1 of 20

MANAGEMENT FATIGUE

DEVELOPMENT OPERATOR FATIGUE

OTD

2 of 20

Contents

3 of 20

REFERENSI

REFERENSI PROSEDUR

STD

OPR/015//STD

Pengelolaan Kelelahan (Fatigue) di Tambang

INTERNAL MEMO

JIEP/OPR/2017/1129/MM

Petunjuk Keselamatan Operator dalam Mengoperasikan Unit

Materi

 

Materi Sosialisasi SHE Operation DH (OPR)

4 of 20

DEFINISI FATIGUE

FATIGUE adalah menurunnya kinerja tubuh (baik FISIK atau MENTAL) :

Insiden Fatigue adalah insiden yang disebabkan oleh menurunnya kinerja :

  1. Terjadi saat seseorang mengalami kondisi fatigue
  2. Penyebabnya sesuai dengan gejala fatigue (misal tidak sadar telah mengambil keputusan yang salah, terlambat bereaksi, terlelap sesaat)

5 of 20

PENYEBAB FATIGUE

Gaya Hidup

  • kurang tidur
  • terlalu banyak tidur
  • kurang olahraga
  • pola makan yang buruk

Asupan nutrisi yang tidak sesuai dengan kebutuhan, dapat menyebabkan kondisi biologis tubuh berubah sehingga menyebabkan fatigue level risknya mudah naik

6 of 20

Konsumsi Obat-obatan

  • obat hipertensi
  • obat penyakit jantung
  • obat penenang
  • obat alergi
  • obat flu & batuk

Pada saat sebelum bekerja jika mengkonsumsi Obat, konsultasikan dengan Dokter/ Paramedis perusahaan (WAJIB)

Dikarenakan efek samping obat dapat berpengaruh terhadap organ tubuh, menyebabkan ngantuk, lemas, nyeri lambung, mual atau berdebar-debar

PENYEBAB FATIGUE

7 of 20

Masalah Psikologis

  • Depresi
  • Stress
  • Problem keluarga

Masalah psikologis dapat :

  • Menguras energi (otak sangat boros energi)
  • Sulit focus pada tugas (human error tingg)
  • Mempengaruhi emosi (bad mood)
  • Membuat sulit tidur (tidak pulih dari fatigue

PENYEBAB FATIGUE

8 of 20

Penyakit Kronis

  • kanker
  • diabetes
  • TBC
  • Hepatitis
  • Asma
  • Gastritis kronis
  • Ginjal
  • Backpain

Sakit menyebabkan kekurangan energi :

  • metabolisme energi terganggu
  • energi yang dihasilkan tubuh berkurang
  • energi tubuh dialihkan untuk melawan penyakit
  • energi yang tersedia untuk bekerja tidak mencukupi

Sakit juga menyebabkan sulit tidur : pemulihan fatigue tidak optimal

PENYEBAB FATIGUE

9 of 20

Kurang Tidur

  • tidak memahami kebutuhan tubuh (peluang tidur tidak dimanfaatkan)
  • waktu tidak cukup
  • tempat atau fasilitas kurang memadai

Akibat kurang tidur :

  • Pembersihan limbah tidak memadai
  • Perbaikan sel tidak memadai
  • Pemulihan mental tidak memadai
  • Pengaturan (suhu, tekanan darah, kolesterol, pencernaan dan gula merah, dll) terganggu.

PENYEBAB FATIGUE

10 of 20

PENCEGAHAN FATIGUE

  • Tiap karyawan harus tidur sebelum bekerja yang cukup minimal 7 JAM (Akumulasi)
  • “FIT TO WORK” harus dijalankan diawal shift
  • Menjalankan “OPERATION DIVISION POLICY” secara menyeluruh (fit to work, ruang istirahat, no pinalty, rest area, fatigue check 100%, Mess Management)
  • Program edukasi dan sosialisasi “FIT AWARENESS” kepada operator dan keluarganya
  • Monitoring dan evaluasi pelaksanaan “FATIGUE CALCULATOR” terintegrasi dengan “Bandara System”

11 of 20

KONTROL FATIGUE

No

Item

Prosedur

Kontrol

PIC

2.1

a. Kecukupan istirahat/jam tidur

Kepatuhan jam tidur :

  1. Operator wajib memenuhi jumlah jam istirahat minimal 7 jam.
  2. Penggunaan Gadget (android, TV, Dll) pada saat jam tidur dihindari.
  3. PIC sidak kepatuhan jam tidur meliputi semua dept.terkait dan management.
  4. Coaching and mentoring bagi operator yang melakukan pelanggaran jam tidur.
  5. Bagi operator yang melakukan pelanggaran (kepatuhan jam tidur) berulang, maka akan melaksanakan refreshment di OTD.

