1 of 22

Media Pembelajaran

Pendidikan Pancasila

untuk SMP/MTs Kelas VIII

PENDIDIKAN PANCASILA

2 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

Jati Diri Bangsa dan Budaya Nasional

Peserta didik diharapkan mampu:

  1. menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nilai-nilai luhur kebudayaan yang dimiliki masyarakat Indonesia;
  2. mengidentifikasi kebudayaan nasional sebagai identitas dan jati diri bangsa;
  3. membiasakan diri untuk melestarikan dan memajukan kebudayaan nasional;
  4. menunjukkan sikap menghayati budaya nasional sebagai alat pemersatu bangsa; dan
  5. mempertahankan kebudayaan nasional dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Bab 5

Tujuan Pembelajaran

3 of 22

Sebelum membahas materi bab ini, coba jawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

  1. Apa yang dimaksud dengan budaya nasional?
  2. Mengapa sebuah budaya disebut budaya nasional?
  3. Mengapa budaya nasional perlu kita lestarikan?
  4. Bagaimana hubungan budaya nasional dengan persatuan bangsa Indonesia?
  5. Apa saja tantangan globalisasi terhadap budaya nasional Indonesia?

PENDIDIKAN PANCASILA

4 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

Kebudayaan Nasional

Identitas dan Jati Diri Bangsa

sebagai

5 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

  1. Kebudayaan Nasional

Kebudayaan nasional menurut para tokoh

Dalam pandangan Sanusi Pane, kebudayaan nasional Indonesia harus tetap mementingkan aspek kerohanian, perasaan, dan gotong royong. Dalam pandangan Poerbatjaraka, kebudayaan Indonesia harus tetap berakar pada kebudayaan suku- suku bangsa yang ada di daerah-daerah.

Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa kebudayaan nasional Indonesia adalah puncak dari kebudayaan-kebudayaan daerah. Koentjaraningrat menegaskan bahwa kebudayaan nasional adalah suatu kebudayaan yang didukung oleh sebagian besar warga suatu negara dan memiliki syarat mutlak yang bersifat khas dan dibanggakan, serta memberikan identitas terhadap warga bersangkutan.

6 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

  1. Kebudayaan Nasional

Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan nasional Indonesia sedikitnya memiliki dua fungsi.

  1. Sebagai suatu sistem gagasan dan pralambang yang memberikan identitas kepada warga Negara Indonesia.
  1. Sebagai suatu sistem gagasan dan pralambang yang dapat digunakan oleh seluruh warga Negara Indonesia yang beragam untuk saling berkomunikasi dan memperkuat solidaritas.

Harus merupakan hasil karya warga Negara Indonesia atau orang zaman dahulu dari daerah di wilayah Negara Indonesia.

Harus merupakan hasil karya warga Negara Indonesia yang wujudnya menunjukkan ciri khas Indonesia.

Harus merupakan hasil karya warga Negara Indonesia lainnya yang dapat menjadi kebanggaan.

7 of 22

  1. Kebudayaan Daerah sebagai Akar Kebudayaan Nasional

Kebudayaan Indonesia dapat dibedakan atas kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah. Kebudayaan daerah di Indonesia cukup beragam dipengaruhi oleh faktor geografis dan letak Indonesia yang berada di jalur perdagangan dunia. Kebudayaan daerah yang khas ditunjukkan oleh berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia. Keberagaman suku bangsa telah melahirkan keberagaman budaya. Hal ini tampak dalam berbagai peninggalan budaya daerah yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Keberagaman budaya daerah menjadi kekayaan budaya nasional. Kebudayaan daerah menjadi sumber potensial bagi terwujudnya kebudayaan nasional. Kebudayaan daerah memberikan corak dan karakteristik kepribadian bangsa. Kebudayaan daerah merupakan akar kebudayaan nasional.

PENDIDIKAN PANCASILA

8 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

  1. Sistem Nilai Budaya

Tiap masyarakat memiliki sejumlah nilai budaya yang mereka taati. Sistem nilai budaya yang dikandung di dalam suatu kebudayaan merupakan unsur pembeda antara kebudayaan tersebut dan kebudayaan yang lain. Menurut Nugroho Notosusanto, sistem nilai budaya merupakan inti kebudayaan. Sebagai inti kebudayaan, sistem nilai budaya akan memengaruhi dan menata elemen-elemen yang berada pada struktur permukaan dari kehidupan manusia, yang meliputi perilaku dan benda-benda sebagai hasil dari penuangan konsep- konsep nilai dari tindakan yang berpola.

