1 of 13

PENDEKATAN DAN STRATEGI PENYULUHAN

OLEH:

NIA PERMATASARI, SP, MSI

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN

2 of 13

PENDEKATAN & STRATEGI PENYULUHAN

A. PENDEKATAN PENYULUHAN PERTANIAN KONVENSIONAL

Model yang telah umum diterapkan di negara berkembang

Menekankan pada peran ganda (sebagai administrator dan pendidik/komunikator)

3 of 13

  • Tujuan penyuluhan, diarahkan untuk meningkatkan produksi pertanian secara nasional serta keperluan ekspor dan pada umumnya tetap memperhatikan upaya peningkatan pendapatan dan mutu hidup masyarakat.
  • Sasaran penyuluhan adalah seluruh petani
  • Diorganisasikan oleh kementerian Pertanian
  • Metoda yang dilakukan dalam bentuk anjangsana, mengundang petani ke kantor, siaran radio dan media cetak
  • Penyuluh berperan sebagai perwakilan kementerian pertanian yang menyampaikan dan melaksanakan kebijakan (berperan sebagai administrator daripada pendidik atau komunikator)

A. PENDEKATAN PENYULUHAN PERTANIAN KONVENSIONAL

4 of 13

  • Dikembangkan mulai tahun 70-an dengan tujuan untuk mengefektifkan penyluhan
  • Tujuan penyuluhan diarahkan pada peningkatan produksi individual yg mempengaruhi produksi dan pendapatan nasional
  • Penyuluh hanya bertanggung jawab untuk pendidikan dan komunikasi
  • Mengembangkan penyuluhan pertanian menjangkau seluruh keluarga petani dg membatasi jumlah keluarga yg harus dikunjungi
  • Meningkatkan mobilitas penyuluh dg transportasi yg memadai
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh dg kegiatan yang teratur dan berkelanjutan
  • Pendekatan pengorganisasian melalui pelatihan dan kunjungan (1 penyuluh = 16 poktan)

B. PENDEKATAN LATIHAN DAN KUNJUNGAN (LAKU)

5 of 13

  • Pendekatan dilakukan melalui kunjungan lahan usahatani secara kelompok, dilakukan latihan bagi kontak tani
  • Peran penyuluh, mengunjungi poktan untuk membantu menunjang kegiatan usahataninya melalui penyuluhan teknologi tepat guna, pemecahan masalah petani, pemeberian rekomendasi teknis, merancang demonstrasi usahatani
  • Pendekatan bersifat top down sehingga partisipasi masyarakat kurang, jadwal kunjungan bersifat kaku, memerlukan bny tenaga penyuluh, kegiatan supervisi lebih bersifat pengawasan daripada pembinaan

B. PENDEKATAN LATIHAN DAN KUNJUNGAN (LAKU)

6 of 13

C. PENDEKATAN PENGEMBANGAN KOMODITI & SISTEM PRODUKSI

  • Pendekatan ini memadukan semua aspek teknologi penyediaan input & pelayanan pertanian
  • Dipusatkan pada upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi tinggi dan memiliki permintaan pasar yang tinggi (ekspor)
  • Sasaran penyuluh hanya terbatas pada petani yang mempunyai yang memiliki ekologi dan agroklimat yang sesuai
  • Umumnya dilakukan oleh BUMN yang semi otonom, yang mengandalkan kegiatan produksi dan pemasaran produk
  • Pendekatan penyuluhan dilaksanakan dengan pengendalian mutu
  • Peran penyuluh terpusat pada penyampaian/rekomendasi yang harus dipatuhi oleh seluruh pihak yang terlibat

7 of 13

D. PENDEKATAN PEMBANGUNAN PERTANIAN TERPADU

  • Tujuan penyuluhan berorientasi pada peningkatan produksi (pangan) dan mendemontrasikan tingkat keberhasilan program secara terpadu
  • Sasaran penyuluh pd petani yang mau dan mampu memanfaatkan input, kredit, dan pelayanan pemasaran yang ditawarkan program
  • Diorganisasikan oleh program melalui pengangkatan tenaga penyuluh dan pemberian fasilitas yang memadai
  • Pendekatan dengan membentuk pusat pelayanan terpadu yg melayani penyediaan saprodi sampai pemasaran
  • Peran penyuluh bervariasi tergantung dari prioritas program

8 of 13

E. PENDEKATAN PEMBANGUNAN DESA TERPADU

  • Mencangkup masalah ekonomi (peningkatan produksi dan pendapatan petani) dan masalah sosial (partisipasi masyarakat dalam perencanaan-evaluasi)
  • Sasaran, seluruh masyarakat yang tergolong miskin agar dapat meningkatkan pemerataan pelayanan kelompok miskin
  • Pendekatan penyuluhan melalui penerapan paket teknologi pertanian yang dibarengi pelatihan keterampilan
  • Peran penyuluh lebih bervariasi (fasilitator, pelatih, dan sebagainya)

9 of 13

PRINSIP PENYULUHAN BERDASARKAN MODEL PENDEKATAN

  1. Keberhasilan penyuluh tergantung pada kejelasan tujuan
  2. Proses belajar dan adopsi inovasi tergantung pada kegiatan penyluh untuk menumbuhkan partisipasi
  3. Efektifitas penyuluh tergantung dari keseriusan, kedisiplinan, dan keprofesionalan penyuluh
  4. Keberhasilan penyuluhan tergantung seberapa jauh tujuan dapat dipahami sasaran
  5. Partisipasi dan kemauan untuk ambil bagian tergantung pada kesempatan masyarakat dalam perumusan program
  6. Jika manfaat > korbanan yg dikeluarkan maka kegiatan penyuluhan akan berlangsung baik
  7. Penggabungan informasi dr internal dan eksternal dapat meningkatkan efektivittas penyuluh
  8. Penyuluhan lebih efektif jika mempertimbangkan kebudayaan setempat
  9. Partisipasi masyarakat akan lebih berkembang jika administrasi penyuluhan bersifat desentralisasi

10 of 13

STRATEGI PENYULUHAN

11 of 13

TANTANGAN PENYULUH ABAD 21 ?

  1. Tugas utama penyuluhan adalah membantu petani di dalam pengambilan keputusan dari berbagai alternatif pemecahan masalah. Tetapi masalah penyuluhan sekarang adalah kegiatan penyuluhan lebih banyak pada proses pelayanan bukan mendidik petani agar mampu mengambil keputusan sendiri 🡪 Community Empowerment.
  2. Keahlian penyuluh, dimana kecepatan informasi akibat globalisasi sering membuat penyuluh ketinggalan informasi disbanding keahlian para praktisi atau penerima manfaat penyuluhannya
  3. Divisibilitas, yang seringkali tidak dijumpai dalam rekomendasi penyuluh yang lebih cenderung menawarkan “paket teknologi” yang harus dilaksanakan secara serentak (simultan).

12 of 13

PENYULUHAN PERTANIAN DI MASA DEPAN

kegiatan penyuluhan pertanian akan banyak didukung oleh kemajuan teknologi informasi

Peran penyuluh yang harus ditegakkan kembali dalam menjawab tantangan pertanian masa depan:

  1. Penyuluhan Pemasaran Hasil-hasil  Pertanian
  2. Penyuluhan Pertanian Terpadu

13 of 13

TERIMA KASIH