Mari sijaga kebadian ruang ibadahta, terlebih-lebih mari si mateken HPnta
2
2
Yang Melayani :
Pdt. Marina Br. Ginting, S.Th.
Sabtu pengharapan
19 April 2025
GBKP RUNGGUN TEBING TINGGI
KEBAKTIAN BAHASA INDONESIA
PUKUL : 19.00 WIB
PENGANTAR IBADAH
Tuhan penuhkanku dengan FirmanMu Tuhan penuhkanku dengan FirmanMu Hidupku bagai bejana kubawa ke sungaiMu Tuhan penuhkanku dengan FirmanMu Tuhan penuhkanku dengan damaiMu Tuhan penuhkanku dengan damaiMu Hidupku bagai bejana kubawa ke sungaiMu Tuhan penuhkanku dengan damaiMu |
Jemaat Berdiri
VOTUM & SALAM
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir.
(Ibrani 6 : 19)
KJ 038 : 1-3
1. | T'lah kutemukan dasar kuat, tempat berpaut jangkarku. Kekal, ya Bapa, Kau membuat PutraMu dasar yang teguh: Biarpun dunia lenyap, pegangan hidupku tetap! |
KJ 038 : 1-3
2. | Itulah rahmat yang abadi, yang melampaui akalku: Tuhan, Kaurangkul dalam kasih pedosa yang menjauhiMu! HatiMu iba tergerak mencari aku yang sesat. |
KJ 038 : 1-3
3. | Tak Kaubiarkan ciptaanMu terkapar dalam dosanya; telah Kauutus PuteraMu menyelamatkan dunia da pintu hati Kauketuk, agar terbuka bagiMu. |
Jemaat Duduk
Ketakutan manusia akan
kematian
L. | : | Yesus turun ke dalam kerajaan maut. Di sana juga IA menunjukkan bahwa kematian tak mampu memisahkan manusia dengan Tuhan. Sungguh Tuhan tidak menghendaki kita mati karena dosa, demi kita anak-anak yang IA kasihi. Apa lagikah yang menakutkan akan kematian? Dalam saat teduh ini mari kita ungkapkan ketakutan kita di hadapan Tuhan. |
Saat Teduh
Ketakutan manusia akan kematian
L. | : | Begitu banyak manusia yang berduka dan khawatir ketika orang yang ia kasihi menghadap Tuhan. Ada yang berpikir bahwa orang yang sudah mati, merasakan kepedihan dan kesepian. Kita lupa bahwa Tuhan yang menemani mereka. Tidak ada tempat yang mampu memisahkan kita dengan Tuhan. |
Ketakutan manusia akan kematian
L. | : | Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, di dalam saat teduh ini mari kita serahkan ketakutan kita akan kematian kepada Tuhan. Mari kita serahkan duka dan kekhawatiran kita kepada Tuhan akan orang-orang yang kita kasihi yang sudah terlebih dahulu meninggalkan kita. |
Saat Teduh
Ketakutan manusia akan kematian
L. | : | Jika kita menyelami jauh ke dalam relung hati kita, sejujurnya ada ketakutan menghadapi kematian. Karena menurut kita kematian adalah kehilangan dan keterpisahan abadi dengan anggota keluarga. Seringkali kita lupa bahwa kematian adalah jalan yang telah dilalui Yesus menuju kehidupan yang baru. |
Ketakutan manusia akan kematian
L. | : | Kematian juga adalah jalan kita bertemu dengan semua orang yang kita kasihi dalam persekutuan yang abadi di hadapan Tuhan. Jemaat yang dikasihi Tuhan, dalam saat teduh ini, mari kita menyerahkan hati dan pikiran kita untuk dibaharui Tuhan, sehingga jelas bagi kita bahwa kematian bukan lagi hal yang menakutkan bagi kita. |
Saat Teduh
KJ 058 : 1-3
1. | Maha kasih yang ilahi, nikmat sorga, turunlah Mendiami hati kami; Kau mahkota kurnia. Yesus, Kau berlimpah rahmat, Sumber kasih yang besar! Datanglah membawa s'lamat bagi kami yang gentar. |
Firman yang meneguhkan
Lit. | “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, IA yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya IA membawa kita kepada Allah.” (1 Petrus 3 : 18a) |
Jemaat Berdiri
KJ 353 : 1-3
1. | Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil, memanggil aku dan kau. Lihatlah Dia prihatin menunggu aku dan kau. Reff. "Hai mari datanglah, kau yang lelah, mari datanglah!" Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil, "Kau yang sesat, marilah!" |
KJ 353 : 1-3
2. | Janganlah ragu, Tuhanmu mengajak, mengajak aku dan kau; Janganlah enggan menerima kasihNya terhadap aku dan kau. Reff. "Hai mari datanglah, kau yang lelah, mari datanglah!" Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil, "Kau yang sesat, marilah!" |
KJ 353 : 1-3
3. | Waktu serta kesempatan berlalu yang dib'ri aku dan kau; nanti gelap kematian membayang mengancam aku dan kau. Reff. "Hai mari datanglah, kau yang lelah, mari datanglah!" Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil, "Kau yang sesat, marilah!" |
(Jemaat Duduk)
Firman Allah Mazmur 130 : 1 – 8
(Responsoria)
L. | 1Seruan dari dalam kesusahan Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! |
J. | 2Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. |
L. | 3Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? |
J. | 4Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang. |
Mazmur 130 : 1 – 8
L. | 5Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. |
J. | 6Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. |
Mazmur 130 : 1 – 8
L. | 7Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. |
J. | 8Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya. |
Mazmur 130 : 1 – 8
Lit. | : | Berbahagialah orang yang mendengarkan Firman Tuhan, yang memelihara, serta melakukannya dalam kehidupan sehari-hari, Haleluya. |
Jem. | : | (Dinyanyikan) Ha le lu ya, Ha le lu ya, Ha le lu … ya. |
Tema :
“Yesus Dikuburkan”
Yohanes 19 : 38 - 42
(Tunggal)
Pdt. Marina Br. Ginting, S.Th.
