MEDIA MENGAJAR
UNTUK MA KELAS X
Semangat Mengkaji Sejarah Kebudayaan Islam
Oleh : Sumiran, S. Pd
TP. 2025-2026
3
BAB
Perjuangan Dakwah Rasulullah Saw. di Madinah
APERSEPSI
Setelah Nabi Muhammad Saw. berdakwah di Makkah selama 13 tahun, tidak banyak dari penduduk Makkah yang mau beriman kepada Allah Swt. tidak hanya menolak ajaran yang dibawa Rasulullah Saw. kaum kafir Makkah juga berupaya untuk menghentikan dakwah beliau dengan berbagai cara, bahkan juga berusaha untuk membunuhnya.
Kota Makkah tidak menunjukan adanya harapan bagi keberlangsungan dakwah Islam. Beberapa tempat pernah dicoba untuk berhijrah, dan ternyata Madinah merupakan tempat paling berpotensi untuk dijadikan pusat kegiatan dakwah Islam.
1. Kondisi Kepercayaan
Sebelum Islam hadir di kota Madinah, agama yang dianut oleh penduduk Madinah adalah Yahudi, Nasrani, dan Pagan. Mayoritas penduduknya memeluk agama Yahudi. Agama Yahudi dianut oleh beberapa suku, antara lain Bani Qainuqa, Bani Nadhir, Bani Gathafan, dan Bani Quraidhah.
Sebagian penduduk Madinah juga memeluk agama Nasrani dan sebagian kecil penduduk Madinah yang lain juga ada yang tidak memeluk agama keduanya. Mereka dikenal dengan paganisme yaitu kepercayaan kepada benda-benda dan kekuatan-kekuatan alam, seperti matahari, bintang, bulan, dan sebagainya.
A. Kondisi Kebudayaan Masyarakat Madinah Sebelum Islam
A. Kondisi Kebudayaan Masyarakat Madinah Sebelum Islam
2. Kondisi Sosial
Kabilah Yahudi
Pada bangsa Yahudi terdapat tiga kabilah besar yaitu, Bani Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah. Hubungan ketiga kabilah tersebut tidak harmonis. Terkadang ketiganya melakukan perlawanan sehingga terjadi perang saudara.
Kabilah Aus dan Khazraj
Suku Aus dan Khazraj berasal dari dua orang saudara kandung. Kelompok tersebut sering berselisih sehingga terjadi perang.
Perang saudara berlangsung lebih dari 120 tahun. Kedua kelompok tersebut juga memiliki daerah kekuasaan sendiri di kota Madinah.
3. Kondisi Ekonomi
Secara geografis, Madinah merupakan termasuk kota di kawasan tandus yang populer setelah Thaif dan Makkah. Madinah berada di tempat strategis sebagai jalur penghubung perdagangan antara kota Yaman dan Syiria. Madinah dikelilingi oleh gunung berbatu. Madinah juga terdapat banyak lembah atau yang paling terkenal dengan nama wadi.
Sebagai pusat pertanian, kota Madinah menjadi menarik bagi penduduk wilayah lain untuk pindah ke Madinah. Penghasilan terbesarnya adalah kurma dan anggur.
A. Kondisi Kebudayaan Masyarakat Madinah Sebelum Islam
4. Kondisi Politik
Suku yang pertama kali tinggal dan menguasai Madinah adalah suku Amaliqah. Namun, akhirnya Madinah diambil alih oleh Bangsa Yahudi. Mereka bisa membangun sebuah peradaban dengan membuat benteng-benteng untuk berlindung dari serangan Arab Badui. Mereka disebutkan sebagai kelompok yang paling makmur dan berbudaya.
Kondisi politik di Madinah juga memiliki kemiripan dengan Makkah. Kekuasaan berada di tangan suku-suku atau kelompok tertentu tergantung suku yang paling kuat. Perang antarsuku dan kelompok sering terjadi juga di Madinah.