Internal memo

OTD

SHE

GS

Plant

Program edukasi dan sosialisasi “FIT AWARENESS” kepada operator dan keluarganya :

  1. Memastikan program Wisata tambang dilakukan dengan baik dan benar.
  2. Fatigue awareness training via PIKP.
  3. Seminar tentang pencegahan fatigue.

Management

PM

DPM

ALL DH

Pola istirahat operator saat hujan pada jam kerja :

  1. GL memonitor semua operator yang ada ada di lapangan dengan cara patroli dan wake up Call via radio agar operator tidak tidur pada saat hujan sehingga berpotensi rusaknya jam tidur pada siklus tidur berikutnya.
  2. Pelaksanaan C & M pada operator yang tidur pada saat hujan.

Supervisi GL area

GL area

operator

12 of 20

KONTROL FATIGUE

No

Item

Prosedur

Kontrol

PIC

2.1

b. Pemenuhan infrastruktur penunjang

Kenyamanan Mess : Kondisi kamar dimess harus dipastikan House keeping, pengendalian waktu istirahat, suhu (18 – 30° celcius), kelembapan (40-60%), kebisingan ≤ 55 dBA sesuai standar parameter kualitas fisik kamar mess.

Audit, Inspeksi

Produksi, HCGS

Kelengkapan rest room Bandara :

  1. Menyediakan ruangan dengan temperatur suhu dan kelembapan yang sesuai.
  2. Tersedia kasur, penyejuk ruangan, dan sirkulasi udara yang memadai.

Audit, Inspeksi

Produksi, HCGS

Standar rest area jalan tambang:

  1. Tersedia Rest area di setiap 2,5 km (REF : OPRENG 2017)
  2. Dilengkapi dengan Rambu bertuliskan Rest Area dengan warna HIJAU
  3. Prosedur dan infrastruktur mengacu kepada prosedur change shift

PTO

Inspeksi area

Audit

GL area

SHE Coordinator

Standar rest area/bays di jalan Hauling :

  1. Tersedia Bays area jalan hauling disetiap 10 km (REF : OPRENG 2017)
  2. Design area dapat menampung minimal 3 unit
  3. Dilengkapi dengan papan informasi bertuliskan rest area & rambu yang standar

Rest Room Bandara

Rest Area Jalan Tambang

Lokasi change shift bisa digunakan untuk rest apabila ada DT yang fatigue

13 of 20

No

Item

Prosedur

Kontrol

PIC

2.1

b. Pemenuhan infrastruktur penunjang

Terdapat sarana olah raga yang memadahi di mess.

Misal : Fittness/ sarana Gym, Bulu tangkis, Voli, Basket, Futsall, Dll.

Audit, Inspeksi

Dept : Produksi, HCGS

Lapangan basket

Lapangan Voli

Lapangan Futsall

KONTROL FATIGUE

14 of 20

No

Item

Prosedur

Kontrol

PIC

2.2

a. Fit to Work

  1. Fit to work harus dilakukan oleh setiap driver dan operator diawal shift.
  2. Fit to work dapat dilakukan secara manual maupun online.
  3. Dinyatakan Fit ketika kecukupan tidur minimal 7 jam setiap harinya.
  4. Jika dari hasil fit to work menyatakan sakit atau mengalami masalah pribadi, maka wajib lapor ke atasan untuk dilakukan coaching & concelling.
  5. Hasil fit to work setiap harinya dilaporkan kepada manajemen saar daily meeting.
  6. Dilaksanakan random check fit to work oleh GL dan atau SHE leader untuk memastikan kevalidan hasil fit to work setiap hari min 5 orang/shift.
  • Sistem bandara
  • Fit to work 1Pama

  • GL
  • Operation SHE Coordinator
  • SHE Leader

KONTROL FATIGUE

15 of 20

KONTROL FATIGUE

No

Item

Prosedur

Kontrol

PIC

2.2

b. Fatigue Check

  1. GL wajib melakukan fatigue check kepada seluruh operator disetiap shift dan operator wajib turun dari unit terkecuali bagi operator excavator maka fatigue check dilakukan menggunakan metode wake up call
  2. Pelaksanaan check fatigue dapat melibatkan team paramedis

