Kementerian Agama Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah
TOLERANSI DALAM KEBERAGAMAN
1’
TUJUAN
PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK
PENINGKATAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK
Memahami pijakan teologis dan konsep Toleransi dalam Keberagaman di lingkungan madrasah
Memahami prinsip-prinsip Toleransi dalam Keberagaman di lingkungan madrasah
Memahami akutualisasi nilai-nilai toleransi dalam keberagaman di lingkungan madrasah
Merefleksi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah
Merencanakan pembelajaran yang sesuai kondisi peserta didik
Melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan potensi peserta didik
Melaksanakan penilaian pembelajaran yang adil dan komprehensif
2’
Moderasi Beragama dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling bertautan. Setiap faktor berinteraksi dan saling mempengaruhi sehingga membentuk sebuah sistem yang kompleks. Penguatan Moderasi Beragama perlu dilakukan secara holistik dan komprehensif dengan pendekatan sinergitas kerja sama.
MASYARAKAT
Praktik keberagamaan, budaya, keluarga, keterlibatan, kepeloporan, perempuan, dan anak muda
Ekosistem
Moderasi Beragama
PENDIDIKAN
Praktik keberagamaan, budaya, keluarga, keterlibatan, kepeloporan, perempuan, dan anak muda
KEAGAMAAN
Pemuka agama, organisasi berbasis keagamaan, rumah ibadah, penyiaran agama, pendidikan agama, komodifikasi agama
MEDIA
Komodifikasi kasus agama, kemerdekaan berpendapat, distorsi informasi, disrupsi otoritas keagamaan
POLITIK
Praktik politik kekuasaan dan kebangsaan, populisme
NEGARA
Ideologi, paradigma konstitusional, kebijakan, program dan layanan, regulasi dan penegakan hukum, desentralisasi, sistem ekonomi, aktor negara
KOMPLEKSITAS PENGETAHUAN
LITERASI SOSIAL BUDAYA
6
4’
RPJMN 2000-2024
FAKTOR MUNCULNYA INTOLERAN
DI LEMBAGA PENDIDIKAN
Kurang mengembangkan proses pembelajaran yang mampu menarik minat dan antusiasme untuk terlibat aktif selama pelajaran yang mengaurusutamakan karakteristik peserta didik
Arah perkembangan iklim pembelajaran yang semakin kompetitif, impersonal, dan kurang membuka kesadaran peserta didik
Cenderung memiliki “kepribadian impulsif”
dan sering kali kesulitan mengendalikan emosi
PERLUNYA
MENING-
KATKAN
LITERASI
1’
Tuduhan yang Tak Berdasar�MODERASI BERAGAMA
PELUANG
TANTANGAN
Pentingnya menggali akar teologis moderasi
dalam ajaran agama yang dianut.
Sehingga mendapatkan pijakan teologis yang kokoh
dalam ajaran agama untuk beragama
KONTEKS PERSONAL, MASYARAKAT DAN RELIGIUS DALAM TIGA DOMAIN LITERASI SOS-BUD (KOMITMEN KEBANGSAAN, TOLERANSI, AKOMODATIF DAN INKLUSIF)
4’
Apa yang Bapak/Ibu ketahui atau pahami tentang konsep Moderasi Beragama?
Brainstorming
1
2
Menurut Bapak/Ibu ada berapa indikator Moderasi Beragama, sebutkan?
3
Menurut Bapak/Ibu pentingkah Moderasi Beragama diaktualisasikan dalam kegiatan pembelajaran di madrasah, berikan alasan?
5’
MODERASI BERAGAMA
MODERASI BERAGAMA
BUKAN MODERASI AGAMA
RANAH FURUIYYAH BUKAN
USHULIYYAH
Cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama – yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum – berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa
Moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
4 INDIKATOR
- Komitmen Kebangsaan
- Toleransi
- Anti kekerasan
- Penghormatan thd tradisi
9 KATA KUNCI
5’
8
4 INDIKATOR
NILAI MODERASI BERAGAMA
KOMITMEN KEBANGSAAN
Penerimaan terhadap prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam Konstitusi UUD 1945 dan regulasi di bawahnya. Indikator inilah yang sering juga dipergunakan sebagai indikator ekstremisme yang biasanya memiliki pandangan ingin mengubah sistem sosial dan politik yang sudah ada dan menghujat Pancasila sebagai thaghut
01
TOLERANSI
Sikap untuk memberi ruang dan tidak mengganggu hak orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan menyampaikan pendapat, meskipun hal tersebut berbeda dengan apa yang kita yakini. Jadi toleransi mengacu pada sikap terbuka, lapang dada, sukarela, dan lembut dalam menerima perbedaan
02
ANTI KEKERASAN
Menolak cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan masalah, misalnya dalam melakukan perubahan yang diinginkan
03
PENGHORMATAN
TERHADAP TRADISI
Orang-orang yang moderat memiliki kecenderungan lebih ramah dalam penerimaan tradisi dan budaya lokal dalam perilaku keagamaannya, sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama.
