Kalimat
Pancasila
Kalimat
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan. Kalimat juga disebut dengan perkataan.
Kalimat Berdasarkan Tujuan
Kalimat Perintah
Kalimat Berita
Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan untuk memberikan perintah kepada seseorang untuk melakukan sesuatu. Kalimat ini akan diakhiri tanda seru (!) yang pelafalannya dengan intonasi tinggi.
Contoh: Tolong buka pintu itu!
Kalimat berita merupakan kalimat yang bertujuan untuk memberitahukan atau menginformasikan suatu hal. Kalimat berita diakhiri dengan tanda titik (.) yang dalam pelafalannya diakhiri dengan intonasi menurun.
Contoh: Mereka akan berangkat menonton pertandingan basket siang nanti.
Kalimat Berdasarkan Tujuan
Kalimat Seruan
Kalimat Tanya
Kalimat seruan yaitu kalimat yang bertujuan untuk mengungkapkan perasaan. Kalimat ini diakhiri tanda seru (!) atau tanda titik (.) yang pelafalannya dengan intonasi tinggi.
Contoh: Wah, hebat sekali dia!
Kalimat tanya adalah kalimat yang bertujuan untuk mengungkapkan pertanyaan terhadap suatu hal. Kalimat ini berakhir dengan tanda tanya (?) dengan di dalamnya terdapat kata tanya seperti bagaimana, di mana, kemana, kapan, siapa, mengapa, dan berapa.
Contoh: Berapa berat komputer itu?�
Kalimat Berdasarkan Pengucapan
Kalimat Langsung
Kalimat Tidak Langsung
Kalimat tidak langsung merupakan kalimat yang mengalami perubahan dari kalimat langsung yang menggunakan tanda petik, ke bentuk berita yang tidak menggunakan tanda petik.
Contoh: Relia mengatakan bahwa ia menginginkan Rian menjadi pasangannya.
Kalimat tidak langsung merupakan kalimat yang mengalami perubahan dari kalimat langsung yang menggunakan tanda petik, ke bentuk berita yang tidak menggunakan tanda petik.
Contoh: Rian mengatakan bahwa ia menginginkan Relia menjadi pasangannya.
Kalimat Berdasarkan Unsur Kalimat
Kalimat Lengkap
Kalimat Tidak Lengkap
Kalimat lengkap adalah kalimat yang setidaknya mempunyai subyek dan predikat.
Contoh: Ibu Sukma menutup pintu.
Kalimat tidak lengkap yaitu kalimat yang tidak sempuran. Kalimat tidak lengkap berupa kalimat yang hanya mempunyai subyek atau hanya predikat.
Contoh: Pergi, Yuk!
Kalimat Berdasarkan Subyek
Adalah kalimat yang unsur subyeknya melakukan suatu tindakan atau pekerjaan. Terdapat dua macam kalimat aktif, yakni:
Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang predikatnya berawalan ‘me-‘ dan selalu dapat diubah ke dalam bentuk kalimat pasif yang predikatnya berawalan ‘di-‘.
Contoh: Crystal menyapu halaman rumah (kalimat aktif). Dapat diubah menjadi halaman rumah disapu oleh Crystal (kalimat pasif).
b. Kalimat aktif intransitif Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang predikatnya berawalan ‘ber-‘ dan tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif.
Contoh: Kami berjaga di luar lapangan.
Kalimat Berdasarkan Subyek
2. Kalimat pasif
Merupakan kalimat yang subyeknya melakukan suatu tindakan. Kalimat pasif dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kalimat pasif biasa dan zero.
a. Kalimat pasif biasa Kalimat pasif biasa adalah kalimat pasif yang predikatnya selalu berawalan dengan imbuhan ‘di-‘, ‘ter-‘, dan ‘ke-an’.
Contoh: Halaman rumah disapu Tono.
b. Kalimat pasif zero
Kalimat pasif yang predikatnya berakhiran ‘-kan’ sehingga membuat awalan ‘di-‘ menghilang dari predikat. Predikat juga bisa menggunakan kata dasar yang bersifat kata kerja, kecuali kata kerja ‘aus’ yang tidak bisa menggunakan awalan ‘me-‘ dan ‘ber-‘.
Contoh: Akan saya tunjukkan kepadamu…�
Kalimat Berdasarkan Jumlah Frasa�
1. Kalimat tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki satu pola saja. Kalimat tunggal terdiri dari dua macam, yaitu kalimat nominal dan kalimat verbal.
a. Kalimat nominal Adalah kalimat yang menggunakan kata benda sebagai predikatnya.
Contoh: Ibu saya adalah dosen.
b. Kalimat verbal Adalah kalimat yang menggunakan kata kerja sebagai predikatnya.
Contoh: Hera mengepel.
kalimat Berdasarkan Jumlah Frasa�
2. Kalimat majemuk
Kalimat majemuk yakni kalimat yang mempunyai dua pola (klausa) kalimat atau lebih. Kalimat majemuk terdiri dari induk dan anak kalimat. Cara membedakan induk dan anak kalimat yaitu ditandai dengan konjungsi atau kata penghubung. Terdapat empat macam kalimat majemuk, yaitu majemuk setara, bertingkat, campuran, dan rapatan.
a. Kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara adalah kalimat gabungan antara dua kalimat tunggal atau lebih yang kedudukannya sejajar atau sederajat.
Contoh: Cecilion menulis surat dan Carmila yang mengirimnya.
kalimat Berdasarkan Jumlah Frasa�
b. Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat gabungan antara dua kalimat tunggal atau lebih yang kedudukannya berbeda.
Contoh: Alice pergi dari rumah karena bertengkar dengan kakaknya.
c. Kalimat majemuk campuran
Kalimat majemuk campuran adalah kalimat gabungan antara majemuk setara dengan majemuk bertingkat.
Contoh: Nana bermain game dengan Harith dan Lilia mengerjakan tugas, ketika Edith datang ke rumah Layla.
d. Kalimat majemuk rapatan
Kalimat majemuk rapatan adalah gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subyek, predikat, atau obyek yang sama. Bagian yang sama hanya disebutkan sekali.
Contoh: Rio pandai berbahasa Indonesia, Jepang, dan Korea.
Terima Kasih