1 of 63

KEANEKARAGAMAN HAYATI

BIOLOGI

SMA N 1 CIBEBER

2 of 63

PENGERTIAN

  • Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman yang ditunjukkan dengan adanya variasi makhluk hidup yang meliputi bentuk, penampilan, jumlah,serta ciri lain

3 of 63

Keanekaragaman dan Keseragaman

  • Keanekaragaman

Menurut World Wide Fund for Nature (WWF): kekayaan hidup di bumi, mencakup jutaan tumbuhan, hewan, mikroorganisme, materi genetika yang dikandungnya, dan ekosistem yang dibangunnya menjadi suatu lingkungan hidup. Keanekaragaman ditunjukkan, antara lain oleh variasi bentuk,ukuran, jumlah (frekuensi), warna, dan sifat-sifat lain makhluk hidup.

  • Keseragaman

Ciri yang sama yang terdapat dalam satu spesies.

4 of 63

Suatu sifat yang tampak (fenotip) merupakan ekspresi dari sifat yang tidak tampak (genotip) yang dikandung oleh gen dan seringkali sifat tersebut dipengaruhi oleh lingkungan tempat hidupnya.

F = G + L

(Fenotip) (Genotip) (Lingkugan)

5 of 63

Tingkat Keanekaragaman Hayati

6 of 63

Terjadi karena keanekaragaman

susunan gen

Memunculkan variasi

antar individu dalam spesies

Menyebabkan tidak ada individu

yang sama persis

Keanekaragaman

Tingkat Genetik

7 of 63

Contoh keanekaragaman genetik tumbuhan

8 of 63

Contoh keanekaragaman genetik hewan

9 of 63

10 of 63

Contoh keanekaragaman genetik Manusia

Temukan perbedaan ciri antara kedua wanita di atas!

11 of 63

Keanekaragaman

Tingkat spesies

Setiap jenis terbentuk atas pengaruh kandungan genetik dengan habitatnya

Menunjukan

adanya

jumlah dan

variasi jenis

organisme

Ciri makhluk berbeda jenisnya, yaitu jika mereka dikawinkan, tidak ada keturunan yang terbentuk, atau jika keturunan terbentuk, seluruh keturunan mandul.

12 of 63

Contoh keanekaragaman jenis pada Familia Arecaceae

Aren

(Arenga pinnata)

Kelapa

(Cocos nucifera)

Pinang

(Arenga catechu)

Nipah

(Nipa fruticas)

Di Pegunungan

Di Pantai

Di tempat kering

Di Tempat Basah

Ke empatnya menempati habitat yang berbeda

13 of 63

Menggambarkan jenis populasi

organisme dalam suatu wilayah

Ditunjukan dengan adanya

perbedaan faktor abiotik

Ditunjukan dengan adanya perbedaan

komposisi jenis populasi organisme

Keanekaragaman

Tingkat ekosistem

14 of 63

Macam-macam ekosistem di Dunia

Hutan Hujan Tropis

Savana

Hutan Gurun

Padang Rumput

15 of 63

Contoh keanekaragaman ekosistem

Ekosistem air laut

Ekosistem gurun

Ekosistem rawa

Ekosistem hutan

Ekosistem air tawar

16 of 63

DISKUSI

  1. Apa yang dilaksud dengan keanekaragaman hayati
  2. Sebutkan faktor penyebab keanekaragaman hayati
  3. Sebutkan contoh-contoh tentang:

A. Keanekaragaman gen

B. Keanekaragaman spesies

C. Keanekaragaman ekosistem

4. Peranan dan manfaat tumbuhan dan hewan yang dahulu merupakan spesies-spesies liar, tetapi sekarang dibudidayakan.

17 of 63

KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA

Keunikan keanekaragaman hayati Indonesia ditandai oleh :

  • Adanya fauna bertipe Oriental, Australis dan peralihan
  • Memiliki tumbuhan tipe Melanesia
  • Memiliki hewan dan tumbuhan yang endemik
  • Memiliki hewan dan tumbuhan yang langka

