1 of 14

PEMILIHAN INVESTASI

Mutually Exclusive

Apabila memilih Investasi yang satu, berarti meniadakan Investasi yang lain inilah yang dinamakan Mutually Exclusive

  1. Adanya keterbatasan sumber daya (Resources) yang akan dipergunakan Investasi.
  2. Antara Investasi-Investasi tersebut tidak dapat berjalan secara bersama-sama
  3. Berbagai usulan Investasi,sebenarnya didasarkan hanya satu yang akan diinvestasikan

Perlu mengetahui Kriteria Investasi dari Investasi yang akan dipilih yang meliputi

NPV Investasi-Investasi tersebut

Net B/C Investasi-Investasi tersebut

IRR dari Investasi-Investasi tersebut

2 of 14

Seandainya ada 2 (dua) Investasi yang dapat direncanakan, yaitu Investasi A (besar) dan Investasi B (kecil), apabila Investasi A(besar) mempunyai NPV, Net B/C dan IRR yang lebih besar dari Investasi B (kecil), maka Investasi A (besar) yang akan dipilih

Dengan melihat contoh di atas, jelas akan memilih Investasi A (besar) karena semua kriteria menunjukkan hasil Investasi A (besar) lebih besar dibandingkan dengan Investasi B (kecil).

Kriteria Investasi

Investasi A (besar)

Investasi B (kecil)

NPV

Net B/C

IRR

100 juta

1,60

25 %

80 juta

1,25

17 %

3 of 14

Tetapi tidak selamanya mendapatkan perhitungan criteria investasi seperti padacontoh di atas,mungkin saja dihadapkan pada hasil perhitungan criteria investasi sebagai berikut :

Kriteria Investasi

Investasi A (besar)

Investasi B (Kecil)

NPV

Net B/C

IRR

100 juta

1,60

17 %

80 juta

1,25

25 %

Apabila melihat dari hasil NPV dan Net B/C, jelas akan memilih Investasi A (besar) karena kedua kriteria ini menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan Investasi B (Kecil). Tetapi, kalau melihat IRR-nya maka IRR Investasi B (Kecil) lebih baik bila dibandingkan dengan Investasi A (Besar).

4 of 14

Apabila terjadi hal semacam ini dalam memilih Investasi harus menggunakan analisis IRR selisih Net Benefit dari kedua Investasi tersebut

Tahun

Benefit

Cost

Net Benefit

(2-3)

DF 5 %

NPV 5%

(4x5)

1

2

3

4

5

6

00

01

02

03

04

-

1.000

2.000

4.000

6.000

5.600

1.000

1.000

1.000

1.000

(5.600)

0

1.000

3.000

5.000

0,952

0,907

0,864

0,823

0,783

(5.331,2)

0,0

864,0

2.469,0

3.915,0

jumlah

13.000

9.600

3.400

-

1.916,8

DF 10 %

NPV 10 % (4x7)

DF 15 %

NPV 15 % (4x9)

7

8

9

10

0,909

0,826

0,751

0,683

0,621

(5.000,4)

0,0

751,0

2.049,0

3.105,0

0,869

0,756

0,657

0,571

0,497

(4.866,4)

0,0

657,0

1.713,0

2.458,0

-

814,6

-

(11,4)

5 of 14

Tahun

Benefit

Cost

Net Benefit (2-3)

DF 5 %

NPV 5 %

(4x5)

1

2

3

4

5

6

01

02

03

04

05

-

5.000

3.000

2.000

1.500

5.540

1.000

1.000

1.000

1.000

(5.540)

4.000

2.000

1.000

500

0,925

0,907

0,864

0,823

0,783

(5.274,1)

3.628,0

1.728,0

823,0

391,5

Jumlah

11.500

9.540

1.960

-

1.296,4

DF 10 %

NPV 10 % (4x7)

DF 15 %

NPV 15 % (4x9)

7

8

9

10

0.869

0.756

0.657

0.571

0.497

(4.819,8)

3.024,0

1.316,0

572,0

248,5

0,800

9,640

9,512

0,410

0,328

(4.432,0)

2.560,0

1.024,0

410,0

164,0

-

340,7

-

(174,0)

Analisis Finansial Investasi B (Kecil)

(dalam ribuan rupiah)

6 of 14

7 of 14

Kriteria Investasi

Investasi A (Besar)

Investasi B (Kecil)

NPV

Net B/C

IRR

1.916,8

1,36

14,93

1.296,4

1,24

20,50 %

Dengan demikian dapatlah membandingkan kriteria investasi dari kedua proyek itu sebagai berikut:

Dari hasil perbandingan tersebut maka untuk memilih proyek mana yang akan dilaksanakan, sebagaimana disebutkan terdahulu, perlu menghitung IRR selisih Net Benefit.