04
√
√
√
AKOMODATIF DAN INKLUSIF
KONTEN DAN SUB-KONTEN LITERASI SOS-BUD
KERAGAMAN INDONESIA:
Agama, budaya, etnis, dll
MUNCULNYA TAFSIR KEBENARAN SECARA SUBJEKTIF:
pergeseran tatanan nilai, sosial bangsa, kekeringan nilai spiritual, individu yang ekstreme
5’
PIJAKAN
TEOLOGIS & KONSEP
MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF AGAMA-AGAMA
PIJAKAN TEOLOGIS MODERASI BERAGAMA
PERSPEKTIF AGAMA-AGAMA
ISLAM: “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”(QS. Al Baqarah: 143)
HINDU: Pluralitas manusia dalam potensi dirinya, dengan memberikan kebebasan mengekspresikan Tuhannya. Pluralitas merupakan bagian dari sebuah kehidupan yang patut untuk senantiasa dihargai dan dijaga, selayaknya kita bersikap terhadap diri sendiri (Atharwaweda XII 1.4.5)
KONGHUCU: Seorang Junzi (luhur budi / insan kamil) memuliakan tiga hal: memuliakan Firman “Tuhan Yang Maha Esa, memuliakan orang-orang besar (Para Suci) dan memuliakan Sabda Para Nabi” (Lun Yu XVI :8).
KRISTEN: Cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri (Matius 22:39)
BUDHA: “Bagaimanapun jalan manusia untuk mendekati-Ku, Aku akan menerimanya wahai Arjuna. Manusia dapat mengikuti jalan-Ku dalam segala jalan.” (Pudja, 2013: 113)
KATHOLIK: Menjadi cara pandang untuk menengahi extremitas tafsir ajaran Katolik yang dipahami oleh sebagian umatnya, yaitu dengan melakukan interaksi semaksimal mungkin antara agama yang satu dengan agama lain, aliran satu dengan aliran lain (Dekrit Konsili Vatikan II “Nostra Aetate”)
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
LITERASI SOS-BUD
3’
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) LITERASI SOSIAL BUDAYA
KONSEP MODERASI BERAGAMA
PERSPEKTIF AGAMA-AGAMA
ISLAM: Sikap dan pandangan yang tidak berlebihan, tidak ekstrem dan tidak radikal dalam bersikap, berperilaku dalam beragama:
HINDU:Sikap tidak berlebih dalam menjalankan ajaran agama Hindu dan dilakukan secara seimbang sesuai dengan konsep utama ajaran Panca Sradha dan Tri Kerangka Dasar Agama Hindu
KHONGHUCU:Iman kepada Tuhan sebagai akar dan landasan dalam belajar, mawas diri dan membina diri membangun rumah tangga, hidup bermasyarakat, berbangsa, bernegara bahkan dunia
KRISTEN: seimbang pada dua hal yakni memahami teks (kitab suci) keagamaan harus sesuai dengan konteks, dan menjunjung kemanusiaan sebagai inti dari beragama itu sendiri
BUDDHA: Sikap batin yang seimbang di dasari oleh cinta kasih, belas kasih, dan rasa simpati dalam memahami dan mempraktikkan Dhamma (ajaran Buddha)
3’
Kementerian Agama Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah
MENUJU
MADRASAH MAJU, BERMUTU, MENDUNIA
PENINGKATAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIK
KOMPETENSI
PERSONAL RELIGIUS
Melekat nilai-nilai agama yang akan diinternalisasikan kepada peserta didik
KOMPETENSI
PROFESIONAL RELIGIUS
Memiliki kemampuan secara profesional dalam menjalankan tugasnya dan wawasan keahlian dalam perspektif agama
KOMPETENSI
SOSIAL RELIGIUS
Memiliki kemampuan (kepedulian) terhadap masalah sosial yang selaras dengan ajaran agama
KOMPETENSI
PEDAGOGIS RELIGIUS
Memiliki kemampuan menghubungkan nilai-nilai agama yang dihubungkan antara materi pembelajaran, fenomena yang ada dengan dalil juga nilai agama kepada peserta didik
3’
SINTAKS PEMBELAJARAN �MODERASI BERAGAMA DI MADRASAH
Remembering
Understanding
Applying
Analyzing
Evaluating
LEVEL KOMPETENSI LITERASI SOSBUD
Peserta didik diajari untuk MENGINGAT tentang materi yang diajarkannya, misalnya tentang definisi moderasi beragama, ciri moderasi beragama, dan sebagainya
Peserta didik diajari untuk MEMAHAMI berdasar atas kesadarannya tentang perlunya dan pentingnya moderasi beragama
Peserta didik diajari MEMPRAKTIKKAN tentang pemahaman moderasi beragama, misalnya lewat permainan peran atau langsung dengan orang lain yang berbeda keyakinan agamanya, termasuk bagaimana sikap dan tindakannya
Peserta didik diajari MENGANALISIS atas berbagai peristiwa yang terkait dengan kerukunan umat, toleransi, konflik sosial dan sebagainya
Peserta didik diajari melakukan PENILAIAN atas suatu peristiwa dengan tujuan mereka mengembangkan sikap dan tindakan yang relevan dengan pesan-pesan moderasi agama
3’
PRINSIP PEMBELAJARAN UNESCO
D
C
A
B
LEARNING TO KNOW
(belajar agar tahu)
Peserta didik diajak untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan dan berguna
bagi kehidupan.
