Media Pembelajaran
PRAKARYA
Untuk SMP/MTs Kelas VII
PRAKARYA
BAB
16
MENGOLAH HASIL SAMPING SAYUR MENJADI PRODUK PANGAN
Tujuan Pembelajaran:
Sumber: Pixabay.com
PRAKARYA
PRAKARYA
A. PEMANFAATAN HASIL SAMPING SAYUR
Selain buah, sayur merupakan bahan pangan yang penting pada daftar menu makanan sehari-hari. Berbagai produk pangan dihasilkan dengan memanfaatkan sayur sebagai bahan utama. Bahan pangan hasil samping sayur merupakan hasil olahan bagian sayur yang tidak dikonsumsi. Dengan penanganan yang bijak dan pengolahan yang tepat, hasil samping sayur tersebut tidak hanya dapat dikonsumsi oleh manusia, tetapi juga oleh hewan
Sumber: Pixabay.com
PRAKARYA
PRAKARYA
B. MENGOLAH HASIL SAMPING SAYUR BERUPA BIJI
Ada beberapa biji tanaman yang dimanfaatkan lagi sebagai produk pangan, misalnya tanaman nangka. Buah nangka yang sudah matang dapat dimakan langsung maupun diolah menjadi produk lainnya. Biji nangka tersebut dapat diolah menjadi produk pangan berupa stik, susu, dan sereal.
Sumber: wikimedia.org/Das Ant
PRAKARYA
PRAKARYA
Tahap membuat stik biji nangka diawali dengan menyiapkan bahan yang dibutuhkan, kemudian melanjutkan dengan langkah-langkah membuat stik. Bahan yang dibutuhkan, yaitu:
PRAKARYA
PRAKARYA
Cara membuat :
PRAKARYA
PRAKARYA
Selain diolah menjadi makanan, biji nangka dapat diolah menjadi minuman berupa susu. Perlu diketahui bahwa kandungan kalsium susu biji nangka lebih tinggi daripada susu kedelai. Berikut cara membuat susu biji nangka.
PRAKARYA
PRAKARYA
Langkah membuat sereal biji nangka adalah sebagai berikut.
PRAKARYA
PRAKARYA
C. MENGOLAH HASIL SAMPING SAYUR BERUPA KULIT
Kulit kentang memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Zat dalam kulit kentang ini berfungsi dalam kerja kardiovaskular, pencernaan, kekebalan tubuh, dan sebagai antioksidan. Selain itu kulit kentang juga kaya kalium yang penting untuk mencegah dehidrasi dan dapat menurunkan tekanan darah.
Sumber: publicdomainpicture.net
PRAKARYA
PRAKARYA
Langkah membuat keripik kulit kentang adalah sebagai berikut.
PRAKARYA
Melinjo mempunyai kandungan gizi yang bermanfaatkan bagi tubuh berupa karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin. Daun melinjo juga biasanya dijadikan sayur. Bahkan, dibeberapa daerah juga memanfaatkan kulit melinjo sebagai sayur. Selain itu kulit melinjo juga dapat menjadi keripik.
Sumber: wikimedia.org/Hariadhi
PRAKARYA
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat keripik kulit melinjo, yaitu kulit buah melinjo yang masih segar dan berwarna merah tua, gula merah, bawang putih, cuka, cabai merah, daun jeruk nipis, ketumbar, serai, dan garam. Adapun langkah membuatnya sebagai berikut :
PRAKARYA
PRAKARYA
PRAKARYA
Kulit singkong ini dapat diolah menjadi camilan berupa keripik. Bagian kulit singkong yang diolah bukanlah kulit terluar yang berwarna cokelat, sehingga harus dipisahkan terlebih dahulu. Bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat keripik kulit singkong tentu saja kulit singkong.
Sumber: pixabay.com/free image
PRAKARYA
Cara membuat:
Bahan yang lain yang dibutuhkan, yaitu:
PRAKARYA
PRAKARYA
D. MENGOLAH HASIL SAMPING SAYUR BERUPA DAUN
Daun wortel mengandung zat yang tidak kalah penting bagi kesehatan tubuh, yaitu klorofil, mineral magnesium, potasium, dan kalsium yang berfungsi meningkatkan kesehatan, tekanan darah, serta menguatkan tulang dan otot.
Sumber: wikimedia.org/jeremy keith
PRAKARYA
Contoh olahan daun wortel adalah sambal tumpang daun wortel. Bahan-bahan yang digunakan yaitu daun wortel, tempe yang sudah tidak segar, cabai, kencur, santan, garam, gula pasir, dan bumbu kaldu. Adapun langkah membuat sambal tumpang daun wortel sebagai berikut.
PRAKARYA
PRAKARYA
Daun labu mengandung zat yang bermanfaat berupa protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C. Daun labu dapat diolah menjadi produk pangan berupa tumis.
Sumber: freegreatpicture/free image
PRAKARYA
Berikut langkah membuat tumis daun labu:
PRAKARYA
E. TEKNIK PENGOLAHAN BAHAN HASIL SAMPING SAYUR
Teknik dasar pengolahan dibedakan menjadi 2, yaitu teknik pengolahan pangan panas basah (moist heat) dan teknik pengolahan panas kering (dry heat cooking).
Teknik pengolahan panas basah biasanya menggunakan air sebagai bahan dasar untuk membantu mematangkan bahan pangan. Teknik ini meliputi merebus, menyetup, mengkukus, dan mengetim. Sedangkan teknik pengolahan pangan panas kering tidak menggunakan air sebagai bahan dasar mematangkan bahan pangan. Teknik ini meliputi menggoreng, menumis, memanggang, dan membakar.
Penerapan kedua teknik pengolahan pangan tersebut dilakukan sesuai kebutuhan anda. Artinya, tidak semua teknik pengolahan dapat diterapkan secara bersamaan untuk menghasilkan suatu produk pangan.
PRAKARYA
PRAKARYA