Sumber Bacaan
Aaker, David A, Manajemen Ekuitas Merek, terjemahan, Penerbit Mitra Utama, Jakarta, 1997
Philip Kotler, Marketing Management, Eleventh Edition, Prentice Hall, 2003
Bilson Simamora, Aura Merek, 7 Langkah Membangun Merek Yang Kuat, Gramedia Pustaka Utama, 2004
Undivided loyalty | A | A | A | A | A | A | A | A | A | A |
Occasional switcher | A | A | A | B | A | A | A | C | A | A |
Switched loyalty | A | A | A | A | A | A | B | B | B | B |
Divided loyalty | A | A | A | B | B | B | A | A | B | B |
Indifference | A | B | C | D | C | A | D | E | A | C |
Purchases over time
Sikap | Kuat Lemah | Perilaku Pembelian ulang | |
Kuat | Lemah | ||
Loyalty | Latent Loyalty | ||
Spurious Loyalty | No Loyalty | ||
Repeat
Purchasing
behavior
Strong
commitment
Loyalty
Low
commitment
Inertia
pelanggan memiliki sikap yang kuat, tapi pembelian berulang rendah karena adanya keputusan bersama atau pengaruh lain lebih kuat dibandingkan sikap. Iteng membeli parfum mahal dengan kartu kredit papanya, iteng puas dan punya sikap positif. Namun papanya marah, sehingga ia mengikuti papanya, yang menciptakan latent loyalty atas diri si iteung.
| Transaction | Relationships |
Objective | Make a sale | Create a customer |
Characteristic | Anonymity | Interdependence |
Criteria of success | Volume, price, | Value enhancements, |
| New customers | Repeat exchanges |
Interactions tone | Sale as a conquest | Sale as an agreement |
| Discreet event | Continuing process |
Orang memulai kepercayaan tentang apa yang diharapkan untuk terjadi sebelum mereka mengambil keputusan. Customer satisfaction merupakan post-purchase evaluation atas hasil antara pre-purchase expectation and actual performance. Jika sama, maka pembeli akan puas, jika actual melebihi expectation maka mereka akan sangat terpuaskan/delighted, namun jika actual tidak sesuai maka mereka akan kecewa, komplain. Tugas perusahaan adalah mengukur & mengelola customer satisfaction terhadap perusahaan, produk maupun merek.
Kepuasan Pelanggan | Rendah Tinggi | Loyalitas Pelanggan | |
Rendah | Tinggi | ||
Fallures tidak puas dan tidak loyal | Forced Loyalty Tidak puas,namun “terikat pada program promosi loyalitas perusahaan | ||
Defectors Puas tapi tidak loyal | Successes Puas,loyal,dan paling mungkin memberikan gethok tular positif | ||
Satisfaction
Emotional bonding
(affect)
Trust,
Risk reduction
Choice
Reduction,
habit
History
with the company
Behavioral
loyalty
Attitudinal
loyalty
Degree of
Customer loyalty
or commitment
Delight
Performs much better than expected
Satisfaction
Perform a bit better than expected
Dissatisfaction Performs worse than expected
Expectation of quality
or performance for
the brand or firm
Judgements of performance or the actual quality provided
Expectations and judgement leading to comparisons of expectancy confirmation or disconfirmation
Before purchase Purchase experience Post pruchase evaluation
Pelanggan memerlukan ikatan emosional. Konsumen bisa mengidentikkan dirinya & terikat secara emotional hingga citra diri atas apa yang merek itu kembangkan.
Klien mencitrakan dirinya dengan polo ralph lauren karena merek mengidentikkan mereka dan teman-temannya. Dalam pandangan konsumen, brand equity diasosiasikan dengan merk polo yang menjadi loyalitas pelanggan.
