1 of 89

LOKAKARYA MINI BULANANKLASTER 4( PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR )�CAPAIAN

AGUSTUS

2025

UPTD PUSKESMAS CIREUNDEU

… 12, SEPTEMBER 2025 …

2 of 89

APLIKASI�SATU DATA KESEHATAN

APLIKASI SATU DATA KESEHATAN (ASDK)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET PERTAHUN

TARGET PERBULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

PUSKESMAS CIREUNDEU

1.

Jumlah alert kasus klaster 4 (endemis, KLB, zoonosis) yang dimonitor

Sesuai Alert

Sesuai Alert

14 Kasus Alert

(Susp pneumonia, susp diare berdarah/disentri, susp HFMD, Susp dengue, ILI, Susp demam tifoid, ISPA, diare akut)

2

Jumlah kasus klaster 4 (endemis, KLB, zoonosis) yang direspon

Sesuai Alert

Sesuai Alert

186 kasus yang direspon

(Susp pneumonia, susp diare berdarah/disentri, susp HFMD, Susp dengue, ILI, Susp demam tifoid, ISPA, diare akut)

3

Jumlah kasus klaster 4 (endemis, KLB, zoonosis) yang tersedia rekomendasi

Sesuai Alert

Sesuai Alert

186 kasus yang tersedia rekomendasi

(Susp pneumonia, susp diare berdarah/disentri, susp HFMD, Susp dengue, ILI, Susp demam tifoid, ISPA, diare akut)

3 of 89

APLIKASI�SATU DATA KESEHATAN

APLIKASI SATU DATA KESEHATAN (ASDK)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET PERTAHUN

TARGET PERBULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

KELURAHAN CIREUNDEU

1.

Jumlah Desa/Kelurahan

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

1

1

1

0

2

Jumlah kasus penyakit Campak

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

0

0

3

Jumlah kasus penyakit Malaria

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

0

0

4

Jumlah kasus penyakit Rabies

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

0

0

5

Jumlah kasus penyakit Tetanus Neonatorum

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

0

0

6

Jumlah kasus yang dilakukan

Penyelidikan Epidemiologi

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

15 kasus

(Susp pneumonia, susp disentri, susp HFMD, Susp dengue, Susp demam tifoid)

0

4 of 89

MONITORING & EVALUASI

KLASTER 4

PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR

5 of 89

KESEHATAN LINGKUNGAN

6 of 89

KESEHATAN LINGKUNGAN

KESEHATAN LINGKUNGAN

NO

INDIKATOR

TARGET

PER TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

1

Jumlah Fasyankes

100%

( 11 Fasyankes )

(1 Puskesmas, 1 RS & 9 Klinik)

11 fasyankes

( 100% )

1 Fasyankes

( 100 % )

11 fasyankes

( 100% )

0

2

Jumlah Kelurahan ODF

100%

( 1 Kelurahan )

1 Kelurahan

( 100% )

1 Kelurahan

( 100% )

1 Kelurahan

( 100% )

0

3

Jumlah Desa/ Kelurahan Sehat (KKS)

100%

( 1 Kelurahan )

1 Kelurahan

( 100% )

1 Kelurahan

( 100% )

1 Kelurahan

( 100% )

0

4

Presentase Sarana Air Minum yang Diawasi/ Diperiksa Kualitas Air Minum Sesuai Standar

6.918

( 90% )

Sarana Air Minum – Rumah

5.136

( 74,2% )

Sarana Air Minum - Rumah

577

( 7.5% )

Sarana Air Minum - Rumah

642

( 111.2% )

Sarana Air Minum - Rumah

-

1.782

(15.8%)

7 of 89

KESEHATAN LINGKUNGAN

NO

INDIKATOR

TARGET

PER TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

5

Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) mememenuhi syarat sesuai Standar

43 TPP

(75%)

“Restoran, Rumah Makan, DAMIU & Jasa Boga”

64 TPP

( 149% )

Pengulangan/ 6 bulan

4 TPP

( 6,2% )

“Restoran, Rumah Makan, DAMIU & Jasa Boga”

8 TPP

+

21

6

Tempat & fasiliatas Umum (TFU) pengawasan sesuai standar

40 TFU

(70%)

“Sekolah, Puskesmas, Sarana Ibadah & Ponpes”

32 TFU

( 80% )

Pengulangan/ 6 bulan

14 TFU

( 6% )

“Sekolah, Puskesmas, Sarana Ibadah & Ponpes”

8 TFU

-

8

8 of 89

KESEHATAN LINGKUNGAN

9 of 89

KESEHATAN LINGKUNGAN

Sudah di lakukan inspeksi & pengawasan Kesehatan Lingkungan di rumah, sarana air minum, fasyankes, tempat fasilitas umum, & tempat pengelolaan pangan.

