1 of 36

LISTRIK DINAMIS

Listrik mengalir

2 of 36

Standar Kompetensi :

Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar :

Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator :

  1. Menjelaskan konsep arus listrik
  2. Mejelaskan konsep Hukum Ohm
  3. Menjelaskan konsep hambatan pada penghantar
  4. Menghitung nilai hambatan pengganti
  5. Menhitung nilai kuat arus percabangan
  6. Menghitung nilai kuat arus pada rangkaian tertutup

SKL :

Menentukan besaran fisika pada berbagai bentuk rangkaian listrik

3 of 36

PETA KONSEP

Listrik Dinamis

Arus listrik

Hambatan Jenis

Hukum Ohm

Hukum I Kirchoff

Konduktivitas

Rangkaian Hambatan

Seri

Rangkaian listrik

Paralel

4 of 36

Menentukan arus listrik dan arus elektron.

Arah elektron

Arah arus listrik

Arus elektron adalah aliran elektron dari potensial rendah ke potensial tinggi

Arus lisrik adalah aliran muatan positif dari potensial tinggi ke potensial rendah

Klik

Klik

Klik

5 of 36

Menentukan syarat arus listrik dapat mengalir pada suatu rangkaian

  • Mengapa Lampu mati ?

Rangkaian Terbuka

  • Mengapa Lampu menyala ?

Rangkaian Tertutup

Dalam rangkaian apa agar Arus listrik dapat mengalir ?

6 of 36

Benda A Potensial tinggi

Benda B Potensial rendah

Arus listrik dapat mengalir jika ada beda potensial

Konduktor

Arus elektron

Arus listrik

Umpan Balik:

Dua syarat agar arus listrik dapat mengalir adalah....

Aliran arus listrik

Apakah ketika terjadi aliran muatan listrik dari B ke A sampai muatan di B habis ?

Ketika benda A dan B memiliki jumlah dan jenis muatan muatan yang sama maka kedua benda dapat dikatakan telah memiliki potensial yang bagaimana ?

7 of 36

Kuat Arus Listrik

Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan

yang mengalir pada penghantar tiap detik.

I = Kuat arus listrik ( Ampere )

Q = muatan ( Coulomb )

t = waktu ( secon )

P

Hitung berapa banyak muatan positif yang melewati titik P dalam 10 sekon

Klik warna hijau ( mulai )

Klik warna merah ( berhenti )

Satu Ampere didefinisikan sebagai muatan listrik sebesar 1 coulomb yang mengalir dalam penghantar selama satu sekon

1 A = 1 C/s

8 of 36

Contoh

  • Sebuah akumulator pada kutub-kutubnya dihubungkan pada terminal lampu jika kuat arus yang mengalir pada lampu 0,5 A dan lampu dinyalakan selama 2 menit berapakah muatan listrik yang telah melewati lampu ?

Diketahui

I = ……………… A

t = ……………… s

Jawab

Q = ………… x …………….

= ………….x …………….

= …………………………. C

9 of 36

Pengukuran Kuat arus listrik

Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik

Pemasangan Amperemeter dalam rangkaian listrik disusun secara seri ( tidak bercabang )

10 of 36

Cara membaca Amperemeter

Nilai yang terukur =

skala maksimum

skala yang ditunjuk jarum

skala batas ukur

Nilai yang ditunjuk jarum

Nilai maksimum

34

100

X 1

= 0,34 A

x Batas ukur

11 of 36

Benda A Potensial tinggi

Benda B Potensial rendah

Konduktor

Arus elektron

Arus listrik

Beda Potensial Listrik

Energi yang diperlukan untuk memindah muatan listrik tiap satuan muatan

Benda C Potensial rendah

Benda D Potensial tinggi

Konduktor

Arus listrik

Arus elektron

Definisi Beda potensial listrik

V = Beda Potensial ( Volt )

W = Energi ( Joule )

Q = Muatan ( Coulomb )

1 Volt = 1J/C

Satu volt didefinisikan untuk memindah muatan listrik sebesar 1 Coulumb memerlukan energi sebesar 1 Joule.

Benda C Potensial rendah

Benda D Potensial tinggi

Konduktor

Arus listrik

Arus elektron

12 of 36

Contoh

  • Sebuah baterai memiliki beda potensial sebesar 1,5 volt jika baterai digunakan untuk menyalakan lampu maka sejumlah 50 coulomb muatan listrik yang melewati lampu. Berapakah besar energi yang dikeluarkan baterai

Diketahui

V = ………………… Jawab

Q = …………………. W = ………….. X ……………..

Ditanya = ………….. X ……………..

W = ? = ………………… J

13 of 36

Pengukuran Beda Potensial

  • Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial listrik ( tegangan )
  • Pemasangan voltmeter dalam rangkaian listrik disusun secara parallel seperti gambar.

Klik

14 of 36

Cara Membaca Voltmeter

Skala yang ditunjuk jarum

Skala maksimum

Batas ukur

Nilai yang terukur = ….

