MEDIA MENGAJAR
UNTUK SMK KELAS XI
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Peradaban Islam pada Masa Modern
Bab 12
Perkembangan Islam pada Masa Modern
Periode Klasik (650–1250)
Periode Pertengahan (1250–1800)
Periode Modern (1800–seterusnya
Fase pertama merupakan masa Islam dipimpin oleh Rasulullah Saw. dan para sahabat. Wilayah Islam semakin terbentang luas dan semuanya tunduk pada kekuasaan khalifah setelah Rasulullah Saw. wafat.
Pada masa ini Dinasti Abbasiyyah mengalami kejatuhan setelah Bagdad berhasil dikuasai tentara Mongol. Umat Islam semakin mengalami kemunduran karena terjadinya perselisihan antara dinasti-dinasti yang berkuasa pada waktu itu
Kemunduran umat Islam serta penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam pengamalan ajaran Islam melahirkan tokoh-tokoh pembaru yang mendorong kebangkitan Islam kembali.
Bercampurnya kemusyrikan dalam Ajaran Tauhid
Adanya Kelompok Islam yang Ekstrem dalam Beragama
Bentuk Penyimpangan pada Masa Modern
Tauhid merupakan sesuatu yang mendasar dan tidak bisa diubah dengan apa pun. Saat itu telah terjadi banyak penyimpangan berkaitan dengan tauhid, misalnya adanya anggapan makam sebagai sesuatu yang disucikan, bahkan disembah
Kelompok ini memiliki pandangan bahwa harta tidak akan dibawa mati sehingga tidak perlu susah payah dicari. Mereka sangat mengutamakan fokus pada kepentingan akhirat dan mengabaikan urusan yang berkaitan dengan keduniaan. Hal tersebut tidak sejalan dengan konsep tawazun (keseimbangan) dalam Islam.
Gerakan Modernisasi atau Pembaruan Islam di Beberapa Negara
Latar belakang lahirnya gerakan pembaruan Islam di�berbagai negara, yaitu karena kemandekan atau kejumudan�yang telah terjadi selama berabad-abad. Pada akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-20, bangsa Barat melakukan penjajahan atas berbagai negara,�termasuk negara-negara yang sebagian besar penduduknya adalah muslim. Kondisi umat Islam saat itu mengalami keterpurukan dan kemunduran, terutama pada bidang ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan politik. Oleh karena itu, lahirlah para tokoh gerakan pembaruan yang berusaha memperbarui pemikiran�berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan ijtihad.
Gerakan Pembaruan di Arab Saudi
Muhammad bin Abdul Wahhab (1703–1778) memulai gerakan�pembaruan Islam di Arab Saudi. Pokok pemikiran yang diajarkannya adalah kembali kepada Al-Qur’an dan hadis sebagai ajaran pokok dalam Islam
www.flaticon.com
Gerakan Pembaruan di
Mesir
Pada tahun 1798 Mesir diduduki oleh Napoleon Bonaparte sehingga sejak saat itu Mesir dijajah oleh Prancis. Invasi inilah yang menjadi salah satu penyebab lahirnya gerakan pembaruan di Mesir. Gerakan tersebut pertama kali dipelopori oleh Muhammad Ali Pasha, seorang perwira Turki Usmani yang berhasil mengusir Prancis dari Mesir pada tahun 1901 M. Gerakan Pembaruan Islam di Mesir lebih giat setelah masuknya Jamaluddin Al-Afghani. Menurutnya, kekeliruan dalam memahami�qada dan qadar merupakan penyebab kemunduran umat Islam.