  • Jika pada saat pemeriksaan mental dan emosional melalui tanya jawab GL terhadap Operator didapatkan Operator menyatakan fatigue, maka GL harus memerintahkan Operator tersebut untuk segera istirahat tidur di ruang yang telah disiapkan tanpa harus dilakukan pemeriksaan fatigue berikutnya

Form fatigue cek

GL, Paramedik

16 of 20

KONTROL FATIGUE

Jika Operator melaporkan bahwa dirinya tidak mampu melanjutkan pekerjaan di sisa jam shift karena fatigue, maka GL harus memerintahkan Operator tersebut untuk segera istirahat tidur di ruang yang telah disiapkan tanpa harus dilakukan pemeriksaan fatigue. Jika pada saat pemeriksaan mental dan emosional melalui tanya jawab GL terhadap Operator didapatkan Operator menyatakan fatigue, maka GL harus memerintahkan Operator tersebut untuk segera istirahat tidur di ruang yang telah disiapkan tanpa harus dilakukan pemeriksaan fatigue berikutnya. Jika hasil pemeriksaan fisik oleh paramedis didapatkan hasil seperti dalam tabel di bawah, maka GL wajib memerintahkan Operator untuk beristirahat.

17 of 20

KONTROL FATIGUE

Program stretching pada saat jam kritis

No.

Item

Prosedur

Kontrol

PIC

2.2

c. Pelaksanaan stretching

  1. Pelaksanaan stretching pada jam kritis/pada saat operator mulai merasa fatigue.
  2. Bagi operator DT Stretching dilakukan di area change shift, rest area, pit stop.

Supervisi GL area

GL

Operator

18 of 20

PROSEDUR OPERATOR FATIGUE

No

Item

Prosedur

Kontrol

PIC

3

Prosedur Operator Saat Mengalami Fatigue

  1. Saat mengalami fatigue wajib melakukan tindakan recovery dengan stop operasi pada rest area yang telah ditetapkan, tidur dan melaporkan kepada pengawas.
  2. Operator & pengawas harus mendapatkan pengetahuan dan pemahaman SOP wajib STOP dan istirahat tidur saat mengalami fatigue saat bekerja, melalui safety talk, induksi, work readiness dan training.
  3. Area istirahat/rest area harus ditentukan dan disediakan dalam jumlah yang cukup disetiap jalan tambang (per 2,5 km) dan jalan hauling (per 10 km).
  4. Operator dibenarkan untuk memutuskan stop di rest area dan mengambil waktu untuk tidur saat mengalami fatigue saat operasi sampai siap kembali untuk beroperasi, setelah itu dapat melaporkannnya kepada GL area.
  • Rest Area
  • Report operator fatigue per shift
  • Work readiness
  • Safety talk
  • Induksi
  • Training

ALL

19 of 20

PROSEDUR TINDAK LANJUT GL

No

Item

Prosedur

Kontrol

PIC

4

Prosedur GL Menindaklanjuti Operator yang Mengalami Fatigue.

  1. Pengawas wajib memberikan kesempatan kepada operator yang mengalami fatigue saat bekerja untuk STOP operasi dan mengambil waktu istirahat tidur di Rest area saat ditetapkan.
  2. Pengawas memberikan keleluasaan kepada operastor untuk STOP operasi dan istirahat tidur saat fatigue tanpa memberikan Feed Back yang dapat membuat operator merasa takut untuk STOP dan istirahat tidur dikemudian hari saat mengalami fatigue. Feed back yang dimaksud adalah dengan teguran dan atau sanksi surat peringatan.
  3. Pengawas harus melakukan kontrol untuk memastikan operator melakukan istirahat tidur saat fatigue sudah sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.
  4. Pengawas harus menindaklanjuti operator yang mengalami fatigue dan mengambil istirahat tidur berulang dalam periode satu minggu, maka kepada YBS harus dilakukan konselling dengan cara yang layak untuk dimintai keterangan agar dapat dilakukan tindakan perbaikan.
  • Rest Area
  • Report operator fatigue per shift
  • Work readiness
  • Safety talk
  • Induksi
  • Training

ALL

20 of 20

TERIMA KASIH

OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT