Optimalisasi Nutrisi pada 1000 HPK Sebagai Upaya Pencegahan Stunting
Prof. Dr. dr. Triawanti, M.Kes
Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
OUTLINE
PROSES PERKEMBANGAN PRENATAL
NUTRISI SAAT HAMIL
NUTRISI 2 TAHUN PERTAMA
1000 Hari Pertama Kehidupan
Masa awal proses kehidupan manusia yang dimulai sejak masa kehamilan (janin masih di dalam kandungan), masa bayi hingga anak berusia 2 tahun.
Pada masa ini terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat
Optimalisasi periode ini akan menentukan status kesehatan fisik dan kecerdasan (kognitif) pada masa yang akan datang.
Proses Perkembangan Pre-natal
Perkembangan pre-natal (sebelum kelahiran) terbagi menjadi 2 yaitu fase embrionik dan fase fetal/janin
Fase embrionik dimulai sejak terjadinya fertilisasi hingga minggu ke-8
Embrio yang berkembang membentuk 3 lapisan germinal sebagai awal mula pembentuk jaringan dan organ:
Ektoderm 🡪 jaringan saraf, neural crest
Mesoderm 🡪 otot, jaringan ikat (tulang, tulang rawan, pemb. darah)
Endoderm 🡪 organ pernapasan dan pencernaan
Buttriss, J.L., Stanner, S.A. and Wyness, L.A., 2013..
Lanjutan Fase Embrionik
Pada minggu ke-2 hingga ke-4, mulai terbentuk plasenta, tali pusat, dan amnion (sirkulasi fetal-plasenta) sebagai medium transportasi nutrisi dari ibu ke janin
Keberadaan sirkulasi fetal-plasenta menjadi titik mula terjadinya proses organogenesis (pembentukan organ)
Perkembangan embrio secara cepat selama trimester pertama menyebabkannya rentan terdampak oleh faktor eksternal (alcohol, obat, ketidakseimbangan nutrisi, radiasi, dan agen infeksius)
Fase Perkembangan Fetal
Jendela Kritis Perkembangan Janin
Medical illustrations: James Dowdalls. Graph production, Jane Teis Graphic Services. From the UCLA Institute of the Environment and Sustainability, Southern California Environmental Report Card, ‘Air Pollution Impact on Infants and Children’, Beate Ritz, MD, Ph.D. and Michelle Wilhelm, Ph.D.
Jantung, otak, dan saraf tulang belakang terbentuk
Jantung mulai berdetak
Organ-organ lain mulai tumbuh dan berdiferensiasi
Masuk periode fetal
Lengan dan kaki memanjang
Pembentukan intestine di abdomen dan sel darah merah di hati
Urine terbentuk dan genitalia eksternal matur (minggu-12)
Jendela Kritis Perkembangan Janin
Medical illustrations: James Dowdalls. Graph production, Jane Teis Graphic Services. From the UCLA Institute of the Environment and Sustainability, Southern California Environmental Report Card, ‘Air Pollution Impact on Infants and Children’, Beate Ritz, MD, Ph.D. and Michelle Wilhelm, Ph.D.
Otot dan jaringan tumbuh sangat cepat
Terjadi ossifikasi tulang
Hati dan pankreas mensekresi cairan
Dapat ditentukan jenis kelamin bayi
Otot makin berkembang, muncul alis dan bulu mata serta kuku jari dan jempol
Muncul lanugo, sumsum tulang menghasilkan sel darah,
Saluran pernapasan bawah berkembang
Bayi mulai menyimpan lemak
Jendela Kritis Perkembangan Janin
Medical illustrations: James Dowdalls. Graph production, Jane Teis Graphic Services. From the UCLA Institute of the Environment and Sustainability, Southern California Environmental Report Card, ‘Air Pollution Impact on Infants and Children’, Beate Ritz, MD, Ph.D. and Michelle Wilhelm, Ph.D.
Perkembangan otak secara cepat
Sistem pernapasan mulai terjadi pertukaran gas
Peningkatan lemak tubuh, tulang berkembang seutuhnya
Bayi mulai menyimpan zat besi, kalsium, dan fosfor
BB bayi menjadi > 2 kg
Siap untuk kelahiran
Tumbuh kembang organ-orang penting terus berlanjut
PROSES TUMBUH KEMBANG OTAK
Fase Perkembangan | Proses |
1. Kelahiran sel | Genesis neuron dan glia |
2. Migrasi sel | Pergerakan sel menuju posisi fungsional masing-masing |
3. Diferensiasi sel | Sel perkursor bertranformasi menjadi tipe sel spesifik |
4. Maturasi sel | Pertumbuhan dendrit dan axon |
5. Sinaptogenesis | Pembentukan jembatan komunikasi sel sites-synapses |
6. Kematian sel dan synaptic pruning | Kematian sel terprogram dan pembongkaran sirkuit yang tak terpakai |
7. Mielinasi | Pembentukan mielin untuk meningkatkan neurotransmis |
Gibb & Kovalchuk, 2017
Leisman, G., Mualem, R., & Mughrabi, S. K. (2015). The neurological development of the child with the educational enrichment in mind. Psicología Educativa, 21(2), 79-96.
