1 of 36

MODUL 3B�(Langkah 8)�JOINT RISK ASSESSMENT

2 of 36

Langkah 8. Karakterisasi Risiko8.1. Meninjau dan mempertimbangkan informasi yang tersedia

3 of 36

LANGKAH 8.1. MENINJAU DAN

MEMPERTIMBANGKAN INFORMASI YANG TERSEDIA

3

  • Sebelum pertemuan, Ketua JRA akan meminta tim Teknis untuk membawa dan mengumpulkan seluruh informasi yang relevan
    • Artikel ilmiah
    • Laporan Tahunan/Laporan Kegiatan (grey document)
    • Bila tidak tersedia informasi tentang hazard atau kejadian yang sedang dinilai, gunakan informasi mengenai hazard atau kejadian yang mirip
      • misalnya di awal outbreak Coronavirus di Wuhan dimana informasi tentang coronavirus yang baru hampir tidak ada, para ahli menggunakan informasi SARS dan MERS karena sama-sama coronavirus
  • Tim Teknis meninjau dan mempertimbangkan informasi yang tersedia
  • Dapat menggunakan pendapat ahli (expert opinion)
  • Menggunakan informasi kejadian kasus yang serupa
  • Membuat asumsi

4 of 36

Apabila data yang minimal, Tim Teknis :

  • lebih mengandalkan pendapat ahli
  • membuat asumsi yang masuk akal, contoh :
    • kasus/kematian pada manusia terkait secara epidemiologis dengan pajanan (exposures) terhadap hewan yang terinfeksi, meskipun tidak ada bukti lapangan yang tersedia;
    • Praktik penyembelihan unggas mayoritas sama di provinsi A dan Provinsi B
    • sekitar +1 % (980.000 liter) produksi susu, dikonsumsi tanpa dimasak (non-pasteurisasi), susu mentah dijual secara online.
    • Pola pemeliharaan sapi bersifat tradisional dengan 1-4 ekor sapi, dan belum menerapkan cara yang baik (good farming practice) dan kendang berdekatan dengan rumah,
  • menggunakan informasi tentang kejadian yang sama di negara lain
    • Di Pakistan, kasus zoonotic-TB terdeteksi di peternak dan pekerja RPH (Khattak et al., 2016)
  • sumber informasi dari daerah lain atau pathogen yang sama (publikasi)
    • 21,8% (44/202) sapi perah positif tuberkulinasi di Kab Bogor dan 1 peternak positif (Daulay MU, 2020)

5 of 36

Ketika hazard tertentu terbatas (misalnya penyakit tidak pernah terjadi di negara atau provinsi), masukan atau keahlian dari akademisi, lembaga penelitian atau pakar internasional dibutuhkan untuk karakteristik risiko

  1. Introduksi manusia dari negara terjangkit
  2. Introduksi hewan dari negara terjangkit
  3. Situasi Monkeypox di Indonesia
  4. Tindakan pengendalian untuk mitigasi risiko introduksi pada manusia
  5. Tindakan pengendalian untuk mitigasi risiko introduksi pada hewan
  6. Surveilans deteksi kasus introduksi
  7. Populasi hewan kesayangan
  8. Populasi satwa liar
  9. Populasi manusia di DKI Jakarta yang memilliki anjing
  10. Populasi Berisiko tinggi yang memiliki anjing

Contoh Estimasi kemungkinan/likelihood JRA monkeypox

6 of 36

Langkah 8. Menentukan karakteristik risiko

8.1 . Meninjau dan mempertimbangkan informasi yang tersedia

Estimasi kemungkinan/likelihood

Introduksi terjangkit

a.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

....

7 of 36

Langkah 8. Menentukan karakteristik risiko

  1. Distribusi populasi sapi perah di Jawa Tengah
  2. Lalu lintas sapi perah di Jawa Tengah
  3. Pola pemeliharaan sapi perah di Jawa Tengah
  4. Produksi susu dan produk olahannya di jawa Tengah
  5. Distribusi susu
  6. Pola dan tingkat konsumsi susu segar non pasteurisasi di Jawa Tengah
  7. Deskripsi Penanganan susu di koperasi susu
  8. Deskripsi penangan susu di IPS
  9. Data pemotongan di RPH (AMPM)
  10. Data pemotongan luar RPH (AMPM)
  11. Infeksi Mycobacterium bovis pada sapi

8.1 . Meninjau dan mempertimbangkan informasi yang tersedia

Estimasi Kemungkinan/Likelihood (zoonotic TB)

  1. Populasi manusia di Jateng (demografi, jumlah pekerja)
  2. Infeksi Mycobacterium bovis pada manusia
  3. Jumlah kasus positif MTb (paru dan extra paru) di Indonesia
  4. Jumlah kasus positif MTb (paru dan extra paru) di Jawa Tengah (jenis pekerjaan)
  5. Geografis kasus MTb pada manusia di Jateng
  6. Pengendalian pada manusia

8 of 36

  1. Distribusi populasi sapi perah

Jawa Tengah memiliki populasi sapi perah terbesar ke-2 di Indonesia setelah Jawa Timur

9 of 36

Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah 2022

Total populasi sapi di Jawa Tengah tahun 2021 adalah 142.513 ekor.