Pendidik menempatkan dirinya sebagai
kawan berdialog bagi peserta didik
LEARNING TO DO
(belajar agar dapat melakukan)
Peserta didik tidak hanya diajari sekadar untuk mengetahui saja, tetapi juga diajar untuk terampil berbuat atau mengerjakan sesuatu bermakna bagi kehidupan.
Peserta didik diarahkan untuk mampu mengelola kehidupan keagamaan
dalam fokus kerjanya
LEARNING TO BE
(belajar untuk mengembangkan diri)
Proses pemahaman terhadap
kebutuhan dan jati diri.
Peserta didik diajak untuk berproses memahami dirinya dalam konteks keberagaman dan inklusi sosial, serta memperkuat nilai-nilai pribadi yang selaras seperti adil, respek, dll
LEARNING TO LIVE TOGETHER (belajar untuk hidup bersama)
Pendidik melatih mengembangkan keterampilan peserta didik untuk menjalani hidup bersama, saling menghargai, terbuka, saling memberi dan menerima
4’
Kementerian Agama Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah
MENUJU
MASYARAKAT MODERAT BERMARTABAT
UDAR ASUMSI� MEMBANGUN PERSPEKTIF
Mengembangkan proses berpikir yang kita miliki,
untuk beralih dari sebuah fakta ke sebuah tindakan
juga menguji pemikiran orang lain
demi mencapai kesimpulan yang lebih baik secara bersama-sama
Segitiga adalah bangun datar yang dibatasi dengan adanya tiga buah sisi serta memiliki tiga buah titik sudut
Lingkaran adalah kumpulan titik-titik pada garis bidang datar yang semuanya berjarak sama dari titik tertentu (pusat lingkaran) yang jika dihubungkan satu sama lain akan membentuk suatu garis lengkung yang tidak berujung
≠
PETA ADALAH ASUMSI
PETA ADALAH FAKTA
4’
VOICE OF JUDGEMENT
Suara penghakiman
3 SUARA KETERBUKAAN
VOICE
OF FEAR
Suara
ketakutan
VOICE OF
CYNICISM
Suara
sinisme
KONTEKS RELIGIUS, DOMAIN AKOMODATIF DAN INKLUSIF
Dapat membangun kehidupan sosial politik dengan nilai-nilai luhur yang dibutuhkan sebagai pondasi kemaslahatan bersama
المحُاَفَظَةُ عَلَى القَدِيْمِ الصَالِحِ وَالأَخْذُ باِلجَدِيْدِ الأَصْلَحِ
OPEN
MIND
Pikiran terbuka
OPEN
HEART
Membuka
hati
OPEN
WILL
Keinginan
terbuka
4’
IMPLIKASI
TOLERANSI DALAM KEBERAGAMAN
Budaya Madrasah
01
Kehidupan Masyarakat
02
10 NILAI
MODERASI BERAGAMA
Berkeadaban
(Ta’addub)
BUDAYA MADRASAH
iklim, kebijakan, pola interaksi dan komunikasi serta norma
yang berlaku
Keteladanan
(Qudwah)
Jalan tengah
(Tawassuṭ)
Kebangsaan (Muwathonah)
Adil & Konsisten (I’tidal)
Berimbang (Tawazun)
Kesetaraan
(Musawwah)
Musyawarah
(Syura)
Toleransi
(Tasammuh)
Dinamis & inovatif
(Tatawwur wal ibtikar)
TERWUJUDNYA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI – P5RA
4’
MENGAPRESIASIKAN UNSUR
(RABBANIYYAH-INSANIYYAH
(Ketuhanan- Kemanusiaan)
MENGKOMBINASI ANTARA
MADDIYYAH - RUHIYYAH
(Materialisme - Spiritualisme)
MENGGABUNGKAN ANTARA
WAHYU - AKAL
AL JAMAIYYAH – AL FARDIYYAH
(Maslahah Ammah - Individu)
DALAM MASYARAKAT
Religiousitas Social (QS. Al Anbiya: 107)
RAHMATAN LIKULLI ‘AQILIN
Cinta kasih kepada sesama manusia
RAHMATAN LIKULLI GHAIRI ‘AQILIN
Cinta kasih kepada selain manusia
Menyadari bahwa perbedaan adalah sunnatullah
Keanekaragaman adalah fitrah bangsa
Bangsa Indonesia adalah beragama
4’
Thank You
Salam AKMI
فَذَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحُ جَــــوْهَرُ
Guruku adalah pembimbing jiwa,
dan jiwa itu bagaikan mutiara
1’