IDENTIFIKASI

Tetap dilakukan monitoring & pengawasan Inspeksi Kesehtan Lingkungan sesuai standart PERMENKES No.17 Tahun 2024 Tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk

pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Sektor Kesehatan & PERMENKES No. 2 Tahun 2023 tentang Kesling

ANALISIS

Tetap menjalankan kegiatan inspeksi & pengawasan Kesehatan Lingkungan sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan sesuai sasaran bulanan & prosedur.

RENCANA TINDAK LANJUT

10 of 89

KESEHATAN LINGKUNGAN

LIMBAH MEDIS

PELAPORAN LIMBAH MEDIS KE DINAS LINGKUNGAN HIDUP

APLIKASI SI RAJA SPPED - Dinas Lingkungan Hidup

Limbah Medis Agustus 2025

1. 8 Agst 2025 – 14 kg

2. 12 Agst 2025 – 2 kg

3. 15 Agst 2025 – 5 kg

4. 26 Agst 2025 – 12 kg

5. 28 Agst 2025 – 2 kg

Total : 35 kg

https://plb3.kemenlh.go.id/siraja-2024/lb3/dikelola-eksternal

REKAPITULASI PENGANGKUTAN LIMBAH MEDIS UPTD PUSKESMAS CIREUNDEU

PENGINPUTAN APLIKASI

& BUKTI FESTRONIK

11 of 89

GRAFIK�CAPAIAN KESEHATAN LINGKUNGAN

GRAFIK BATANG LIMBAH MEDIS PER BULAN TAHUN 2025

12 of 89

DOKUMENTASI�KESEHATAN LINGKUNGAN

DOKUMENTASI LIMBAH MEDIS

13 of 89

DOKUMENTASI�KESEHATAN LINGKUNGAN

PENIMBANGAN BANK SAMPAH (BOTOL PLASTIK) BULAN AGUSTUS 2025

JUMLAH BANK SAMPAH

TUTUP BOTOL = 0,20 Kg

BOTOL BERSIH = 3,15

14 of 89

SURVEILANS

15 of 89

SURVEILANS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

1

Penemuan Kasus

Lumpuh Layuh Akut (AFP) Non Polio

2

(100%)

2

Sesuai

Kasus

0

0

2

Penemuan Kasus

Suspek Campak

3

(100%)

15

Sesuai

Kasus

0

+

12

3

Tenaga Cadangan Kesehatan dan Emergency Medical Team

1

(100%)

1

1

(100%)

0

0

16 of 89

GRAFIK�CAPAIAN SURVEILANS

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN SURVEILANS TAHUN 2025

17 of 89

SURVEILANS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER TAHUN

TARGET

PER BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

PENULARAN PENYAKIT PD3I

1

KASUS

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

56 Kasus

(ILI, susp Pneumonia, susp diare akut, susp disentri)

2

VERIFIKASI/ PE

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

15 Kasus

(Susp pneumonia, susp disentri, susp HFMD, Susp dengue, Susp demam tifoid)

3

SAMPLE LAB

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

  • Sampel Lab Dengue : RS Paragon, RS Sari ASIH, RS UIN, RS Pondok Indah, RS Hermina Ciputat, RS Fatmawati
  • Sampel Lab Thypoid : Puskesmas Cireundeu

4

IMUNISASI KEJAR

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

0

18 of 89

SURVEILANS

INDIKATOR

TARGET

PER

TAHUN

TARGET

PER

BULAN

UNIT PELAYANAN

CAPAIAN

AGUSTUS

PKM

NGIDER

POSYANDU

KLINIK

JEJARING

SKRINING

PENYAKIT

PD3I

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

21

0

0

35

56

DIFTERI

PERTUSIS

TETANUS

CAMPAK

POLIO

PNEUMONIA

0

0

0

0

0

0

19 of 89

SURVEILANS

20 of 89

SURVEILANS

KASUS CAMPAK DI WILAYAH KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2025

  • Terjadi peningkatan kasus campak-rubella di wilayah kota Tangerang Selatan sampai dengan september 2025 
  • Tingginya angka positif campak rubella di kalangan balita yang imunisasi MRnya tidak lengkap

