubahan yang perlu terjadi dengan kultur organisasi.

Empat pendekatan dalam pemeliharaan hubungan, yaitu:

  1. Keterkaitan dengan misi
  2. Maksimalisasi penerapan prinsip sinergi
  3. Mengatasi ketidakserasian antara strategi dan kultur
  4. Perumusan kembali strategi baru