18 of 63

  • Flora indo-malaya meliputi tumbuhan yang hidup di india, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina.
  • Flora yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, dan Filipina sering disebut sebagai kelompok flora malesiana.
  • Hutan hujan tropik di malesiana didominasi oleh pohon dari famili Dipterocarpeceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap. Biasanya, Dpterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk kanopi hutan
  • Hutan di Indonesia dan hutan-hutan di daerah flora malesiana memiliki kurang lebih 248.000 spesies tumbuhan tinggi. Jumlah ini kira-kira setengah dari seluruh spesies tumbuhan di bumi

Indonesia Memiliki Tumbuhan Tipe Indo-Malaya

yang Arealnya Paling Luas

19 of 63

Faktor yang menjadikan Indonesia negara dengan keanekaragaman tinggi

  • Indonesia terletak di kawasan tropik dengan iklim yang stabil
  • Letak geografis Indonesia
  • Merupakan negara kepulauan

20 of 63

Oleh Alfred Russel Wallace, fauna Indonesia yang dipisahkan oleh garis wallace dan weber dibedakan atas 3 tipe :

1. tipe oriental (asiatic)

2. tipe peralihan

3. tipe australis

21 of 63

Ciri-ciri Daerah Oriental

  1. Mamalia berukuran besar.Misalnya : gajah Sumatra (Elephas maximus sumatrensis), banteng (Bos sondaicus), harimau sumatra (Panthera tigris sondaicus)
  2. Banyak jenis primata.Misalnya : orang utan sumatra (Pongo pygmaeus obelii), orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus pygmaeus), kera (Macaca fascicularis)
  3. Warna bulu burung kurang menarik dan tidak beragam.Misalnya : burung Rangkong (Rhinoplax vigil), murai (Myophoneus sp)
  4. Mencakup fauna di wilayah pulau: Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali (bagian barat)

22 of 63

Ciri Hewan daerah Australis

  1. Mamalia berukuran lebih Kecil.
  2. Memiliki mamalia berkantong. Misalnya walabi kecil (Dorcopsulus)vanheurni), walabi semak (Thylogale bruijni), kanguru pohon (Dendrolagus ursinus)
  3. Warna bulu burung lebih menarik dan beragam.Misalnya burung cendrawasih (Paradisaea minor), burung kasuari (Casuarius casuarius)
  4. Mencakup fauna di wilayah: Papua, dan Kepulauan Aru (bagian timur)

23 of 63

Ciri Hewan Daerah Peralihan

  1. Pada daerah peralihan atau transisi Oriental-Australis (Sulawesi dan Nusa Tenggara) terdapat hewan-hewan dengan ciri khas tersendiri. Misalnya : komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo (NTT), babi rusa (Babyrousa babyrussa), anoa (Bubalus depressicornis), dan burung maleo (Macrocephalon maleo) di Sulawesi
  2. Mencakup fauna di wilayah: Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tengggra (bagian tengah)

24 of 63

Hewan dan Tumbuhan Endemik

  • Hewan Endemik:
  • komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo
  • Badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon-Banten
  • Babi rusa
  • Musang Sulawesi
  • Tarsius

  • Tumbuhan Endemik :
  • Bunga Raflesia (Rafflesia arnoldii) di hutan-hutan Bengkulu, Sumatera Barat an Jambi.
  • Rafflesia borneensis di Kalimantan
  • Matoa (Pometia pinnata)
  • Ratu slur permata hijau (Strongylodon macrobotrys)

25 of 63

Hewan dan Tumbuhan Langka

  • Hewan Langka :
  • Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis)
  • Harimau sumatra (Panthera tgris sumatrae)
  • Tapir (Tapirus indicus)
  • komodo (Varanus komodoensis)

  • Tumbuhan Langka :
  • Matoa (Pometia pinnata)
  • Gandaria (Bouea macrophylle)
  • Badali (Raermachera gigantea)
  • Sawo kecik (Manilkara kauki)
  • Bendo (Artrocarpus elasticus)