Bangsa Indonesia memiliki sistem nilai sendiri yang melandasi berbagai bidang kehidupan. Bagi bangsa Indonesia, sistem nilai itu adalah Pancasila. Keseluruhan nilai-nilai dalam sistem nilai Pancasila dipersatukan oleh asas “kesatuan dalam perbedaan” dan “perbedaan dalam kesatuan” yang menjadi jiwa atau struktur dasar keberadaan manusia dalam kebersamaan itu. Asas yang mempersatukan tersebut pada lambang Negara Republik Indonesia diungkapkan dalam rumusan Bhinneka Tunggal Ika.

9 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

  1. Kebudayaan Nasional sebagai Identitas dan Jati Diri Bangsa

Identitas bangsa pada hakikatnya dapat dimengerti sebagai manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri dan sifat yang khas. Dalam pandangan Winarno, identitas bangsa penting untuk dimiliki, dibangun, dibentuk, atau dikonstruksikan agar suatu bangsa sebagai persekutuan hidup manusia memiliki ciri khas.

Identitas nasional suatu bangsa memiliki sifat, ciri khas, serta keunikan yang ditentukan oleh faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional tersebut.

  1. Faktor objektif, meliputi faktor geografis, ekologis, dan demografis.
  2. Faktor subjektif, yaitu faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan bangsa Indonesia.

Ekspresi budaya tradisional sebagai identitas bangsa Indonesia berdasarkan pandangan Soemarno Soedarsono.

  1. Ekspresi budaya tradisional yang ada menjadi penanda dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
  2. Cerminan kondisi bangsa yang menunjukkan kematangan jiwa, daya juang, dan kekuatan bangsa.
  3. Memperlihatkan perbedaan yang khas dengan ekspresi budaya tradisional dari bangsa- bangsa lain di dunia.

10 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

Pelestarian dan Pemajuan

Budaya Nasional

11 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

01

Pelestarian Budaya Nasional

Dalam pandangan Wijaya, pelestarian budaya adalah upaya untuk mempertahankan nilai-nilai seni budaya dan nilai tradisional dengan mengembangkan perwujudan yang bersifat dinamis, luwes, dan selektif, serta menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang selalu berubah dan berkembang. Berdasarkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, pelestarian dapat dilihat dari konteks pelestarian budaya yang bersifat nonfisik (intangible culture) dan pelestarian budaya bersifat fisik (tangible).

Upaya-upaya melestarikan budaya

  1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam memajukan budaya daerah.
  2. Mendorong masyarakat untuk memaksimalkan potensi budaya daerah beserta pemberdayaan dan pelestariannya.
  3. Melakukan usaha untuk menghidupkan kembali semangat toleransi, kekeluargaan, keramahtamahan, dan solidaritas yang tinggi.
  4. Selalu mempertahankan budaya Indonesia agar tidak punah dan mampu mengelola keberagaman budaya daerah.

12 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

01

Pelestarian Budaya Nasional

Pelestarian juga dilakukan bagi cagar budaya. Cagar budaya merupakan warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, struktur cagar budaya, situs cagar budaya, dan kawasan cagar budaya.

Benda Cagar Budaya

Bangunan Cagar Budaya

Struktur Cagar Budaya

Situs Cagar Budaya

Kawasan Cagar Budaya

Benda alam dan/atau benda buatan manusia, baik bergerak maupun tidak bergerak, berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya yang memiliki hubungan erat dengan kebudayaan dan sejarah perkembangan manusia.

Susunan binaan yang terbuat dari benda alam atau benda buatan manusia untuk memenuhi kebutuhan ruang berdinding dan/atau tidak berdinding, dan beratap.

Susunan binaan yang terbuat dari benda alam dan/atau benda buatan manusia untuk memenuhi kebutuhan ruang kegiatan yang menyatu dengan alam, sarana, dan prasarana untuk menampung kebutuhan manusia.

Lokasi yang berada di darat dan/ atau di air yang mengandung benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, struktur cagar budaya sebagai hasil kegiatan manusia pada masa lalu.

Satuan ruang geografis yang memiliki dua situs cagar budaya atau lebih yang letaknya berdekatan dan/atau memperlihatkan ciri tata ruang yang khas.