Period of opportunity
Pentingnya nutrisi di 1000 HPK
A. Imdad, Z. Lassi, R. Salaam and Z.A. Bhutta.
Gagal tumbuh/stunting menjadi indikator dari gagalnya
pemenuhan nutrisi selama 1000 HPK
Gizi buruk di awal kehidupan memiliki konsekuensi buruk yang dapat dirasakan seumur hidup, antara lain:
* Perawakan pendek dan hambatan pada kecerdasan
* Kesulitan saat mengenyam pendidikan dan bekerja
* Upah yang lebih rendah akibat kemampuan kerja yang kurang
Malnutrisi dapat terjadi secara terus menerus ke generasi berikutnya yang disebut “intergenerational cycle of growth failure”
Ibu
Neonatus
Bayi
Kehamilan
Kehidupan intrauterin,
Nutrisi dan pertumbuhan janin suboptimal
Berat Badan Lahir Rendah
Kecil untuk usia kehamilan
Lahir prematur
Pertumbuhan yang buruk/lambat
Latihan pemberian makan yang kurang
Kehamilan remaja,
Gizi kurang, risiko kelebihan berat badan dan obesitas yang lebih tinggi
Hipertensi, kekurangan zat gizi mikro,
Pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat
Risiko penyakit kronis yang lebih tinggi.
Ketidakcukupan zat gizi mikro
Pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat
Perawakan pendek, IMT rendah,
Kehamilan ganda, penurunan jarak kelahiran,
Obesitas, kekurangan zat gizi mikro, pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat
Dewasa Muda
Anak dan Remaja
Wanita usia produktif
Peningkatan resiko keguguran
Peningkatan
resiko kematian neonatus
Resiko mortalitas, infeksi akut, stunting, kemampuan studi rendah
Peningkatan resiko dropout sekolah, kesulitan mencari perkejaan
Intergenerational cycle of growth failure
A. Imdad, Z. Lassi, R. Salaam and Z.A. Bhutta: Prenatal Nutrition and Nutrition in Pregnancy: Effects on Long- Term Growth and Development. Early Nutrition and Long-Term Health.
Faktor resiko stunting di negara berkembang
Optimalisasi Nutrisi �1000 HPK
Saat sebelum kehamilan
Saat ibu mengandung
Saat bayi berusia 0-6 bulan
Saat anak berusia 6 bulan- 2 tahun
Zat gizi yang diperlukan saat hamil
Zat Gizi | Fungsi | Contoh Bahan Makanan |
Asam Folat | Pembentukan SSP (otak) | Sayuran berdaun hijau, tempe, kacang-kacangan |
Asam Lemak Tak Jenuh | Tumbuh kembang SSP (otak) | Ikan laut: Ikan tengiri, ikan tongkol, ikan tuna |
Vitamin B12 | Perkembangan sel janin | Daging ternak dan produk olahannya (telur, susu, keju), Produk olahan kedelai (tahu, tempe, susu) |
Vitamin D | Membantu penyerapan kalsium dan mineral | Susu, ikan |
Zat gizi yang diperlukan �saat hamil
Zat Gizi | Fungsi | Contoh Bahan Makanan |
Vitamin A | Proses metabolisme, pembentukan tulang dan perkembangan fungsi mata | Daging ayam, telur bebek, kangkong, wortel, dan buah-buahan berwarna kuning dan merah |
Kalsium (Ca) | Pembentukan tulang | Produk susu dan olahannya, bayam, jeruk |
Zat Besi (Fe) | Pembentukan sel darah merah, mencegah anemia | Kacang-kacangan, sayuran hijau, daging sapi, ikan |
Zat gizi yang diperlukan saat hamil
Zat Gizi | Fungsi | Contoh Bahan Makanan |
Vitamin B6 | Membantu proses pertumbuhan saraf | Kacang-kacangan, hati, gandum |
Serat | Mencegah sembelit, diabetes, dan dan preeklampsia | Sayuran dan buah-buahan |
Vitamin C | Membantu penyerapan zat besi dan antioksidan | Sayuran dan buah-buahan (tomat, jeruk, papaya, jambu) |
Zinc (Zn) | Mencegah kelahiran premature, meningkatkan sintesis protein dan mencegah malformasi kongenital | Kacang-kacangan, hati, telur, daging sapi |
Iodium | Pembentukan sel otak, sel darah merah, dan otot | Garam dapur, ikan laut, udang |
Pentingnya ASI ekslusif
WHO merekomendasikan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama, dimulai dari sejak dilahirkan (Inisiasi Menyusui Dini)
ASI memberikan perlindungan kepada bayi (penurunan mortalitas 12% dibanding bayi yang tidak diberikan ASI)
ASI memiliki kolostrum 🡪 meningkatkan imunitas dan mencegah infeksi pernapasan dan gastrointestinal
ASI mampu meningkatkan perkembangan neuron pada bayi
Pada bayi premature, ASI meningkatkan perkembangan psikomotor pada usia 2-5 tahun
Boquien, C.Y., 2018..
Kandungan Nutrisi pada ASI
Komposisi ASI: 87% air, 1% protein, 4% lipid, 7% karbohidrat, mineral (kalsium, fosfor, magnesium, kalium, natrium, dsb) dan vitamin
ASI mengandung LC-PUFA dan neuklotida (meningkatkan neurodevelopmental)
ASI juga mengandung beragam enzim, sel-sel imun (makrofag, limfosit, neurofil) dan antibodi IgA
.
Komposisi susu formula telah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, tetapi tetap terdapat perbedaan antara susu formula dengan ASI terhadap nutrisi makro maupun mikro yang memengaruhi tumbuh kembang bayi (Caroli et al. 2021)
.
Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
Beberapa Pustaka
Sekian Terimakasih
wassalam
Mari jaga ibu hamil
Ibu Sehat,
Generasi Cerdas,
Indonesia Hebat