Brand equity adalah nilai dari merk diasosiasikan dengan produk atau service diluar dari aspek fungsionalnya. Misalnya banyak klien menjadi dekat dengan orang lain karena menggunakan merk yang sama; sesama pengguna harley davidson.
muncul jika satu pihak percaya bahwa ia dapat mengandalkan pada pihak lain dalam pertukaran tersebut. Trust sebagai kesediaan pelanggan untuk percaya pada co or merek seperti dinyatakan dalam fungsinya. Jika ada trust dalam relationship, maka setiap pihak percaya percaya bahwa tidak ada diantara mereka akan bertindak oportunis. Perusahaan membangun kepercayaan dengan menjaga komunikasi yang jujur & terbuka dan menjaga janji yang telah dibuat.
riset konsumen menunjukkan bahwa orang mempunyai kecenderungan untuk menurunkan pilihan. Kenyataannya, konsumen cenderung menurunkan jumlah pilihan yang pas, biasanya tidak lebih dari 3. Orang cenderung menyukai merk & situasi yang dikenal yang telah memberikan sensasi. Banyak pelanggan yang jarang pindah merk karena akumulasi pengalaman sepanjang waktu. Dengan mengulang, kita akan familiar dengan merk, toko, company, website dll. Kita membangun habit yang menghasilkan kesinambungan. Telah diperkirakan bahwa konsumen yang pergi ke supermarket yang sama mencapai 90% sepanjang waktu.
corporate image, yakni persepsi perusahaan secara keseluruhan dapat menimbulkan pengaruh pada customer loyalty, menciptakan kebiasaan response selalu pada nama company. Misalnya toyota identik dengan tangguh & kemudahan. Persepsi ini akan memberikan dampak pada keinginan pelanggan, loyalitas maupun kecenderungan untuk membeli.
bapak pakai tas samsonite, maka anaknya cenderung menerima sejarah itu dan mau menggunakan dan tetap loyal pada samsonite.
pengalaman pertama maupun pengalaman baik akan mendorong konsumen untuk terikat pada company dan mengarah menjadi loyal.
Customer loyalty to: | Organizational options |
Brand | Brand image/positioning/extensions/flankers…promotion |
Product | Accessories, complementary items, reliability…production |
Company | Personal connections/reinforcement/trust…public relations |
Customers | Interpersonal meetings, chats, reunions…target market |
Price | Discounts, coupons, everyday low pricing…efficiencies |
Place | Outlets, aromas, sounds, excitement…atmospherics |
Variety | New options, variations, flankers…production |
menggunakan personal greeting sesuai pengalaman berinteraksi sebelumnya.
interaksi penuh arti antara pelanggan & co, dengan mencoba memuaskan expektasi pelanggan dengan informasi disampaikan melalui website, email, toko etc.
image yang jelas tentang perusahaan, merk & layanannya. Saat konsumen yang mengidentifikasi merek dan pelanggan lainnya yang menggunakan merk sama, maka loyalitas & komitmen akan semakin kuat.
Goal : one-to-one
relationship
Recognize : name and
History of each customer
Cultivate: Interacions
And delight with
Outcomes from each
Develop : relationships
With the organization
And the community
Of customers
Outcome : customer
Loyalty and commitment
Jika produk dari co lain tidak berbeda, maka akan timbul kecenderungan pindah ke lain merk.
adanya keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru maupun jenuh dan menurunnya kepuasan.
semakin rendahnya relevansi/pentingnya produk pada pelanggan akan memberikan pengaruh pada turunnya loyalitas. Low involvement cenderung price sensitive, artinya mereka mudah pindah jika harga berubah. Demikian juga jika share of voice rendah, maka konsumen cenderung menurunnya loyalitasnya karena rendahnya komunikasi maupun promosi.
Ha ( 1998 )
Sikap terhadap pembelian
Sikap Terhadap Pembelian
Norma Subyektif
Perilaku Konsumen
Model 1
Sikap dan Keyakinan Positif terhadap Merek
Pengaruh Orang Lain,Keanggotaan Komunitas dan identitas yang signifikan
Loyalitas Sikap Terhadap merek (biasa berupa loyalitas merek tunggal-monogami)
Model 2
Habitual Revealed Behavior
Pengalaman memuaskan dan komitmen lemah terhadap merek
Loyalitas behavioral terhadap merek (terutama berupa split/divided Loyalty terhadap beberapa merek-poligami
Model 3
Situasi Pembelian,situasi pemakaian dan pencarian Variasi
Kondisi dan karakteristik Individu
Co-determinan Pembelian merek ( terutama dipandang sebagai loyalitas lemah atau tidak loyal )
Loyalitas Terhadap Toko
“ HOW” Factors
1.Kemudahan dalam memilih produk sendiri
2.Informasi dan bantuan dalam toko
3.Kenyamanan
4.Penyelesaian masalah
5.Personalisasi
“What “ Factors
1.Kualitas Produk
2. Assortment
3. Nilai Harga
4.Store Brands