8 of 14

Tahun

Net Benefit Investasi A

Net Benefit Investasi B

Selisih Net Benefit (2-3)

1

2

3

4

01

02

03

04

05

-

5.000

3.000

2.000

1.500

5.540

1.000

1.000

1.000

1.000

(5.540)

4.000

2.000

1.000

500

Jumlah

11.500

9.540

1.960

DF 5 %

NPV 5 % Sel NB (4x5)

DF 15 %

NPV 15 % Sel. NB (4x7)

5

6

7

8

0,952

0,907

0,864

0,823

0,783

(57,1)

(3.628,0)

(864,0)

1.646,0

3,523,5

0,870

0,756

0,658

0,572

0,497

(52,2)

(3.024,0)

(658,0)

1.144,0

2.236,5

-

620,4

-

(353,7)

Analisis Finansial Selisih Net Benefit

(dalam ribuan rupiah)

9 of 14

Apabila IRR selisih Net Benefit lebih besar dari Social Opportunity Cost of Capital maka Investasi A (Besar) yang dipilih. Apabila lebih kecil dari Social Opportunity Cost of Capital maka Investasi B (Kecil) yang dipilih, dan selebihnya dananya dapat digunakan untuk Investasi lain.

10 of 14

Kemungkinan dihadapkan kepada dua Investasi yang mempunyai biaya yang sama atau dua Investasi yang mempunyai benefit yang sama atau benefit yan relatif sulit diperhitungkan. Apabila hal ini terjadi maka digunakan Cross Over Discount Rate.

Dalam penggunaannya antara lain meliputi :

Apabila kedua Investasi itu mempunyai biaya yang sama, berarti harus memilih Investasi yang mempunyai benefit yang lebih besar. Atau dengan perkataan lain kita harus memilih Investasi yang mempunyai NPV yang lebih tinggi. Sebagai contoh permasalahan sebagai berikut:

11 of 14

Cross Over Discount Rate

Kalau melihat gambar di atas maka terlihat bahwa:

  • Pada Discount Rate 5%, NPV Investasi A lebih besar dibandingkan dengan NPV Investasi B.
  • Pada Discount Rate 20 %, NPV Investasi B lebih besar dibandingkan dengan NPV Investasi A.

- Pada Discount Rate 18 %, kedua NPV Investasi A dan Investasi B itu sama.

12 of 14

Untuk menentukan Investasi mana yang akan dipilih, harus memperhatikan bunga Bank yang berlaku sebagai Social Opportunity Cost of Capital.

Apabila tingkat bunga Bank yang berlaku lebih kecil dari 18 % maka Investasi A yang dipilih. Sebaliknya apabila bunga Bank yang berlaku lebih besar dari 18 % maka Investasi B yang dipilih.

Kalau melihat gambar tersebut, pada Discount Rate yang relatif kecil NPV Investasi A lebih besar daripada NPV Investasi B. Pada Discount Rate yang relatif besar, NPV Investasi B lebih besar daripada NPV Investasi A. Hal in] dapat terjadi (sehingga menimbulkan Cross Over Discount Rate), karena kedua Investasi tersebut tidak sama waktu keluarnya biaya dan waktu diperolehnya benefit.

Investasi Pertanian, waktu memperoleh benefitnya relatif lama, mungkin setelah 4-6 tahun baru diperoleh benefitnya; sedangkan Investasi Industri, waktu memperoleh benefitnya relatif cepat, mungkin tahun kedua sudah mulai berproduksi sehingga diperoleh benefitnya.

13 of 14

Apabila kedua Investasi tersebut mempunyai benefit yang sama, maka harus menggunakan perhitungan biaya efektif (Cost Effectiveness). Dalam hal ini berarti harus menggunakan biaya sekecil mungkin (Cost Minimization).

14 of 14

Kalau melihat gambar di atas, dapat terlihat bahwa:

Pada Discount Rate-7% maka PV Biaya Investasi B lebih kecil dibandingkan dengan PV Biaya Investasi A.

Pada Discount Rate 20% maka PV Biaya Investasi A lebih kecil dibandingkan dengan PV Biaya Investasi B.

Pada Discount Rate 14% maka PV Biaya dari Investasi A dan Investasi B adalah sama besarnya (Cross Over Discount Rate).

 

Untuk menentukan Investasi mana yang akan dipilih maka harus membandingkan dengan bunga bank yang berlaku sebagai Social Opportunity Cost of Capital.

Jika Social Opportunity Cost of Capital yang berlaku di atas 14% maka sebaiknya dipilih Investasi A karena PV Biayanya lebih kecil dibandingkan dengan PV Biaya Investasi B. Sebaliknya jika Social Opportunity Cost of Capital yang berlaku di bawah 14% maka sebaiknya dipilih Investasi B karena PV Investasi B lebih kecil dibandingkan dengan PV Biaya Investasi A.