LISTRIK DINAMIS
Listrik mengalir
Standar Kompetensi :
Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar :
Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :
SKL :
Menentukan besaran fisika pada berbagai bentuk rangkaian listrik
PETA KONSEP
Listrik Dinamis
Arus listrik
Hambatan Jenis
Hukum Ohm
Hukum I Kirchoff
Konduktivitas
Rangkaian Hambatan
Seri
Rangkaian listrik
Paralel
Menentukan arus listrik dan arus elektron.
Arah elektron
Arah arus listrik
Arus elektron adalah aliran elektron dari potensial rendah ke potensial tinggi
Arus lisrik adalah aliran muatan positif dari potensial tinggi ke potensial rendah
Klik
Klik
Klik
Menentukan syarat arus listrik dapat mengalir pada suatu rangkaian
Rangkaian Terbuka
Rangkaian Tertutup
Dalam rangkaian apa agar Arus listrik dapat mengalir ?
Benda A Potensial tinggi
Benda B Potensial rendah
Arus listrik dapat mengalir jika ada beda potensial
Konduktor
Arus elektron
Arus listrik
Umpan Balik:
Dua syarat agar arus listrik dapat mengalir adalah....
Aliran arus listrik
Apakah ketika terjadi aliran muatan listrik dari B ke A sampai muatan di B habis ?
Ketika benda A dan B memiliki jumlah dan jenis muatan muatan yang sama maka kedua benda dapat dikatakan telah memiliki potensial yang bagaimana ?
Kuat Arus Listrik
Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan
yang mengalir pada penghantar tiap detik.
I = Kuat arus listrik ( Ampere )
Q = muatan ( Coulomb )
t = waktu ( secon )
P
Hitung berapa banyak muatan positif yang melewati titik P dalam 10 sekon
Klik warna hijau ( mulai )
Klik warna merah ( berhenti )
Satu Ampere didefinisikan sebagai muatan listrik sebesar 1 coulomb yang mengalir dalam penghantar selama satu sekon
1 A = 1 C/s
Contoh
Diketahui
I = ……………… A
t = ……………… s
Jawab
Q = ………… x …………….
= ………….x …………….
= …………………………. C
Pengukuran Kuat arus listrik
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik
Pemasangan Amperemeter dalam rangkaian listrik disusun secara seri ( tidak bercabang )
Cara membaca Amperemeter
Nilai yang terukur =
skala maksimum
skala yang ditunjuk jarum
skala batas ukur
Nilai yang ditunjuk jarum
Nilai maksimum
�
34
100
X 1
= 0,34 A
x Batas ukur
Benda A Potensial tinggi
Benda B Potensial rendah
Konduktor
Arus elektron
Arus listrik
Beda Potensial Listrik
Energi yang diperlukan untuk memindah muatan listrik tiap satuan muatan
Benda C Potensial rendah
Benda D Potensial tinggi
Konduktor
Arus listrik
Arus elektron
Definisi Beda potensial listrik
V = Beda Potensial ( Volt )
W = Energi ( Joule )
Q = Muatan ( Coulomb )
1 Volt = 1J/C
Satu volt didefinisikan untuk memindah muatan listrik sebesar 1 Coulumb memerlukan energi sebesar 1 Joule.
Benda C Potensial rendah
Benda D Potensial tinggi
Konduktor
Arus listrik
Arus elektron
Contoh
Diketahui
V = ………………… Jawab
Q = …………………. W = ………….. X ……………..
Ditanya = ………….. X ……………..
W = ? = ………………… J
Pengukuran Beda Potensial
Klik
Cara Membaca Voltmeter
Skala yang ditunjuk jarum
Skala maksimum
Batas ukur
Nilai yang terukur = ….
HUKUM OHM
Jml Baterai | V | I |
1 | | |
2 | | |
3 | | |
1,2
0,20
2,6
0,40
4,0
0,54
Dari tabel data dapat kita ketahui jika beda potensial diperbesar maka kuat arus listriknya juga turut membesar.
Hubungan apa yang didapatkan antara beda potensial dengan kuat arus listrik?
Buatlah grafik hubungan antara beda potensial dengan kuat arus listrik.