15 of 36

HUKUM OHM

Jml

Baterai

V

I

1

2

3

1,2

0,20

2,6

0,40

4,0

0,54

Dari tabel data dapat kita ketahui jika beda potensial diperbesar maka kuat arus listriknya juga turut membesar.

Hubungan apa yang didapatkan antara beda potensial dengan kuat arus listrik?

Buatlah grafik hubungan antara beda potensial dengan kuat arus listrik.

16 of 36

Grafik Hubungan �Beda potensail (V) terhadap kuat arus listrik ( I )

0,1

I( A)

V(volt)

0,2

0,3

0,4

0,5

0,6

1,0

2,0

3,0

4,0

5,0

V

Ι

~

V

Ι R

=

V

Ι

R

= Beda potensial ( volt )

= Kuat arus listrik ( A )

= Hambatan ( Ω )

V

I

1,2

0,2

2,6

0,4

4,0

0,54

Data

17 of 36

Grafik Hubungan Hambatan (R) terhadap kuat arus listrik ( I )

0,25

I( A)

R(Ω)

0,50

0,75

1,0

1,5

10

20

30

40

50

Data

R

10

20

30

40

I

1,0

0,5

0,3

0,25

Jika V dibuat tetap = 10 V

I1 =

V

R

I1 =

10

10

I1 = 1,0 A

I2 =

V

R

I2 =

10

20

I2 = 0,5 A

I3 =

V

R

I3 =

10

30

I3 = 0,3 A

I4 =

V

R

I4 =

10

40

I4 = 0,25 A

R

V

=

I

18 of 36

Tujuan : Menyelidiki faktor yang mempengaruhi � besar hambatan kawat

Semakin panjang kawat maka hambatan kawat semakin besar

1

Variabel manipulasi : panjang kawat

Variabel respon : hambatan kawat

Variabel kontrol : jenis kawat, luas penampang kawat

A

B

IA > IB

RA < RB

lA < lB

R ~ ℓ

Hambatan kawat sebanding dengan panjang kawat.

19 of 36

Semakin besar hambatan jenis kawat maka hambatan kawat semakin besar

Variabel manipulasi : jenis kawat

Variabel respon : Hambatan

Variabel kontrol : panjang, luas penampang kawat

2

IA < IB

RA > RB

ρAℓ > ρCu

Hambatan kawat sebanding dengan hambatan jenis kawat.

R

ρ

~

A

B

Tembaga

Alluminium

20 of 36

Semakin besar luas penampang kawat maka hambatan kawat semakin kecil

3

Variabel manipulasi : luas penampang kawat

Variabel respon : hambatan kawat

Variabel kontrol : jenis kawat, panjang kawat

IA < IB

RA > RB

AA < AB

Hambatan kawat berbanding terbalik dengan luas penampang kawat.

R

1

A

~

A

B

21 of 36

Faktor yang mempengaruhi besar hambatan pada kawat adalah :��1. Panjang kawat ( l )�2. Luas penampang kawat ( A )�3. Hambatan jenis kawat ( ρ )

R = Hambatan (Ω )

l = Panjang kawat ( m )� Α = Luas penampang kawat ( m2 )� ρ = Hambatan jenis kawat ( Ω m )

22 of 36

Konduktor dan Isolator

kayu

plastik

alluminium

besi

tembaga

Kayu isolator

Plastik isolator

Alluminium konduktor

Besi konduktor

Tembaga konduktor

Klik

Klik

Klik

23 of 36

Hukum I Kirchoff

Pada rangkaian tidak bercabang ( seri ) kuat arus listrik dimana-mana sama

L1

L2

Rangkaian seri

Berapakah kuat arus yang mengalir pada lampu 1 dan lampu 2

24 of 36

Σ Imasuk = Σ Ikeluar

Pada rangkaian bercabang (Paralel) Jumlah kuat arus listrik yang masuk pada titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik cabang

L1

L2

Rangkaian Paralel

Apakah ketiga amperemeter menunjukkan angka yang sama ?

25 of 36

Contoh

  1. Perhatikan rangkaian di bawah dan tentukan nilai I1, I2, I3 ?

10A

I = 40 A

Q

S

25A

I1

I2

I3

Jawab

P

I = 10 A + I1 + 25 A

40 A = 10 A + I1 + 25 A

40 A = 35 A + I1

I1 = 40 A - 35 A

I1 = 5 A

Pada titik cabang P

Pada titik cabang Q

10 A + I1 = I2

10 A + 5 A = I2

15 A = I2

Pada titik cabang S

I2 + 25 A = I3

15 A + 25 A = I3

40 A = I3

Klik

26 of 36

1. Tentukanlah kuat arus I1 sampai dengan I6 ?

50 mA

I1

I2

I3

30mA

I4

I5

15 mA

I6

23mA

3. Perhatikan rangkaian di bawah dan tentukan nilai I1 sampai I7 ?

12 A

I1

I2

I7

I3

I4

I5

I6

Jika I1 = I2

I3 : I4 = 1 : 2

dan I5 = 2 I6

2.