IDENTIFIKASI

  • Sebanyak 34 kasus positif campak & 9 kasus positif rubella secara laboratorium ditemukan di wilayah Tangsel.
  • 68% kasus positif campak adalah anak yang tidak diimunisasi 
  • Anak yang positif campak rubella <1th sebanyak 78% tidak/belum diimunisasi dan 22% imunisasi MR 1x

ANALISIS

  • Dinas Kesehatan telah melakukan koordinasi kepada PJ Imunisasi dan PJ Surveilans untuk melakukan imunisasi kejar serentak se kota tangerang Selatan.
  • Kejar imunisasi akan dilaksanakan tanggal 15 September-20 September 2025 dengaan sasaran anak <5Tahun dan anak kelas 1 SD/MI

RENCANA TINDAK LANJUT

21 of 89

GRAFIK�CAPAIAN SURVEILANS

22 of 89

SURVEILANS

KASUS SUSPEK DENGUE DAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIREUNDEU

BULAN AGUSTUS 2025

  • Terjadinya peningkatan curah hujan
  • Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya PSN
  • Peningkatan populasi nyamuk Aedes aegypti di daerah dgn lingkungan yg mendukung
  • Masyarakat dgn status gizi yg buruk sehinggar rentan terhadap infeksi

IDENTIFIKASI

  • Petugas surveilans bersama PJ P2BB mendapat informasi terkait penularan kasus DBD di lingkungan pesantren Darussunah RW 09 Kel. Cireundeu
  • Disimpulkan ABJ saat melakukan penyelidikan epidemiologi adalah 72%
  • Didapatkan 5 kasus DBD terkonfirmasi laboratorium dan terjadi penularan setempat di wilayah tersebut

ANALISIS

  • PJ P2BB menyampaikan hasil PE kepada PJ P2BB Dinas Kesehatan Tangsel dan sudah dilakukan fogging pada tanggal 9 Agustus 2025
  • Tidak ada kasus tambahan setelah dilakukan pemantauan selama 2 kali masa inkubasi dan disimpulkan bahwa upaya pengendalian kasus DBD berhasil.
  • Dilakukan edukasi terkait PSN 3M Plus dan PHBS

RENCANA TINDAK LANJUT

23 of 89

GRAFIK�CAPAIAN SURVEILANS

24 of 89

SURVEILANS

KASUS ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIREUNDEU BULAN AGUSTUS 2025

  • Terjadiya peningkatan kasus ISPA dalam 5 minggu terakhir di bulan Agustus 2025
  • Terjadi peningkatan curah hujan sehingga kondisi ini menguntungkan bagi penyebaran virus dan bakteri penyebab ISPA.
  • Terjadinya peralihan yang memasuki musim penghujan dapat melemahkan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap virus/bakteri penyebab ISPA.

IDENTIFIKASI

  • Petugas surveilans melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap peningkatan kasus ISPA dengan mencari informasi apakah ada keterkaitan tiap kasus (kasus berklaster)
  • Petugas surveilans melakukan pelaporan kedalam sistem SKDR terkait peningkatan kasus ISPA
  • Petugas surveilans, bekerjasama dengan PJ ISPA dan PJ Promkes dalam upaya pengendalian kasus ISPA

ANALISIS

  • Petugas surveilans tidak menemukan kasus ISPA secara berklaster
  • Petugas surveilans melaporkan peningkatan kasus kepada PJ Klaster 4 dan dilakukan edukasi terkait pencegahan dan penanggulangan ISPA.

RENCANA TINDAK LANJUT

25 of 89

dokumentasi�SURVEILANS

26 of 89

DIARE

27 of 89

DIARE

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET PERTAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET PERBULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

1

Diare balita

40

40

4

4

0

2

Diare semua umur

242

161

15

15

0

DISENTRI

KOLERA

0

0

28 of 89

GRAFIK

CAPAIAN DIARE

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN DIARE TAHUN 2025

29 of 89

DIARE

  • Faktor lingkungan & kebersihan: sanitasi & kebersihan lingkungan yang buruk 🡪 kurangnya air bersih, kurangnya jamban yang layak, dan higienis yang buruk.
  • Faktor makanan & minuman : terkontaminasi, penyimpanan tidak bersih, pengolahan yang tidak matang.
  • Faktor kesehatan & kondisi tubuh : infeksi, intoleransi, & psikologis.

IDENTIFIKASI

  • Masih kurangnya pengetahuan Masyarakat mengenai PHBS.

ANALISIS

  • Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai PHBS, pengolahan makanan yg sehat & aman, serta sanitasi yg baik melalui berbagai media.
  • Penyediaan & peningkatan fasilitas sanitasi.
  • Melakukan kolaborasi dengan Promkes & Kesling.

