1 of 8

Analisis usaha peternakan pembibitan babi

Oleh:

Kelompok 7

ZEBEDEUS DADY

GRACE BAHOW

DEWI MAMARIMBING

VIRGINIA MALALANTANG

ELISA LUMA

ANSYE GONIWALA

2 of 8

LATAR BELAKANG

  • Minimnya usaha peternakan babi mengakibatkan kurangnya pemenuhan kebutuhan konsumsi protein hewani asal babi terutama saat menjelang perayaan hari raya keagamaan seperti Natal, Galungan, dan hari besar lainnya. Akibatnya, harga daging menjadi tidak stabil karena ketidakseimbangan antara populasi yang ada dengan jumlah permintaan pasar saat ini.
  • Berdasarkan data statistik yang kami peroleh jumlah populasi ternak babi di Indonesia pada tahun 2010 adalah 746,6 ribu ekor, pada tahun 2011 adalah 7757,7 ribu ekor. Jadi berdasarkan data tersebut terjadi peningkatan populasi, konsumsi ternak babi juga mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2010 adalah 817.523 ekor dan pada tahun 2011 adalah 853.681 ekor, sedangkan untuk produksi ternak babi mengalami penurunan yaitu pada tahun 2010 adalah 211,991 ton sedangkan pada tahun 2011 adalah 204,591 ton.
  • TUJUAN:Menjawab layak atau tidaknya usaha peternakan Bibit ternak Babi yang akan dilaksanakan.

3 of 8

ASUMSI-ASUMSI PERENCANAAN:

  • Untuk usaha peternakan dalam jangka waktu selama 5 tahun dengan modal 10 ekor babi induk betina dan dan 1 ekor babi pejantan, kami akan memproduksi babi bibit dengan 1 ekor babi jantan, dan 100 ekor babi betina.
  • a. Segmentasi�Segmentasi kami adalah peternakan babi starter, grower, finisher, dan penggemukan.
  • b.Targeting�Penjualan bibit babi ini tidak hanya akan dijual di Sulut, tapi akan dijual keluar sulawesi, Seperti Kep.Bangka, Bali dan Kalimantan dimana tingkat konsumsi daging babi tinggi pada tahun-tahun sebelumnya.
  • c.Positioning�Kami ingin menciptakan image atau citra perusahaan di benak konsumen sebagai peternakan bibit babi terbaik, nyaman, ramah, menjual bibit berkualitas dengan harga yang pas.
  • Dengan asumsi sbb:�- babi induk 1x bunting = 16 ekor anak babi�- 1 induk dalam 1 tahun = 48 ekor anak babi�-Tingkat mortalitas ternak babi dalam 1 tahun 5%

4 of 8

Next. . .

  • Jadi untuk 10 ekor induk babi dalam 1 tahun = 480 ekor dikurangi tingkat mortalitas ternak babi menjadi 456 ekor
  • Harga babi induk/ekor Rp 1.000.000
  • Harga babi jantan/ekor Rp 1.200.000
  • Dengan konsumsi pakan induk /hari = 1,5-2 Kg/hari� -konsumsi anak babi /hari = 1 - 1,25 kg/hari� -komsumsi jantan /ekor/hari= 2 - 3 kg /hari
  • .Harga pakan: � - Kosentrat = Rp.413.500 /50kg
  • Vaksin dan obat-obatan Rp . 1.000.000
  • Harga pupuk / kg Rp.1800/ periode menghasilakan 75kg
  • Umur dan berat jual 8 – 9 bln., lebih kurang 80 – 100 kg  dengan harga /ekor Rp 300.000
  • Untuk membeli kembali Induk yang akan dijadikan Bibit, maka dari 456 ekor anak babi yang dihasilkan dalam setahun, 356 anak Babi akan dijual setelah lepas masa penyapihan, dengan harga /ekor 750 ribu. Dan 100 ekor lainnya dijadikan stok untuk tahun selanjutnya.

5 of 8

Hasil & pembahasan

  • Untuk usaha peternakan pembibitan babi yang akan kami jalankan selama 5 tahun, dana yang�kami butuhkan adalah Rp 166.541.667�dimana dana tersebut kami kumpulkan dari hasil swadaya masing-masing anggota kelompok.
  • Total pembiayaan:
  • Total Biaya investasi Rp14.500.000
  • Biaya operasional Rp 76.141.667
  • Penerimaan Rp 317.000.000
  • Total keuntungan Rp 240.858.333
  • Biaya pajak (selama 5 tahun) Rp 1.204.291.667
  • Pendapatan bersih/tahun Rp 120.429.167

6 of 8

Kriteria kelayakan usaha

  • Net Present Value:
  • NPV pd 16% Rp 88.476.500
  • NET B/C Ratio pd 16% 8,078686295
  • Internal Rate Of Return:�0,198947859

7 of 8

kesimpulan

  • Berdasarkan pembahasan dan aspek-aspek kelayakan usaha NPV, B/C RATIO, & IRR�maka proyek usaha peternakan pembibitan ternak babi dikatakan layak untuk dijalankan.

8 of 8

Thank’s�god bless ^^

BERTANYALAH KARENA TIDAK TAHU�JANGAN BERTANYA UNTUK MENCARI KESALAHAN ORANG LAIN”