Manajemen Strategik
Oleh: Umi Arifah, S.Pd.I., M.M.
www.umiarifah.blogspot.com
08170140887
umiarifah.iainukebumen@gmail.com
Pelembagaan Strategi
www.umiarifah.blogspot.com
08170140887
umiarifah.iainukebumen@gmail.com
PELEMBAGAAN STRATEGI
Operasionalisasi strategi harus dilembagakan agar berbagai upaya menerapkan strategi yang telah ditetapkan yaitu:
Struktur Organisasi dan Pelembagaan Strategi
1. Prinsip-Prinsip Dasar Organisasi
2. Tipologi Struktur Organisasi
Tiga komponen yang harus dipertimbangkan dalam memilih struktur organisasi yaitu:
Lima tipe struktur organisasi
a. Organisasi Lini
Tipe organisasi ini merupakan tipe yang paling sederhana dan paling banyak digunakan apabila:
b. Organisasi Lini dan Staf
Makin besar suatu organisasi ciri-cirinya kebalikan dari organisasi lini. Dan perbedaan lainnya adanya deliniasi yang tegas dan jelas antara satuan-satuan kerja yang bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas pokok dengan satuan-satuan kerja yang tanggung jawab ialah menyelenggarakan berbagai tugas penunjang.
c. Organisasi Fungsional
Tipe ini merupakan variasi dari organisasi lini dan staf. Dalam struktur yang sifatnya fungsional, satuan-satuan kerja yang diciptakan dan digunakan terlihat berbagai bidang fungsional dalam organisasi seperti bidang produksi, bidang pemasaran, bidang penelitian dan pengembangan, bidang keuangan, bidang akuntansi, bidang logistik, bidang sumber daya manusia dan bidang perkantoran.
d. Organisasi Matriks
Jika suatu organisasi menggunakan struktur matriks, yang terjadi adalah secara sadar diciptakan dua jalur kewenangan karena dalam organisasi matriks fungsi dan produk digabungkan.
e. Organisasi Kepanitiaan atau Struktur Ad Hock
Dengan penerapan prinsip ini tidak ada satu kegiatan yang tidak jelas induknya dan juga tidak ada satu kegiatan yang berinduk ke lebih dari satu satuan kerja.
Organisasi ad hock ciri-cirinya:
Peranan Kepemimpinan dalam Pelembagaan Strategi
Berbagai peranan para anggota kelompok pimpinan antara lain:
Orang yang menduduki jabatan manajerial perlu:
PERANAN KULTUR ORGANISASI
PERANAN KULTUR ORGANISASI
Pengaruh Kultur Organisasi pada Kehidupan Organisasional
Kultur merupakan kekuatan mempermudah dan memperlancar proses komunikasi, mendorong berlangsungnya proses pengambilan keputusan yang efektif, memperlancar jalannya pengawasan, menumbusuburkan semangat kerja sama dan memperbesar komitmen kepada organisasi.
Lima aspek agar kultur menjadi kekuatan bagi organisasi yaitu:
Konektivitas Strategi dengan Kultur
Kultur organisasi dapat menjadi kekuatan yang ampuh apabila kultur tersebut konsisten dengan strategi organisasi dan menjadi pendorong yang tangguh bagi terjadinya implementasi yang efektif.
Kultur memberi arahan tentang :
Pemeliharaan Hubungan antara Strategi dan Kultur
Salah satu tugas penting dalam implementasi strategi adalah mengupayakan terwujudnya kesesuaian antara perubahan yang perlu terjadi dengan kultur organisasi.
Empat pendekatan dalam pemeliharaan hubungan, yaitu: