1 of 38

BAB 7�HUBUNGAN BAHASA DENGAN OTAK

2 of 38

PERBAHASAN

  • Untuk mengetahui bagaimanakah hubungan bahasa dengan otak melalui sudut pandang neurolinguistik, maka terlebih dahulu dibahas apa itu bahasa.
  • Bahasa adalah satu sistem kognitif manusia (yang diatur oleh rumus-rumus) yang unik yang dapat dimanipulasi oleh manusia untuk menghasilkan (menerbitkan) sejumlah kalimat bahasa linguistik yang tidak terbatas jumlahnya berdasarkan unsurunsur yang terbatas untuk dipakai oleh manusia sebagai alat berkomunikasi dan mengakumulasi ilmu pengetahuan. (Simanjuntak, 2008: 17).
  • Bahasa adalah alat verbal yang digunakan untuk berkomunikasi.
  • (Chaer Abdul, 2002: 30).

3 of 38

  • Menurut Whitaker, dalam ( Cahyono, Bambang Yudi, 1995: 258) penentuan daerah-daerah tertentu dalam otak dalam hubungannya dengan bahasa itu didasarkan pada tiga bukti utama.
  • Bukti pertama ialah unsur-unsur keterampilan berbahasa tidak menempati bagian yang sama dalam otak. Keterampilan bahasa (berbicara, menyimak, membaca, dan menulis) dan struktur linguistik (ciri sintaksis dan semantik, bentuk leksikal dan gramatikal) memiliki daerah khas dalam otak bukti kedua ialah bahwa bahasa semua orang menempati daerah yang sama dalam otak.
  • Bukti ketiga ialah terdapat hubungan antara kemampuan bahasa dengan belahan otak. Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa otak bukanlah satu gumpalan jaringan saraf memiliki tugas yang sama dalam semua bagian otak yang mendukung semua tindakan manusia.
  • Daerah yang berbeda dalam otak memiliki struktur yang berbeda dan setiap struktur memberikan sumbangan tersendiri untuk setiap perilaku yang dilakukan manusia. Untuk lebih terperinci akan dijelaskan bahwa otak memegang peran yang sangat penting dalam bahasa.

4 of 38

  • Sistem otak manusia dapat dibagi menjadi tiga, yakni (1) otak besar (sereberum), (2) otak kecil (serebelum), (3) batang otak. Bagian otak yang paling penting dalam kegiatan berbahasa adalah otak besar.

  • Bahagian pada otak besar yang terlibat langsung dalam pemprosesan bahasa adalah korteks serebral. Korteks selebral adalah bagian yang tampak seperti gumpalan-gumpalan berwarna putih dan merupakan bagian terbesar dalam sistem otak manusia.

  • Bahagian ini mengatur atau mengelola proses kognitif pada manusia, dan salah satunya tentu saja adalah bahasa

5 of 38

  • Penemuan-penemuan ahli bedah otak Penemu pertama pusat bahasa di hemisfer kiri otak ini ialah Carl Wernicke, seorang dokter Jerman, pada tahun 1874 menemukan kerusakan pada lobus temporal kiri ( yang sekarang disebut ”Wernicke’s Area” = Medan Wernicke) yang mengakibatkan gangguan dalam memahami ujaran yang disampaikan orang lain.

  • Pada tahun 1861 Paul Broca, seorang ahli bedah otak Perancis, memulai pengkajian hubungan afasia dengan otak. Broca meneliti kemampuan berbahasa pasienpasien yang menderita himiflegia sisi kanan badan dengan cara mengautopsi otak pasien ini.

  • Sebelum pasien-pasien ini meninggal Broca menemukan mereka tidak dapat berbicara tetapi memahami ucapan orang lain. Setelah diatopsi Broca menemukan keretakan syaraf otak dibagian belakang lobus depan kiri (”left frontal lobe”) yang disebut ” Broca’s Area” = Medan Broca

6 of 38

  • Teori Neurolinguistik Wernicke Broca mengajukan tiga rumusan mengenai hubungan otak dengan bahasa:

1) Artikulasi bahasa diproses di konvolusi depan ke tiga hemisfer

kiri otak;

2) Terdapat dominasi hemisfer kiri dalam artikulasi bahasa ;

3) Memahami bahasa merupakan tugas kognitif yang berlainan dari

memproduksi bahasa. (Simanjuntak, 2009 : 192).