Populasi sapi perah terbesar:

  1. Kab Boyolali
  2. Kab.Semarang
  3. Kab. Klaten
  4. Kota Salatiga
  5. Kab Banyumas

10 of 36

Penjabaran Data dan Informasi untuk Estimasi Kemungkinan

Data/Informasi

Deskripsi

Sumber data

11 of 36

Justifikasi kemungkinan (Zoonotic TB)

Faktor risiko

Data

Sumber data

Distribusi populasi sapi perah

  • Jawa Tengah memiliki populasi sapi perah terbesar ke-2 setelah Indonesia setelah Jawa Timur
  • Total populasi sapi di Jawa Tengah tahun 2021 adalah 142.513 ekor.
  • Populasi sapi perah terbesar:
    • Kab Boyolali
    • Kab.Semarang
    • Kab. Klaten
    • Kota Salatiga
    • Kab Banyumas

Statistik PKH 2021

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah 2022

Lalu lintas sapi masuk ke Jateng

  • Periode 2021-2022 Pemasukan sapi ke Jawa tengah didominasi dari Provinsi Lampung dan Jawa barat. Pengeluaran sapi dari Jawa Tengah dikirim ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung dan Bali.
  • Di Boyolali terdapat pasar sapi perah terbesar se-Jawa Tengah yaitu pasar hewan Sunggingan
  • Pemasukan sapi perah ke Jawa Tengah tidak mempersyaratkan bebas Bovine Tb.

iSIKHNAS 2022

(Dwiyanto, 2021)

(Dinas PKH Jateng)

Pola pemeliharaan sapi perah

  • berorientasi dalam bentuk peternakan rakyat dan bersifat tradisional dengan kepemilikan ternak 1-4 ekor/rumah.
  • Masih merupakan usaha sampingan.
  • Good Farming Practice belum dilaksanakan dengan baik.
  • Kandang sapi berhimpitan dengan rumah pemilik.

(Yuliandri LA, 2015).

(B. Utomo dan Miranti D P, 2017)

12 of 36

Langkah 8. Karakterisasi Risiko8.2. Mengidentifikasi kesenjangan/ketidaktersediaan informasi

13 of 36

LANGKAH 8.2. MENGIDENTIFIKASI KESENJANGAN INFORMASI

13

  • Dapat dilakukan bersamaan (secara paralel) dengan langkah 8.1 dimana informasi-informasi diidentifikasi
  • Seluruh kesenjangan perlu diidentifikasi dan dicatat.
  • Tim teknis mengidentifikasi dan mencatat dengan jelas seluruh informasi kunci yang belum ada atau kurang lengkap pada laporan JRA.
  • Jika memungkinkan, data yang kurang kemudian harus dikumpulkan sebelum pengulangan penilaian risiko berikutnya.
  • Penilaian risiko dapat dilakukan kembali setelah informasi relevan tersedia.

14 of 36

Langkah 8. Karakterisasi Risiko8.3.1. Memperkirakan kemungkinan�*Buat kriteria dahulu yang menggambarkan degradasi dari perkiraan kemungkinan dapat diabaikan sampai tinggi

Perkiraan Kemungkinan

Kriteria

Tinggi

Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko kemungkinan besar akan terjadi.

  • …………………..
  • …………………..
  • …………………..

Sedang

Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko kemungkinan akan terjadi.

  • ………………….
  • …………………..
  • …………………..

Rendah

Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko kemungkinan tidak terjadi.

  • ………………….
  • …………………..
  • …………………..

Dapat diabaikan

Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko hampir pasti tidak terjadi, tetapi dapat terjadi dalam situasi luar biasa.

  • ………………….
  • …………………..
  • …………………..

15 of 36

CONTOH Menyusun Kriteria Estimasi Kemungkinan �(JRA COVID pada Hewan Peliharaan)

15

Kemungkinan

Deskripsi

Apa kemungkinan dan dampak setidaknya satu kucing di Provinsi DKI Jakarta kecuali Kota Administrasi Kepulauan Seribu terinfeksi SARS Cov-2 melalui kontak (langsung dan tidak langsung) dengan orang yang terinfeksi dalam waktu 6 bulan ke depan?