Grafik Hubungan �Beda potensail (V) terhadap kuat arus listrik ( I )
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |
0,1
I( A)
V(volt)
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6
1,0
2,0
3,0
4,0
5,0
V
Ι
~
V
Ι R
=
V
Ι
R
= Beda potensial ( volt )
= Kuat arus listrik ( A )
= Hambatan ( Ω )
V | I |
1,2 | 0,2 |
2,6 | 0,4 |
4,0 | 0,54 |
Data
Grafik Hubungan Hambatan (R) terhadap kuat arus listrik ( I )
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |
0,25
I( A)
R(Ω)
0,50
0,75
1,0
1,5
10
20
30
40
50
Data
R | 10 | 20 | 30 | 40 |
I | 1,0 | 0,5 | 0,3 | 0,25 |
Jika V dibuat tetap = 10 V
I1 =
V
R
I1 =
10
10
I1 = 1,0 A
I2 =
V
R
I2 =
10
20
I2 = 0,5 A
I3 =
V
R
I3 =
10
30
I3 = 0,3 A
I4 =
V
R
I4 =
10
40
I4 = 0,25 A
R
V
=
I
Tujuan : Menyelidiki faktor yang mempengaruhi � besar hambatan kawat
Semakin panjang kawat maka hambatan kawat semakin besar
1
Variabel manipulasi : panjang kawat
Variabel respon : hambatan kawat
Variabel kontrol : jenis kawat, luas penampang kawat
A
B
IA > IB
RA < RB
lA < lB
R ~ ℓ
Hambatan kawat sebanding dengan panjang kawat.
Semakin besar hambatan jenis kawat maka hambatan kawat semakin besar
Variabel manipulasi : jenis kawat
Variabel respon : Hambatan
Variabel kontrol : panjang, luas penampang kawat
2
IA < IB
RA > RB
ρAℓ > ρCu
Hambatan kawat sebanding dengan hambatan jenis kawat.
R
ρ
~
A
B
Tembaga
Alluminium
Semakin besar luas penampang kawat maka hambatan kawat semakin kecil
3
Variabel manipulasi : luas penampang kawat
Variabel respon : hambatan kawat
Variabel kontrol : jenis kawat, panjang kawat
IA < IB
RA > RB
AA < AB
Hambatan kawat berbanding terbalik dengan luas penampang kawat.
R
1
A
~
A
B
Faktor yang mempengaruhi besar hambatan pada kawat adalah :��1. Panjang kawat ( l )�2. Luas penampang kawat ( A )�3. Hambatan jenis kawat ( ρ )
R = Hambatan (Ω )
l = Panjang kawat ( m )� Α = Luas penampang kawat ( m2 )� ρ = Hambatan jenis kawat ( Ω m )
Konduktor dan Isolator
kayu
plastik
alluminium
besi
tembaga
Kayu isolator
Plastik isolator
Alluminium konduktor
Besi konduktor
Tembaga konduktor
Klik
Klik
Klik
Hukum I Kirchoff
Pada rangkaian tidak bercabang ( seri ) kuat arus listrik dimana-mana sama
L1
L2
Rangkaian seri
Berapakah kuat arus yang mengalir pada lampu 1 dan lampu 2
Σ Imasuk = Σ Ikeluar
Pada rangkaian bercabang (Paralel) Jumlah kuat arus listrik yang masuk pada titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik cabang
L1
L2
Rangkaian Paralel
Apakah ketiga amperemeter menunjukkan angka yang sama ?
Contoh
10A
I = 40 A
Q
S
25A
I1
I2
I3
Jawab
P
I = 10 A + I1 + 25 A
40 A = 10 A + I1 + 25 A
40 A = 35 A + I1
I1 = 40 A - 35 A
I1 = 5 A
Pada titik cabang P
Pada titik cabang Q
10 A + I1 = I2
10 A + 5 A = I2
15 A = I2
Pada titik cabang S
I2 + 25 A = I3
15 A + 25 A = I3
40 A = I3
Klik
1. Tentukanlah kuat arus I1 sampai dengan I6 ?
50 mA
I1
I2
I3
30mA
I4
I5
15 mA
I6
23mA
3. Perhatikan rangkaian di bawah dan tentukan nilai I1 sampai I7 ?
12 A
I1
I2
I7
I3
I4
I5
I6
Jika I1 = I2
I3 : I4 = 1 : 2
dan I5 = 2 I6
2.
