DIBENTUK JADI ULET DAN SABAR
MINGGU 4
Yakobus 1:2–4
Tidak seorang pun menyukai pencobaan, tetapi Yakobus menunjukkan bahwa Tuhan dapat memakai pencobaan untuk menghasilkan ketekunan.
Masalah mungkin tidak langsung berubah, tetapi melalui masalah Tuhan dapat mengubah kita.
Ketekunan dan kedewasaan sering kali lahir melalui proses yang tidak mudah.
Apa yang nats ini ajarkan tentang bagaimana Tuhan membentuk kita menjadi pribadi yang ulet dan sabar?
UJIAN MENGHASILKAN KETEKUNAN
(ay. 2–3)
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
Yakobus mengajarkan agar kita memandang pencobaan dengan perspektif iman karena ujian terhadap iman menghasilkan ketekunan.
Iman yang tidak pernah diuji tidak akan pernah diketahui kekuatannya.
Tuhan dapat memakai tekanan dan kesulitan untuk membangun “otot rohani” kita.
Jangan hanya bertanya, “Mengapa ini terjadi?” tetapi juga, “Apa yang sedang Tuhan bentuk melalui ini?”
KETEKUNAN MEMBENTUK KEDEWASAAN
(ay. 4a)
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang,...
Yakobus meminta agar ketekunan menghasilkan buah yang matang dalam hidup kita.
Ketekunan mengajar kita untuk tidak mudah menyerah, mengeluh, atau meninggalkan Tuhan ketika keadaan sulit.
Orang dewasa secara rohani bukan orang yang tidak memiliki masalah, tetapi orang yang memiliki respons yang semakin matang terhadap masalah.
Kedewasaan terlihat ketika kita mulai bertanya bukan hanya “mengapa?”, tetapi “apa yang Tuhan sedang ajarkan?”
KEDEWASAAN MEMBAWA KEINDAHAN
(ay. 4b)
…supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.
Tujuan proses itu adalah agar kita menjadi “sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Tuhan tidak menyia-nyiakan proses; Ia memakai setiap proses untuk membentuk keindahan kehidupan kita.
Kita sering ingin Tuhan segera mengubah keadaan, tetapi Tuhan sering kali memilih mengubah kita terlebih dahulu.
Jangan berhenti di tengah proses hanya karena kita belum melihat hasil akhirnya. Tuhan sedang membawa kita menuju kedewasaan.