Tinggi

Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko kemungkinan besar akan terjadi.

  • Kasus konfirmasi COVID-19 di isolasi terpusat/rawat inap di faskes dilakukan setelah hari ke 5 dari onset
  • Kasus konfirmasi COVID-19 melakukan isolasi mandiri dirumah
  • Terdapat lebih dari 1 kasus konfirmasi di rumah tangga
  • Pemilik kucing tidak divaksinasi COVID-19
  • Memiliki kucing yang selalu didalam dirumah dan tidak dikandangkan
  • Tidak ada manajemen pengelolaan limbah dan sampah di rumah tangga dan lingkungan

Sedang

Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko kemungkinan akan terjadi.

  • Kasus konfirmasi COVID-19 isolasi terpusat/rawat inap dilakukan setelah hari ke 3 dari onset
  • Pemilik kucing menerima vaksinasi COVID-19 1x
  • Memiliki kucing yang selalu didalam dirumah dan dikandangkan
  • Terdapat banyak kucing yang dilepas liarkan
  • Tidak ada manajemen pengelolaan limbah dan sampah di rumah tangga dan lingkungan

Rendah

Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko kemungkinan tidak terjadi.

  • Kasus konfirmasi COVID-19 isolasi terpusat/rawat inap dilakukan dari awal (H1) onset
  • Pemilik kucing sudah pernah menerima vaksinasi COVID-19 minimal 1x
  • Memiliki kucing yang dilepasliarkan
  • Ada manajemen pengelolaan limbah dan sampah di rumah tangga dan lingkungan

Dapat diabaikan

Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko hampir pasti tidak terjadi, tetapi dapat terjadi dalam situasi luar biasa.

  • Negative COVID-19 (PCR test)

16 of 36

CONTOH Menyusun Kriteria Estimasi Kemungkinan �(JRA COVID pada Hewan Peliharaan)

16

17 of 36

LANGKAH 8.3.2. MENETAPKAN KETIDAKPASTIAN UNTUK KEMUNGKINAN

Seberapa yakin kita bahwa perkiraan kemungkinan untuk pertanyaan penilaian risiko adalah benar?

  • Ditetapkan terpisah ketidakpastian untuk kemungkinan berdasarkan pertanyaan penilaian risiko

Penetapan berdasarkan pada:

  • Kuantitas informasi yang tersedia
  • Kualitas dan sumber informasi yang tersedia
  • Pendapat ahli atas Tim Teknis JRA

18 of 36

Langkah 8. Karakterisasi Risiko8.3.2. Menetapkan ketidakpastian untuk kemugkinan

Ketidakpastian

Kriteria

Sangat tinggi

Kurangnya data atau kurangnya informasi yang yang dapat diandalkan; hasil berdasarkan dari spekulasi semata;  

Tinggi

Keterbatasan data atau ketiadaan informasi yang dapat diandalkan; hasil berdasar pada perkiraan secara ilmiah;

Menengah

Terdapat beberapa kesenjangan dalam ketersediaan atau keandalan data dan informasi, atau data yang saling bertentangan; hasil berdasar pada consensus terbatas;

Rendah

Data yang dapat diandalkan dan informasi tersedia, tetapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas, atau bervariasi; hasil berdasar pada konsensus para ahli;

Sangat rendah

Data dapat diandalkan dan informasi tersedia serta cukup kuantitasnya; hasil tertanam kuat dalam data atau informasi yang konkrit.

19 of 36

KESIMPULAN ESTIMASI KEMUNGKINAN

  • Estimasi Kemungkinan:
    • Justifikasi:

  • Ketidakpastian:
    • Justifikasi

20 of 36

Langkah 8. Menentukan karakteristik risiko

8.1 . Meninjau dan mempertimbangkan informasi yang tersedia

Estimasi dampak

Introduksi terjangkit

a.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

....

