KEANEKARAGAMAN HAYATI
BIOLOGI
SMA N 1 CIBEBER
PENGERTIAN
Keanekaragaman dan Keseragaman
Menurut World Wide Fund for Nature (WWF): kekayaan hidup di bumi, mencakup jutaan tumbuhan, hewan, mikroorganisme, materi genetika yang dikandungnya, dan ekosistem yang dibangunnya menjadi suatu lingkungan hidup. Keanekaragaman ditunjukkan, antara lain oleh variasi bentuk,ukuran, jumlah (frekuensi), warna, dan sifat-sifat lain makhluk hidup.
Ciri yang sama yang terdapat dalam satu spesies.
Suatu sifat yang tampak (fenotip) merupakan ekspresi dari sifat yang tidak tampak (genotip) yang dikandung oleh gen dan seringkali sifat tersebut dipengaruhi oleh lingkungan tempat hidupnya.
F = G + L
(Fenotip) (Genotip) (Lingkugan)
Tingkat Keanekaragaman Hayati
Terjadi karena keanekaragaman
susunan gen
Memunculkan variasi
antar individu dalam spesies
Menyebabkan tidak ada individu
yang sama persis
Keanekaragaman
Tingkat Genetik
Contoh keanekaragaman genetik tumbuhan
Contoh keanekaragaman genetik hewan
Contoh keanekaragaman genetik Manusia
Temukan perbedaan ciri antara kedua wanita di atas!
Keanekaragaman
Tingkat spesies
Setiap jenis terbentuk atas pengaruh kandungan genetik dengan habitatnya
Menunjukan
adanya
jumlah dan
variasi jenis
organisme
Ciri makhluk berbeda jenisnya, yaitu jika mereka dikawinkan, tidak ada keturunan yang terbentuk, atau jika keturunan terbentuk, seluruh keturunan mandul.
Contoh keanekaragaman jenis pada Familia Arecaceae
Aren
(Arenga pinnata)
Kelapa
(Cocos nucifera)
Pinang
(Arenga catechu)
Nipah
(Nipa fruticas)
