1 of 22

Kementerian Agama Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam

Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah

TOLERANSI DALAM KEBERAGAMAN

1’

2 of 22

TUJUAN

PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK

PENINGKATAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK

Memahami pijakan teologis dan konsep Toleransi dalam Keberagaman di lingkungan madrasah

Memahami prinsip-prinsip Toleransi dalam Keberagaman di lingkungan madrasah

Memahami akutualisasi nilai-nilai toleransi dalam keberagaman di lingkungan madrasah

Merefleksi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah

Merencanakan pembelajaran yang sesuai kondisi peserta didik

Melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan potensi peserta didik

Melaksanakan penilaian pembelajaran yang adil dan komprehensif

2’

3 of 22

Moderasi Beragama dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling bertautan. Setiap faktor berinteraksi dan saling mempengaruhi sehingga membentuk sebuah sistem yang kompleks. Penguatan Moderasi Beragama perlu dilakukan secara holistik dan komprehensif dengan pendekatan sinergitas kerja sama.

MASYARAKAT

Praktik keberagamaan, budaya, keluarga, keterlibatan, kepeloporan, perempuan, dan anak muda

Ekosistem

Moderasi Beragama

PENDIDIKAN

Praktik keberagamaan, budaya, keluarga, keterlibatan, kepeloporan, perempuan, dan anak muda

KEAGAMAAN

Pemuka agama, organisasi berbasis keagamaan, rumah ibadah, penyiaran agama, pendidikan agama, komodifikasi agama

MEDIA

Komodifikasi kasus agama, kemerdekaan berpendapat, distorsi informasi, disrupsi otoritas keagamaan

POLITIK

Praktik politik kekuasaan dan kebangsaan, populisme

NEGARA

Ideologi, paradigma konstitusional, kebijakan, program dan layanan, regulasi dan penegakan hukum, desentralisasi, sistem ekonomi, aktor negara

KOMPLEKSITAS PENGETAHUAN

LITERASI SOSIAL BUDAYA

6

4’

RPJMN 2000-2024

4 of 22

FAKTOR MUNCULNYA INTOLERAN

DI LEMBAGA PENDIDIKAN

Kurang mengembangkan proses pembelajaran yang mampu menarik minat dan antusiasme untuk terlibat aktif selama pelajaran yang mengaurusutamakan karakteristik peserta didik

Arah perkembangan iklim pembelajaran yang semakin kompetitif, impersonal, dan kurang membuka kesadaran peserta didik

Cenderung memiliki “kepribadian impulsif”

dan sering kali kesulitan mengendalikan emosi

PERLUNYA

MENING-

KATKAN

LITERASI

1’

5 of 22

Tuduhan yang Tak BerdasarMODERASI BERAGAMA

PELUANG

TANTANGAN

  • Akar historis pembentukan NKRI
  • Misi kemanusiaan dalam agama
  • Pancasila sebagai titik temu peradaban manusia Indonesia
  • Dialog organisasi-organisasi agama
  • Budaya & kearifan lokal sebagai penyangga kerukunan

  • Agama yang janus face (kontradiktif)
  • Doktrin kebenaran tunggal perspektif theology
  • Kompleksitas problem sosial ekonomi
  • Pemahaman keagamaan bervariasi
  • Masuknya simbol agama dalam ranah publik

Pentingnya menggali akar teologis moderasi

dalam ajaran agama yang dianut.

Sehingga mendapatkan pijakan teologis yang kokoh

dalam ajaran agama untuk beragama

KONTEKS PERSONAL, MASYARAKAT DAN RELIGIUS DALAM TIGA DOMAIN LITERASI SOS-BUD (KOMITMEN KEBANGSAAN, TOLERANSI, AKOMODATIF DAN INKLUSIF)

4’

6 of 22

Apa yang Bapak/Ibu ketahui atau pahami tentang konsep Moderasi Beragama?

Brainstorming

1

2

Menurut Bapak/Ibu ada berapa indikator Moderasi Beragama, sebutkan?