13 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

02

Pemajuan Budaya Nasional

  1. Pelindungan kebudayaan

Pelindungan kebudayaan adalah upaya menjaga keberlanjutan kebudayaan yang dilakukan dengan cara inventarisasi, pengamanan, pemeliharaan, penyelamatan, dan publikasi objek pemajuan kebudayaan. Objek pemajuan kebudayaan adalah unsur kebudayaan yang menjadi sasaran utama pemajuan kebudayaan. Objek pemajuan kebudayaan meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

  1. Pengembangan kebudayaan

Pengembangan kebudayaan adalah upaya menghidupkan ekosistem kebudayaan serta meningkatkan, memperkaya, dan menyebarluaskan kebudayaan. Pengembangan objek pemajuan kebudayaan dilakukan dengan cara-cara berikut.

Penyebarluasan, dilakukan melalui diseminasi dan diaspora. Diseminasi antara lain dilakukan melalui pertukaran budaya dan festival. Diaspora dilakukan dengan penyebaran pelaku budaya dan identitas budaya ke luar negeri.

Pengkajian, dilakukan melalui penelitian ilmiah atau metode kajian tradisional untuk menggali kembali nilai kearifan lokal guna pengembangan kebudayaan masa depan.

Pengayaan keberagaman, dilakukan melalui asimilasi, adaptasi, inovasi, dan akulturasi.

14 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

02

Pemajuan Budaya Nasional

  1. Pemanfaatan budaya

Pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan dilakukan untuk membangun karakter bangsa, meningkatkan ketahanan budaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan peran aktif dan pengaruh Indonesia dalam hubungan internasional. Pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan melalui pengolahan objek pemajuan kebudayaan menjadi produk, seperti di bidang perdagangan, perindustrian, dan pariwisata. Pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan untuk meningkatkan peran aktif dan pengaruh Indonesia dalam hubungan internasional dilakukan melalui diplomasi budaya dan kerja sama kebudayaan.

  1. Pembinaan budaya

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus melakukan pembinaan pemajuan kebudayaan. Pembinaan dilakukan untuk meningkatkan jumlah dan mutu sumber daya manusia melalui hal-hal berikut.

  1. Peningkatan pendidikan dan pelatihan di bidang kebudayaan.
  2. Standardisasi dan sertifikasi sumber daya manusia kebudayaan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan.
  3. Peningkatan kapasitas tata kelola lembaga kebudayaan dan pranata kebudayaan.

15 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

Budaya Nasional

Alat Pemersatu Bangsa

sebagai

16 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

Kebudayaan nasional sebagai identitas bangsa sudah disadari para pendiri Negara Indonesia sebelum kemerdekaan. Hal ini dapat ditelusuri dalam proses penyusunan dan pengesahan UUD NRI Tahun 1945. Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa kebudayaan nasional Indonesia merupakan puncak kebudayaan daerah. Pandangan ini memungkinkan paham kesatuan makin dimantapkan sehingga semangat ketunggalikaan dalam kebinekaan makin lebih dirasakan.

01

Bahasa Indonesia

Budaya nasional sebagai alat pemersatu bangsa terlihat dari fungsi bahasa Indonesia sebagai bagian dari budaya nasional. Fungsi bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa tampak dalam ikrar ketiga Sumpah Pemuda. Selain sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga adalah bahasa negara. Pengakuan terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa negara tercantum pada Pasal 36 UUD NRI Tahun 1945. Seminar Politik Bahasa Nasional pada tahun 1999 memutuskan bahwa sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mempunyai fungsi sebagai berikut.

a.

b.

c.

d.

Lambang kebanggaan nasional

Lambang identitas nasional

Alat pemersatu

Alat penghubung antarbudaya dan antardaerah

17 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

02

Batik

Selain bahasa Indonesia, contoh kebudayaan nasional yang lain adalah batik. Batik merupakan hasil budaya lokal. Sebagai budaya lokal, batik memiliki corak khas yang berbeda-beda. Batik merupakan salah satu pakaian nasional. Batik Indonesia resmi diakui oleh UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Tak Benda pada Sidang UNESCO di Abu Dhabi tanggal 2 Oktober 2009. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.

Batik sebagai warisan budaya memiliki beberapa nilai sebagai berikut.

Batik menjadi identitas, bahkan jati diri bangsa Indonesia karena batik memiliki keunikan yang tersirat dari makna simbolis dan nilai tradisi yang terkandung di dalamnya yang diwariskan secara turun-temurun.

Batik menjadi tradisi yang hidup di masyarakat dan berhasil meningkatkan rasa bangga dan cinta terhadap Indonesia.