Di Pegunungan
Di Pantai
Di tempat kering
Di Tempat Basah
Ke empatnya menempati habitat yang berbeda
Menggambarkan jenis populasi
organisme dalam suatu wilayah
Ditunjukan dengan adanya
perbedaan faktor abiotik
Ditunjukan dengan adanya perbedaan
komposisi jenis populasi organisme
Keanekaragaman
Tingkat ekosistem
Macam-macam ekosistem di Dunia
| |
| |
Hutan Hujan Tropis
Savana
Hutan Gurun
Padang Rumput
Contoh keanekaragaman ekosistem
Ekosistem air laut
Ekosistem gurun
Ekosistem rawa
Ekosistem hutan
Ekosistem air tawar
DISKUSI
A. Keanekaragaman gen
B. Keanekaragaman spesies
C. Keanekaragaman ekosistem
4. Peranan dan manfaat tumbuhan dan hewan yang dahulu merupakan spesies-spesies liar, tetapi sekarang dibudidayakan.
KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA
Keunikan keanekaragaman hayati Indonesia ditandai oleh :
Indonesia Memiliki Tumbuhan Tipe Indo-Malaya
yang Arealnya Paling Luas
Faktor yang menjadikan Indonesia negara dengan keanekaragaman tinggi
Oleh Alfred Russel Wallace, fauna Indonesia yang dipisahkan oleh garis wallace dan weber dibedakan atas 3 tipe :
1. tipe oriental (asiatic)
2. tipe peralihan
3. tipe australis
Ciri-ciri Daerah Oriental
Ciri Hewan daerah Australis
Ciri Hewan Daerah Peralihan
Hewan dan Tumbuhan Endemik
Hewan dan Tumbuhan Langka
Manfaat Keanekaragaman Hayati
@ Sumber kayu ; sumber karbohirat dan protein;
@ Sumber obat-obatan dan kosmetika
@ Sumber plasma nutfah (sumber gen)
@ Sumber perikanan
Manfaat Keanekaragaman Hayati
Pengaruh Kegiatan Manusia Terhadap Keanekaragaman Hayati
2. Kegiatan manusia yang berdampak positif terhadap keanekaragaman hayati:
Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati
1. Hilangnya Habitat dan fragmentasi
Hilangnya habitat adalah menyusutnya materi pada tempat yang sesuai (cocok) untuk hidup
Fragmentasi habitat adalah pemisahan suatu habitat menjadi lebih kecil lagi
2. Eksploitasi secara berlebihan
3. Industrialisasi Kehutanan dan perikanan
4. Perubahan Iklim Global
5. Spesies-spesies eksotik (introduksi spesies)
Introduksi spesies adalah suatu upaya mendatangkan spesies asing ke suatu wilayah yang telah memiliki spesies lokal.
Misal : di Indonesia, penggunaan padi unggul telah menyebabkan punahnya padi tradisional
6. Degradasi habitat
Degradasi habitat adalah kerusakan habitat karena polusi, miisalnya hujan asam, eutrofikasi, efekrumah kaca.
Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Beberapa bentuk konservasi :
2. Suaka margasatwa yaitu kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa (hewan) yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.
3. Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi. Taman ini biasanya dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budi daya, pariwisata, dan rekreasi alam.
4. Taman Wisata Alam yaitu kawasan pelestarian alam dengan tujuan untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi alam.
5. Taman buru yaitu kawasan yang didalamnya terdapat potensi satwa buru yang diperuntukkan untuk rekreasi berburu. Contoh : Taman Buru Pulau Pini di Sumut, taman Buru Semidang Bukit kelabu di bengkulu
6. Kebun raya: Kebun raya Bogor dan Kebun raya Cibodas
Peraturan perundangan ini bertujuan untuk melindungi beberapa jenis hewan yang terdapat di Indonesia
Misalnya Keppres no 4 tahun 1993 yang telah menetapkan beberapa tumbuhan dan hewan asli Indonesia sebagai tumbuhan dan hewan nasional.
Pelestarian hayati
Klasifikasi Makhluk Hidup
Pengelompokkan makhluk hidup sesuai dengan kesamaan-kesamaan (similarity) yang ada, dalam hal ini adalah karakter yang diobservasi
Tujuan Klasifiksi
Manfaat Klasifikasi
Tahapan taksonomi
Sistem klasifikasi
mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dikelompokkan menjadi herba, semak, dan pohon. Sedangkan hewan digolongkan menjadi hewan berdarah dan tidak berdarah
merintis pengelompokkan makhluk hidup menjadi kelompok-kelompok kecil dan memperkenalkan konsep tentang spesies
mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan kesamaan struktur ke dalam takson-takson dan memperkenalkan sistem tata nama makhluk hidup yang dikenal dengan binomial nomenklatur
Kingdom / Regnum |
Filum atau Divisio |
Kelas |
Ordo / bangsa |
Famili / suku |
Genus / marga |
Spesies / jenis |
Persamaan ciri
semakin sedikit
Jumlah semakin
banyak
Saat ini dikenal tiga sistem klasifikasi makhluk hidup, yaitu
Tata Nama Makhluk Hidup
��Sistem Klasifikasi
1. Sistem Klasifikasi 2 Kingdom (1735)
2. Sistem Klasifikasi 3 Kingdom (1866)
3. Sistem Klasifikasi 2 Empire (1925)
4. Sistem Klasifikasi 4 Kingdom (1938)
5. Sistem Klasifikasi 5 Kingdom (1969)
6. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom (1977)
7. Sistem Klasifikasi 3 Domain (1990)
8. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom (1998)
9. Sistem Klasifikasi 7 Kingdom (2015)
Thank yoU