  • Rumusan Broca ini telah dikaitkan oleh Wernieke kepada bagian-bagian otak di hemisfer kiri. Wernieke menemukan, bahawa medan Broca dan medan wernicke dihubungkan oleh sebuah lajur syaraf yang besar yang disebut busur fasikulus.
  • Dengan penemuan ini Wernieke melahirkan sebuah model bahasa iaitu : pemrosesan bahasa terjadi di beberapa bagian otak dan membuat prediksi yang benar, bahwa kerusakan pada fasikulus busur membuat pasien tidak dapat mengulangi ujaran-ujaran yang didengarnya. Kemudian pasien ini disebut menderita afasia konduksi.

7 of 38

KESIMPULAN

  • Hasil- hasi penelitian tentang penderita kerusakan otak itu mengarah kepada kesimpulan bahwa belahan kiri otak dilibatkan dalam hubungannya dengan bahasa.
  • Krashen, dalam (cahyono, 1995 : 259) menyebutkan lima alasan yang mendasari kesimpulan itu.
  • Hilangnya kemampuan berbahasa kerana kerosakan otak sebelah kiri.
  • Ketika belahan kiri otak disanastesia, kemampuan berbahasa hilang, namun ketika belahan kanan otak dianastesia kemampuan tidak hilang.
  • Ketika bersaing dalam menerima input bahasa secara bersamaan melalui tes menyimak dikotis, telinga kanan lebih unggul
  • Ketika materi bahasa disajikan melalui penglihatan kanan dan kiri makan penglihatan kanan lebih tepat dan cepat dalam menangkap materi
  • Pada saat melakukan kegiatan berbahasa, baik secara terbuka atau tertutup, belahan otak kiri menunjukkan kegiatan elektris yang lebih hebat

8 of 38

BAB 8

Pengaruh Bahasa Terhadap Pemikiran Kajian Hipotesis Benyamin Whorf dan Edward Sapir

9 of 38

PENDAHULUAN

  • Bahasa adalah medium tanpa batas yang membawa segala sesuatu didalamnya, Iaitu segala sesuatu mampu termuat dalam lapangan pemahamanmanusia.

  • Oleh sebab itu, memahami bahasa akan memungkinkan untuk memahami bentuk-bentuk pemahaman manusia.

  • Bahasa adalah media manusia berfikir secara abstrak yang mana objek-objek faktual ditarnsformasikan menjadis imbol-simbol bahasa yang abstrak.

10 of 38

  • Cassier menyebut manusia sebagaianimal symbolicum, makhluk yang menggunakan simbol. Secara generik ungkapan ini lebih luas daripada sekadar homo sapiens.

  • Bagi Cassier, Keunikan manusia sebenarnya bukanlah sekadar terletak pada kemampuan berpikirnya melainkan terletak pada kemampuannnya berbahasa.

  • Seorang filosof kenamaan, H.G. Gadamer,menyatakan bahwa status manusia tidak dapat melakukan apa-apa tanpa menggunakan bahasa

11 of 38

Konsep Saphir-Whorf tentang Bahasa dan Fikiran

  • Safir dan Worf mengatakan bahawa tidak ada dua bahasa yang memilikikesamaan untuk dipertimbangkan sebagai realiti sosial yang sama.
  • Sapir danWorf menguraikan dua hipotesis mengenai keterkaitan antara bahasa dan pikiran.

1.Hipotesis pertama adalah lingusitic relativity hypothesis yang menyatakan

bahawa perbedaan struktur bahasa secara umum paralel dengan

perbedaan kognitif non bahasa (nonlinguistic cognitive).

Perbedaan bahasa menyebabkan perbezaan fikiran orang yang

menggunakan bahasa tersebut.

2.Hipotesis kedua adalah linguistics determinism yang menyatakan

bahawa struktur bahasa mempengaruhi cara inidvidu mempersepsi

dan menalar dunia perseptual.