RENCANA TINDAK LANJUT

30 of 89

DIARE

REGISTER PROGRAM DIARE

31 of 89

HEPATITIS

32 of 89

HEPATITIS

INDIKATOR

TARGET

PER TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

SKRINING

HEPATITIS B

IBU HAMIL

596

301

49

49

0

KASUS

HEPATITIS B

IBU HAMIL

0

33 of 89

HEPATITIS

Kasus Hepatitis Ibu Hamil yang sudah di Intervensi

Kasus Hepatitis Ibu Hamil yang sudah di Intervensi

  1. Ny. EIA (P1A0)
  2. Kasus ditemukan di bulan Januari 2025
  3. Hasil HbsAg (+)
  4. Bayi lahir : 18 Februari 2025 dengan SC di RS Hermina Ciputat PUKUL 09.00 pagi.
  5. Bayi sudah diberikan Hyperhep pada pukul 10.24 WIB.
  6. RTL : Akan dilakukan pemantauan pada bayi di usia 9-12 bulan.

2. Ny. AS (P1A0)

  • Kasus ditemukan di bulan Februari 2025
  • Hasil HbsAg (+)
  • Bayi lahir : 12 Juni 2025 → Lahir normal di Puskesmas Kajen II Jawa Tengah Pukul 12.00 siang.
  • Pemberian Hyperhep → Sudah berkoordinasi dgn PKM setempat�Bayi sudah diberikan Hyperhep pd pukul 12.10 WIB.
  • RTL : Akan dilakukan pemantauan pada bayi di usia 9-12 bulan.

34 of 89

HEPATITIS

Kasus Hepatitis Ibu Hamil yang sudah di Intervensi

3. Ny. MM (P1A0)

  • RTL :
  • Kasus ditemukan di bulan Februari 2025
  • Hasil HbsAg (+)
  • Bayi lahir : 17 Juli 2025 dengan SC di RS Hermina Ciputat PUKUL 16.00 pagi.
  • Bayi sudah diberikan Hyperhep pada pukul 16.30 WIB.
  • RTL : Akan dilakukan pemantauan pada bayi di usia 9-12 bulan.

35 of 89

HEPATITIS

  • Terdapat riwayat kontak langsunng dengan produk darah yang terkontaminasi Hepatitis B (tranfusi darah, tertusuk jarum, penggunaan alat cukur & sikat gigi bersama).
  • Masih adanya kasus Hepatitis B pada pasangan ibu hamil.

IDENTIFIKASI

  • Terdapat riwayat kontak langsunng dengan produk darah yang terkontaminasi Hepatitis B

ANALISIS

  • Melakukan skrining Hepatitis B kepada semua ibu hamil saat ANC pertama.
  • Menentukan viral load & HBeAg untuk menilai risiko penularan.
  • Pemberian tenofovir pd minggu ke 28 kehamilan untuk mengurangi risiko penularan perinatal pada ibu hamil dengan viral load tinggi (> 200.000 IU/mL)
  • Memberikan vaksin Hepatitis B & Imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) dlm 12-24 jam pertama kehidupan untuk mencegah penularan virus.

RENCANA TINDAK LANJUT

36 of 89

HEPATITIS

REGISTER PROGRAM HEPATITIS

37 of 89

ISPA

ISPA

38 of 89

ISPA

PNEUMONIA

FARINGITIS

TONSILITIS

LARINGITIS

2

48

12

22

INDIKATOR

TARGET

PER TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

SKRINING

ISPA

Sesuai

Kasus

781

Sesuai

Kasus

179

0

39 of 89

GRAFIK

CAPAIAN ISPA

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN PROGRAM ISPA TAHUN 2025

40 of 89

ISPA

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET PER TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1.

Jumlah Balita Batuk/ Kesukaran Bernapas

Sesuai Kasus

207

Sesuai Kasus

21

0

Kunjungan Balita Batuk / Kesukaran Bernapas yang dihitung napas atau ada TDDK Sudah terlaksana

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, Evaluasi Kunjungan dilakukan setiap bulan

2.

Kasus Pneumonia pada Balita

48

(70%)

207

Sesuai Kasus

21

0

Cakupan penemuan Pneumonia pada Balita Sudah terlaksana

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, kerjasama dengan Jejaring dan kader dalam melakukan pelacakan dan penemuan kasus Pneumonia di wilayah kerja puskesmas

3.

