1 of 8

Cara menshalati jenazah

  1. Sebelum sholat jenazah dikerjakan, hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut :
  2. Sudah dalam keadaan suci dari hadats kecil atau besar
  3. Jenazah diarahkan ke kiblat (kepala di utara, kaki di selatan)
  4. Hendaknya jenazah diletakkan pada tempat yang agak tinggi
  5. Imam sholat hendaknya berada diarah tepat pada jalur bagian kepala jenazah, apabila mayatnya laki-laki. Sedangkan apabila mayatnya perempuan, maka imam berada tepat lurus dengan arah perut jenazah.

2 of 8

  1. Tata cara sholat jenazah
  2. Bila jenazahnya laki-laki, niatnya:

أصلى على هذا الميت أربع تكبيرات فرض كفاية لله تعالى

  • Bila jenazahnya perempuan, niatnya:

أصلى على هذا الميتة أربع تكبيرات فرض كفاية لله تعالى

  • Takbir pertama membaca surat al-fatihah dalam shalat jenazah hukumnya wajib.
  • Takbir kedua membaca sholawat

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ��

3 of 8

  • Takbir ketiga, membaca do’a

اللهم اغفرله/ها وارحمه/ها وعافه/ها واعف عنه/ها وأكرم نزوله/ها ووسع مدخله واغسله/ها بالماء والثلج والبرد ونقه من الخطايا كما نقيت الثوب الأبيض من الدنس وأبدله/ها دارا خيرا من داره واهلا خيرا من اهله وزوجا خيرا من زوجه وأدخله/ها الجنة وأعذه من عذاب القبر أو من عذاب النار

  • Takbir keempat, membaca do’a

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ ولا تفتنا بعده واغفرلنا وله, ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار

  • Kemudian mengucapkan salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ���

4 of 8

Cara mengubur jenazah

1. Persiapan

  • Sebelum jenazah itu sampai di kuburan, maka harus dipersiapkan bahwa liang kuburnya sudah selesai penggaliannya. Disamping itu juga harus sudah siap dikuburannya, seperti papan,batu nisan dll

2. Sebelum jenazah diberangkatkan menuju ke kuburan. Ada hal-hal penting yang harus dilakukan oleh pemuka agama untuk sebentar berdiri, memberikan nasehat atau pidato pengantar jenazah secara singkat. Baik dalam hal memintakan maaf kepada para hadirin, memberitahukan apabila si jenazah mempunyai hak utang piutang, pinjam meminjam, jika memungkinkan ditambahkan mauidzoh hasanah dengan memberikan pengertian kepada para hadirin yang masih hidup, bahwa kelakpun pasti mengalami kematian.

5 of 8

Hukum mengubur jenazah

  • Hukum mengubur jenazah adalah fardhu kifayah, sekalipun mayat tersebut kafir. Hal ini berdasarkan pada :
  • Hadits abu huraira, bahwa pada waktu perang badar, rasulullah memerintahkan agar menguburkan jenazah pembesar-pembesar quraisy disalah satu bukit di daerah badar.
  • Seperti dalam hadtis yang telah disebutkan, ketika rasulullah saw bertutur kepada ali pada hari kematian abu thalib, “..........pergilah dan kuburkan ia”.
  • Tidak boleh mengubur seorang muslim dengan orang kafir dalam satu lubang, tidak pula orang kafir dicampur dengan orang muslim, tetapi kuburkanlah orang muslim di kuburan khusus orang muslim. Sedangkan orang kafir bersama orang-orang musyrik. Demikianlah perintah rasul pada zaman itu dan berlangsung hingga sekarang.

(shohih fiqih sunnah juz 1 halaman 1015)

6 of 8

Cara meletakkan jenazah

  1. Yang disunnahkan adalah memasukkan kedua kaki jenazah terlebih dahulu kedalam kuburan, hal ini seperti dalam hadits abu ishaq, ia berkata, al-haris telah berwasiat agar abdullah bin zaid menshalatinya dan memasukkannya kedua kaki jenazah terlebih dahulu ke dalam kuburan. Ia berkata “seperti inilah sunnah rasul”
  2. Jenazah diletakkan dalam kuburannya dengan posisi badan disebelah kanan, dan posisi wajah di arahkan kiblat. Inilah yang telah dilakukan kaum muslimin sejak zaman nabi hingga sekarang.
  3. Orang yang meletakkan jenazah ke dalam liang lahat hendaknya mengucapkan kalimat sebagai berikut :

بسم الله وعلى ملة رسول الله

7 of 8

  1. Meninggikan atau menggunduhkan kuburan kurang lebih satu jengkal tangan. Untuk membedakan dengan dataran lain agar lebih terjaga.
  2. Memberi tanda dengan batu nisan atau semisalnya
  3. Setelah selesai sebaiknya jenazah itu ditalqin oleh pemuka agama setempat agar sesaat didatangi malaikat munkar dan nakir nanti si jenazah merasa memperoleh tuntunan dari kita yang masih hidup. Sehingga tidak merasa takut dalam memberikan jawaban atas pertanyaan kubur yang diajukan oleh kedua malaikat.
  4. Sebaiknya setelah selesai penguburan jenazah itu, maka bagi keluarga yang di tinggalkan hendaknya diam sejenak untuk membaca ayat-ayat al-qur’an, dzikir-dzikir dan mendoakan di jenazah.

8 of 8

Terima kasih atas partisipasinya