1 of 16

IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME �DALAM PEMBUATAN PETA PADA �MATA PELAJARAN GEOGRAFI

Oleh:

KELOMPOK GEOGRAFI

  1. DIDANG SETIAWAN
  2. H. MAHFUD
  3. PURYONO
  4. MOH. ZARWI
  5. ANDERSON
  6. LA TANI
  7. MEISKE H.LENGKONG
  8. ELLY
  9. NY. ASMIN BANAWI

2 of 16

SELAMAT BERSEMINAR� HOW TO CONSTRUCT KNOWLEDGE?

2

09/19/2021

3 of 16

A. Latar Belakang

  • Rendahnya prestasi belajar yang dicapai siswa saat ini, terutama pada mata pelajaran geografi, menunjukkan bahwa cara pembelajaran di sekolah belum mengarah kepada pendekatan mengajar yang sesuai dengan apa yang dikehendaki siswa.
  • Pada umumnya guru-guru di sekolah saat ini menganut sistem pembelajaran tradisional yang menempatkan guru dalam posisi sentral dan serba tahu. Dengan cara mengajar seperti ini guru bertindak sebagai pemberi ilmu pengetahuan kepada siswa-siswanya. Sedangkan siswa dianggap sebagai penerima pengetahuan yang pasif.
  • Guru tidak memperhatikan, apakah di dalam diri siswa sudah terjadi perubahan struktur kognitif atau belum.

3

09/19/2021

4 of 16

�B. Rumusan Masalah

  • Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam proses pembelajaran geografi khususnya menyangkut kompetensi pembuatan peta, sangat diperlukan adanya metode atau pendekatan yang tepat yang dapat mengembangakan siswa untuk dapat melakukan proses eksplorasi dan pemahaman konsep serta mengaplikasikan pengetahuannya.

4

09/19/2021

5 of 16

C. Tujuan Penulisan Makalah

  • Penulisan makalah ini ditujukan untuk memberi masukan kepada para pendidik, dalam rangka pengembangan dan peningkataan proses pembelajaran geografi.

5

09/19/2021

6 of 16

PEMBAHASAN MASALAH�

A. Apa konstruktivisme itu?

Dalam pendidikan geografi kita mengenal adanya proses dan produk. Kedua aspek ini perlu diperhatikan di dalam pengajaran geografi.

Pendekatan kontruktivisme adalah cara pembelajaran yang mengacu kepada kebutuhan siswa sebagai manusia yang mesti diperhatikan keberadaannya di dalam belajar. Dalam pendekatan ini, guru tidak mengajar menurut apa yang dikehendaki, tetapi menurut apa yang dikehendaki siswa. Dalam hal ini beralih dari teacher center ke student center. Jadi titik tolak pembelajarannya adalah sesuai dengan pengetahuan siswa sebelum mulai belajar. Inilah yang disebut dengan pengetahuan awal (prior knowledge) siswa.

6

09/19/2021

7 of 16

PENGERTIAN KONSTRUKTIVISME

  • cara pembelajaran yang mengacu kepada kebutuhan siswa sebagai manusia yang mesti diperhatikan keberadaannya di dalam belajar

  • Dalam hal ini beralih dari teacher center ke student center. Jadi titik tolak pengajarannya adalah sesuai dengan pengetahuan siswa sebelum mulai belajar. Inilah yang disebut dengan pengetahuan awal (prior knowledge) siswa.

7

09/19/2021

8 of 16

PRINSIP UMUM KONSTRUKTIVISME

  • Secara umum prinsip dasar konstruktivisme dapat di lihat pada bagan berikut.
  • (Lihat data internet)

8

09/19/2021

9 of 16

9

09/19/2021

10 of 16

Keunggulan konstruktivisme

  • Pencapaian konsep melalui pendekatan konstruktivisme lebih bermakna jika dibandingkan dengan pendekatan tradisional.
  • Menghubungkannya dengan pengetahuan awal siswa lebih bermakna, sehingga pembelajaran tidak sia-sia.
  • Pengetahuan itu diperoleh si pembelajar dengan cara mengkonstruksikan pengalaman-pengalamannya masa lalu yang pernah dialami si pembelajar, sehingga pembelajaran lebih bermakna

10

09/19/2021

11 of 16

Contoh: Langkah-langkah pendekatan � Konstruktivisme dalam pembelajaran � geografi di SMA, sebagai berikut.�

Mata pelajaran : Geografi

Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan pola dan cirri kenampakan alam dan budaya pada berbagai peta dan media citra

Indikator : Membuat peta berdasarkan hasil pengukuran

jarak dan arah dengan menggunakan alat Bantu

meteran dan kompas.