3

Menurut Bapak/Ibu pentingkah Moderasi Beragama diaktualisasikan dalam kegiatan pembelajaran di madrasah, berikan alasan?

5’

7 of 22

MODERASI BERAGAMA

MODERASI BERAGAMA

BUKAN MODERASI AGAMA

RANAH FURUIYYAH BUKAN

USHULIYYAH

Cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama – yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa

Moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

4 INDIKATOR

- Komitmen Kebangsaan

- Toleransi

- Anti kekerasan

- Penghormatan thd tradisi

9 KATA KUNCI

  • Kemanusiaan
  • Kemaslahatan umum
  • Adil
  • Berimbang

5’

8 of 22

8

4 INDIKATOR

NILAI MODERASI BERAGAMA

KOMITMEN KEBANGSAAN

Penerimaan terhadap prinsip-­prinsip berbangsa yang tertuang dalam Konstitusi UUD 1945 dan regulasi di bawahnya. Indikator inilah yang sering juga dipergunakan sebagai indikator ekstremisme yang biasanya memiliki pandangan ingin mengubah sistem sosial dan politik yang sudah ada dan menghujat Pancasila sebagai thaghut

01

TOLERANSI

Sikap untuk memberi ruang dan tidak mengganggu hak orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan menyampaikan pendapat, meskipun hal tersebut berbeda dengan apa yang kita yakini. Jadi toleransi mengacu pada sikap terbuka, lapang dada, sukarela, dan lembut dalam menerima perbedaan

02

ANTI KEKERASAN

Menolak cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan masalah, misalnya dalam melakukan perubahan yang diinginkan

03

PENGHORMATAN

TERHADAP TRADISI

Orang-­orang yang moderat memiliki kecenderungan lebih ramah dalam penerimaan tradisi dan budaya lokal dalam perilaku keagamaannya, sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama.

04

AKOMODATIF DAN INKLUSIF

KONTEN DAN SUB-KONTEN LITERASI SOS-BUD

KERAGAMAN INDONESIA:

Agama, budaya, etnis, dll

MUNCULNYA TAFSIR KEBENARAN SECARA SUBJEKTIF:

pergeseran tatanan nilai, sosial bangsa, kekeringan nilai spiritual, individu yang ekstreme

5’

9 of 22

PIJAKAN

TEOLOGIS & KONSEP

MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF AGAMA-AGAMA

10 of 22

PIJAKAN TEOLOGIS MODERASI BERAGAMA

PERSPEKTIF AGAMA-AGAMA

ISLAM: “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”(QS. Al Baqarah: 143)

HINDU: Pluralitas manusia dalam potensi dirinya, dengan memberikan kebebasan mengekspresikan Tuhannya. Pluralitas merupakan bagian dari sebuah kehidupan yang patut untuk senantiasa dihargai dan dijaga, selayaknya kita bersikap terhadap diri sendiri (Atharwaweda XII 1.4.5)

KONGHUCU: Seorang Junzi (luhur budi / insan kamil) memuliakan tiga hal: memuliakan Firman “Tuhan Yang Maha Esa, memuliakan orang-orang besar (Para Suci) dan memuliakan Sabda Para Nabi” (Lun Yu XVI :8).

KRISTEN: Cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri (Matius 22:39)

BUDHA: “Bagaimanapun jalan manusia untuk mendekati-Ku, Aku akan menerimanya wahai Arjuna. Manusia dapat mengikuti jalan-Ku dalam segala jalan.” (Pudja, 2013: 113)

KATHOLIK: Menjadi cara pandang untuk menengahi extremitas tafsir ajaran Katolik yang dipahami oleh sebagian umatnya, yaitu dengan melakukan interaksi semaksimal mungkin antara agama yang satu dengan agama lain, aliran satu dengan aliran lain (Dekrit Konsili Vatikan II “Nostra Aetate”)

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

LITERASI SOS-BUD

3’