Dengan kata lain, struktur kognisi manusia ditentukan oleh kategori dan

struktur yang sudah ada dalam bahasa

12 of 38

Beberapa Sokongan terhadap Konsep Saphir-Whorf

  • Hipotesis Sapir dan Worf didukung oleh beberapa penemuan dalam bidang terutama dalam bidang antropologi.

  • Seorang antropologis bernama Lucy menulismengenai perbezaan bahasa yang berkaitan dengan aktiviti perseptual.

  • Sebagai contoh, dua individu yang memiliki kosa kata tentang warna dasar (basic color)yang berbeza, akan mengurutkan warna sekunder dengan cara yang berbeza

13 of 38

  • Manusia hanya akan dapat berkata dan memahami satu dengan lainnya dalam kata-kata yang terbahasakan.

  • Bahasa yang dipelajari semenjak anak-anak bukanlah bahasa yang netral dalam mengkoding realiti objektif.

  • Bahasa memiliki orientasi yang subjektif dalam menggambarkan dunia pengalaman manusia.

  • Orientasi inilah yang selanjutnya mempengaruhi bagaimana manusia berpikir dan berkata.

14 of 38

RUMUSAN

  • Bahasa dan pikiran memiliki keterkaitan yang saling mempengaruhi (resiprokal).
  • Variabel berupa domain-domain kognitif dapat dipertimbangkan sebagai pendahulu perkembangan struktur bahasa pada awal tahap perkembangan anak.
  • Namun demikian, ada proses tahapan produksi bahasa (production of language) mungkin lepas atau tidak tergantung pada domain kognitif yang lain.
  • Sebagai bukti misalnya, beberapa individu yang memiliki gangguan keterbatasan bahasa memiliki anterior aphasics di dalam otaknya dengan performansi yang optimal.
  • Misalnya adanya temuan hubungan yang signifikan antara kemampuan mengklasifikasikan (classificatory ability) and pemahaman makna kata (wordmeaning) pada individu yang memiliki gangguan bahasa atau individu yang menderita skizofren.

15 of 38

BAB 9

HUBUNGAN BAHASA DAN KEBUDAYAAN

(Perspektif Sosiolinguistik

16 of 38

PENDAHULUAN

  • Menurut Sturtevent berpendapat bahawa bahasa adalah sistem lambang yang sewenang-wenang, berupa bunyi yang digunakan oleh anggota-anggota suatu kelompok sosial untuk kerjasama dan saling berhubungan.

  • Menurut Chomsky language is a set of sentences, each finite length andcontructed out of a finite set of elements.

  • Menurut Keraf, bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat, berupa lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia

17 of 38

  • Bahasa merupakan ujaran yang diucapkan secara lisan, verbal secara arbitrari.

  • Lambang, simbol, dan tanda-tanda yang digunakan dalam bahasa mengandung makna yang berkaitan dengan situasi hidup dan pengalaman nyata manusia.

  • Bahasa adalah hasil budaya suatu masyarakat yang kompleks dan aktif.

  • Bahasa dikatakankompleks karena di dalamnya tersimpan pemikiran-pemikiran kolektif dan semua hal yang dimiliki oleh suatu masyarakat. Bahasa dikatakan aktif kerana bahasa terus berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat.

18 of 38

Hubungan Bahasa dengan Budaya

  • Pengajaran bahasa sering dipisahkan dari pengajaran budaya (culture), bahkan ada yang menganggap bahawa bahasa tidak ada hubungannya dengan budaya.

  • Memang diakui bahawa budaya penting untuk difahami oleh pembelajaran bahasa, tetapi pengajarannya sering terpisah daripada pengajaran bahasa.

  • Memang mempertimbangkan aspek budaya dalam pembelajaran bahasa dengan lebih menekankan pada penggunaan bahasa, tetapi dalam pelaksanaannya bahasa masih dianggap sebagai satu sistem homogen yang terpisah dari interaksi penutur dalam kehidupan seharian.

19 of 38

Bahasa sebagai Sarana

  • Bahasa sebagai suatu sistem komunikasi adalah suatu bagian atau subsistem dari sistem kebudayaan, bahkan dari bahagian inti kebudayaan.

  • Bahasa terlibat dalam semua aspek kebudayaan, paling sedikit dengan cara mempunyai nama atau istilah dari unsur-unsur dari semua aspek kebudayaan itu.

