Minggu 3
SUKA MEMBERI
2 Korintus 9:6–8
Firman Tuhan mengajarkan bahwa memberi merupakan bagian penting dari kehidupan murid Kristus.
Memberi bukan sekadar kewajiban, melainkan respons syukur atas kasih karunia Allah yang telah lebih dahulu kita terima.
Apa yang diajarkan bagian ini tentang disiplin memberi?
PRINSIP MENABUR DAN MENUAI
ay. 6
9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Paulus menjelaskan bahwa siapa menabur sedikit akan menuai sedikit, dan siapa menabur banyak akan menuai banyak.
Prinsip ini menunjukkan bahwa Allah menghargai kemurahan hati umat-Nya.
Memberi merupakan tindakan iman yang mempercayakan sumber daya kita kepada Tuhan.
Orang yang murah hati sedang menanam benih yang menghasilkan dampak rohani bagi banyak orang.
PRINSIP SIKAP HATI DALAM MEMBERI
ay. 7
9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
Tuhan melihat motivasi hati lebih daripada jumlah pemberian. Segala kekayaan dunia ini, Dia yang punya.
Memberi tidak boleh dilakukan dengan terpaksa atau karena tekanan.
Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
Kemurahan hati sejati lahir dari hati yang telah mengalami kasih karunia Tuhan.
PRINSIP PEMELIHARAAN ALLAH BAGI YANG MURAH HATI
ay. 8
9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
Allah yang tak terbatas, sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada umat-Nya.
Tuhan tidak pernah berhutang kepada orang yang setia dan taat kepada-Nya.
Pemeliharaan Allah memungkinkan orang percaya untuk terus melakukan pekerjaan baik bagi sesama.
Ketika kita menjadi saluran berkat, Tuhan sanggup menyediakan apa yang kita perlukan.