11 of 22

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) LITERASI SOSIAL BUDAYA

KONSEP MODERASI BERAGAMA

PERSPEKTIF AGAMA-AGAMA

ISLAM: Sikap dan pandangan yang tidak berlebihan, tidak ekstrem dan tidak radikal dalam bersikap, berperilaku dalam beragama:

HINDU:Sikap tidak berlebih dalam menjalankan ajaran agama Hindu dan dilakukan secara seimbang sesuai dengan konsep utama ajaran Panca Sradha dan Tri Kerangka Dasar Agama Hindu

KHONGHUCU:Iman kepada Tuhan sebagai akar dan landasan dalam belajar, mawas diri dan membina diri membangun rumah tangga, hidup bermasyarakat, berbangsa, bernegara bahkan dunia

KRISTEN: seimbang pada dua hal yakni memahami teks (kitab suci) keagamaan harus sesuai dengan konteks, dan menjunjung kemanusiaan sebagai inti dari beragama itu sendiri

BUDDHA: Sikap batin yang seimbang di dasari oleh cinta kasih, belas kasih, dan rasa simpati dalam memahami dan mempraktikkan Dhamma (ajaran Buddha)

3’

12 of 22

Kementerian Agama Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam

Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah

MENUJU

MADRASAH MAJU, BERMUTU, MENDUNIA

13 of 22

PENINGKATAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIK

KOMPETENSI

PERSONAL RELIGIUS

Melekat nilai-nilai agama yang akan diinternalisasikan kepada peserta didik

KOMPETENSI

PROFESIONAL RELIGIUS

Memiliki kemampuan secara profesional dalam menjalankan tugasnya dan wawasan keahlian dalam perspektif agama

KOMPETENSI

SOSIAL RELIGIUS

Memiliki kemampuan (kepedulian) terhadap masalah sosial yang selaras dengan ajaran agama

KOMPETENSI

PEDAGOGIS RELIGIUS

Memiliki kemampuan menghubungkan nilai-nilai agama yang dihubungkan antara materi pembelajaran, fenomena yang ada dengan dalil juga nilai agama kepada peserta didik

3’

14 of 22

SINTAKS PEMBELAJARAN �MODERASI BERAGAMA DI MADRASAH

Remembering

Understanding

Applying

Analyzing

Evaluating

LEVEL KOMPETENSI LITERASI SOSBUD

Peserta didik diajari untuk MENGINGAT tentang materi yang diajarkannya, misalnya tentang definisi moderasi beragama, ciri moderasi beragama, dan sebagainya

Peserta didik diajari untuk MEMAHAMI berdasar atas kesadarannya tentang perlunya dan pentingnya moderasi beragama

Peserta didik diajari MEMPRAKTIKKAN tentang pemahaman moderasi beragama, misalnya lewat permainan peran atau langsung dengan orang lain yang berbeda keyakinan agamanya, termasuk bagaimana sikap dan tindakannya

Peserta didik diajari MENGANALISIS atas berbagai peristiwa yang terkait dengan kerukunan umat, toleransi, konflik sosial dan sebagainya

Peserta didik diajari melakukan PENILAIAN atas suatu peristiwa dengan tujuan mereka mengembangkan sikap dan tindakan yang relevan dengan pesan-pesan moderasi agama

3’

15 of 22

PRINSIP PEMBELAJARAN UNESCO

D

C

A

B

LEARNING TO KNOW

(belajar agar tahu)

Peserta didik diajak untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan dan berguna

bagi kehidupan.

Pendidik menempatkan dirinya sebagai

kawan berdialog bagi peserta didik

LEARNING TO DO

(belajar agar dapat melakukan)

Peserta didik tidak hanya diajari sekadar untuk mengetahui saja, tetapi juga diajar untuk terampil berbuat atau mengerjakan sesuatu bermakna bagi kehidupan.

Peserta didik diarahkan untuk mampu mengelola kehidupan keagamaan

dalam fokus kerjanya

LEARNING TO BE

(belajar untuk mengembangkan diri)

Proses pemahaman terhadap

kebutuhan dan jati diri.

