“ PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM)”
Dosen Pengampu:
Bapak Dr.M.Badrun, M.Ag
Disusun Oleh Kelompok 12
Pendahuluan
Pendahuluan
Pembahasan
Sejarah dan Tujuan Pendirian PMM
Platform Merdeka Mengajar (PMM) memainkan beberapa peran penting dalam mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia, antara lain:
Tujuan dan Fungsionalitas PMM
Peran dan Dampak PMM dalam Pendidikan
Efektivitas pembelajaran online menjadi isu penting terutama selama pandemi COVID-19. Beberapa langkah untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran online meliputi:
Memperbaiki jaringan internet dan mengakses aplikasi yang user-friendly.
Mengurangi jumlah jam mengajar dan mengajak guru menggunakan teknologi multimedia.
Mempersiapkan kurikulum dan silabus pembelajaran berbasis daring.
Melakukan bimbingan teknik online terkait peran dan tugas guru.
Menyediakan dukungan orang tua dalam mendampingi anaknya selama pembelajaran online.
Dengan langkah-langkah ini, pembelajaran online dapat lebih efektif dan mendukung kontinuitas belajar peserta didik. Platform online learning bersertifikat dapat membantu dengan menyediakan kursus online serta webinar interaktif yang bersertifikat untuk meningkatkan kemampuan mengajar.
Pengembangan Keterampilan Guru
Implementasi PMM dalam Sistem Pendidikan Nasional
Integrasi Platform Merdeka Mengajar (PMM) dalam kurikulum sekolah dapat dilakukan oleh guru dan kepala sekolah melalui berbagai fitur yang tersedia di platform tersebut, seperti portofolio guru, referensi Kurikulum Merdeka, dan e-Kinerja BKN. Ini membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung pengembangan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Platform ini menyediakan referensi dan alat bagi guru untuk mendokumentasikan prestasi dan pengalaman kerja, serta memudahkan pengelolaan kinerja melalui tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian.
Kepala sekolah dapat mendukung implementasi PMM dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan melakukan refleksi. Kolaborasi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran juga didorong untuk meningkatkan efektivitas pendidikan di sekolah.
Dukungan dan pengakuan resmi dari pemerintah sangat penting untuk mendukung implementasi PMM. Kemendikbudristek berkolaborasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mengintegrasikan e-Kinerja BKN dengan PMM, bertujuan mengoptimalkan pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah. Pemerintah dapat melakukan tindakan seperti mengintegrasikan e-Kinerja BKN dengan PMM dan memberikan dukungan serta pengakuan resmi terhadap implementasi PMM. Hal ini mendukung pengelolaan kinerja yang lebih baik dan pembelajaran yang lebih efektif serta efisien di sekolah-sekolah.
Tantangan dan Hambatan dalam Implementasi PMM.
Teknologi dan Infrastruktur
Keterlibatan Masyarakat
Evaluasi dan Pemantauan Keberhasilan PMM
Sistem Evaluasi Kinerja PMM
Pemantauan Kinerja Guru dan Tutor
Pemantauan kinerja guru dan tutor di PMM melibatkan berbagai metode untuk memastikan efektivitas proses pembelajaran:
Pemantauan dan Evaluasi Metode Pengajaran: Guru menerima umpan balik konstruktif untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam mengajar.
Pemantauan Berkala: Proses pengajaran dipantau secara berkala untuk mengidentifikasi kendala dan mengambil tindakan perbaikan cepat, memastikan pengalaman belajar siswa tetap efektif.
Penilaian Kinerja Individual: Kinerja guru dan tutor dievaluasi secara individual melalui penilaian dan evaluasi perencanaan kinerja.
Sistem Informasi Kontekstual: Pengelolaan kinerja menggunakan sistem informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan dan pengembangan karir guru.
Kerja Sama antara Guru dan Kepala Sekolah: Pengelolaan kinerja dilakukan bersamaan, memungkinkan kolaborasi dalam mengidentifikasi kendala dan mengambil tindakan perbaikan.
Data Terstruktur dan Terintegrasi: Penggunaan data yang terstruktur dan terintegrasi memastikan pengelolaan kinerja yang efektif dan efisien.
Keberlanjutan dan Pengembangan PMM
Fitur PMM
Rencana Pengembangan PMM
Kesimpulan
Terima Kasih