A. Kondisi Kebudayaan Masyarakat Madinah Sebelum Islam
Mempersatukan kaum Muhajirin dan Anshar
B. Dakwah Rasulullah Saw. Di Madinah
Langkah-langkah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. dalam mengembangkan Islam di Madinah, meliputi:
Membangun masjid
Menyusun undang-undang
Menciptakan kesejahteraan umum
Mengembangkan pendidikan dan dakwah
Dalam menyampaikan dakwahnya, Rasulullah Saw. selalu menggunakan dengan cara damai. Wahyu Allah Swt. merupakan petunjuk dalam menyikapi setiap permasalahan yang muncul. Melihat jumlah kaum muslimin semakin berkembang di Madinah, membuat kaum kafir Quraisy marah dan semakin menjadi-jadi dalam menekan umat Islam di Makkah.
Diam-diam kafir Quraisy menyusun kekuatan militernya untuk menghancurkan umat Islam. Sehubungan dengan itu, turunlah wahyu yang memperbolehkan umat Islam untuk mempertahankan diri dari kaum Quraisy dan sekutunya Yahudi melalui peperangan.
C. Perjuangan Rasulullah Saw. Menghadapi Kaum Kafir Quraisy
Peristiwa Badar
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun 2 H, terjadi di dekat sumber mata air milik seorang bernama Badar. Oleh karena itu, peristiwa ini terkenal dengan nama perang Badar. Sebab utama terjadinya perang Badar karena kaum kafir Quraisy telah mengusir kaum muslimin dari Makkah.
Setelah peristiwa tersebut, kaum muslimin kembali ke Madinah dengan gembira atas kemenangan dari Allah Swt. dengan membawa para tawanan dan ghanimah (harta rampasan perang).
Pada perang Badar, 313 umat muslim melawan 1000 kaum kafir Quraisy, namun atas pertolongan Allah Swt., kaum muslimin dapat memenagkan perang tersebut.
C. Perjuangan Rasulullah Saw. Menghadapi Kaum Kafir Quraisy
Peristiwa Uhud
Peristiwa ini terjadi pada bulan Syakban tahun ke-3 H bertepatan dengan bulan Januari 625 M di perbukitan bernama Uhud yang terletak di sebelah utara kota Madinah. Sebab utama terjadinya peristiwa ini adalah kekalahan yang diderita oleh kaum kafir Quraisy di perang Badar yang merupakan pukulan hebat yang dirasakan oleh Quraisy.
Pada peperangan ini, kaum muslimin mengalami kekalahan. Hal tersebut dikarenakan mereka telah mengabaikan perintah Rasulullah Saw. dan tidak mematuhi strategi yang telah dibuat oleh Rasulullah Saw.
C. Perjuangan Rasulullah Saw. Menghadapi Kaum Kafir Quraisy
Peristiwa Khandaq atau Ahzab
Perang Khandaq disebut juga perang Ahzab. Perang ini terjadi pada bulan Syawal 5 H Perang ini terjadi di sekitar kota Madinah bagian Utara. Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh rasa dendam Bani Nadzir terhadap Rasulullah Saw. yang mengeluarkan mereka dari Madinah, kemudian mereka menghasut tokoh Quraisy agar bersekutu dengannya.
Namun, atas strategi yang diperintahkan Muhammad Saw. pasukan kafir Quraisy dengan Bani Quraizhah dari Yahudi berhasil menjadi bermusuhan dalam barisan. Allah Swt. juga memberikan pertolongan kepada pasukan Islam dengan mengutus angin dan badai yang besar untuk memporakporandakan pasukan kafir.
C. Perjuangan Rasulullah Saw. Menghadapi Kaum Kafir Quraisy
Perjanjian Hudaibiyah
Rasulullah Saw. mendapat kabar bahwa kaum Quraisy telah menyiapkan pasukan berjumlah 200 orang guna menghadang rombongan kaum muslimin yang akan melaksanakan umrah ke Makkah. Hingga akhirnya diputuskan Utsman bin Affan untuk menemui tokoh-tokoh Quraisy untuk berunding yang lama hingga terdengar desas-desus bahwa Utsman bin Affan wafat.
Para sahabat dari Muhajirin dan Anshar merasa gelisah dan mereka segera mengambil bai’at di hadapan Rasulullah Saw. untuk menjaga keselamatannya. Baiat tersebut terkenal dengan sebutan Baiatur Ridwan. Perundingan perdamaian menghasilkan apa yang dinamakan “Sulh Al-Hudaibiyyah” (perjanjian Hudaibiyah).