26 of 63

Manfaat Keanekaragaman Hayati

  • Penghasil SDA Hayati

@ Sumber kayu ; sumber karbohirat dan protein;

@ Sumber obat-obatan dan kosmetika

@ Sumber plasma nutfah (sumber gen)

@ Sumber perikanan

  • Sebagai sarana pengembangan Ilmu pengetahuan, pendidikan, rekreasi dan wisata
  • Manfaat dari aspek sosial dan budaya masyarakat

27 of 63

Manfaat Keanekaragaman Hayati

  1. Dengan mengetahui adanya keanekaragamaan gen merupakan modal dasar untuk melakukan rekayasa genetika dan hibridisasi (kawin silang) untuk mendapatkan bibit unggul yang diharapkan.

  • Dengan mengetahui adanya kenaekaragaman jenis dapat menuntun kita untuk mencari alternatif dari bahan makanan, bahan sandang, dan papan, juga dapat menuntun kita memilih hewan-hewan unggul yang dapat dibudidayakan.

  • Dengan mengetahui adanya keanekaragaman ekosistem kita dapat mengembangkan sumber daya hayati yang cocok dengan ekosistem tertentu sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian dan peternakan yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

28 of 63

Pengaruh Kegiatan Manusia Terhadap Keanekaragaman Hayati

  1. Kegiatan manusia yang berdampak negatif terhadap keanekaragaman hayati:
  2. Ladang berpindah, penebangan liar dapat menyebabkan kerusakan hutan
  3. Punahnya bibit lokal yang tidak unggul akibat penggunaan bibit yang unggul
  4. Perburuan liar dan penangkapan ikan tanpa kenal batas dapat memusnahkan jenis-jenis hewan dan ikan
  5. Industrialisasi menyebabkan polusi
  6. Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat merusak lingkungan

29 of 63

2. Kegiatan manusia yang berdampak positif terhadap keanekaragaman hayati:

  • Penghijauan atau reboisasi
  • Penangkaran
  • Pengendalian hama secara biologi
  • Pelestarian in situ dan ex situ. Pelestarian in situ dapat dilakukan dengan mendirikan kawasan pelestarian di habitat aslinya seperti cagar alam, suaka margasatwa, dan taman nasional. Pembiakan ex situ dapat dilakukan dengan mendirikan kebun binatang

30 of 63

Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati

1. Hilangnya Habitat dan fragmentasi

Hilangnya habitat adalah menyusutnya materi pada tempat yang sesuai (cocok) untuk hidup

Fragmentasi habitat adalah pemisahan suatu habitat menjadi lebih kecil lagi

2. Eksploitasi secara berlebihan

3. Industrialisasi Kehutanan dan perikanan

4. Perubahan Iklim Global

31 of 63

5. Spesies-spesies eksotik (introduksi spesies)

Introduksi spesies adalah suatu upaya mendatangkan spesies asing ke suatu wilayah yang telah memiliki spesies lokal.

Misal : di Indonesia, penggunaan padi unggul telah menyebabkan punahnya padi tradisional

6. Degradasi habitat

Degradasi habitat adalah kerusakan habitat karena polusi, miisalnya hujan asam, eutrofikasi, efekrumah kaca.

32 of 63

Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati

  • MELALUI KONSERVASI

Beberapa bentuk konservasi :

  1. Cagar alam yaitu kawasan suaka alam yang memiliki tumbuhan, hewan, ekosistem yang khas sehingga perlu dilindungi. Contoh cagar alam : Cagar Alam Hutan Pinus janthoi di Aceh, Cagar Alam Lembah Anai di Sumbar

33 of 63

2. Suaka margasatwa yaitu kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa (hewan) yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

3. Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi. Taman ini biasanya dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budi daya, pariwisata, dan rekreasi alam.

34 of 63

4. Taman Wisata Alam yaitu kawasan pelestarian alam dengan tujuan untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi alam.