  • Kebudayaan manusia tidak akan mungkin terjadi tanpa bahasa kerana bahasalah faktor yang menentukan terbentuknya kebu.dayaan

20 of 38

Bahasa dan Kebudayaan Nasional

  • Pada 1930-an terjadilah dalam kalangan para intelektual muda Indonesia polemik tentang masa depan bangsa Indonesia.

  • Polemik itu berlangsung bertahun-tahun serta dimuat dalam pelbagai majalah dan surat kabar. 

21 of 38

Kesimpulan

  • Bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrari dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.

  • Dalam bidang sosiolinguistik, bahasa diertikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi,bersifat arbitrari, produktif, dinamik, beragam dan manusiawi.

22 of 38

BAB 10

23 of 38

Pengenalan

  • Secara etimologi, istilah Psikolinguistik berasal dari dua kata, iaitu Psikologi dan Linguistik. Seperti kita ketahui kedua kata tersebut masing-masing merujuk pada nama sebuah disiplin ilmu.
  • Secara umum, Psikologi sering didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari perilaku manusia dengan cara mengkaji hakikat stimulus, hakikat respons, dan hakikat proses-proses fikiran sebelum stimulus atau respons itu terjadi.
  • Pakar psikologi sekarang ini cenderung menganggap psikologi sebagai ilmu yang mengkaji proses berfikir manusia dan segala manifestasinya yang mengatur perilaku manusia itu.
  • Tujuan mengkaji proses berfikir itu adalah untuk memahami,menjelaskan, dan meramalkan perilaku manusia.

24 of 38

  • Pada mulanya istilah yang digunakan untuk psikolinguistik adalah linguistic psychology (psikologi linguistik) dan ada pula yang menyebutnya sebagai psychologyof language (psikologi bahasa).

  • Kemudian sebagai hasil kerja sama yang lebih terarah dan sistematis, lahirlah satu ilmu baharu yang kemudian disebut sebagai psikolinguistik (psycholinguistic)

25 of 38

  • Psikolinguistik merupakan ilmu yang menghuraikan proses-proses psikologis yang terjadi apabila seseorang menghasilkan kalimat dan memahami kalimat yang didengarnya waktu berkomunikasi dan cara kemampuan berbahasa itu diperoleh manusia (Simanjuntak, 1987: 1).

  • Aitchison (1984), membatasi psikolinguistik sebagai bidang tentang bahasa dan fikiran. 

26 of 38

  • Menurut Aitchison (1984) ada tiga hal sebenarnya yang menarik perhatian psikolinguistik, iaitu

(1) masalah pemerolehan bahasa;

(2) hubungan antara pengetahuan bahasa dan penggunaan bahasa,

dan

(3)proses produksi dan pemahaman pertuturan.

27 of 38

  • Tiga pertanyaan itulah yang dikaji dalam psikolinguistik dengan mempertimbangkan empat jenis bukti, iaitu:

(a)komunikasi binatang

(b)bahasa anak-anak

(c)bahasa orang dewasa yang normal

(d)tuturan disfasik (orang yang terganggu tuturannya)

28 of 38

  • Jelaslah bahwa psikolinguistik adalah ilmu antara disiplin yang dilahirkan sebagai akibat adanya kesedaran bahawa kajian bahasa merupakan sesuatu yang sangat rumit.

  • Dengan demikian, satu disiplin ilmu saja tidaklah dapat dan tidak mampu menerangkan hakikat bahasa.

  • Kerja sama antara disiplin seperti itu tidaklah merupakan hal yang baharu dalam bidang ilmu.