I = 20 A

I2

I1

I4

I3

Jika I1 : I2 = 1 : 4

dan I1 : I2 = 1 : 3

Tentukan I1 sampai I4 ?

27 of 36

Susunan seri pada Hambatan

a

b

c

d

R1

R2

R3

Vab

Vbc

Vcd

Vad =

Vab +

Vbc +

Vcd

Rs

a

d

I Rs =

I R1

I R2

I R3

+

+

Vad

Rs =

R1

R2

R3

+

+

28 of 36

Susunan Paralel pada Hambatan

a

b

R1

R2

R3

I =

I1 +

I2 +

I3

Rp

a

RP

R1

R2

R3

+

+

Vab

RP

R1

R2

R3

+

+

b

I

I1

I2

I3

I

Vab

Vab

Vab

Vab

=

=

1

1

1

1

29 of 36

Contoh

  • Tentukan hambatan pengganti pada rangkaian di bawah

2 Ω

4 Ω

3 Ω

2 Ω

3 Ω

5 Ω

4 Ω

1

Rs = R1+R2+R3+R4+R5+R6+R7

Rs =2+4+3+2+4+5+3

Rs =23 Ω

2

4 Ω

3 Ω

3 Ω

6 Ω

R2

1

RP

R1

+

=

1

1

RP

6

3

+

=

1

1

1

RP

6

6

+

=

1

1

2

RP

6

=

1

3

=

RP

2 Ω

4 Ω

3 Ω

RP: 2 Ω

Rs = R1+RP+R2

Rs = 4+2+3

Rs = 9 Ω

30 of 36

Perhatikan gambar di bawah

Tentukan

  1. Kuat arus total
  2. Kuat arus I1 dan I2
  3. Tegangan ab dan tegangan bc

R2

1

RP

R1

+

=

1

1

RP

6

3

+

=

1

1

1

RP

6

=

1

3

=

RP

2 Ω

Rs = R3 + Rp

Rs = 4 + 2

Rs = 6Ω

a

R

V

I

=

I

=

18 volt

I

=

3 A

6Ω

3Ω

a

b

c

4Ω

I2

I1

I

V = 18 volt

R1

R2

R3

I1 : I2 =

R1

R2

:

1

1

I1 : I2 =

6

3

:

1

1

x6

I1 : I2 = 1 : 2

I1 =

3

1

x

I

I1 =

3

1

x

3

I1 = 1 A

I2 =

3

2

x

I

I2 = 2 A

I2 =

x

3

3

2

b

c

Vab = I R3

Vab = 3 x 4

Vab = 12 V

Vbc = I1 R1

Vbc = 1 x 6

Vbc = 6 V

atau

Vbc = I2 R2

Vbc = 2 x 3

Vbc = 6 V

31 of 36

Latihan

3Ω

2 Ω

4Ω

5Ω

4Ω

1Ω

I2

I1

12 V

I

b

a

Tentukan

a. Hambatan pengganti

b. Kuat arus total

c. Kuat arus I1 dan I2

d. Tegangan Vab

Tentukan

a. Hambatan pengganti

b. Kuat arus tiap hambatan

c. Tegangan tiap hambatan

a

b

c

d

e

V = 12 V

f

1

2

32 of 36

GAYA GERAK LISTRIK (E)

  • Gaya gerak listrik adalah beda potensial antara ujung-ujung sumber tegangan pada saat tidak mengalirkan arus listrik atau dalam rangkaian terbuka.

V

Pengukura ggl

33 of 36

TEGANGAN JEPIT (V)

  • Tegangan jepit adalah beda potensial antara ujung – ujung sumber tegangan saat mengalirkan arus listrik atau dalam rangkaian tertutup .

V

Pengukura Tegangan Jepit

34 of 36

Susunan Seri GGL

E

r

E

E

r

r

Etotal = n E

rtotal = n r

E = ggl ( volt)

r = hambatan dalam ( Ω )

n = jumlah baterai

Susunan Paralel GGL

E

r

E

E

r

r

Etotal = E

rtotal =

r

n

35 of 36

Hukum Ohm dalam rangkaian tertutup

Untuk sebuah ggl

Kuat arus yang mengalir dalam rangkaian

I = Kuat arus ( A )

E = ggl ( volt )

R = hambatan luar ( Ω )

r = hambatan dalam ( Ω )

Vpq = tegangan jepit ( volt )

E , r

p

q

R

I

Tegangan jepit

Vpq = I R

E = Vpq + I r

Hubungan ggl dengan tegangan jepit

36 of 36

LATIHAN

Tiga buah elemen yang dirangkai seri masing – masing memiliki GGL 4 V dan hambatan dalam 0,2 Ω, dirangkai dengan hambatan luar seperti gambar Tentukan :

  1. Hambatan luar
  2. Kuat arus total ( I )
  3. Kuat arus I1 dan I2
  4. Tegangan Vab, Vbc
  5. Tegangan jepit

E

r

E

E

r

r

3 Ω

6 Ω

4 Ω

a

b

c

V = 4 V

r = 0,2 Ω

I

I1

I2