5. Taman buru yaitu kawasan yang didalamnya terdapat potensi satwa buru yang diperuntukkan untuk rekreasi berburu. Contoh : Taman Buru Pulau Pini di Sumut, taman Buru Semidang Bukit kelabu di bengkulu

6. Kebun raya: Kebun raya Bogor dan Kebun raya Cibodas

35 of 63

  • MELALUI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Peraturan perundangan ini bertujuan untuk melindungi beberapa jenis hewan yang terdapat di Indonesia

  • MELALUI KEPPRES

Misalnya Keppres no 4 tahun 1993 yang telah menetapkan beberapa tumbuhan dan hewan asli Indonesia sebagai tumbuhan dan hewan nasional.

36 of 63

  • Tumbuhan dan hewan asli Indonesia itu yaitu :
  • Rafflesia arnoldii, sebagai bunga langka
  • Melati, sebagai bunga bangsa
  • Elang jawa, sebagai satwa udara nasional
  • Ikan solera merah, sebagi satwa air nasional

37 of 63

Pelestarian hayati

  • Pelestarian secara in situ, yaitu melindungi sumber hayati di tempat aslinya. Hal ini dilakukan sehubungan dengan keberadaan organisme yang memerlukan habitat khusus, dan akan membahayakan kehidupan organisme tersebut jika dipindahkan ke tempat lainnya, contoh: cagar alam, hutan lindung, suaka margasatwa, taman laut.

38 of 63

  • Pelestarian secara ex situ, merupakan bentuk perlindungan kenanekaragaman hayati Indonesia dengan cara memindahkan hewan atau tumbuhan ke tempat lainnya yang cocok bagi kehidupannya, contoh: kebun raya, hutan nasional, hutan produksi, kebun binatang, Tabulampot (tanaman budi daya dalam pot).

39 of 63

Klasifikasi Makhluk Hidup

  • Pengertian

Pengelompokkan makhluk hidup sesuai dengan kesamaan-kesamaan (similarity) yang ada, dalam hal ini adalah karakter yang diobservasi

40 of 63

  • Alam semesta dihuni oleh beragam makhluk hidup. Agar lebih mudah mengenali beragam makhluk hidup, kita perlu melakukan klasifikasi makhluk hidup
  • Klasifikasi pertama kali diperkenalkan oleh Karl von Linne, lebih dikenal dengan Carolus Linnaeus
  • Cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari klasifikasi makhluk hidup adalah Taksonomi

41 of 63

Tujuan Klasifiksi

  • Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup yang membedakan antarjenis sehingga mudah dikenal.
  • Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya.
  • Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.
  • Mengetahui tingkat evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya.

42 of 63

Manfaat Klasifikasi

  • Dengan klasifi kasi tersebut akan mempermudah kita dalam mempelajari berbagai jenis makhluk hidup yang ada di dunia ini.
  • Memudahkan langkah-langkah pelestarian keanekaragaman hayati.
  • Mengetahui hubungan kekerabatan spesies satu dengan yang lain.

43 of 63

Tahapan taksonomi

  • Identifikasi
  • Klasifikasi
  • Nomenklatur

44 of 63

Sistem klasifikasi

  • Aristoteles (384 – 322 SM)

mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dikelompokkan menjadi herba, semak, dan pohon. Sedangkan hewan digolongkan menjadi hewan berdarah dan tidak berdarah

  • JohnRay (1627 – 1708)

merintis pengelompokkan makhluk hidup menjadi kelompok-kelompok kecil dan memperkenalkan konsep tentang spesies

45 of 63

  • Carolus Linnaeus (1707 – 1778)

mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan kesamaan struktur ke dalam takson-takson dan memperkenalkan sistem tata nama makhluk hidup yang dikenal dengan binomial nomenklatur

46 of 63

  • Setiap kelompok yang terbentuk dari hasil klasifikasi makhluk hidup disebut takson. Pengelompokan ke dalam takson-takson didasarkan atas banyaknya persamaan dan perbedaan ciri morfologi, fisiologi, dan anatominya
  • Makin banyak persamaan, dikatakan makin dekat hubungan kekerabatannya dan makin sedikit persamaannya, makin jauh kekerabatannya