Peserta didik diajak untuk berproses memahami dirinya dalam konteks keberagaman dan inklusi sosial, serta memperkuat nilai-nilai pribadi yang selaras seperti adil, respek, dll

LEARNING TO LIVE TOGETHER (belajar untuk hidup bersama)

Pendidik melatih mengembangkan keterampilan peserta didik untuk menjalani hidup bersama, saling menghargai, terbuka, saling memberi dan menerima

4’

16 of 22

Kementerian Agama Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam

Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah

MENUJU

MASYARAKAT MODERAT BERMARTABAT

17 of 22

UDAR ASUMSI� MEMBANGUN PERSPEKTIF

Mengembangkan proses berpikir yang kita miliki,

untuk beralih dari sebuah fakta ke sebuah tindakan

juga menguji pemikiran orang lain

demi mencapai kesimpulan yang lebih baik secara bersama-sama

Segitiga adalah bangun datar yang dibatasi dengan adanya tiga buah sisi serta memiliki tiga buah titik sudut

Lingkaran adalah kumpulan titik-titik pada garis bidang datar yang semuanya berjarak sama dari titik tertentu (pusat lingkaran) yang jika dihubungkan satu sama lain akan membentuk suatu garis lengkung yang tidak berujung

PETA ADALAH ASUMSI

PETA ADALAH FAKTA

4’

18 of 22

VOICE OF JUDGEMENT

Suara penghakiman

3 SUARA KETERBUKAAN

VOICE

OF FEAR

Suara

ketakutan

VOICE OF

CYNICISM

Suara

sinisme

KONTEKS RELIGIUS, DOMAIN AKOMODATIF DAN INKLUSIF

Dapat membangun kehidupan sosial politik dengan nilai-nilai luhur yang dibutuhkan sebagai pondasi kemaslahatan bersama

المحُاَفَظَةُ عَلَى القَدِيْمِ الصَالِحِ وَالأَخْذُ باِلجَدِيْدِ الأَصْلَحِ

OPEN

MIND

Pikiran terbuka

OPEN

HEART

Membuka

hati

OPEN

WILL

Keinginan

terbuka

4’

19 of 22

IMPLIKASI

TOLERANSI DALAM KEBERAGAMAN

Budaya Madrasah

01

Kehidupan Masyarakat

02

20 of 22

10 NILAI

MODERASI BERAGAMA

Berkeadaban

(Ta’addub)

BUDAYA MADRASAH

iklim, kebijakan, pola interaksi dan komunikasi serta norma

yang berlaku

Keteladanan

(Qudwah)

Jalan tengah

(Tawassuṭ)

Kebangsaan (Muwathonah)

Adil & Konsisten (I’tidal)

Berimbang (Tawazun)

Kesetaraan

(Musawwah)

Musyawarah

(Syura)

Toleransi

(Tasammuh)

Dinamis & inovatif

(Tatawwur wal ibtikar)

TERWUJUDNYA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI – P5RA

4’

21 of 22

MENGAPRESIASIKAN UNSUR

(RABBANIYYAH-INSANIYYAH

(Ketuhanan- Kemanusiaan)

MENGKOMBINASI ANTARA

MADDIYYAH - RUHIYYAH

(Materialisme - Spiritualisme)

MENGGABUNGKAN ANTARA

WAHYU - AKAL

AL JAMAIYYAH AL FARDIYYAH

(Maslahah Ammah - Individu)

DALAM MASYARAKAT

Religiousitas Social (QS. Al Anbiya: 107)

RAHMATAN LIKULLI ‘AQILIN

Cinta kasih kepada sesama manusia

RAHMATAN LIKULLI GHAIRI ‘AQILIN

Cinta kasih kepada selain manusia

Menyadari bahwa perbedaan adalah sunnatullah

Keanekaragaman adalah fitrah bangsa

Bangsa Indonesia adalah beragama

4’

22 of 22

Thank You

Salam AKMI

فَذَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحُ جَــــوْهَرُ

Guruku adalah pembimbing jiwa,

dan jiwa itu bagaikan mutiara

1’