C. Perjuangan Rasulullah Saw. Menghadapi Kaum Kafir Quraisy
Peristiwa Pembebasan Kota Makkah (Fatḥu Makkah)
Fatḥu Makkah artinya pembebasan kota Makkah, terjadi pada bulan Ramadan tahun 8 H atau Januari 630 M, Rasulullah Saw. memutuskan untuk membebaskan kota Makkah. Sebab-sebab terjadinya Fatḥu Makkah adalah karena kaum Quraisy telah mengkhianati perjanjian Hudaibiyah.
Oleh sebab itu, pada tanggal 10 Ramadan, Nabi Muhammad Saw. berangkat bersama 10.000 kaum muslimin menuju Makkah. Kaum muslimin memasuki Makkah tanpa terjadi peperangan, di mana kaum Quraisy menyerah dan tidak melakukan perlawanan karena berbagai sebab.
C. Perjuangan Rasulullah Saw. Menghadapi Kaum Kafir Quraisy
Haji Wada (Haji perpisahan) merupakan ibadah haji terakhir dilakukan Rasulullah Saw. bersama kaum muslimin. Rasulullah Saw. menyampaikan khutbahnya pada haji Wada di Padang Arafah dan turunlah wahyu yang terakhir Q.S. Al-Mā’idah ayat 3.
Pada hari Senin 12 Rabiulawal 11 H atau 8 Juni 632 M, sepulang dari masjid dan tiba di rumah ‘Aisyah, tenaga Rasulullah Saw. telah habis, dan akhirnya beliau wafat di atas pangkuan ‘Aisyah. ‘Aisyah segera keluar rumah dan memberitahukan kepada kaum muslimin atas wafatnya Rasulullah Saw. Mereka bingung dan cemas menghadapi kenyataan bahwa Rasulullah Saw. yang mereka cintai telah berpulang ke rahmatullah.
D. Wafatnya Rasulullah Saw
Timeline | ||||
622 M | 625 M | 629 M | 630 M | 632 M |
Nabi Muhammad Saw. membangun masjid di Madinah | Terjadi peristiwa perang Uhud | Nabi Muhammad Saw. mengadakan perjanjian Hudaibiyah | Terjadi peristiwa Fatḥu Makkah | Nabi Muhammad Saw. wafat |
Time Line
Perjuangan Dakwah Rasulullah Saw. di Madinah
1. Sebelum Islam hadir di kota Madinah, agama yang dianut penduduknya adalah Yahudi, Nasrani dan Pagan. Mayoritas penduduknya memeluk agama Yahudi.
2. Keadaan sosial masyarakat Madinah memiliki kemiripan dengan keadaan di Makkah. Suku - suku dan kelompok masyarakat Madinah sering berperang satu sama lain.
3. Secara geografis, Madinah merupakan termasuk kota di kawasan tandus yang populer setelah Thaif dan Makkah. Madinah berada di tempat strategis sebagai jalur penghubung perdagangan antara kota Yaman di selatan dan syiria di utara.
4. Kondisi politik di Madinah juga memiliki kemiripan dengan Makkah. Kekuasaan berada di tangan suku yang paling kuat. Perang antarsuku dan kelompok sering terjadi juga di Madinah.
5. Sebelum Islam datang, antara suku Aus dan khazraj selalu terjadi perselisihan, bahkan tidak jarang terjadi pertumpahan darah. Hal ini dipicu oleh adanya provokasi dari kaum Yahudi. Kedatangan Rasulullah Saw. Memberikan dampak yang sangat positif pada kedua suku tersebut.
6. Langkah-langkah yang dilakukan Rasulullah Saw. untuk mengembangkan Islam di Madinah yaitu mendirikan masjid, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan ansar, dan menyusun piagam Madinah.
7. Pada tahun 10 H, Nabi Muhammad Saw. Berhaji wada (haji perpisahan) dan berkhotbah untuk terakhir kalinya.
8. Nabi Muhammad Saw. Wafat pada 12 Rabiulawal 11 H atau 8 Juni 632 M.
Perjuangan Dakwah Rasulullah Saw. di Madinah
Perkembangan Islam pada
Masa Khufaurasyidin
PEMBAHASAN SELANJUTNYA