Kingdom / Regnum

Filum atau Divisio

Kelas

Ordo / bangsa

Famili / suku

Genus / marga

Spesies / jenis

Persamaan ciri

semakin sedikit

Jumlah semakin

banyak

47 of 63

  • Makhluk hidup yang memiliki banyak persamaan ciri, dapat saling kawin dan menghasilkan keturunan yang fertil (subur), dimasukkan ke dalam suatu kelompok (takson) yang disebut spesies atau jenis
  • Beberapa spesies atau jenis yang berkerabat dekat dapat dikelompokkan ke dalam takson famili atau suku
  • Famili yang berkerabat dekat membentuk ordo atau bangsa.
  • Ordo-ordo yang berkerabat dekat dikelompokkan ke dalam satu kelas
  • Kelas-kelas yang berkerabat dikelompokkan ke dalam suatu filum untuk hewan, pada tumbuhan disebut divisi
  • Semua filum dan atau divisi yang berkerabat membentuk kingdom atau kerajaan.

48 of 63

Saat ini dikenal tiga sistem klasifikasi makhluk hidup, yaitu

  • Sistem artifisial atau buatan, menggunakan ciri-ciri atau sifat sifat yang sesuai dengan kehendak manusia atau sifat yang lain. Misalnya tumbuhan diklasifikasikan berdasarkan habitus atau perawakan menjadi pohon, perdu, semak, terna, dan memanjat. Tokoh sistem Artifisial antara lain Aristoteles dan Carolus Linnaeus

49 of 63

  • Sistem alami , dirintis oleh Michael Adams dan Jean Baptiste de Lamarck yang menghendaki agar kelompok atau takson dibentuk secara alami yaitu menggunakan dasar persamaan dan perbedaan morfologi secara alami atau sewajarnya. Contoh, hewan berkaki dua, berkaki empat, tidak berkaki, hewan bersayap, hewan bersirip, hewan berbulu, bersisik,
  • Sistem Filogenetik, muncul setelah dikemukakan teori evolusi oleh Charles Darwin pada tahun 1859 yang menyusun takson berdasarkan sifat morfologi, anatomi, fisiologinya, dan jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara takson yang satu dengan yang lainnya serta mengacu pada hubungan evolusioner nenek moyang dan keturunannya.

50 of 63

Tata Nama Makhluk Hidup

  • Nama ilmiah berguna sebagai alat komunikasi ilmiah di tingkat internasional
  • Berbagai jenis makhluk hidup memiliki sebutan atau nama yang bermacam-macam sesuai dengan daerah tempat organisme tersebut ditemukan (nama lokal)
  • Nama ilmiah adalah nama latin atau nama yang dilatinkan untuk menyebut suatu spesies
  • Carolus Linnaeus mengusulkan sistem tata nama yang diakui secara internasional yaitu sistem binomial nomenklatur (tata nama biner)

51 of 63

  • Kaidah penulisan nama ilmiah:
  • Nama spesies terdiri dari 2 kata
  • Kata awal menunjukkan nama genus dan kata akhir menunjukkan nama spesies
  • Kata awal diawali dengan huruf kapital, kata kedua tidak
  • Jika tulisan di tik maka dicetak miring, jika tulisan ditulis dengan tangan maka di beri garis bawah terpisah
  • Menggunakan bahasa latin atau bahasa yang dilatinkan

52 of 63

��Sistem Klasifikasi

53 of 63

1. Sistem Klasifikasi 2 Kingdom (1735)

  • Carolus Linnaeus ini menyebutkan bahwa pada saat itu pengelompkan organisme dibagi menjadi dua regnum (kerajaan) yakni Regnum Vegetabile (tumbuhan) dan Regnum Animalia (hewan).
  • Sistem klasifikasi ini sebenarnya sudah kuno, yakni sebelum era Linnaeus. Namun, Linnaeus merumuskan sistem dasar nomenklatur dalam penamaan organisme sehingga beliau dijuluki sebagai Bapak Taksonomi. Dasar dari klasifikasi ini adalah morfologi luar.