Tatalaksana balita batuk/ kesukaran bernafas sesuai standar

Sesuai Kasus

207

Sesuai Kasus

21

0

Kasus yang dilakukan Pemeriksaan dan tatalaksana Standar Sudah terlaksana

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan serta, Training pengisian MTBS unuk seluruh petugas medis.

41 of 89

ISPA

  • Lingkungan dgn kepadatan penduduk yang tinggi.
  • Lingkungan dgn sirkulasi udara & pencahayaan yg buruk.
  • Lingkungan dgn tingkat kelembapan udara yg tinggi.
  • Tingginya tingkat polusi udara.
  • Status imunisasi yg tidak lengakap.
  • Kondis imunitas yang rendah.
  • Kondis mendis tertentu (Asma, PPOK, DM, dll)

IDENTIFIKASI

  • Kondisi lingkungan yang buruk (sirkulasi udara, pencahayaan, kelembapan, polusi udara & kepadatan penduduk).

ANALISIS

  • Melakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai ISPA, etika batuk, PHBS, dan kriteria rumah sehat melalui berbagai media.
  • Meningktkan capaian imunisai.
  • Melakukan kolaborasi dengan Promkes & Kesling.

RENCANA TINDAK LANJUT

42 of 89

ISPA

REGISTER PROGRAM ISPA

43 of 89

DOKUMENTASI

ISPA

DOKUMENTASI PROGRAM ISPA

44 of 89

KUSTA

45 of 89

KUSTA & FRAMBUSIA

INDIKATOR

TARGET

PER TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

SKRINING

BERCAK & KORENG

Sesuai

Kasus

1490

Sesuai

Kasus

1490

0

FRAMBUSIA

KUSTA

PB

KUSTA

MB

KUSTA

ANAK

KUSTA

CACAT TINGKAT 2

0

0

1

0

0

46 of 89

GRAFIK�CAPAIAN KUSTA & FRAMBUSIA

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN PROGRAM KUSTA TAHUN 2025

47 of 89

KUSTA & FRAMBUSIA

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Jumlah kasus kusta baru yang ditemukan

< 5/100.000 penduduk

0

Sesuai Kasus

0

0

Jumlah penderita kusta yang baru ditemukan pada periode 1 tahun per 100.000 penduduk tidak ada kasus

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, Serta kerjasama dengan Jejaring dan kader dalam melakukan pelacakan dan penemuan kasus Kusta di wilayah kerja puskesmas

2

Jumlah kasus Kusta PB & MB yang terdaftar & mendapatkan pengobatan

< 1/10.000

1

Sesuai Kasus

1

0

Jumlah penderita kusta PB dan MB terdaftar atau yang mendapatkan pengobatan pada saat tertentu per 10.000 penduduk tidak ada kasus

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, Serta kerjasama dengan Jejaring dan kader dalam melakukan pelacakan dan penemuan kasus Kusta di wilayah kerja puskesmas

48 of 89

KUSTA & FRAMBUSIA

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

3

Jumlah kasus Kusta dengan Cacat Tingkat 2

< 5%

0

Sesuai Kasus

0

0

Jumlah penderita kusta cacat tingkat 2 tidak ditemukan diantara kasus baru pada periode 1 tahun

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, Serta kerjasama dengan Jejaring dan kader dalam melakukan pelacakan dan penemuan kasus Kusta di wilayah kerja puskesmas

4

Jumlah Kasus Kusta Anak < 15 tahun

< 5%

0

Sesuai Kasus

0

0

Jumlah kasus anak <15 tahun diantara kasus yang baru ditemukan pada periode 1 tahun tidak ada kasus

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, Serta kerjasama dengan Jejaring dan kader dalam melakukan pelacakan dan penemuan kasus Kusta di wilayah kerja puskesmas

49 of 89

KUSTA & FRAMBUSIA

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

5

Jumlah Kasus RFT Kusta PB

100%

0

Sesuai Kasus

0

0

Jumlah penderita kusta baru PB tidak ada kasus

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, monitoring pengobatan setiap bulannya.

6

Jumlah Kasus RFT Kusta MB

80%

0

Sesuai Kasus

0

0

Jumlah penderita kusta baru MB tidak ada kasus

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, monitoring pengobatan setiap bulannya.

50 of 89

KUSTA & FRAMBUSIA

  • Kontak erat & lama dengan penderita kusta yg tidak di obati.
  • Lingkungan yang tidak sehat (daerah endemik, kepadatan hunian yg tinggi, kondisi rumah yang tidak sehat)
  • Personal hygiene buruk
  • Kurangnya pengetahuain mengenai Kusta.
  • Kondisi sosial & ekonomi
  • Kondis imunitas yang rendah.
  • Tidak teratur & terlambat dalam pengobatan Kusta.