21 of 36

Langkah 8. Menentukan karakteristik risiko

Meninjau dan mempertimbangkan informasi yang tersedia

Dampak Langsung

  1. Kesakitan pada manusia
  2. Kematian pada manusia
  3. Penyebaran penularan dari:
    • manusia ke manusia
    • manusia ke ternak
    • Manusia ke hewan peliharaan (pet animal)
    • Manusia ke satwa liar
  4. Resistensi antibiotik pada manusia

Estimasi dampak/impact

22 of 36

Langkah 8. Menentukan karakteristik risiko

Meninjau dan mempertimbangkan informasi yang tersedia

Dampak Tidak Langsung

  1. Peningkatan biaya pengendalian:
    • Mitigasi dampak kebijakan
    • Intervensi
    • Koordinasi lintas sektor

b) Produktivitas manusia tertular menurun/hilang

c) Penurunan produksi susu

d) Penyebaran hoax

e) Hambatan perdagangan internasional (OIE)

f. Menjadi endemis pada populasi satwa liar dan terjadi kerentanan terhadap konservasi sumber daya genetic

Estimasi dampak/impact

23 of 36

Langkah 8. Menentukan karakteristik risiko

  1. Kesakitan pada manusia

https://tbfacts.org/bovine-tb/

  1. Kesakitan pada manusia

24 of 36

Langkah 8. Menentukan karakteristik risiko

  1. Kematian pada manusia

fatalitas M.Bovis > M.Tuberkulosis (MTb) terjadi akibat terlambat diagnosis dan pengobatan yang tidak memadai.

fatalitas MTb SO = 3,7%

fatalitas MTb RO = 14,9%

25 of 36

Penjabaran Data dan Informasi untuk Estimasi Dampak (langsung/tidak langsung

Data/Informasi

Deskripsi

Sumber data

26 of 36

Justifikasi Dampak Langsung

Perkiraan Dampak

Data

Sumber data

Kesakitan pada manusia

Sekitar 5-10% dari semua tuberkulosis manusia disebabkan oleh M. bovis (25% pasien adalah anak-anak). Sekitar 53% dari semua kasus adalah kasus ekstra-paru.

Berdasarkan penelitan di RS Soewandhi, Surabaya thun 2019, terdapat 30 pasien TB, 12 diantaranya positif Micobacterium bovis dengan 8 orang mempunyai riwayat meminum susu sapi mentah

Di Belanda, Hasil analisa retrospektif zoonotic TB akibat M bovis tahun 1993-2007 pada 231 pasien, 54,23% menderita TB extraparu. TB kelenjar banyak diderita oleh wanita, sedangkan TB paru lebih banyak diderita oleh laki-laki.

Data Dinkes Jateng, TB extra paru:

2021: 9,63%

2022 (s/d 16 Okt) : 8, 12%

Samad MA 2011

(jurnal respirology Indonesia, Oktober 2019)

Dinkes Jateng

27 of 36

Seberapa burukkah jika situasi yang dideskripsikan pada pertanyaan penilaian risiko tersebut terjadi?

    • Penilaian JRA berdasarkan dampak pada tingkat populasi, lokal, nasional, atau internasional bukan pada tingkat individu
    • Dampak secara individu terkait tingkat keparahan dan
  • Merupakan dampak
    • langsung (penularan antar manusia, timbul wabah, timbul pandemi?)
    • tidak langsung (dan seringkali saling terkait): kesehatan, sistem kesehatan, ekonomi, sosial, lingkungan dan politis
  • Jenis dampak yang manakah?
    • Pilih/prioritaskan jenis dampak yang paling relevan dengan cakupan kerangka nasional

LANGKAH 8.3.3. MEMPERKIRAKAN DAMPAK

28 of 36

Langkah 8. Karakterisasi Risiko8.3.3. Memperkirakan Dampak�*Buat kriteria yang menggambarkan dampak bila perkiraan kemungkinan terjadi

Estimasi dampak

Kriteria

Parah (Severe)

  • Berpotensi pandemi pada populasi manusia (berdampak pada kelompok risiko tinggi yang besar), dan / berdampak pada populasi hewan (domestik atau satwa liar) dengan kematian yang tinggi, adanya kerugian produksi hewan ternak pada tingkat nasional atau internasional.
  • Gangguan yang parah pada pelayanan dan aktivitas masyarakat normal.
  • Ancaman terhadap keamanan pangan dan atau keamanan pasokan makanan dan gangguan secara tidak langsung terhadap kehidupan dan mata pencaharian masyarakat pada tingkat nasional.
  • Ancaman terhadap perdagangan nasional dan internasional, larangan import, menurunnya harga pasokan (daging, telur, dll).
  • Pengendalian yang sangat besar dibutuhkan pada tingkat nasional dan internasional dengan biaya yang cukup signifikan dari pemangku kepentingan.
  • Gangguan yang sama terjadi pada sektor lainnya

Sedang (Moderat)