www.flaticon.com
Gerakan Pembaruan di India dan Pakistan
Setelah gerakan Mujahidin hancur, para pengikut Syekh Waliyullah dan Ahmad Syahid mendirikan sebuah perguruan tinggi yang kedudukannya setara dengan Al-Azhar di Mesir yang dinamai Darul Ulum Deoband. Mereka juga menjadi bagian dari gerakan pembaruan Islam di India. Selanjutnya juga muncul gerakan Aligarh yang dimotori oleh Sayyid Ahmad Khan. Pada akhirnya, perjuangan membentuk negara bagi kaum muslimin India baru terwujud pada masa kepemimpinan Muhammad Ali Jinnah. Pada waktu itu, ide pendirian negara Islam sudah ditetapkan menjadi tujuan perjuangan dan berhasil terwujud ketika kepemimpinan Liga Muslimin dipimpin oleh Ali Jinnah dengan munculnya nama negara Islam Pakistan pada tanggal 15 Agustus 1947 dan Ali Jinnah sebagai Presiden pertamanya. Wilayah negara Islam Pakistan berdiri di sebagian wilayah India yang berpenduduk mayoritas Islam
Gerakan Pembaruan di Turki
Gerakan pembaruan di Turki dimulai pada awal abad ke-19. Pembaruan di�di Turki atau Kesultanan Usmani dipelopori oleh Sultan Mahmud II.�Pembaruan yang dilakukan oleh Sultan Mahmud II tidak hanya�berkaitan dengan masalah politik, tetapi juga masalah pendidikan. Pembaruan ilmu pengetahuan, sistem pendidikan, politik, dan�perkenalan dengan ide-ide Barat yang dipelopori Sultan Mahmud�II menjadi dasar bagi pemikiran dan upaya pembaruan pada masa�selanjutnya di Turki. Upaya pembaruan tersebut meliputi gerakan�Tanzimat, Usmani Muda, Turki Muda, dan terakhir gerakan yang�dilakukan oleh Musthafa Kemal Pasha.
Gerakan Pembaruan di Indonesia
Perkenalan umat Islam Indonesia dengan gerakan pembaruan�melalui dua cara:
www.flaticon.com
Tokoh – tokoh Pembaru pada
Masa Modern : Bidang Agama (1)
�
Muhammad Ibnu Abdul Wahhab
(Arab Saudi/1703–1778)
01
Muhammad Abduh
(Mesir/1849–1905)
02
Pokok-pokok pemikiran Muhammad Ibnu Abdul Wahhab :
Pokok-pokok pemikiran Muhammad Abduh :
Tokoh – tokoh Pembaru pada
Masa Modern : Bidang Agama (2)
Rasyid Ridha
(1865–1935)
03
Syekh Waliyullah
(India/1703–1762)
04
Pokok-pokok pemikiran Syekh Waliyullah antara lain:
Pokok-pokok pemikiran Rasyid Ridha antara lain :
Tokoh – tokoh Pembaru pada
Masa Modern : Bidang Politik (1)
Muhammad Ali Pasha
(Mesir/1765–1849)
01
Jamaluddin al-Afghani
(1838–1897)
02
Pokok-pokok pemikiran Jamaluddin al-Afghani antara lain sebagai berikut :
Pokok-pokok pemikiran Muhammad Ali Pasha antara lain sebagai berikut :
Tokoh – tokoh Pembaru pada
Masa Modern : Bidang Politik (2)
Muhammad Iqbal
(1876–1938)
03
Pokok-pokok pemikiran Muhammad Iqbal antara lain sebagai berikut.
www.flaticon.com
Tokoh – tokoh Pembaru pada
Masa Modern : Bidang Pendidikan (1)
Sayyid Ahmad Khan
(India/1817–1898)
01
Rifa’ah Badawi Rafi’ at-Tahtawi
(Mesir/1801–1873)
02
Pokok-pokok pemikiran Rifa’ah Baidawi Rafi’ at-Tahtawi antara lain sebagai berikut :
Pokok-pokok pemikiran Sir Sayyid Ahmad Khan antara lain sebagai berikut :
Tokoh – tokoh Pembaru pada
Masa Modern : Bidang Pendidikan (2)
Sultan Mahmud II
(Turki/1785–1839)
03
Pokok-pokok pemikiran Sultan Muhammad II antara lain:
www.flaticon.com
Mengimplementasikan Berpikiran Terbuka, Bernalar Kritis, Semangat Kebangsaan, dan Berkebinekaan Global
Berpikiran terbuka
Berkebinekaan global
Semangat kebangsaan
Bernalar kritis
Dapat dilakukan dengan cara senantiasa berpikir terhadap sesuatu
Bersedia bekerja sama dengan siapa pun untuk kemajuan bangsa dan negara
Dapat dilakukan dengan Selalu berkontribusi untuk kejayaan negeri walaupun dalam bentuk yang kecil
Dapat dilakukan dengan Mempunyai motivasi untuk mempelajari Islam dari sumber aslinya
www.flaticon.com
www.flaticon.com
www.flaticon.com
www.flaticon.com