IDENTIFIKASI

      • Kondisi lingkungan yg tidak sehat & masih adanya riwayat kontak erat & lama dengan penderita kusta.

ANALISIS

  • Penemuan kasus aktif : deteksi dini, tracing kontak erat & penjaringan di sekolah.
  • Pencegahan & pengendalian penularan : penyuluhan tg Kusta & pentingnya pengobatan serta profilaksis.
  • Penanganan penderita & pencegahan kecacatan : edukasi perawatan diri, pemeriksaan POD, pengawasan minum obat.

RENCANA TINDAK LANJUT

51 of 89

KUSTA & FRAMBUSIA

REGISTER PROGRAM KUSTA & FRAMBUSIA

52 of 89

DOKUMENTASI�KUSTA & FRAMBUSIA

53 of 89

TUBERKULOSIS

54 of 89

TUBERKULOSIS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Terduga TBC mendapatkan Pelayanan Sesuai Standar (SPM)

439

(100%)

374

(85%)

36

(100%)

50

-

65

Persentase Terduga TBC mendapatkan pelayanan sesuai standar (SPM)

Melakukan skrining TB kepada masyarakat

2

Penemuan TBC (Treatment Coverage)

90

(90%)

39

(43%)

7

(7.5%)

5

-

51

Cakupan penemuan Tuberkulosis (Treatment Coverage)

belum tercapai

Melakukan skrining TB ke masyarakat.

55 of 89

TUBERKULOSIS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

3

TBC Sensitif Obat (TBC SO) yang memulai pengobatan

Sesuai kasus

TBC yg ditemukan

39

Sesuai kasus

TBC yg ditemukan

5

0

Persentase pasien TBC SO yang memulai pengobatan tercapai

Melakukan pemantauan pengobatan pasien TBC

4

Keberhasilan pengobatan TBC

(Treatment Success Rate)

Pasien TBC sembuh & pengobatan lengkap

0

Pasien TBC sembuh & pengobatan lengkap

0

0

Angka keberhasilan pengobatan tuberkulosis (Treatment Success Rate) tercapai

Pemantauan dan Memberikan Motivasi, Melakukan pelacakan tb mangkir jika ada yang putus obat

56 of 89

TUBERKULOSIS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

5

Penemuan TBC Resistan Obat

(TBC RO)

3

(85%)

0

1

(8%)

0

0

Cakupan penemuan TBC RO tercapai

Melanjutkan skrining tbc resitan obat.

6

Pasien TBC RO yang memulai pengobatan

Sesuai kasus TBC yang ditemukan

0

Sesuai kasus TBC yang ditemukan

0

0

Persentase pasien TBC RO yang memulai pengobatan tercapai

Melanjutkan skrining TBC resitan obat.

57 of 89

TUBERKULOSIS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

7

Keberhasilan pengobatan TBC RO

Pasien TBC sembuh & pengobatan lengkap

0

Pasien TBC sembuh & pengobatan lengkap

0

0

Angka keberhasilan pengobatan tuberkulosis resistan obat tercapai

Pemantauan dan Memberikan Motivasi, Melakukan pelacakan TBC mangkir jika ada yang putus obat

8

Penemuan kasus TBC Anak

17

(90%)

17

(100%)

1

(7.5%)

2

0

Cakupan penemuan kasus TBC anak  tercapai

Melakukan skrining TB ke masyarakat.

58 of 89

TUBERKULOSIS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

9

Pasien TBC mengetahui status HIV

Sesuai kasus TBC yang ditemukan

51

Sesuai kasus TBC yang ditemukan

7

0

Pasien tuberkulosis mengetahui status HIV tercapai

Memberikan edukasi pentingnya pengecekan HIV, Melakukan skrining HIV

10

ODHIV baru memulai ART yang diskrining TBC

Sesuai temuan pasien HIV

0

Sesuai temuan pasien HIV

0

0

Persentase ODHIV baru memulai ART yang diskrining TBC tercapai

Memberikan edukasi tentang penting nya pengecekan HIV, Melakukan skrining HIV,Pelayanan TB Paru positif hiv sesuai standar

59 of 89

TUBERKULOSIS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

11

Terapi Pencegahan tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah

83

(72%)

31

(37%)

7

(6%)

4

-

52

Cakupan Terapi Pencegahan tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah tidak tercapai