38. | Yesus dikuburkan Sesudah itu Yusuf dari Arimatea — ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi — meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu. |
Yohanes 19 : 38 – 42
39. | Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. |
Yohanes 19 : 38 – 42
40. | Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. |
41. | Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. |
Yohanes 19 : 38 – 42
42. | Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ. |
Yohanes 19 : 38 – 42
Tema :
“Yesus Dikuburkan”
Yohanes 19 : 38 - 42
(Tunggal)
Pdt. Marina Br. Ginting, S.Th.
Pengakuan Iman
(Jemaat Berdiri)
Aku percaya kepada Allah Bapa yang mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Dan aku percaya kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita, yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.
Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang mahakuasa, dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan Am; persekutuan orang kudus; pengampunan dosa; kebangkitan daging, dan hidup yang kekal. Amin.
(Jemaat Duduk)
Lit. | : | “Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, Firman Tuhan, yang mengasihi engkau.” (Yesaya 54 : 10) |
KJ 393 : 1-
1. | Tuhan, betapa baiknya berkat yang Kauberi, teristimewa rahmatMu dan hidup abadi. Reff. T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku! Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi |
KJ 393 : 1-
2. | Sanak saudara dan teman Kau b’ri kepadaku; berkat terindah ialah: ‘ku jadi anakMu. Reff. T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku! Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi |
KJ 393 : 1-
3. | Setiap hari rahmatMu tiada putusnya: hendak kupuji namaMu tetap selamanya. Reff. T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku! Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi |
L. | : | Saudara-saudari, nyatalah bagi kita bahwa melalui kematian Yesus, Allah menunjukkan kuasa dan kasihNya untuk keselamatan orang percaya kepadaNya |
J. | : | Ya Tuhan, aku tidak takut, sebab Engaku telah mengalahkan kuasa kematian yang dahulu mengikat aku. Kematian tidak mampu memisahkan aku dari kasih setiaMu. |
TEKAD
(Jemaat Berdiri)
L. | : | Yesus Kristus senantiasa beserta kita, bahkan sampai kematian sekalipun. Sehingga tidak ada lagi ruang dan waktu yang mampu memisahkan kita denganNya. |
J. | : | Ya Tuhan, atas penyertaanMu hatiku menjadi damai dan tentram. Sungguh damai dan tentram hatiku ya Tuhan, atas penyertaanMu, dan aku tidak khawatir lagi akan kematian. |
TEKAD
KJ 363 : 1-3
1. | Bagi Yesus kuserahkan hidupku seluruhnya; hati dan perbuatanku, pun waktuku milikNya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milikNya. Bagi Yesus semuanya, Pun waktuku milikNya. |
KJ 363 : 1-3
2. | Tanganku kerja bagiNya, kakiku mengikutNya; mataku memandang Yesus; yang kupuji Dialah! Bagi Yesus semuanya, yang kupuji Dialah! Bagi Yesus semuanya, yang kupuji Dialah! |
KJ 363 : 1-3
3. | Ya, sejak kupandang Yesus, kutinggalkan dosaku; pada Dia 'ku terpaut, Dia Jurus'lamatku. Bagi Yesus semuanya, Dia Jurus'lamatku. Bagi Yesus semuanya, Dia Jurus'lamatku. |
Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin
“Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kita (kamu) dengan segala yang baik untuk melakukan kehendakNya, dan mengerjakan di dalam kita (kamu) apa yang berkenan kepadaNya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.” Amin. Jemaat. : A....min, A.......min, A......min |
Saat Teduh