I = 20 A
I2
I1
I4
I3
Jika I1 : I2 = 1 : 4
dan I1 : I2 = 1 : 3
Tentukan I1 sampai I4 ?
Susunan seri pada Hambatan
a
b
c
d
R1
R2
R3
Vab
Vbc
Vcd
Vad =
Vab +
Vbc +
Vcd
Rs
a
d
I Rs =
I R1
I R2
I R3
+
+
Vad
Rs =
R1
R2
R3
+
+
Susunan Paralel pada Hambatan
a
b
R1
R2
R3
I =
I1 +
I2 +
I3
Rp
a
RP
R1
R2
R3
+
+
Vab
RP
R1
R2
R3
+
+
b
I
I1
I2
I3
I
Vab
Vab
Vab
Vab
=
=
1
1
1
1
Contoh
2 Ω
4 Ω
3 Ω
2 Ω
3 Ω
5 Ω
4 Ω
1
Rs = R1+R2+R3+R4+R5+R6+R7
Rs =2+4+3+2+4+5+3
Rs =23 Ω
2
4 Ω
3 Ω
3 Ω
6 Ω
R2
1
RP
R1
+
=
1
1
RP
6
3
+
=
1
1
1
RP
6
6
+
=
1
1
2
RP
6
=
1
3
=
RP
2 Ω
4 Ω
3 Ω
RP: 2 Ω
Rs = R1+RP+R2
Rs = 4+2+3
Rs = 9 Ω
Perhatikan gambar di bawah
Tentukan
R2
1
RP
R1
+
=
1
1
RP
6
3
+
=
1
1
1
RP
6
=
1
3
=
RP
2 Ω
Rs = R3 + Rp
Rs = 4 + 2
Rs = 6Ω
a
R
V
I
=
I
=
18 volt
6Ω
I
=
3 A
6Ω
3Ω
a
b
c
4Ω
I2
I1
I
V = 18 volt
R1
R2
R3
I1 : I2 =
R1
R2
:
1
1
I1 : I2 =
6
3
:
1
1
x6
I1 : I2 = 1 : 2
I1 =
3
1
x
I
I1 =
3
1
x
3
I1 = 1 A
I2 =
3
2
x
I
I2 = 2 A
I2 =
x
3
3
2
b
c
Vab = I R3
Vab = 3 x 4
Vab = 12 V
Vbc = I1 R1
Vbc = 1 x 6
Vbc = 6 V
atau
Vbc = I2 R2
Vbc = 2 x 3
Vbc = 6 V
Latihan
3Ω
2 Ω
4Ω
5Ω
4Ω
1Ω
I2
I1
12 V
I
b
a
Tentukan
a. Hambatan pengganti
b. Kuat arus total
c. Kuat arus I1 dan I2
d. Tegangan Vab
Tentukan
a. Hambatan pengganti
b. Kuat arus tiap hambatan
c. Tegangan tiap hambatan
2Ω
2Ω
4Ω
4Ω
2Ω
2Ω
2Ω
2Ω
2Ω
a
b
c
d
e
V = 12 V
f
1
2
GAYA GERAK LISTRIK (E)
V
Pengukura ggl
TEGANGAN JEPIT (V)
V
Pengukura Tegangan Jepit
Susunan Seri GGL
E
r
E
E
r
r
Etotal = n E
rtotal = n r
E = ggl ( volt)
r = hambatan dalam ( Ω )
n = jumlah baterai
Susunan Paralel GGL
E
r
E
E
r
r
Etotal = E
rtotal =
r
n
Hukum Ohm dalam rangkaian tertutup
Untuk sebuah ggl
Kuat arus yang mengalir dalam rangkaian
I = Kuat arus ( A )
E = ggl ( volt )
R = hambatan luar ( Ω )
r = hambatan dalam ( Ω )
Vpq = tegangan jepit ( volt )
E , r
p
q
R
I
Tegangan jepit
Vpq = I R
E = Vpq + I r
Hubungan ggl dengan tegangan jepit
LATIHAN
Tiga buah elemen yang dirangkai seri masing – masing memiliki GGL 4 V dan hambatan dalam 0,2 Ω, dirangkai dengan hambatan luar seperti gambar Tentukan :
E
r
E
E
r
r
3 Ω
6 Ω
4 Ω
a
b
c
V = 4 V
r = 0,2 Ω
I
I1
I2