Memberikan edukasi dan pemberian tpt kepada kontak serumah

60 of 89

GRAFIK�CAPAIAN TUBERKULOSIS

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN PROGRAM TBC TAHUN 2025

61 of 89

TUBERKULOSIS

REGISTER PROGRAM TBC

62 of 89

DOKUMENTASI�tuberkulosis

63 of 89

HIV & IMS

64 of 89

HIV & IMS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Presnetase orang dgn Risiko HIV/ AIDS yg mendapat pelayanan standar (tes HIV R1)

751

(100%)

511

(68%)

63

(100%)

63

(100%)

0

Cakupan Persentase Orang dgn Risiko HIV AIDS yg mendapatkan pelayanan standar�  tercapai 

Tetap mlakukan skrining ke masyarakat

2

ODHIV baru yang ditemukan & mendapatkan pengobatan ART

Sesuai kasus

5

Kasus

Sesuai

kasus

0

Kasus

0

Cakupan Persentase ODHIV Baru yang ditemukan & mendapatkan obat ART tercapai.

  • Melakukan skrining ke masyarakat. 
  • Merujuk semua pasien ODHIV ke Fasyankes PDP

65 of 89

HIV & IMS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

3

ODHIV yang mendapatkan hasil virus tersupresi

Sesuai kasus

1

Kasus

Sesuai

kasus

0

Kasus

(4 Kasus belum tersuspensi)

0

Pasein ODHIV belum mendapat hasil virus tersupresi :

  • 2 pasien baru ditemukan di bulan januari & April. 
  • 2  pasien lost to follow up → jadi blm dilakukan px Viral load HIV krn baru mulai ART kembali.

Akan melakukan pemantauan pengobatan ODHIV dgn berkoordinasi dgn PKM  rujukan PDP

4

Presentase Orang dengan Sifilis yang mendapatkan pengobatan

Sesuai kasus

6

Kasus

Sesuai

kasus

1

Kasus

0

Terdapat 6 kasus sifilis dan sudah dirujuk ke Fasyankes lanjutan 

Merujuk pasien ke Fasyankes lanjutan  untuk mengetahui stadium penyakit, penentuan terapi & memantau pengobatan

66 of 89

GRAFIK�CAPAIAN HIV & IMS

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN PROGRAM HIV & IMS TAHUN 2025

67 of 89

GRAFIK�CAPAIAN HIV & IMS

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN PROGRAM HIV & IMS TAHUN 2025

68 of 89

GRAFIK�CAPAIAN HIV & IMS

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN PROGRAM HIV & IMS TAHUN 2025

69 of 89

GRAFIK�CAPAIAN HIV & IMS

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN PROGRAM HIV & IMS TAHUN 2025

70 of 89

HIV & IMS

DATA SKRINING HIV & IMS

71 of 89

DOKUMENTASI�HIV & IMS

KEGIATAN MOBILE VCT PADA POPULASI KUNCI BERKERJA SAMA DENGAN LEMBAAG WAHANA CITA INDONESIA 25 APRIL 2025

72 of 89

PENGENDALIAN PENYAKIT

BERSUMBER BINATANG

( P2B2 )

73 of 89

PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG�(Demam Berdarah Dengue)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Angka Bebas Jentik (ABJ)

> 95%

6.000

Rumah

(90%)

500

Rumah

(7.5%)

89,5%

Dibulan ini ABJ tidak tercapai

dari 12 RW

Kerjasama dengan Kader dan RT dalam kegiatan JUMANTIK/ GREBEK JENTIK

2

RW yang sudah tersetifikasi bebas jentik

4 RW

(30% per Jumlah RW)

4

1

Per Tri wulan

0

0

4 RW tersertifikasi Bebas Jenitik

(RW 3, 5, 8, & 10) Kel. Cireundeu

Kerjasama dengan binwil, Kader dan RT dalam pemeriksaan jentik berkala

74 of 89

PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG�(Demam Berdarah Dengue)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET PER TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

3

Jumlah kasus DBD

Sesuai kasus

12

Sesuai kasus

2

0

Terdapat laporan kasus DBD di RW 09, Ponpes Darusunnaah dan perum. Puri laras 2

Kerjasama dengan Kader & RT dalam kegiatan JUMANTIK/ GREBEK JENTIK

4

Jumlah kematian Kasus DBD

Sesuai kasus

0

Sesuai kasus

0

0

Tidak terdapat kasus kematian karena DBD dibulan ini

Kerjasama dengan binwil, Kader & RT dalam penemuan kasus

75 of 89

GRAFIK�CAPAIAN P2B2�(Demam Berdarah Dengue)