  • Ilmu antara disiplin yang lain telah lama ada seperti neuropsikologi, sosiolinguistik, psikofisiologi, psikobiologi, psikofarmakologi, dan sebagainya

29 of 38

Subdisiplin Psikolinguistik

  • Psikolinguistik Teoretis
  • Psikolinguistik Perkembangan
  • Dasar-dasar Psikolinguistik
  • Psikolinguistik Sosial
  • Psikolinguistik Pendidikan
  • Neuropsikolinguistik
  • Psikolinguistik Eksperimental
  • Psikolinguistik Terapan

30 of 38

PERKEMBANGAN DAN TOKOH PSIKOLINGUISTIK

  • Ada dua aliran yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologidan linguistik.
  • Aliran yang pertama adalah aliran empirisme (falsafah positivistik) yang erat berhubungan dengan psikologi asosiasi.
  • Aliran empirisme cenderung mengkaji bagian-bagian yang membentuk suatu benda sampai ke bahagian-bahagiannya yang paling kecil dan mendasarkan kajiannya pada faktor-faktor luar yang langsung dapat diamati.
  • Aliran ini sering disebut sebagai kajian yang bersifat automistik dan sering dikaitkan dengan asosianisme dan positivisme

31 of 38

  • Aliran yang kedua adalah rasionalisme (falsafah kognitivisme) yang cenderung mengkaji prinsip-prinsip akal yang bersifat batin dan faktor bakat atau pembawaan yang bertanggung jawab mengatur perilaku manusia.
  • Aliran ini mengkaji akal sebagai satu kesatuan yang utuh dan menganggap batin atau akal ini sebagai faktor yang penting untuk diteliti untuk memahami perilaku manusia.
  • Aliran ini dianggap bersifat holistik dan dikaitkan dengan nativisme, idealisme, dan mentalisme.

32 of 38

Tokoh Psikolinguistik

  • Wilhelm von Humboldt, seorang ahli linguistic berkebangsaan Jerman yang pada awal abad 19 telah mencuba mengkaji hubungan bahasa dengan fikiran.
  • Pada awal abad 20, Ferdinand de Saussure (1964) seorang ahli linguistic bangsa Swistelah berusaha menjelaskan apa sebenarnya bahasa itu dan bagaimana keadaan bahasa itu di dalam otak (psikologi).
  • Dia memperkenalkan konsep penting yang disebutnya sebagai langue (bahasa), parole (bertutur)dan langage (ucapan).

33 of 38

  • Edward Sapir seorang sarjana Linguistik dan Antropologi Amerika awal abad ke-20 telah mengikut sertakan psikologi dalam kajian bahasa.
  • Menurut Sapir, psikologi dapat memberikan dasar yang kuat bagi kajian bahasa.
  • Sapir juga telah mencuba mengkaji hubungan bahasa dengan pikiran. Kesimpulannya ialah bahasa itu mempengaruhi pemikiran manusia.

34 of 38

  • Pada awal abad ke‑20, Bloomfield, seorang linguis dari Amerika Syarikat dipengaruhi oleh dua buah aliran psikologi yang bertentangan dalam menganalisis bahasa.
  • Pada mulanya, beliau sangat dipengaruhi oleh psikologi mentalisme dan kemudian beralih pada psikologi behaviorisme.
  • Oleh sebab pengaruh mentalisme, Bloomfield berpendapat bahawa bahasa itu merupakan ekspresi pengalaman yang lahir kerana tekanan emosi yang yang sangat kuat

35 of 38

  • Jespersen, seorang ahli linguistik Denmark terkenal telah menganalisis bahasadari sudut pandang mentalisme dan yang sedikit berbau behaviorisme.
  • Menurut Jespersen, bahasa bukanlah sebuah entitas dalam pengertian satu benda seperti seekor anjing atau seekor kuda.
  • Bahasa merupakan satu fungsi manusia sebagai simbol dalam otak manusia yang melambangkan pemikiran atau membangkitkan fikiran.
  • Menurut Jespersen, berkomunikasi harus dilihat dari sudut perilaku (jadi, bersifat behavioris).

36 of 38

  • John Dewey,misalnya, seorang ahli psikologi Amerika Syarikat yang dikenal sebagai pelopor empirisme murni, telah mengkaji bahasa dan perkembangannya dengan cara mentafsirkan analisis linguistik bahasa kanak-kanak berdasarkan prinsip-prinsip psikologi.

  • Dewey menyarankan, misaInya, agar penggolongan psikologi kata-katayang diucapkan anak-anak dilakukan berdasaran arti kata-kata itu bagi anak-anak dan bukan berdasarkan erti kata-kata itu menurut orang dewasa dengan bentuk tatabahasa orang dewasa.

37 of 38

Teori Psikolinguistik

38 of 38