Kelas / semester : X/1

Waktu : 2 x 45 Menit

Sekenario pembelajaran

I. Tahap Eksplorasi

Dalam tahapan ini, guru dapat melontarkan pertanyaan-pertanyaan

sebagai berikut.

Apa yang Telah Kamu Ketahui?

Tuliskan apa sajakah yang kamu ketahui tentang peta?

Tuliskan apa yang ingin kamu ketahui tentang peta?

11

09/19/2021

12 of 16

  • II. Tahap Pengenalan Konsep
  • Dalam tahapan ini siswa diharapkan dapat memperoleh pemahaman tentang konsep-kosep yang harus mereka kuasai, dan ditemukan oleh mereka sendiri. Kegiatannya dapat dirancang sebagi berikut.
  • Secara berkelompok (terdiri dari empat orang )siswa menggali informasi tentang cara pembuatan peta dari berbagai sumber yang tersedia.
  • Mengidentifikasi peralatan yang diperlukan dalam pembuatan peta.(meteran, kompas, penggaris, kertas milimiter blok, dan pensil, busur)

12

09/19/2021

13 of 16

III. Tahap Aplikasi

Dalam tahapan ini diharapkan siswa telah memahami konsep dan dapat memperaktikan/menerapkan apa yang telah mereka pahami.

Pembelajarannya dilakukan di luar kelas (lapangan), guru sudah membagi dan menentukan objek yang akan dijadikan wilayah pemetaan. Pengalaman pembelajarannya dapat dirancang sebagai berikut.

Masing-masing kelompok melakukan pengukuran di luar kelas (lapangan) yang sudah ditentukan lokasinya masing-masing.

13

09/19/2021

14 of 16

  • Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil pengukuran di lapangan kemudian menggambarkan/memetakan hasil pengukurannya ke dalam kertas kerja sesuai dengan syarat-syarat pembuatan peta yang telah ditentukan.

  • Masing-masing kelompok kembali ke kelas, melengkapi hasil kerjanya.

  • Salah satu kelompok mempersentasikan hasil kerja ditanggapi oleh kelompok yang lain.

  • Seluruh hasil pekerjaan siswa dipajangkan di depan kelas untuk mendapatkan tanggapan dan masukan dari kelompok lain yang dilakukan secara bergantian untuk penyempurnaan hasil kerja masing-masing kelompok.

14

09/19/2021

15 of 16

LANGKAH PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME

Secara utuh langkah proses pembelajaran dengan pendekatan Konstruktivisme sbb:

  • Pemanasan-Apersepsi, Pelajaran dimulai dengan hal-hal yang diketahui dan dipahami siswa.
  • Eksplorasi, Materi/keterampilan baru diperkenalkan, dan dikaitkan dengan pengetahuan sebelumnya.
  • Pengenalan konsep & Konsolidasi pembelajaran, kaitan antaramateri ajar yang baru dengan berbagai aspek kegiatan/kehidupan di dalam lingkungan.
  • Aplikasi dan pembentukkan sikap dan prilaku. Siswa didorong untuk menerapkan konsep/pengertian yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. 
  • Penilaian Formatif. Kembangkan cara-cara untuk menilai hasil pembelajaran siswa. Gunakan hasil penilaian tersebut untuk melihat kelemahan atau kekurangan siswa dan masalah-masalah yang dihadapi guru.    

15

09/19/2021

16 of 16

KESIMPULAN

  • Pendekatan konstruktivisme adalah suatu cara pembelajaran yang mengacu pada gagasan-gagasan yang dibawa anak sebelum datang ke sekolah. Konsep mendasar dari pendekatan konstruktivisme adalah pengetahuan itu tidak dapat dipindahkan dari pikiran guru ke pikiran siswa secara utuh.

  • Pendekatan konstruktivisme cenderung dapat dipakai, karena titik tolak pengajarannya berhubungan dengan pengetahuan awal siswa, berhubungan dengan benda-benda konkret, adanya interaksi sosial menekankan pada hand-on dan minds-on, dan lain-lain.

  • Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme ini dapat diterapkan dengan berbagai ragam model, tetapi dalam model ini mengaplikasikan learning cycle yang dikemukakan oleh Herron.

16

09/19/2021