RW DENGAN ABJ > 95% : RW 08 & RW 10

DATA CAPAIAN ABJ PER BULAN TAHUN 2025

76 of 89

PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG�(mALARIA)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET PER TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Jumlah kematian Kasus Malaria

Sesuai kasus

0

Sesuai kasus

0

0

Tidak ada

kasus dibulan ini

Kerjasama dengan binwil, Kader dan RT dalam penemuan kasus

2

Jumlah kasus Malaria yang dilakukan PE

Sesuai kasus

1

Sesuai kasus

0

0

Tidak ada

kasus dibulan ini

Kerjasama dengan binwil, Kader dan RT dalam penemuan kasus

77 of 89

GRAFIK�CAPAIAN P2B2�(MALARIA)

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN MALARIA TAHUN 2025

78 of 89

PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG�(FILARIASIS)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Jumlah kasus Filariasis

Sesuai

kasus

Sesuai

kasus

0

0

Tidak ada kasus di bulan ini

Kerja sama dengan binwil, kader dan RT setempat

2

Mendapat POPM

5.584/

tahap target / tahap 91%

5.550

2 tahap/ tahap 5.584

0

0

Dilakukan bulan 2 kali dalam satu tahun

POPM kecacingan dilakukan setahun 2 kali dalam jarak 6 bulan

79 of 89

PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG�(LEPTOSPIROSIS & PES)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1.

Jumlah kematian Kasus Leptospirosis & Pes

Sesuai Kasus

0

Sesuai Kasus

0

0

Tidak ada

kasus dibulan ini

Kerjasama dengan binwil, Kader dan RT dalam penemuan kasus

2.

Jumlah kasus Leptospirosis & Pes yang dilakukan PE

Sesuai Kasus

0

Sesuai Kasus

0

0

Tidak ada

kasus dibulan ini

Kerjasama dengan binwil, Kader dan RT dalam penemuan kasus

80 of 89

GRAFIK�CAPAIAN P2B2�(LEPTOSPIROSIS & PES)

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN LEPTOSPIROSIS & PES TAHUN 2025

81 of 89

PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG�(GIGITAN ULAR)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Jumlah kematian Kasus

Gigitan ular

Sesuai

Kasus

0

Sesuai kasus

0

0

Tidak ada kasus dibulan ini

Kerjasama dengan binwil, Kader dan RT dalam penemuan kasus

2

Jumlah kasus Gigitan ular yang dilakukan PE

Sesuai

kasus

0

Sesuai kasus

0

0

Tidak ada kasus dibulan ini

Kerjasama dengan binwil, Kader dan RT dalam penemuan kasus

82 of 89

GRAFIK�CAPAIAN P2B2�(GIGITAN ULAR)

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN GIGITAN ULAR TAHUN 2025

83 of 89

PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG�(RABIES)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

AGUSTUS

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

AGUSTUS

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Kasus

Rabies

Sesuai kasus

0

Sesuai kasus

0

0

Tidak ada kasus dibulan ini

Kerja sama dengan binwil, kader dan RT setempat

2

Penanganan kasus penyakit Rabies

Sesuai kasus

0

Sesuai kasus

0

0

Tidak ada kasus dibulan ini

Kerja sama dengan binwil, kader dan RT setempat

84 of 89

GRAFIK�CAPAIAN P2B2�(RABIES)

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN RABIES TAHUN 2025

85 of 89

DOKUMENTASI�PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG

86 of 89

KESIMPULAN

87 of 89

  • UPTD Puskesmas Cireundeu, Klaster 4 telah melaksanakan kegiatan program Penyakit Menular, Kesehatan Lingkungan dan Surveilans, namum ada beberapa program masih memerlukan evaluasi & peningkatan.
    • Program TBC :
      • Penemuan kasus TBC & pemberian TPT masih belum mencapai target.
    • Program P2B2 :
      • Masih didaptakannya ABJ < 95%

KESIMPULAN

88 of 89

  • Akan terus meningkatkan penemuan kasus aktif & pasif TBC dengan meningkatkan Kerjasama lintas program & sektor (Skrining masal, investigasi kontak, dan pemberdayaan Masyarakat).

  • Akan terus meningkatkan kegiatan PSN dengan meningkatkan Kerjasama lintas program & sektor (penyuluhan, edukasi, pelatihan & pemberdayaan kader Jumatik).

RENCANA TINDAK LANJUT

89 of 89