Batik menjadi alat pemersatu bangsa Indonesia melalui penggunaannya sehingga menghapus sekat-sekat kedaerahan, suku, ras, dan agama.

18 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

Kebudayaan Nasional

Tantangan Era Globalisasi

dan

19 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

Derasnya arus globalisasi yang dipicu oleh kemajuan teknologi komunikasi dan informasi menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia agar dapat mempertahankan jati diri bangsa sekaligus memanfaatkannya untuk pengembangan toleransi terhadap keberagaman budaya dan peningkatan daya saing melalui penerapan nilai-nilai Pancasila.

01

Pengertian Globalisasi

Dalam KBBI dikatakan bahwa globalisasi dapat dipahami sebagai proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Menurut Anthony Giddens, globalisasi merupakan intensifikasi hubungan sosial secara mendunia sehingga menghubungkan antara peristiwa di satu lokasi dan lokasi lainnya serta menyebabkan terjadinya perubahan pada keduanya. Emanuel Richter berpendapat bahwa globalisasi dapat dimengerti sebagai suatu jaringan kerja global yang mempersatukan masyarakat secara bersamaan yang sebelumnya tersebar dan terisolasi ke dalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.

20 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

02

Dimensi-Dimensi Globalisasi

Globalisasi ekonomi dapat dilihat antara lain dalam peningkatan perdagangan internasional, investasi asing langsung, globalisasi arus keuangan, pasar, perusahaan dan pola konsumen, serta difusi teknologi dan pengetahuan yang terkait di seluruh dunia.

a.

Globalisasi Ekonomi

Globalisasi politik mengacu pada pertumbuhan sistem politik di seluruh dunia, baik dalam ukuran maupun kompleksitasnya. Globalisasi politik menunjukkan tumbuhnya kekuatan institusi pemerintahan global, seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Dengan adanya globalisasi politik, kekuasaan ekonomi politik dapat berpindah dari yang berpusat pada negara menuju institusi regional, global, dan masyarakat.

b.

Globalisasi Politik

Difusi budaya telah menjadi ciri globalisasi yang menggambarkan penyebaran unsur-unsur kebudayaan. Globalisasi budaya dapat membentuk identitas global sehingga kita mengembangkan rasa memiliki terhadap budaya dunia dengan mengadopsi praktik, gaya, dan informasi yang merupakan bagian dari budaya global.

c.

Globalisasi Budaya

21 of 22

PENDIDIKAN PANCASILA

03

Ketahanan dan Pemajuan Budaya Nasional

Tidak semua nilai-nilai dalam budaya gobal sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan nasional. Itulah sebabnya kita perlu menyaringnya agar hanya nilai-nilai kebudayaan yang baik dan sesuai dengan kepribadian bangsa yang terserap. Kemampuan yang selektif ini tentu saja kita tunjukkan sebagai bentuk ketahanan budaya. Dalam Penjelasan UU RI No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, dikatakan bahwa yang dimaksud dengan “ketahanan budaya” adalah kemampuan suatu kebudayaan dalam mempertahankan dan mengembangkan identitas, pengetahuan, serta praktik budayanya yang relevan. Ketahanan budaya dapat ditingkatkan dengan pemajuan kebudayaan. Pemajuan kebudayaan antara lain berpedoman pada strategi kebudayaan.

22 of 22

03

Ketahanan dan Pemajuan Budaya Nasional

Lampiran I Perpres RI No. 114 Tahun 2022 tersebut sesuai dengan kesepakatan Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 yang menghasilkan visi dan misi serta agenda strategis pemajuan kebudayaan.

Proses dan Metode Pemajuan Bangsa

Agenda Strategis Pemajuan Kebudayaan

Meningkatkan peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagai fasilitator pemajuan kebudayaan.

Reformasi kelembagaan dan penganggaran kebudayaan untuk mendukung agenda pemajuan kebudayaan.

Menyediakan ruang bagi keragaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi budaya untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif.

Memajukan kebudayaan yang melindungi keanekaragaman hayati dan memperkuat ekosistem.

Melindungi dan mengembangkan nilai, ekspresi, dan praktik kebudayaan tradisional untuk memperkaya kebudayaan nasional.

Memanfaatkan objek pemajuan kebudayaan (OPK) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mengembangkan dan memanfaatkan kekayaan budaya untuk memperkuat kedudukan Indonesia di dunia internasional.