1 of 17

MANAJEMEN KEUANGAN���

EDISI KEDELAPAN

BUKU I

EUGENE F. BRIGHAM

JOEL F. HOUSTON

TIM

2 of 17

BAB 10��

DASAR-DASAR PENGANGGARAN MODAL

Penerbit Erlangga

3 of 17

TUJUAN BAB 10

  • Membahas proses penganggaran modal

Penerbit Erlangga

4 of 17

PENGANGGARAN MODAL

  • Penganggaran modal adalah proses menganalisis investasi aktiva tetap yang potensial

  • Keputusan penganggaran modal mungkin merupakan bagian terpenting yang harus dilakukan manajer keuangan

Penerbit Erlangga

5 of 17

PERIODE PEMULIHAN

  • Periode pemulihan didefinisikan sebagai jumlah tahun yang dibutuhkan untuk menutup biaya proyek

Penerbit Erlangga

6 of 17

METODE PEMULIHAN

  • Metode pemulihan reguler mengabaikan arus kas yang berada di luar periode pemulihan, dan metode ini tidak mempertimbangkan nilai waktu dari uang

  • Namun metode pemulihan memberikan petunjuk tentang risiko dan likuiditas proyek, karena metode ini menunjukkan berapa lama modal yang diinvestasikan akan berada "dalam risiko"

Penerbit Erlangga

7 of 17

METODE PEMULIHAN DISKONTO

  • Metode pemulihan yang didiskontokan adalah sama dengan metode pemulihan reguler �kecuali bahwa metode ini mendiskontokan arus kas pada biaya modal proyek

  • Metode ini juga mempertimbangkan nilai waktu dari uang, tetapi mengabaikan arus kas di luar periode pemulihan

Penerbit Erlangga

8 of 17

NPV

  • Metode nilai sekarang bersih (NPV) mendiskontokan semua arus kas pada biaya modal proyek dan kemudian menjumlahkan semua arus kas tersebut

  • Proyek akan diterima jika NPVnya adalah positif

Penerbit Erlangga

9 of 17

IRR

  • Tingkat pengembalian internal (IRR) didefinisikan sebagai tingkat diskonto yang membuat NPV proyek sama dengan nol

  • Proyek akan diterima jika IRR lebih besar daripada biaya modal

Penerbit Erlangga

10 of 17

NPV VS IRR:�Konflik

  • Metode NPV dan IRR menghasilkan keputusan yang sama antara menerima/menolak atas proyek independen, �tetapi jika proyek bersifat mutually exclusive, maka konflik peringkat akan timbul

  • Jika terjadi konflik, maka metode NPV sebaiknya digunakan

Penerbit Erlangga

11 of 17

NPV VS IRR:�Asumsi Reinvestasi

  • Metode NPV mengasumsikan bahwa arus kas akan direinvestasi pada biaya modal perusahaan, sementara metode IRR mengasumsikan reinvestasi pada IRR proyek

  • Reinvestasi pada biaya modal umumnya merupakan asumsi yang lebih baik karena hal ini lebih mendekati pada kenyataan

Penerbit Erlangga

12 of 17

NPV VS IRR:�Kesimpulan

  • Baik metode NPV maupun IRR adalah lebih baik daripada metode pemulihan, �tetapi NPV lebih baik dibandingkan IRR

Penerbit Erlangga

13 of 17

MIRR

  • Metode IRR yang dimodifikasi (MIRR) memperbaiki beberapa masalah yang timbul dengan IRR reguler:
    1. Melibatkan nilai terminal (Terminal Value) dari arus kas masuk, yang dimajemukkan pada biaya modal perusahaan
    2. Menentukan tingkat diskonto, yang membuat nilai sekarang dari nilai terminal sama dengan nilai sekarang arus kas keluar

Penerbit Erlangga

14 of 17

PERTIMBANGAN MANAJER

  • Manajer yang berpengalaman akan mempertimbangkan semua pengukuran evaluasi proyek, karena setiap ukuran tersebut memberikan informasi yang sangat berguna

Penerbit Erlangga

15 of 17

POST-AUDIT

  • Post-Audit adalah unsur kunci dari penganggaran modal

  • Dengan membandingkan hasil aktual terhadap hasil yang diprediksikan dan kemudian menentukan mengapa perbedaan ini terjadi, �para pengambil keputusan dapat meningkatkan baik operasi ataupun ramalan atas hasil proyek

Penerbit Erlangga

16 of 17

PILIHAN PERUSAHAAN KECIL

  • Perusahaan kecil cenderung menggunakan metode pemulihan daripada metode arus kas yang didiskontokan
  • Hal ini mungkin masuk akal karena:
    • Biaya pelaksanaan analisis DCF mungkin melebihi manfaat proyek
    • Biaya modal perusahaan tidak dapat diestimasi secara akurat
    • Pemilik perusahaan kecil mungkin mempertimbangkan tujuan nonmoneter

Penerbit Erlangga

17 of 17

Penerbit Erlangga