  • Kasus dilaporkan pada beberapa wilayah dengan kematian yang signifikan pada populasi manusia (atau medium pada kelompok berisiko) dan / atau populasi hewan (domestik/satwa liar).
  • Kemungkinan merupakan ancaman bagi keamanan pangan dan pasokan makanan dan gangguan secara tidak langsung terhadap kehidupan dan mata pencaharian masyarakat pada tingkat regional.
  • Ancaman terutama pada perdagangan pada tingkat nasional dan dapat berdampak pula pada tingkat internasional untuk produk khusus tertentu pada wilayah tertentu (contoh flu burung).
  • Beberapa strategi pengendalian dibutuhkan pada tingkat regional dan nasional dengan biaya yang cukup besar.
  • Gangguan yang sama terjadi pada sektor lainnya

29 of 36

Langkah 8. Karakterisasi Risiko8.3.3. Memperkirakan Dampak�*Buat kriteria yang menggambarkan dampak bila perkiraan kemungkinan terjadi

Estimasi dampak

Kriteria

Kecil (Minor)

  • Kasus pada manusia yang dilaporkan jarang (pada kelompok berisiko yang kecil), dengan kematian yang jarang, dan laporan kasus pada hewan yang rendah (domestic/ satwa liar), dengan kematian yang rendah.
  • Dampak pada wilayah kecil (Tingkat regional atau lebih rendah lagi)
  • Diperlukan pengendalian pada tingkat regional/ wilayah tertentu dengan biaya medium/ sedang- rendah.
  • Gangguan yang sama terjadi pada sektor lainnya

Negligible/ dapat diabaikan

  • Tidak terdapat laporan aksus pada manusia dan tidak ada atau sedikit laporan kasus pada hewan pada lokasi terbatas (domestic/ satwa liar).
  • Tidak ada ancaman pada keamanan pangan atau ekonomi
  • Beberapa pengendalian spesifik perlu dilakukan pada tingkat sub-regional atau tingkat yang lebih rendah dan bersifat lokal dengan biaya yang kecil.
  • Gangguan yang sama terjadi pada sektor lainnya

30 of 36

CONTOH Menyusun Kriteria Estimasi Dampak �(JRA COVID pada Hewan Peliharaan)

30

31 of 36

Langkah 8. Karakterisasi Risiko8.3.4. Menetapkan ketidakpastian untuk dampak

Ketidakpastian

Kriteria

Sangat tinggi

Kurangnya data atau kurangnya informasi yang yang dapat diandalkan; hasil berdasarkan dari spekulasi semata;  

Tinggi

Keterbatasan data atau ketiadaan informasi yang dapat diandalkan; hasil berdasar pada perkiraan secara ilmiah;

Menengah

Terdapat beberapa kesenjangan dalam ketersediaan atau keandalan data dan informasi, atau data yang saling bertentangan; hasil berdasar pada consensus terbatas;

Rendah

Data yang dapat diandalkan dan informasi tersedia, tetapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas, atau bervariasi; hasil berdasar pada konsensus para ahli;

Sangat rendah

Data dapat diandalkan dan informasi tersedia serta cukup kuantitasnya; hasil tertanam kuat dalam data atau informasi yang konkrit.

32 of 36

KESIMPULAN ESTIMASI DAMPAK

  • Estimasi Dampak:
    • Justifikasi:

  • Ketidakpastian:
    • Justifikasi

33 of 36

Langkah 8. Karakterisasi Risiko8.4. Memperkirakan Risiko dengan Plot pada Matriks Risiko

High

Moderate

Low

Negligible

Negligible

Minor

Moderate

Severe

Kemungkinan

Dampak

Keterangan:

  • Merah: menerapkan upaya mitigasi risiko tambahan disamping yang sudah ada; meningkatkan surveilans
  • Kuning: meninjau dan menyesuaikan upaya mitigasi risiko; surveilans ditingkatkan (kegiatan surveilans tertarget atau menautkan kegiatan surveilans saat ini)
  • Hijau: mempertahankan upaya mitigasi risiko saat ini; surveilans seperti biasa

34 of 36

Langkah 8. Karakterisasi Risiko8.5. Interpretasi Teknis

  • Kemungkinan =
  • Dampak =
  • Ketidakpastian =

Kemungkinan risiko………………………………….di …………………yang tertular dari …………………………………………dalam kurun waktu ……………………….adalah ……………………….. dengan dampak yang ditimbulkannya adalah ………………

Penilaian risiko dilakukan dengan ketidakpastian yang ……………………………….

35 of 36

Langkah 8. Karakterisasi Risiko8.5. Interpretasi Teknis

Kemungkinan :

Justifikasi/ alasan :

Ketidakpastian :

Alasan :

Sumber data:

36 of 36

Langkah 8. Karakterisasi Risiko8.5. Interpretasi Teknis

Dampak :

Justifikasi/ alasan :

Ketidakpastian :

Alasan :

Sumber data :