54 of 63

2. Sistem Klasifikasi 3 Kingdom (1866)

  • sistem klasifiksi 3 kingdom diajukan oleh Ernst Haeckel dengan menambah Kingdom Protista dengan dasar klasifikasinya yakni apakah organisme tersebut memiliki sel tunggal (protista) atau memiliki sel banyak (hewan dan tumbuhan)

55 of 63

3. Sistem Klasifikasi 2 Empire (1925)

  • Édouard Chatton membagi kedalam dua empire (superkingdom) yang lebih tinggi berdasarkan sistem organisasi sel.
  • Chatton menggunakan istilah prokariota untuk organisme yang tidak memiliki inti sel dan eukariota untuk organisme yang memiliki inti sel.
  • Hasil dari gagasan tersebut muncullah Empire Prokariota dan Empire Eukarya Sistem klasifikasinya bersifat dikotomis yang berdasarkan struktur internal organisasi sel

56 of 63

4. Sistem Klasifikasi 4 Kingdom (1938)

  • Tahun 1938, Herbert F. Copeland mengajukan sistem klasikasi empat kingdom dengan memindah dua prokariota, yakni bakteri dan alga hijau-biru ke dalam Kingdom Monera

57 of 63

5. Sistem Klasifikasi 5 Kingdom (1969)

  • menurut Robert R. Whittaker ada 5 kingdom didasarkan atas cara organisme memperoleh nutrisinya.
  • Whittaker memisahkan fungi menjadi kingdom tersendiri menjadi Kingdom Fungi karena kemampuannya yang bersifat heterotrof.
  • Kelemahan sistem ini tidak sepenuhnya mencerminkan hubungan kekerabatan antar kelompok. Dasar klasifikasi yang digunakan berdasarkan tipe nutrisi dan struktur internal organisasi sel.

58 of 63

6. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom (1977)

  • Klasifikasi menurut Carl Woese, membagi kingdom Monera menjadi dua kelompok, yakni Kingdom Eubacteria dan Kingdom  Archaebacteria.
  • Hal tersebut dikarenakan terdapat banyak perbedaan genetik antara dua kelompok tersebut

59 of 63

7. Sistem Klasifikasi 3 Domain (1990)

  • Setelah mengajukan 6 kingdom, Carl Woese kemudian menciptakan konsep baru, yakni sistem “tiga kingdom utama” dengan istilah domain
  • Pada sistem ini terbentuk 3 domain, yakni Domain Bacteria, Domain Archae, dan Domain Eukarya. Sistem tersebut merupakan sistem enam kingdom sebelumnya dari hasil pencampuran sistem lima kingdom dan sistem tiga domain dari Woese.

60 of 63

8. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom (1998)

  • Tahun 1998, Cavalier-Smith mempublikasikan sistem klasifikasi enam kingdom.
  • Archaebacteria dimasukkan kedalam subkingdom dari kingdom bacteria

61 of 63

9. Sistem Klasifikasi 7 Kingdom (2015)

  • Pada tahun 2015, sebuah jurnal ilmiah taksonomi dengan judul “A Higher Level Classification of All Living Organisms” dengan author Michael A. Ruggiero, dkk (salah satunya juga Cavalier-Smith) melakukan revisi sistem klasifiksi yang melibatkan sekitar 3.000 ahli taksonomi dunia dan berdasarkan konsensus Taxonomic Outline of Bacteria and Archaea (TOBA) dan the Catalogue of Life menyatakan bahwa archae dan bacteria dipisah menjadi kingdom yang berbeda.

62 of 63

  • Dengan demikian, sampai artikel ini ditulis, sistem klasifikasi makhluk hidup ada 7 kingdom yan terdiri atas:
  • Kingdom Bacteria
  • Kingdom Archaea
  • Kingdom Protozoa
  • Kingdom Chromista
  • Kingdom Fungi
  • Kingdom Plantae
  • Kingdom Animalia

63 of 63

Thank yoU